NovelToon NovelToon
Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:247.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: heni

Sedari kecil hanya di urus oleh neneknya membuat Elsa sangat mencintai neneknya, hingga dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan neneknya. Hingga dia tidak berani menolak untuk menikah dengan pilihan neneknya.

Namun setelah menikah dia baru tahu, kalau Fattah menikahinya hanya karena malas berantem dengan kakanya Indra. Indra memaksa Fattah menikahi Elsa karena mengira Elsa kekasih Fattah. padahal Elsa dan Fattah tidak kenal satu sama lainnya.

Bagaimana nasib Elsa?

******
ini pengalaman Author nulis ya..
mohon bimbingan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part Bonus

Beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Elsa bisa pulang dengan kedua bayi kembarnya. Marni, Maya dan Wijaya berkunjung kerumah Fattah. Suasana sangat hangat. Si kembar menjadi pusat perhatian semua orang.

"Selamat menjalani hari baru sayang," lirih Maya sambil membelai pucuk kepala Elsa.

"Kenapa sayang?" Tanya Marni dia heran dengan raut wajah cucunya itu.

"Dua nek, apa Elsa sanggup," rengeknya.

Marni dan Maya tersenyum.

"Udah ini gendong satu!" Maya memberikan Dzahwa ke gendongan Elsa.

"Jangan ... aku takut," rengek Elsa.

"Gak apa apa, kalo patah kamu gak mesti ganti kok, dia kan ini anak kamu," seru Maya.

"Bibi ... aku gak mau ..." rengek Elsa.

"Hadeeeh ...," gerutu Maya melihat Elsa yang takut menggendong bayinya sendiri.

"Untung di sini banyak orang, aneh kamu, takut gendong bayi sendiri," lirih Maya.

"Huuuh, ya sudah... nenek sama bibi pulang dulu," seru Marni.

"Iya bi ... iya nek," jawab Elsa. Elsa salim pada bibi dan neneknya.

Semua orang mengantar Maya, Marni dan Wijaya sampai teras rumah, tiba tiba si kembar menangis.

"Sayang ... jangan nangis sekarang... nanti ya kalau ayah kemari, bunda gak berani angkat kalian sayang," lirih Elsa sambil menepuk-nepuk kedua bayinya agar tenang. Namun si kembar malah semakin kencang menangis bersamaan.

"Lho itu si kembar nangis Fattah," seru wahda.

Fattah berbalik ingin masuk kedalam rumah.

"Fattah tunggu, kita intip saja bagimana Elsa menenangkan bayi nya," seru Maya.

Fattah tersenyum dan menggeleng karena kelakuan Maya, "bibi ... Elsa takut gendong bayi, masih saja di kerjai," ucap Fattah. Maya dan Fattah mengintip Elsa yang hanya bersama dengan bayinya di kamar itu.

"Sayang ... diam dong ... kalau kalian nangis bunda jadi sedih ..." Rengek Elsa.

Dzahwa dan Dzakkir malah semakin kencang menangis, karena mungkin minta di gendong.

Bukan memberanikan diri untuk menggendong bayinya, Elsa malah ikutan menangis bersama kedua bayinya. Membuat Maya dan Fattah tertawa terbahak-bahak melihat itu, mereka segera masuk ke dalam, kasian sama si kembar yang terus menangis. Segera Fattah dan Maya menggendong si kembar.

"Kamu yang tenang, jangan mikirin gimana ngurus anak kita, nanti sore dua baby sitter akan datang untuk mengurus si kembar, kamu yang rajin pump asi saja sayang," seru Fattah.

"Huuhftt, untung punya suami mampu bayar tenaga bantuan, kalo enggak, gimanaaa kamu Elsa," lirih Maya.

"Tinggal nitip ke bibi selama 3 bulan, beres!!! kan aku takut nya sama bayi yang masih baru gini, kalo sudah 3 bulan bayi nya nggak selemah ini lagi," jawab Elsa sambil menatap bayinya yang ada dalam gendongan Fattah.

"Aku lagi kena sasaran," rengek Maya.

"Maya ... kapan kita pulang ini," seru Marni.

"Gak tau ini nek si bibi, mau bawa pulang Dzahwa katanya," Elsa mengejek bibinya.

"Kamu ini Maya, sok!!! Ardi sama Dzikri saja aku yang ngurus, sok sok an mau bawa cucu pulang," bentak Marni.

"Yah ... emak malah buka kartu," rengek Maya.

"Ya udah sayang ... oma, opah, kaka Dzikri dan datu pamit dulu ya sayang, jangan nangis nangis kalo sama mbak nya nanti ya, kasian mbak kalau kalian rewel, nangisnya, rewelnya, manjanya, cerewetnya entar nanti pas sama bunda ya sayang ...," seru Maya menimang Dzahwa yang dalam gendongan nya.

"Heem ... indah banget pesan pesan nya bi, Dzahwa sayang pipis dulu mumpung dalam gendongan oma, biar kamu dapat tante baru dari omah Maya, kamu kan gak punya tante dari omah Maya ya sayang," seru Elsa.

