Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Bareng
Joy membelalakkan kedua matanya ketika Marvel tiba-tiba saja mencium bibirnya. Namun ketika etika ia hendak melawan Marvel, pria itu berbisik kepadanya.
"Please bantu gue," bisik Marvel terdengar sangat putus asa.
Biasanya Joy akan menghajar pria manapun yang berani menyentuhnya. Namun melihat Marvel, ia mengurungkan niatnya. Romeo yang baru saja memasuki kafe bersama Regan dan Felix ikut tercengang melihat Joy yang mengerikan diam saja ketika musuh mereka mencium bibirnya.
Tidak ada yang berani mendekati Joy apalagi mencium gadis itu, bukan hanya Joy putri seorang mafia. Namun Joy pun pandai bela diri, ia menuruni sifat ayahnya yang pandai bertarung.
"Wah! bibir kinder Joy udah enggak perawan lagi," gumam Romeo.
Felix yang selama ini menyukai Joy sangat geram melihat keduanya saling menatap. Ia memilih untuk pergi meninggalkan kafe tersebut. Berkali-kali Joy menolaknya, ia tidak menyangka ia akan kalah oleh seorang Marvel.
Joy menarik lengan Marvel keluar dari kafe lewat pintu belakang. Ia membenturkan tubuh Marvel pada dinding di belakang kafe.
"Apa yang barusan lo lakuin sama gue? Lo mau mati?" tanya Joy dengan kedua bola mata menyalang.
"Gue enggak mau dikasihani oleh Juliet, jadi jangan please bantu gue," pinta Marvel dengan tatapan memohon.
Joy memutar kedua bola matanya jengah, ia berdecak sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Gue selalu kena apes tiap ketemu sama lo".
Di sisi lain teman-teman Joy berbisik sejak tadi, Joy yang tidak terlihat tertarik kepada Marvel justru diam-diam mendapatkan ciuman dari Marvel.
"Dia bilang enggak suka tapi diembat juga," cibir Tiana.
"Kayaknya mereka memang ada sesuatu, sejak tadi kan Joy terus menatap Marvel dengan tatapan sinis," timpal Rena.
"Atau ternyata Joy memang kekasih Kak Marvel yang sedang merajuk kepadanya," saut Sashi ikut kepo.
Marvel dan Joy kembali masuk kedalam kafe sambil bergandengan tangan. Entah kesepakatan apa yang mereka buat membuat Joy akhirnya mau membantu Marvel.
Romeo menatap Marvel dengan tatapan tajam, ia berjalan mendekati Marvel. Ia tidak tahu Marvel dan Joy memiliki hubungan seperti apa, yang jelas ia tidak ingin saudarinya menjadi bahan pelampiasan Marvel karenanya.
"Kalau lo jadiin Joy tempat pelampiasan lo ke gue, lebih baik lo pikirin lagi. Karena lo akan berhadapan dengan gue dan yang lain kalau terjadi sesuatu dengan Joy," ancam Romeo lalu pergi bersama Juliet meninggalkan kafe.
Rena, Sashi dan Tiana semakin dibuat pusing ketika mereka melihat Romeo menggandeng lengan guru mereka. Ada apa sebenarnya? Sepertinya ada banyak yang mereka sembunyikan.
"Ada hubungan apa Romeo dan Bu Juliet?" tanya Tiana penasaran.
Mereka hanya menjawab dengan gelengan kepala seolah mereka pun memiliki pemikiran yang sama dengan Tiana.
Joy merasa terharu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Romeo sepupu yang paling ia benci. Meskipun sikap Romeo yang menyebalkan tapi ia begitu menyayangi dirinya.
"Jadi lo bagian dari keluarganya?" tanya Marvel seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia ketahui.
"Ya, dia sepupu yang paling gue benci," jawab Joy mendesis.
"Kenapa? Lo mau mencoba balas dendam lewat gue? Jangan harap! Meskipun gue benci dia tapi dia tetep sodara gue," kata Joy dengan suara pelan agar semua orang tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
Romeo dan Juliet saat ini sedang menikmati udara sejuk yang menerpa tubuh mereka. Sesuai janjinya ia membawa Juliet jalan-jalan mengendarai Beauty motor kesayangannya.
