NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan itu tidak lahir dari cinta. Melainkan dari sebuah kesepakatan. Ketika keluarga Alyssa berada di ambang kehancuran, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran keluarga Maheswara. Menikah dengan Alvaro Regantara Maheswara. Pria yang terkenal dingin. Pria yang dijuluki pewaris paling berbahaya. Pria yang bahkan tidak percaya pada cinta. Bagi Alyssa, pernikahan itu seperti masuk ke dalam sangkar emas. Mewah. Indah. Tapi menyesakkan. Namun semakin lama mereka bersama, Alyssa mulai melihat sisi Alvaro yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sisi yang terluka. Sisi yang kesepian. Dan perlahan kebencian berubah menjadi perasaan yang jauh lebih berbahaya. Cinta. Tapi ketika rahasia masa lalu Alvaro terungkap dan mantan tunangannya kembali untuk merebut segalanya. Akankah pernikahan yang dimulai karena ambisi itu berakhir menjadi cinta? Atau justru menjadi kehancuran bagi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Sore harinya, setelah badai ketegangan di ruang rapat korporasi mereda, atmosfer di dalam mansion kembali sunyi. Alvaro langsung mengurung diri di ruang kerja lantai bawah untuk meninjau ulang berkas audit yang sempat disinggung Arsen. Sementara itu, Alyssa berada di kamarnya, merapikan beberapa dokumen amandemen proyek siber yang membutuhkan tanda tangan basah suaminya.

Dengan langkah kaki yang tenang dan anggun, Alyssa berjalan menyusuri selasar menuju ruang kerja pribadi Alvaro. Sifat taktisnya membuat ia selalu ingin menyelesaikan urusan administratif secepat mungkin agar tidak menunda eksekusi proyek esok hari.

Ia mengetuk pintu kayu ek besar itu dua kali. Namun, tidak ada jawaban dari dalam. Alyssa perlahan mendorong pintu yang ternyata tidak terkunci rapat.

Ruangan itu kosong. Alvaro tampaknya sedang keluar sebentar mungkin ke paviliun belakang atau menemui Xavier di lobi. Alyssa melangkah masuk, berniat meletakkan map dokumen tebal itu di atas meja mahoni. Namun, saat ia mendekati meja kerja sang predator, pandangannya langsung tertuju pada deretan laci di sisi kanan meja.

Salah satu laci kayu di bagian tengah tampak belum tertutup sempurna, menyisakan celah sekitar dua sentimeter. Sesuatu di dalam celah itu selembar kertas dengan sudut yang sedikit menguning menarik perhatian jeli Alyssa.

Didorong oleh rasa penasaran yang asing, Alyssa mengulurkan tangannya. Dengan gerakan pelan yang nyaris tanpa suara, ia menarik laci tersebut hingga terbuka lebih lebar. Di dalam laci yang biasanya terkunci rapat itu, terletak sebuah bingkai foto kayu kecil yang diletakkan terbalik, menyembunyikan gambarnya dari dunia luar.

Jantung Alyssa berdegup sedikit lebih cepat saat ia membalik bingkai tersebut.

Di dalam foto lama yang warnanya sudah agak memudar itu, tampak sosok Alvaro beberapa tahun lalu mungkin saat ia masih di awal usia awal dua puluhan. Di sampingnya, berdiri seorang wanita berambut panjang dengan senyum yang teramat teduh. Wanita itu mengenakan gaun putih sederhana, kontras dengan latar belakang taman bunga yang asri.

Alyssa tertegun. Wanita di dalam foto itu... bukan Vanessa.

Bahkan, pembawaan wanita misterius ini sangat jauh berbeda dengan sifat angkuh dan glamor yang dimiliki Vanessa. Di dalam foto itu, Alvaro memeluk pinggang sang wanita dengan gestur yang teramat protektif, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, Alyssa melihat senyuman murni tanpa beban di wajah sang predator Maheswara sebuah senyuman yang belum pernah diperlihatkan pria itu kepada siapa pun di masa kini.

Rasa penasaran Alyssa seketika membumbung tinggi, mengaburkan logika taktisnya yang biasanya selalu mengutamakan privasi orang lain. Dada Alyssa berdesir aneh, ada letupan emosi samar yang tidak bisa ia definisikan; apakah itu rasa ingin tahu profesional, ataukah ada secercah rasa cemburu yang mulai merayap halus?

