NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arkan yang keras kepala

Berita nasional pagi itu dipenuhi oleh tajuk utama yang menggemparkan jagat bisnis tanah air. Dokumen-dokumen hitam, manipulasi pajak berskala masif, serta bukti penggelapan dana korporasi yang dirilis oleh Deril atas perintah Arkan langsung menghantam jantung pertahanan birokrasi Grup Brahmantyo.

Efeknya instan dan destruktif. Nilai saham perusahaan raksasa itu terjun bebas dalam hitungan jam, para investor asing menarik modal mereka secara serentak, dan pihak kejaksaan langsung mengeluarkan surat perintah pencekalan.

Namun, sebuah kabar lanjutan menyebutkan bahwa Brahmantyo telah dikabarkan melarikan diri ke luar negeri menggunakan jet pribadi sesaat sebelum namanya resmi menjadi buronan kakap.

Di dalam ruang kerja kantornya yang megah, Arkan duduk bersandar di kursi kebesarannya. Sepasang matanya menatap layar televisi besar yang terpasang di dinding dengan tatapan dingin, sebelum akhirnya sebuah senyuman sinis terukir di wajah tegasnya.

Bagi Arkan, pelarian Brahmantyo sama sekali tidak mengurangi rasa puas di dadanya. Melihat dinasti bisnis keluarga pemaksa itu hancur lebur hingga menjadi konsumsi cercaan publik sudah lebih dari cukup untuk membayar satu tahun penderitaan batinnya.

Arkan meyakini satu hal, Salsa pasti ikut melarikan diri bersama papanya. Pria itu sama sekali tidak curiga bahwa istrinya telah lenyap diculik di depan gerbang rumahnya sendiri.

Dalam ingatan Arkan, di dunia ini Salsa adalah sosok manja yang hanya memiliki Brahmantyo sebagai sandaran hidupnya. Ibu kandung Salsa sendiri telah meninggal dunia sejak wanita itu masih belia, berumur lima belas tahun.

Jadi, sangat logis jika kini Salsa ikut bersembunyi di bawah ketiak papanya di luar negeri untuk menghindari kemiskinan dan rasa malu.

Brak...!!!!

Pintu ruang kerja Arkan mendadak terbuka dengan kasar tanpa ketukan terlebih dahulu. Arkan tersentak kecil, memalingkan wajah dari layar televisi dan mendapati sosok Ferdinan, ayahnya, melangkah masuk dengan napas memburu dan gurat kecemasan yang mendalam di wajah tuanya yang pucat.

"Arkan! Apa yang sebenarnya kau lakukan?!" Tanya Ferdinan dengan suara bergetar menahan amarah, tangannya gemetar menunjuk ke arah layar televisi yang masih menayangkan berita kehancuran keluarga Brahmantyo.

Arkan mematikan televisi menggunakan remote control, lalu memperbaiki posisi duduknya dengan sangat tenang, seolah kedatangan ayahnya yang murka bukanlah sebuah masalah besar.

"Aku hanya melakukan apa yang sepantasnya aku lakukan, Yah. Aku mengembalikan mereka ke tempat di mana mereka seharusnya berada"

"Kamu sudah gila, Arkan!" Bentak Ferdinan, melangkah mendekati meja kerja putranya dengan tatapan mata penuh kekecewaan.

"Brahmantyo adalah orang yang sudah membantu perusahaan kita saat berada di ambang kebangkrutan setahun lalu! Kau tidak sepantasnya membalas budi baiknya dengan cara sekeji dan sehina ini!"

Mendengar pembelaan dari sang ayah, rahang Arkan seketika mengetat. Amarah yang selama setahun ini dipendamnya mulai merayap naik ke permukaan.

"Kenapa Ayah dan Ibu selalu saja membela mereka?! Padahal merekalah yang sudah menjebakku! Mereka memanfaatkan kesulitan keuangan kita untuk memaksaku masuk ke dalam pernikahan terkutuk ini! Mereka membuatku hidup dalam pilihan yang sulit setiap harinya, Yah!"