Keduanya bahkan tidak menyadari apabila sejak tadi mereka mengundang banyak kecurigaan teman-teman sekolahnya. Regan yang ditinggal begitu saja oleh kedua sahabatnya yang sedang dimabuk cinta dan yang sedang putus cinta hanya menggelengkan kepalanya.
Baginya cinta itu rumit, dan ia tidak ingin menjadi budak cinta seperti Romeo dan juga Felix. Regan melajukan kendaraannya meninggalkan kafe tersebut.
Romeo menambah kecepatannya agar Juliet mempererat pelukannya dari belakang. Ia merasa seperti tukang ojek online ketika Juliet hanya memegang jaketnya saja. Juliet memeluk Romeo dengan erat karena takut terjatuh dari atas motor.
"Kau sengaja?" ketus Juliet dari balik helm yang menutupi sedikit wajahnya.
Romeo hanya tersenyum menyeringai mendapatkan pukulan mesra dari sang istri. Ia ingin membawa Juliet ke tempat rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun. Bahkan Regan dan Felix pun tidak tahu tempat ini, ia selalu datang ke tempat ini bersama dengan Beauty saja.
Juliet mengernyitkan keningnya ketika melihat kendaraan kesayangan Romeo memasuki sebuah garasi rumah kecil di daerah terpencil. Rumah ini terlihat kecil, namun nampak bersih seperti selalu dirawat oleh seseorang.
Keduanya turun dari motor ketika Beauty sudah terparkir cantik di sana. Juliet melihat kesekeliling, begitu banyak piala berjejer terpajang di sana.
"Ini rumah siapa Romeo?" tanya Juliet selidik.
"Ini tempat rahasiaku, hanya aku dan Beauty yang selalu ke tempat ini. Tidak ada yang tahu tempat ini. Bahkan Regan dan Felix sekalipun," jawab Romeo panjang lebar.
Ia berjalan menuju kulkas kecil, tempat ini seperti tempat singgah yang sering Romeo datangi. Terlihat begitu banyak cemilan dan minuman dalam kulkas kecil itu.
Ia memberikan minuman dingin yang baru saja ia ambil kepada istrinya. Juliet yang sudah sangat kehausan dengan cepat meminum minuman tersebut hingga tandas.
Juliet berjalan mengelilingi rumah kecil yang tidak memiliki kamar itu. Hanya ada satu kamar mandi dan ruang tamu dan juga garasi tempat Beauty saat ini. Garasi itu menyatu dengan ruang tamu dan sebuah ranjang kecil didekatnya.
Ia tidak percaya dengan pencapaian Romeo, ia memiliki banyak piala yang tidak diketahui oleh keluarganya selama ini.
"Ternyata kamu berbakat Romeo, tapi kenapa kau menyembunyikan semua ini?" tanya Juliet.
"Setiap aku mencoba menunjukkan kepada Oma dan Mommy mereka sudah memuji dan menyanjung Junior terlebih dahulu. Jadi untuk apa aku menunjukkan semua ini apabila mereka memiliki anak kesayangan lain," balas Romeo terlihat sedih.
Juliet memeluk Romeo seolah mencoba menghibur suami berondongnya itu. Ia mengusap lembut punggung sang suami, Romeo merasa nyaman ketika berada dalam pelukan istrinya.
Romeo melepaskan pelukan Juliet, ia lalu mencium bibir ranum istrinya dengan lembut. Juliet membiarkan Romeo bibir mereka saling bertaut bahkan kini ia pun ikut menikmati ciuman yang diberikan suaminya.
Ciuman mereka menjadi semakin panas ketika tangan nakal Romeo mulai berjelajah menelusuri lekukan tubuh istrinya. Juliet mendesaah manja ketika merasakan permainan nakal Romeo yang selalu membuatnya merem melek.
"Apa kau ingin mencoba sensasi bercinta diatas beauty?" tanya Romeo berbisik ketika ia berhasil menanggalkan pakaian atas istrinya.
"Hah?"
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