Ia menatap lekat-lekat wajah wanita di foto itu, mencoba mencari petunjuk atau nama yang mungkin tersembunyi di sudut bingkai, namun nihil. Alyssa mulai menyadari dengan sangat nyata bahwa di balik dinding es, reputasi kejam, dan pernikahan kontrak yang mereka jalani saat ini, ada bagian masa lalu Alvaro yang teramat kelam atau teramat berharga yang sengaja dikubur dalam-dalam, sebuah rahasia besar yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun di dunia luar.

...****************...

Alyssa masih terpaku, jemarinya perlahan menyentuh tepian bingkai foto kayu yang terasa dingin di kulitnya. Logika cerdasnya berputar cepat, mencoba mencocokkan potongan teka-teki ini dengan semua informasi yang ia ketahui tentang dinasti Maheswara. Selama ini, publik hanya tahu bahwa satu-satunya wanita yang pernah dekat dengan Alvaro adalah Vanessa sebuah hubungan masa lalu yang sering diagungkan oleh media dan dimanfaatkan oleh Arsen.

Namun, keberadaan foto ini mematahkan semua narasi itu. Wanita di foto ini tampak seperti lembaran sejarah yang sengaja dihapus dari rekaman publik dengan kekuatan besar.

"Apa yang sedang kau lakukan, Alyssa?"

Suara bariton yang rendah, dingin, dan sarat akan penegasan mutlak tiba-tiba memotong keheningan ruangan.

Alyssa tersentak, namun sifat beraninya membuat ia berhasil menguasai diri dalam sekejap. Ia tidak terburu-buru menjatuhkan foto itu. Dengan gerakan yang tetap anggun, ia menoleh ke arah ambang pintu.

Alvaro sedang berdiri di sana. Kemeja hitamnya yang tergulung sebatas siku bergoyang tipis seiring dengan langkah kakinya yang lambat namun mengintimidasi mendekati meja kerja. Sepasang mata elangnya langsung tertuju pada bingkai foto di tangan Alyssa, dan seketika itu juga, rahang pria itu mengeras. Aura predator yang pekat dan dingin kembali menyelimuti ruangan, jauh lebih mencekam daripada saat rapat dengan Arsen tadi siang.

"Laci itu seharusnya terkunci," desis Alvaro, suaranya terdengar datar namun menyiratkan kemurkaan yang tertahan. Ia berdiri tepat di seberang meja, menatap Alyssa dengan pandangan yang sulit diartikan perpaduan antara rasa terkejut, marah, dan sebuah kerapuhan yang buru-buru ia tutup rapat.

Alyssa meletakkan kembali bingkai foto itu di atas meja, tidak mencoba untuk mengelak atau berbohong. "Laci ini terbuka sedikit saat saya datang untuk mengantarkan dokumen proyek siber, Alvaro. Saya tidak bermaksud lancang, tapi..." Alyssa menggantung kalimatnya, menatap lurus ke dalam manik mata hitam suaminya. "Siapa dia? Dia jelas bukan Vanessa."

Pertanyaan langsung dari Alyssa membuat keheningan di antara mereka terasa semakin menekan. Alvaro menunduk, menatap foto itu selama beberapa detik yang panjang. Detik-detik di mana Alyssa bisa melihat tangan pria itu mengepal kuat di sisi tubuhnya, seolah sedang menahan badai ingatan yang mendadak bangkit dan menghantam pertahanannya.

"Itu bukan urusanmu, Alyssa," jawab Alvaro dingin, suaranya terdengar sangat menjauh, mengembalikan dinding es tebal yang sempat runtuh di antara mereka dalam beberapa hari terakhir. Ia mengulurkan tangan, mengambil foto itu, lalu memasukkannya kembali ke dalam laci dan menguncinya dengan bunyi yang terdengar final.

"Hubungan kita adalah aliansi strategis, dan masa laluku tidak ada hubungannya dengan kontrak yang kita tanda tangani," lanjut Alvaro tanpa menatap istrinya, nadanya kembali kaku dan profesional, seolah-olah obrolan hangat mereka di ruang duduk bersama Keira tadi siang tidak pernah terjadi.

Mendengar penegasan dingin itu, ada rasa kecewa yang samar namun tajam yang menusuk dada Alyssa. Sifat taktisnya tahu Alvaro benar, namun hatinya menolak menerima jarak yang mendadak kembali membentang di antara mereka. Rahasia di ruang kerja ini telah membuktikan bahwa di balik sosok predator yang selalu melindunginya, Alvaro masih menyimpan sebuah luka atau misteri dalam yang belum siap ia bagi dengan siapa pun, termasuk dengan wanita yang kini berstatus sebagai istrinya.