Ferdinan menggelengkan kepala dengan ekspresi frustrasi yang teramat sangat. Air mata samar mulai menggenang di sudut matanya yang keriput.

"Kamu, benar-benar tidak tahu apa-apa tentang mereka, Ar! Kamu tidak tahu cerita yang sebenarnya!"

"Sudahlah, Ayah!" Potong Arkan dengan nada suara yang meninggi, menolak mendengarkan penjelasan apa pun yang selalu diulang-ulang oleh orang tuanya.

"Yang penting sekarang, perusahaan yang Ayah rintis ini, perusahaan yang membuatku terikat pernikahan sialan dengan Salsa akhirnya sudah benar-benar selamat dan mandiri. Aku tidak perlu lagi berpura-pura menjadi menantu yang baik di hadapan penjahat seperti Brahmantyo"

Ferdinan mencengkeram dadanya sejenak, mengatur napasnya yang mulai terasa sesak sebelum melemparkan pandangan tajam yang dipenuhi ketakutan.

"Sekarang, jawab pertanyaan Ayah dengan jujur. Di mana istrimu? Di mana Salsa?"

Arkan mendengus meremehkan, memalingkan wajahnya ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota.

"Aku tidak tahu, dan dia sudah bukan istriku lagi. Pagi subuh tadi, aku sudah mengusirnya dari rumah. Dan secepatnya, pengacaraku akan mengurus surat cerai kami"

"A-apa?!" Ferdinan terhuyung mundur satu langkah, wajahnya kini memucat pasi mendengarkan pengakuan dingin dari putra kandungnya sendiri. Keterkejutan itu tampak memukul fisik tuanya dengan telak.

Melihat kondisi fisik ayahnya yang mulai menurun, Arkan bergegas bangkit dari kursinya. Ia melangkah memutari meja dan memegangi lengan Ferdinan, mencoba menuntun pria tua itu untuk duduk di sofa ruang tamu kantor.

"Ayah, jangan terlalu banyak berpikir atau emosi seperti ini. Ingat, jantung Ayah sedang bermasalah dan tidak boleh menerima tekanan" Ucap Arkan dengan nada yang melunak, penuh dengan nada khawatir.

Riwayat penyakit jantung Ferdinan adalah alasan utama mengapa dulu Arkan mengalah dan menerima pernikahan paksa dengan Salsa, ia tidak ingin ayahnya terkena serangan jantung fatal jika perusahaan keluarga mereka runtuh saat itu.

"Sekarang, aku ada urusan yang teramat penting yang harus kuselesaikan" Lanjut Arkan sembari merapikan jasnya. "Ayah istirahat saja di sini, atau minta sopir untuk mengantar Ayah pulang ke rumah"

Tanpa menunggu tanggapan lebih lanjut dari ayahnya yang masih syok, Arkan melangkah lebar keluar dari ruang kerjanya. Langkah kakinya membawa pria itu menuju parkiran mobil dengan ketergesaan yang kentara.

Pikirannya kini berputar seratus delapan puluh derajat. Destruksi keluarga Brahmantyo sudah selesai, dan kini saatnya ia memulihkan hal paling berharga yang sempat ternoda malam tadi.

Kemana lagi Arkan akan pergi jika bukan menemui Nabila, satu-satunya wanita yang memegang kunci hatinya.

Arkan mengendarai mobilnya membelah jalanan kota menuju sebuah kawasan perumahan sederhana di pinggiran kota, tempat di mana Nabila tinggal.

Sepanjang perjalanan, Arkan terus meraba kemudi dengan cemas, membayangkan kekasihnya yang pasti sedang sibuk dengan pensil dan sketsa-sketsa desain pakaian di ruang tengah rumahnya.

Nabila adalah definisi dari wanita ideal di mata Arkan, sosok yang sederhana, mandiri, dan memiliki harga diri yang tinggi. Nabila mempunyai impian besar untuk mendirikan butik kecilnya sendiri dari hasil keringatnya.

Bahkan, ketika Arkan yang berstatus sebagai pengusaha kaya berulang kali mencoba menawarkan bantuan modal atau fasilitas mewah, Nabila selalu menolaknya mentah-mentah.

