kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.
Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.
Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#cinta segi tiga
Pagi harinya setelah selesai sholat Neina kembali menanyakan tentang Alea.
"Mas, "
"Emm, "
"Mas Rayhan terlibat cinta segitiga ya dengan Mas Rayyan, " tanya Neina penasaran.
"Emm, "
"Mas, jawab yang benar dong, jangan ham hem am emm saja, " gerutu Neina kesal.
"Kenapa kau menanyakan orang yang sudah tiada? kau mau arwah Alea mendatangimu? "
"Tentu saja tidak mau, "
"Kalau begitu jangan bertanya lagi, "
"Tapi aku penasaran, "
"Baiklah, akan aku ceritakan, kemarilah, " Neina dengan cepat duduk di samping Rayhan.
"Dulu, aku dan Rayyan selalu bersama, aku mengambil S1ku di sini bersama Alea, Kezia, Arsen, dan tentu saja dengan Rayyan. Kami berlima sering Hang out bersama, liburan bersama. Kemana-mana pasti berlima. Saat itu aku mulai menyukai Alea, dan aku juga merasa Alea menyukaiku. Buktinya ia lebih banyak bercerita denganku daripada yang lainnya. Dia sering memberiku makanan, bahkan terkadang kami nonton film berdua saja,. Hingga saat ibuku meninggal hanya Alea yang menemaniku, menghiburku. Saat lulus S1 aku berangkat ke luar negri melanjutkan S2 ku, tanpa mengutarakan perasaanku pada Alea. Karena aku yakin Alea juga mencintaiku, aku ingin melamarnya saat aku lulus S2 ku. Namun saat aku pulang Alea sudah bertunangan dengan Rayyan. Hatiku hancur saat mengetahui Alea sedari dulu mencintai Rayyan bukan aku, dia berada di dekat ku karena merasa aku sebatas saudara iparnya"
.
"Sudah selesai, Tamat. " Rayhan mengakhiri ceritanya.
"Jadi itu tujuanmu menikahiku?"
"Pintar, " Rayhan mengacak rambut Neina kemudian beranjak dari tepi ranjang.
"Dasar, jahat.. !" teriak Neina."Ceritanya belum selesai, " .
Neina berlari mengejar Rayhan yang sudah menjauh, "Tunggu," Neina segera mensejajarkan langkahnya dengan Rayhan. "Mau kemana? " tanya Neina.
"Keruang kerjaku, " jawab Rayhan.
"Tidak berangkat ke kantor? "
"Tidak, aku malas, "
"Kalau begitu ayo ceritakan lagi, "
"Apa lagi, semua sudah selesai, Alea sudah tiada. "
"Kau masih mencintai Alea ya, walaupun dia sudah menjadi saudara iparmu,
"Iya, bahkan sampai saat ini namanya masih di hatiku, " ucap Rayhan sambil memegang dadanya.
"Wah, cinta sejati, " Neina menganggukkan kepalanya, "Katanya mau ke rumah Mama, " ia coba mengingatkan Rayhan.
"Besok saja, hari ini aku ingin seharian bersamamu, " Rayhan memandang Neina dengan senyumnya.
"Kalau begitu, aku akan pergi Jalan-jalan saja dengan Hina, "
"Tidak boleh, kau harus bersama ku sepanjang hari, " tolak Rayhan tegas.
Neina mengerucutkan bibirnya sambil memainkan jari lentiknya. Ia pun kemudian berbalik hendak menuju kamarnya. "Mau kemana?"
"Kamar " jawab Neina ketus.
"Kita sarapan dulu, tunggu aku di meja makan, aku akan mengambil sesuatu di ruang kerjaku, " ucap Rayhan.
"Baiklah, aku sudah lapar jangan lama-lama, kalau lama aku akan makan sendiri, "
"Iya, cerewet, " Rayhan mengacak rambut Neina.
Neina segera melangkahkan kaki nya menuju meja makan. Lima belas menit berlalu namun Rayhan tak kunjung tiba. "Kemana dia? lama sekali aku sudah kelaparan, " gerutu Neina sambil memainkan sendok dan garpunya .
"Kenapa lama sekali, " kesal Neina saat melihat kedatangan Rayhan.
"Ayo makan, "
Neina segera mengambil makanan untuk Rayhan dengan wajah cemberut nya. "Tidak ikhlas melayani suami?"
"Ikhlas, " jawab Neina ketus sambil menyiapkan makanan ke dalam mulut nya.
Rayhan menatap Neina yang sedang makan dengan tatapan heran. Bagaimana tidak heran, tubuh Neina sangatlah kecil tapi makannya melebihi makanan untuk dua orang.