...****************...

Alyssa menarik napas dalam-dalam, mengunci emosi pribadinya rapat-rapat di balik topeng ketenangan Pradipta yang sempurna. Ia menolak untuk terlihat terhina oleh pengusiran verbal yang baru saja dilakukan Alvaro. Sifat beraninya menuntutnya untuk tetap berdiri tegak, menatap sang predator tanpa rasa takut.

"Anda benar, Tuan Alvaro. Masa lalu Anda memang bukan bagian dari klausul kontrak kita," sahut Alyssa, suaranya kembali jernih dan formal, membalas dinding es pria itu dengan ketegasan yang setara. "Saya meminta maaf jika tindakan saya dirasa melewati batas."

Ia menggeser map dokumen tebal yang dibawanya ke tengah meja mahoni, tepat di atas laci yang baru saja dikunci oleh Alvaro. "Ini adalah berkas amandemen final untuk proyek siber kita, termasuk pembagian alokasi dana yang sudah kita sepakati bersama dewan komisaris tadi siang. Silakan ditinjau dan ditandatangani jika Anda sudah merasa... kembali fokus."

Alvaro sedikit tersentak mendengar penekanan kata fokus yang sengaja Alyssa gunakan sebuah sindiran halus yang mengingatkannya pada serangan Arsen di ruang rapat. Pria itu mendongak, menatap Alyssa yang kini sudah berbalik arah dan melangkah menuju pintu keluar dengan langkah yang anggun namun sarat akan jarak.

Ketika jemari Alyssa baru saja menyentuh gagang pintu kayu ek yang dingin, suara Alvaro kembali terdengar. Kali ini, nada bicaranya tidak sedingin tadi, melainkan terdengar berat dan dipenuhi keletihan yang teramat sangat.

"Alyssa."

Langkah Alyssa terhenti, namun ia tidak membalikkan badannya. Ia tetap berdiri membelakangi Alvaro, menunggu kelanjutan kalimat suaminya dalam keheningan yang mencekam.

"Wanita di foto itu... dia adalah bagian dari alasan mengapa aku menjadi pria seperti sekarang ini," ucap Alvaro perlahan, setiap katanya terdengar seolah ia harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengucapkannya. "Dia adalah alasan mengapa aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan siapa pun merebut apa yang sudah menjadi milikku lagi. Termasuk posisi yang kau tempati saat ini."

Alyssa memejamkan matanya sesaat. Pengakuan setengah hati itu tidak menjelaskan siapa nama wanita tersebut, atau apa yang telah terjadi di antara mereka. Namun, dari nada suara Alvaro, Alyssa tahu satu hal: wanita misterius itu bukanlah musuh, melainkan sebuah luka mendalam yang membentuk sifat kejam sang predator hari ini.

"Terima kasih atas penjelasannya, Alvaro," jawab Alyssa lirih, tanpa menoleh sedikit pun.

Ia kemudian membuka pintu dan melangkah keluar, menutup ruang kerja itu beserta seluruh rahasia yang tersimpan di dalamnya. Di lorong mansion yang sunyi, Alyssa menyadari bahwa retakan yang sebenarnya tidak terjadi di dalam ruang rapat korporasi bersama Arsen, melainkan di dalam hatinya sendiri, saat ia menyadari ada ruang yang begitu besar di dalam hidup Alvaro yang bahkan tidak bisa disentuh oleh aliansi terkuat mereka sekalipun.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semoga arsen dan. vanessa bisa hancur
Reni Anjarwani
lanjuttt trs💪💪💪
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak, masyaallah kalau kakaknya suka jadi senang deh😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjuttt💪💪
Reni Anjarwani
keren thor bisa up berdoubel2
reyanzarayyanfahlevy_: Alhamdulillah kak, bisa akhirnya...💪
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
THE GIRL COOL😑
Alvaro sudah nempel di hati nya 🤣🤣
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwkwk
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
reyanzarayyanfahlevy_: udah ya kak😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
jadi orang kok jahat bgt yaa vanesaa dan arsen karna ambisius
reyanzarayyanfahlevy_: emang gitu kak😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjyt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
reyanzarayyanfahlevy_: nanti ya kak, kalau udah bab 36 aku up double
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up thor
reyanzarayyanfahlevy_: waduh😭😍😍😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut semanggat doubel up😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaa, iyaa kak😭😍😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
bagyuuuuusssss
THE GIRL COOL😑
hampir aja Alyssa ketabrak😭 gue kaget
THE GIRL COOL😑: kwwkkwkw🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!