Wanita itu ingin berjuang dari bawah menggunakan bakatnya sendiri, sebuah sifat yang membuat Arkan semakin jatuh hati dan menghormatinya, sangat kontras jika dibandingkan dengan kegilaan harta yang dimiliki Salsa.

Begitu sampai di depan rumah minimalis bernuansa asri itu, Arkan langsung turun dan mendorong pintu yang kebetulan tidak terkunci. Seperti dugaannya, Nabila sedang duduk di meja kayu kecil dengan tumpukan kertas sketsa di sekelilingnya.

Melihat kedatangan Arkan yang tiba-tiba dengan napas memburu, Nabila bangkit berdiri dengan raut wajah heran.

"Mas Arkan? Kenapa kamu siang-siang begini"

Sebelum Nabila sempat menyelesaikan kalimatnya, Arkan melangkah maju dan langsung merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya dengan sangat erat, seolah-olah ia sedang mencari perlindungan dari rasa bersalah yang menggerogoti batinnya sejak jam tiga pagi tadi.

"Nabila, maafkan aku. Maafkan aku" Bisik Arkan berulang kali, suaranya terdengar bergetar hebat di ceruk leher Nabila.

Nabila yang merasa ada yang aneh dengan gelagat kekasihnya mencoba mengurai pelukan tersebut, namun Arkan menahannya.

"Arkan, ada apa? Kenapa kamu meminta maaf seperti ini?"

Arkan melonggarkan pelukannya perlahan, menatap sepasang mata jernih Nabila dengan tatapan yang dipenuhi penyesalan terdalam.

"Tadi malam, terjadi sesuatu di rumah, Nabila. Salsa, wanita iblis itu menjebakku. Dia memasukkan sesuatu ke dalam minumanku hingga aku kehilangan kendali atas tubuhku sendiri. Aku terpaksa menyentuhnya malam tadi, Nabila. Aku mengkhianati janji kita"

Nabila seketika membeku. Sketsa pakaian yang sempat dipegangnya terlepas begitu saja dari jemarinya, jatuh berserakan di atas lantai. Wajahnya berubah pias, menatap Arkan dengan tatapan tidak percaya.

"Tapi kamu jangan khawatir, Nabila!" Seru Arkan cepat-cepat, mencoba meredam ekspresi terluka di wajah kekasihnya.

"Aku bersumpah aku tidak menginginkannya! Itu murni karena pengaruh obat sialan itu! Dan subuh tadi, begitu kesadaranku kembali, aku langsung menyeretnya keluar. Aku sudah mengusir Salsa dari rumah itu selamanya! Aku telah membuangnya ke jalanan dan menghancurkan perusahaan papanya hari ini juga! Dia tidak akan pernah kembali lagi di antara kita!"

Mendengar rentetan kalimat defensif yang keluar dari mulut Arkan, perlahan-lahan gurat keterkejutan di wajah Nabila berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih menyakitkan,kekecewaan yang mendalam. Nabila melangkah mundur, menjauhkan dirinya seutuhnya dari jangkauan tangan Arkan yang mencoba meraihnya kembali.

"Nabila? Kenapa kamu menjauh?" Tanya Arkan, terkejut melihat reaksi kekasihnya yang tidak sesuai ekspektasi. Ia mengira Nabila akan menangis dan memeluknya kembali setelah tahu bahwa pengganggu dalam hubungan mereka telah diusir.

Nabila menatap Arkan dengan pandangan mata yang berkaca-kaca, menggelengkan kepalanya perlahan dengan senyuman pahit yang getir.

"Aku kecewa denganmu, Arkan. Aku sangat kecewa dengan keputusan dan tindakanmu"

"Kecewa?" Arkan mengernyitkan alisnya, tidak mengerti.

"Kenapa kamu harus kecewa padaku, Nabila? Aku adalah korban di sini! Wanita itu yang merencanakan segalanya untuk merusak hubungan kita, dan aku sudah menghukumnya dengan cara mengusirnya!"

"Dengan cara menyeretnya keluar ke jalanan di tengah malam tanpa membawa apa pun?!" Suara Nabila mulai meninggi, bergetar oleh rasa empati dan keadilan yang terusik.

