NovelToon NovelToon
TIRAKAT 4

TIRAKAT 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.

Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.

Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?

Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 TELEPON DARI MAS ANTO

Pak Diki dengan perasaan masih kesal dengan anaknya itu, kembali duduk saja di kursi teras rumah mewahnya.

Kembali dia tak mempedulikan Gendis yang berangkat sekolah bersama Salsa. Ia malah menyeruput kopi panasnya, dan juga menyalakan kembali rokoknya.

Sejenak ia menikmati cuaca pagi yang cerah...

Kini Pak Diki tak harus selalu datang ke warung makan, ia sudah bisa merasakan bagaimana menjadi seorang bos. Karena di Cirebon ini, warung makannya sampai mempekerjakan kepala cabang di setiap warungnya. Selayaknya seperti sebuah toko yang memiliki banyak cabang.

Berbeda dengan istrinya, Bu Fitri, ia tetap diperintahkan oleh suaminya itu untuk tetap mengontrol warung makan milik mereka secara bergantian setiap hari.

Saat sedang bersantai di teras itu, tiba-tiba berdering HP milik Pak Diki. Dan ia segera mengeluarkan HP nya dari saku baju.

Dan terlihatlah sebuah nomor baru yang belum dia simpan sebagai kontaknya.

"Halo..." sapa Pak Diki saat mengangkat telepon itu.

"Halo... Assalamu'alaikum..." jawab seorang laki-laki di ujung telepon sana.

"Wa'alaikumsalam... Ini siapa ya?" tanya Pak Diki.

"Masa kamu gak kenal suaraku sih?" jawab lelaki itu.

"Maaf, HP saya baru soalnya, jadi suaranya pasti beda... Hahaha..." jawab Pak Diki dengan norak nya.

"Halaaah... Iya deh, iyaaa... Mentang-mentang sekarang udah makin maju usahanya ya... Sombong banget kamu."

"Hahaha... Iya dong, hidup itu harus sombong! Tapi, ini siapa sih?" kata Pak Diki.

"Ini aku, Anto!"

Seketika, kesombongan Pak Diki terlihat berubah menjadi rasa tidak enak. Saat dia mendengar nama itu. Ternyata Anto itu adalah kakak kandung dari Bu Fitri.

"Loh? Mas Anto?" tanya Pak Diki memastikan.

"Iya..."

"Walaaah... Kenapa gak ngasih tau dari awal sih Mas? Kan jadi gak enak aku... Hahaha..." jawab Pak Diki.

"Hahaha... Iya, gak apa-apa kok. Santai aja Diki..."

"Iya-iya... Gimana kabarmu Mas? Sehat?"

"Sehat, Alhamdulillah... Kamu sama keluarga gimana di rumah baru? Sehat semua kan?" tanya Mas Anto.

"Ssslllrrrppp, aaakkkhhh... Iya... Aku sehat, semuanya sehat." jawab Pak Diki, sambil kembali menyeruput kopinya.

"Oh ya, ngomong-ngomong, ada apa nih Mas Anto telepon?" tanya Pak Diki kemudian.

"Enggak ada apa-apa kok, cuma pengen silaturrahmi aja. Lagian udah lama banget kan aku juga gak telepon."

"Oooh gitu... Kirain mau kasih uang, hahaha..."

"Halaaah, kamu tuh Ki, udah banyak uang masih aja ngomong gitu sama aku. Harusnya kamu tuh yang kasih uang buat aku! Hehehe..."

"Hahaha... Boleh... Ke sini lah, main ke rumah baruku Mas!"

"Iya... Itu juga yang mau aku kasih tau. Insya Alloh, minggu depan aku lagi ambil cuti kerja, jadi lumayan ada waktu buat main ke rumah barumu." jelas Mas Anto.

"Wah, bagus-bagus... Emang kamu udah tau dimana rumahku yang sekarang Mas?"

"Sudah dong, aku juga barusan udah telepon istrimu. Langsung dikirim alamatnya sama dia."

"Owalah... Oke-oke, aku tunggu di rumah ya Mas!"

"Iya... Doakan supaya aku sehat. Supaya bisa ke rumahmu minggu depan ya..."

"Iya Mas... Siap!"

"Ya udah, aku mau berangkat kerja dulu. Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumsalam..."

Berakhirlah telepon itu...

Pak Diki kembali duduk dengan menyilangkan kaki, menyeruput kopinya, dan berkata sendiri...

"Akhirnya... Aku bisa kasih liat ke keluarga istriku, kalo aku bukan orang miskin lagi! Hahaha..."

1
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
ini 2 anak yang berbeda kah ?
Deni Komarullah: Tokoh Gendisnya sama Kak... Korbannya yang berbeda...
total 1 replies
SecretS
Merinding juga, kepala sampai hancur. Lanjut kak, memang sampai berapa tumbal? Kalau dihitung pasti lebih dari 5 sebab bertahun tahun loh sebelum ketemu nisa?
Deni Komarullah: Iya Kak...
total 1 replies
SecretS
😰😰menegangkan kak pas gendis mojokin sinta 😆😆, lanjut kak gimana cerita nya gendis kok bisa di pondok dan ketemu nisa 😃
SecretS
Ini kisah pesugihan ya
😆😆 lanjut kak👍👍👍
Yeni Yeni: lanjut dah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!