Maya melotot, merasakan sesuatu di telapak tangannya.

"Dzahwa gak pakai popok Sa?" Tanya Maya.

"Enggak, cuma pakai underped yang aku gunting," jawab Elsa santai.

"Anget Sa," rengek Maya.

"Alhamdulillah ... restu sang pencipta tuh bi, tandanya bibi akan punya bayi lagi," seru Elsa.

Maya kesal dengan kata kata Elsa, lebih lagi Dzahwa ngompol di gendongan nya.

"Maksih Dzahwa sayang udah nitip pipis di tangan omah, omah pamit sayang ...," Maya memberikan Dzahwa ke pangkuan Elsa tiba-tiba, Elsa diam tidak berani menepis karena sudah terlanjur dalam pangkuan nya.

"Bye sayang ... yuk mah kita pamit," seru Maya.

Marni menggeleng melihat keusilan Maya.

"Mas ..." suara Elsa bergetar, karena ketakutan memangku bayi nya sendiri.

Fattah tersenyum, perlahan dia meletakan Dzakkir ke tempat tidur, lalu menenangkan Elsa.

"Anak kita kuat sayang, tidak selemah yang kamu pikirkan," seru Fattah.

Fattah membenarkan posisi Dzahwa dalam gendongan Elsa.

"Heem ... gimana?" Seru Fattah setelah membenarkan posisi Dzahwa.

Elsa tersenyum merasakan sesuatu yang indah dari dalam hatinya karena menggedong bayinya sendiri.

"Sekarang coba kamu kasih Asi langsung sayang, sini aku bantu," seru Fattah.

Elsa menyusui langsung bayinya. Ada perasaan yang begitu aneh menyeruat dari dalam hatinya, air matanya menetes merasakan rasa itu.

"Tidak semengerikan yang kamu khayalkan sayang," seru Fattah sambil menghapus air mata Elsa dengan jarinya.

"Gak jadi pakai baby sitter ya mas, aku suka begini," seru Elsa.

"Enggak, aku gak mau kamu lupain aku! tetap pakai jasa pengasuh, kamu fokos kasih asi, perhatikan Nazwa dan juga fokos perhatikan aku, tapi aku yang utama, kan aku rajanya," seru Fattah bersandar di bahu Elsa.

"Huwaaaaaaaa!!" tangisan Dzakkir memecah suasana hangat barusan.

1
Cahaya Warna
nggak bertele2
Cahaya Warna: baru nulis aja udah bagus, tingkatkan lg terutama isi dan alur cerita, padat,nggak usah di panjang2 in, sy pernah koment di satu novel dan bbrp bulan atau mgkn ganti tahun ada yg ngasih like koment sy, berarti ada pembaca baru bermunculan mgkn setiap hari, saran sy jgn terlalu panjang ceritanya, brgkali ada pembaca model sy yg liat dulu ni novel udah end blm (krn kdg yg blm end lamaaaaa bersambungnya atau malah hiatus, bikin kesal...) dan sp brp eps, krn klo kepanjangan malas bacanya, krn kan cm mau hiburan....
total 3 replies
Cahaya Warna
lah dulu ngapa nggak nikah aja ?
Mat Grobak
nyimak
fa _azzahra
aku mampir lg kak,dah mau 4 ni baca novelmu.aq suka,beda dr yg lain
Triee Cimoed
gabziqmyegavzoenqp
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣 ada ada az anak piyik ini 🤭🤭🤭🤭
Sumi Sumi
sampe nangis aku thor
Sumi Sumi
udah mulai bucin nya nih
Sumi Sumi
elsa mulai membiyasakan diri
Sumi Sumi
masih malu-malu meong
Sumi Sumi
lanjut
Sumi Sumi
belum nemu gelimbang yg bikin gemes
Sumi Sumi
kenpa nenek nya g lihat dulu siyapa pacarnya dan gmna prilakunya ,,
Sumi Sumi
cieeee
Nyai iteung
tenang elsa...anna akan membantu mu keluar kn ajj es mu elsa ehehhehehehe dingin ya dingin 🤭
Wien wie alkhana
br mampir akuu
@InunAnwar
bukan keponakan dongggggg..... tapi sepupu😂😂
@InunAnwar
kok ga masuk akal, masak hamil kembar dokternya ga kasih tau, ke Elsa boleh aja krn menjaga biar ga setres. tp ke Fattah mestinya di kasih tau donk, biar suaminya lebih extra utk menjaga istrinya,,,
hmmm.... entahlah 🙃🙃🙃
@InunAnwar
wah Fattah jd kayak pedofil 😅😅😅
@InunAnwar
masih aja dibahas, kalaupun terpaksa waktu itu ya okelah, tapi semakin kesini kan nampak perlakuan Fattah yg bener² sayang n cinta dg Elsa,,,

Dasar Elsa Masih Bocil,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!