"Lalu kamu bangga setelah menodainya karena pengaruh obat, lalu membuangnya seolah dia adalah sampah yang tidak punya harga diri? Bagaimana bisa kamu melakukan hal sekejam itu pada seorang wanita, Arkan?! Di mana hati nuranimu sebagai seorang laki-laki?!"

"Dia yang memulainya, Nabila! Dia yang merendahkan dirinya sendiri demi menjebakku!" Bela Arkan, suaranya ikut meninggi karena frustrasi.

"Tapi tindakanmu subuh tadi sama sekali tidak membuatmu menjadi lebih baik dari dia, Arkan!" air mata Nabila akhirnya luruh membasahi pipinya.

"Kamu menempatkan aku dalam posisi yang semakin bersalah di sini! Kamu membuatku merasa seperti seorang wanita egois yang menjadi alasan di balik kehancuran dan penderitaan wanita lain! Aku tidak pernah meminta hal keji seperti ini untuk menyingkirkan Salsa!"

Arkan tertegun di tempatnya berdiri, tubuhnya kaku bagai batu. Setiap kata yang keluar dari bibir Nabila menghantam dadanya dengan telak, menempatkannya dalam posisi bersalah yang semakin menyudutkan batinnya. Ia tidak menyangka bahwa kejujurannya dan tindakan tegasnya justru akan mendatangkan penolakan dan kekecewaan sebesar ini dari wanita yang paling ia cintai.

Nabila membalikkan badannya, membelakangi Arkan sembari menghapus air matanya dengan kasar.

"Pergi dari sini, Arkan. Aku butuh waktu untuk sendiri. Aku tidak bisa menatap wajahmu untuk saat ini"

Mendengar pengusiran dingin dari Nabila, hati Arkan seketika patah menjadi kepingan tak berbentuk. Rasa frustrasi, bersalah, dan kegagalan membakar dadanya, yang kemudian dengan cepat bermutasi menjadi sebuah emosi yang jauh lebih pekat dan berbahaya, kebencian yang mutlak.

Arkan melangkah keluar dari rumah Nabila dengan tangan yang mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam mobilnya, ia memukul kemudi dengan keras berulang kali, meluapkan kemarahan yang membuncah.

Semua ini salah Salsa.

Bagi Arkan, jika saja wanita iblis itu tidak merencanakan jebakan murahan tadi malam, hubungannya dengan Nabila pasti akan tetap berjalan dengan indah dan penuh kedamaian.

Salsa adalah akar dari segala kekacauan, kehancuran, dan kesalahpahaman yang kini meretakkan hubungannya dengan Nabila.

Kebencian Arkan kepada Salsa kini telah mencapai level tertinggi, sebuah sumpah mati bahwa ia tidak akan pernah memaafkan wanita itu, ke mana pun Salsa pergi melarikan diri saat ini.

1
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
Hanima
Hikssss
Semoga Arkan menjadi Gila
dan semua harta nya buat Ayu
itu rasa nya baru setimpal 🔥😡
SasSya
🥺🥺🥺🥺😥😢😓
anak usia 5 thn sekritis iniiiii
Dunia memaksa tumbuh dewasa sebelum waktunya
Felycia Fernandez: anak jalanan emank tumbuh lebih cepat kk... karena mereka udah terlatih untuk selalu mawas diri dari mulai mengenal dunia...
aku pernah liat anak kecil manggil ibunya karena ada razia ,bahasanya itu kayak orang dewasa bagi info ke ibunya😓
total 1 replies
Agnezz
di bab Neraka, Ayu mengatakan ayahnya adalah bintang dilangit yg tidak bisa mereka jangkau. tapi disini dibilang Ayahnya hanya mau dengan wanita baik 🤔🤔 mana yg bener, mungkin Salsa suka berubah2 juga cara menerangkan pada Ayu ttg keberadaan ayahnya. 🤔🤔
Agnezz: iya ingatan Salsa terjebak di 6 th yg lalu. raganya dimasa kini, tapi jiwanya ada dimasa lalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!