Padahal tujuan Mashka hanya ingin belajar terus menerus dan mendapatkan peringkat satu, serta menjadi murid yang berprestasi.
tapi kenapa dia malah masuk ke dalam novel? dengan adegan pertama kali satu kamar dengan Raja? padahal tubuh yang dia tempati adalah seorang Maid.
dan dia teringat tentang alur cerita ini, dimana dia menjadi korban kambing hitam dan harus tiada di usia muda karena hamil anak raja.
"aku tidak akan pernah membiarkan harga diriku jatuh begitu saja."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violaww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Saat Anastasia baru saja datang beberapa menit di kediaman, Keenan baru saja sampai bersama dengan Lady Oliv, tunangan nya itu.
"Salam Tuan Muda, Lady Oliv."
Anastasia menyambut kedatangan mereka berdua.
Untuk memanggil Keenan dengan sebutan kakak, dia masih berjaga-jaga karena ada Lady Oliv disini, dia terpaksa harus bersikap formal, cari aman.
"Baguslah kau sadar diri menyambut kam—"
"Anastasia, seperti yang ku katakan. Panggil aku kakak."
Lady Oliv langsung menoleh pada Keenan dengan tatapannya yang membulat "apa maksudnya ini?" Ucapnya yang kaget.
Keenan menoleh sejenak pada Oliv "ada apa Lady? Dia tunangan adikku."
Oliv tetap saja merasa tidak suka dengan sikap Keenan "tapi Keenan, mereka berdua belum sah bertunangan bukan? Seharusnya Anastasia masih harus hormat padamu."
"Tapi aku tidak masalah, aku yang memerintahkan dia untuk memanggil ku kakak, kenapa jadi kau yang keberatan?"
Bumbu-bumbu perang sudah mulai tercium antara Lady Oliv dengan Keenan.
Otak Anastasia membunyikan sinar bahaya, "Kak Keenan, Lady Oliv, sebaiknya kita masuk ke dalam." Dia memberanikan diri untuk bersuara.
Dilihat para pelayan cukup membuat Anastasia was-was, jangan sampai ada gosip yang beredar bahwa pertengkaran antara Tuan Muda Keenan dengan Lady Oliv dikarekan dirinya.
Keenan tersadar, dia mengangguk "oh tentu, mari kita masuk."
Keenan masih bisa mengontrol emosinya dan Masih bisa untuk bersikap sopan kepada Lady Oliv.
Keenan dan Oliv masuk bersama-sama. Tapi tetap saja saat mereka masuk, Oliv masih sempat melempar tatapan tak suka pada Anastasia.
Anastasia berdecak, lagi-lagi dia mendapatkan perlakuan buruk dari orang-orang berkasta tinggi itu.
"Untung nanti Jayden akan pindah rumah."
Sehabis itu dia ikut masuk menyusul kedua sejoli yang sudah lebih dulu berjalan masuk.
"Dimana ayah?"
"Tuan Duke belum pulang, Tuan Muda."
Keenan mengangguk pelan "baiklah, aku akan menunggunya."
Keenan duduk di salah satu sofa besar, tanpa di suruh Lady Oliv juga duduk berada tepat di samping nya.
"Anastasia duduklah."
Keenan tidak nyaman melihat Anastasia hanya berdiri saja, padahal Anastasia tidak perlu sungkan.
"Kakak saja, aku ingin pergi ke dalam dulu."
Bergabung bersama mereka? Sama saja Anastasia dengan cari masalah besar.
Lebih baik dia menghindar dan cari aman, dia bukan super Hero yang punya kekuatan super, jadinya dia tetap harus berhati-hati.
Setelah menunduk hormat, Anastasia segera pergi agar tidak di cegat-cegat lagi.
"Sepertinya saat tidak ada aku, kamu dekat sekali dengan Anastasia." Sindir Oliv secara terang-terangan.
Keenan menatap ke arah Oliv "apa maksudmu Lady kenapa jadi aku tidak boleh dekat dengan Anastasia?"
Oliv menegakkan duduknya "Keenan, kamu harus membuka mata, hati-hati dengan orang luar."
Keenan menatap ke arah lain "harusnya aku yang bertanya padamu Lady, kenapa jadi mencurigai Anastasia? Dia perempuan baik, tidak pantas untuk di jauhi."
Jayden, adiknya sudah menghancurkan masa depan Anastasia, Keenan tentu juga sangat merasa bersalah.
"Kalau ternyata yang di kandungnya bukan anak Jayden bagaimana?"
"Tutup mulutmu Lady, jangan keterlaluan. Kamu sudah berjanji untuk tutup mulut dengan masalah keluarga ku."
