Alvarok, seorang bocah yang memimpikan menjadi atlet silat bertaraf internasional, sering diremehkan dan dibully teman-temannya karena dianggap mustahil meraih cita-cita itu. Kehidupannya mulai berubah saat datang murid pindahan dari Prancis bernama Akbar, yang ternyata memiliki minat serupa dan menjadi sahabat sekaligus penyemangat bagi Alvarok untuk terus berjuang mewujudkan mimpinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Saat mendengar cerita dari Alvarok dan Deka membuat ibu Alvarok, tersenyum ke arah ke duan nya.
"Makannya kalian itu harus berdoa ke pada tuhan agar di lindungi oleh nya." Seraya menatap Alvarok dan Deka secara bergantian.
Mereka pun duduk di lantai beralaskan karpet, lalu Alvaro dan Deka ibunya Alvaro juga duduk di sana dan membuka bungkusan nasi yang dibawa oleh Alvarok dan Deka tadi mereka pun makan bersama di ruangan itu, tidak berselang lama dokter pun datang bersama suster untuk memindahkan Ayah Alvarok ke ruangan biasa tidak lagi berada di ruangan UGD. Dan mereka tidak lupa mengangkut kembali barang-barang mereka dari ruang UGD ke ruang biasa.
"Akhirnya ayah dibawa ke ruangan biasa berarti Ayah sudah mulai membaik," batin sembari mengikuti langkah suster dari arah belakang.
Tidak berselang lama mereka sampai di ruang yang di yang akan di tempati oleh ayah nya Alvarok, karena keadan ayah Alvarok sudah membaik jadi alat bantu pernapasan pun di lepas oleh dokter. Setelah itu mereka suster dan dokter keluar dari ruangan itu.
"Karena pasien sudah bernafas dengan stabil Jadi kami melepas bantu, dan kami akan memeriksa kondisi pasien lagi nanti setelah beberapa jam," ucap Dokter itu sambil melihat ke arah ibu Alvarok.
Tidak berselang lama dokter dan suster itu pun keluar dari ruangan itu dan di dalam ruangan itu ada Deka yang sedang makan. Ayah Alvarok pun menyuruh Alvarok untuk mendekat.
" Ada apa Ayah kenapa ayah memanggilku?" Seraya berjalan ke arah ranjang Ayah nya.
" Coba lihat teman kamu tuh." Sambil menunjuk ke arah Deka
Alvarok pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh ayahnya dan ia melihat Deka sedang makan dengan mulut yang seperti seekor tupai mulutnya berisi penuh dengan makanan setelah melihat hal itu tentu saja Alvarok tertawa.
"hahaha." suara tawa Alvaro menggema di ruangan itu.
"Kamu kenapa, apa kamu kesurupan?" tanya ibu Alvarok seraya menatap anak nya.
"Tidak Mama, aku tadi cuman melihat ke arah Deka dan ternyata mulut Dia penuh dengan makanan seperti seekor tupai."
setelah mendengar jawaban dari Alvarok ibunya pun melihat ke arah Deka.
" Hahaha sama persis." Seraya tertawa.
Mendengar hal itu tentu saja Deka menatap ke arah Alvaro dengan tatapan tajam. lalu dia berdiri yang sedari tadi dia duduk di karpet.
"Kamu bilang aku tadi apa?" tanya Deka.
" Tupai, maaf aku cuman bercanda,"
"Kalau aku tupai berarti kamu mau temenan sama tupai."
Di saat mereka sedang tertawa tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka dari arah luar.
Ceklek
pintu itu dibuka oleh seseorang dari arah luar, terlihatlah sosok ternyata itu adalah Aldo sedang berdiri di ambang pintu. setelah itu dia pun masuk ke dalam ruangan itu dengan langkah yang cepat.
"Kalian saat liburan ke mana?" tanya Aldo sambil melihat ke arah keduanya.
Alvarok pun menceritakan semua kepada Aldo saat mereka libur sekolah, Mendengar hal itu tentu saja Aldo merasa kecewa karena dia tidak diajak.
" Kenapa kalian tidak mengajak aku, oh iya aku ada cerita saat kita libur sekolah kemarin."
cerita apakah yang akan diceritakan oleh Aldo kepada mereka Deka dan Alvarok hingga ekspresi wajah begitu serius sambil melihat ke arah mereka
Bersambung...
kalau mau aku bantu bisa chat priv, aq bakal kasih contoh untuk pembukaan awal.