"Kau ini rakus sekali, tapi badanmu kecil, "
"Aku memang begini, jangankan makanan, aku makan kamu saja tidak akan gemuk, " Jawab Neina sambil mengunyah makanannya.
Rayhan hanya menghela nafasnya, ia tidak menyangka jika tubuh kecil Neina bisa menampung makanan sebanyak itu.
Selesai sarapan Rayhan beranjak dari tempat duduk menuju ruang kerjanya, "Tunggu aku di kamar, " titah Rayhan.
Neina hanya melengos kemudian meninggalkan Rayhan menuju kamar. "Aku pasti bisaa membuat Mas Rayhan jatuh cinta padaku, aku harus berjuang demi pernikahan ini, "
Neina membulatkan tekadnya untuk memperjuangkan pernikahannya yang walaupun tanpa cinta. Ia akan memperjuangkan cintanya, walaupun ia tahu tidaklah mudah membuat Rayhan mencintainya.
"Walaupun Mas Rayhan tidak mencintaiku, aku yakin suatu saat nanti dia akan jatuh cinta padaku. Entah kapan aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya, mungkin sejak dia menjadi suamiku Tuhan menyatukan hati kami, mungkin saja Mas Rayhan merasakan hal yang sama, " Neina tersenyum sendiri dalam lamunannya.
Neina tersadar dari lamunannya saat pitu kamarnya terbuka, nampak Rayhan datang dengan wajah khawatirnya. " Aku akan keluar, kau diam disini jangan kemana-mana, " Rayhan langsung menyambar kunci mobilnya yang berada di atas nakas.
"Ada apa Mas, ?" tanya Neina.
Bukannya menjawab pertanyaan Neina, Rayhan semakin mempercepat langkah kakinya.
"Kenapa dia terburu-buru, ?" Neina mencoba melihat Rayhan dari balik jendela kamar. "Dia itu memang aneh, " Neina menggelengkan kepalanya.
*****
Sementara itu Rayhan segera melajukan mobilnya menuju Rumah sakit. Sesampainya di Rumah sakit Rayhan segera mempercepat langkahnya melewati lorong Rumah sakit.
"Bagaimana kondisinya, ?" Tanya Rayhan saat melihat Arsen keluar dari sebuah kamar di Rumah Sakit itu.
"Entahlah, dia kritis. Dia dehidrasi dan banyak menerima pukulan di sekujur tubuhnya, " jawab Arsen menghembuskan nafas kasarnya.
"Aku akan melihatnya, " Arsen pun mengangguk.
Rayhan menatap wanita yang terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit dengan kondisi sekujur tubuhnya penuh luka.
"Maafkan aku terlambat menyelamatkanmu, aku pastikan Olivia tidak akan menyakitimu lagi, " ucap Rayhan sambil menatap Tiara prihatin.
Saat Arsen menemukan Tiara, ia sudah dengan kondisi menggenaskan. Dengan di bantu beberapa orang kepercayaannya, Arsen berhasil menyelamatkan Tiara.
Rayhan kemudian keluar dari ruang rawat Tiara, ia menemui Arsen yang sedang duduk di kursi besi ruang tunggu.
"Kirim dia segera ke Negara S********, di sana peralatan medisnya lengkap" perintah Rayhan menatap Arsen dengan serius.
"Baiklah, aku akan mengurus semuanya. "
Rayhan mengangguk kemudian meninggalkan Arsen. Ia melangkahkan kakinya keluar dari Rumah Sakit. Saat di parkiran ia mendapat sebuah pesan.
(Temui aku di taman ) bunyi pesan itu.
Rayhan mengerutkan dahinya, tapi kemudian ia masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya menuju taman untuk menemui seseorang.
Sampai di taman, Rayhan mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Ia melihat seorang wanita dengan selendang berwarna merah, ia segera menghampirinya.
"Katakan apa maumu, " tanya Rayhan tanpa basa basi.
"Aku merindukanmu, " jawab Rania sambil tersenyum.
"Kau sudah gila ya, "
"Aku merindukanmu sebagai teman, " Rania tersenyum.
"Kau siapa sebenarnya?"
"Tatap aku, apa kau tidak mengenaliku? dulu kau mengatakan sangat mencintaiku, tapi sekarang dengan wajah ku seperti ini kau tidak bisa mengenaliku, cinta seperti apa itu, ?"
Rayhan menatap lekat wanita yang ada di hadapannya saat ini. "Kau, " Rayhan menjeda kata-katanya. "Tidak mungkin, kau sudah tiada, " Rayhan menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.