"Keenan, aku tentu tutup mulut, tapi bagaimana dengan pertanyaan ku tadi?"
"Tidak masalah, yang penting adikku mau menikah."
Balasan Keenan membuat Lady Oliv semakin dilanda kekesalan "Keenan, mana bisa seperti itu."
"Aku sudah memberimu kebebasan untuk tidak berbicara formal padaku, Lady. Jangan melewati batas."
Ini peringatan pertama Keenan dan sudah lumayan tegas.
Oliv tahu Anastasia mengandung anak Jayden juga tidak sengaja, karena bertepatan dengan adanya Oliv di kediaman ini sehingga kabar itu terdengar sampai ke telinganya.
Langsung Keenan perintahkan untuk tutup mulut, jika Oliv berani membocorkan itu semua maka Keenan pastikan dia akan memutus pertunangan nya dengan Oliv.
Itu yang membuat Oliv bisa menahan diri untuk tidak mengungkap ke orang lain, padahal mulutnya sudah sangat gatal.
Oliv jadi diam dan dia bungkam "maaf."
Keenan tidak membalas lagi.
Hingga Duke Raiden datang ke kediaman bersama dengan Alex.
"Ayah."
Keenan langsung berdiri, begitu juga dengan Oliv dan dia menunduk hormat "salam, Tuan Duke."
Duke Raiden mengangguk pelan "sudah waktunya untuk makan siang."
Keenan mengangguk "baik, ayah."
Mereka semua berjalan ke ruang makan.
"Alex, panggilkan Anastasia untuk makan bersama."
"Baik Tuan."
Alex segera bergerak.
Senyum Oliv yang sedari tadi dia kembangkan seketika langsung lenyap.
Dia lupa kalau dalam acara apapun di kediaman ini pasti akan ada Anastasia.
"Salam, Ayah."
Mata Oliv membulat, dia menahan mulutnya untuk tetap diam.
Ayah??
Berani sekali Anastasia memanggil Duke Raiden dengan sebutan ayah.
"Duduklah Anastasia."
Anastasia menurut dan dia duduk.
Dia memandang ke arah makanan di meja yang masih tertutup, belum di buka. Sengaja di tutup dulu agar tidak ada binatang yang hinggap.
"Salam, Tuan Duke."
Duchess Airen datang dengan tergesa-gesa, dia baru dikabari kalau Duke Raiden pulang saat siang hari, disaat dia sedang sibuk berbelanja perhiasan.
Jadinya dia cepat-cepat pulang.
Duke Raiden melirik sekilas "duduk." Nada bicaranya lumayan ketus.
Duchess segera duduk di kursinya sendiri.
Sampai pada para pelayan membuka semuanya.
Senyuman Anastasia mengembang, bau makanannya masih tercium dan sama sekali tidak berubah.
Keenan sampai berdecak kagum "apa koki sudah mulai mengembangkan bakat mereka?"
"Selamat makan, Tuan Duke, Nyonya Duchess, Tuan Muda, Lady Oliv dan Nona Anastasia."
Mereka semua menunduk memberikan hormat, para koki dan para pelayan bagian dapur melakukan itu semua.
"Apa nama makanan ini? Aku baru pertama kali melihatnya."
Keenan super kepo dengan nama makanan yang dibuat koki kediamannya sendiri.
"Ayam bakar madu tuan Muda, Nona Anastasia yang membuat semua ini."
"Apa?!"
Bukan hanya Keenan dan Duke Raiden yang menunjukkan ekspreksi kagetnya, tapi Oliv dan Airen juga sama.
Mereka berempat menyebut secara bersamaan.
••••
"Titipkan salam kami pada Anastasia, ingat katakan bahwa kami sangat merindukannya."
Rencananya padahal Nathan beserta ketiga anaknya ingin ikuti Jayden, pergi ke Kerajaan Jarous.
Tapi tugas mereka disini banyak dan terjadi penyerangan juga di dekat kerajaan, konflik dalam tentunya, yang mengharuskan mereka tetap stand by di kerajaan mereka sendiri.
"Tentu, aku akan berikan ini semuanya pada Anastasia."
Jayden tidak pulang dengan tangan kosong, dia membawa hanyak sekali koin emas, emas batangan yang di berikan Grand Duke Nathan, katanya untuk Anastasia. Ya sudah dia bawakan saja.
"Ingat, jangan pernah bertunangan kalau tidak ada kami! Jaga keponakan ku dengan baik!" Felix masih saja sewot, tapi dibalik ucapannya itu dia sangat sayang dengan adiknya, dan juga anak yang adiknya itu kandung.
"Setelah masalah disini selesai, aku akan kesana." Grand Duke Nathan bersuara, ucapannya tentunya tidak main-main.