NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 13

Pria ber-hoodie itu hanya bisa menggeleng panik dengan sisa tenaganya. "A-aku... aku tidak tahu... aku hanya menerima perintah lewat perantara..."

Dor!

Ren menarik pelatuknya tanpa ragu sedikit pun. Suara tembakan teredam itu mengakhiri hidup sang penyusup dalam sekejap, meninggalkan noda darah segar yang menciprat di dinding beton.

Aiko menyaksikan seluruh kekejaman itu dengan mata kepala sendiri. Tubuhnya yang sudah mencapai batas maksimal akhirnya kehilangan keseimbangan. Kakinya terasa lemas, dan ia perlahan merosot jatuh ke lantai.

Sebelum tubuhnya menyentuh lantai sepenuhnya, sepasang lengan Ren sudah lebih dulu menangkap tubuhnya.

Ren mendekap tubuh Aiko yang terasa sangat dingin, matanya menatap wajah pucat istrinya dengan kilatan emosi yang campur aduk.

"Daichi, bersihkan tempat ini dalam waktu cepat. Jangan tinggalkan jejak apa pun di kampus ini," perintah Ren tegas sambil mengangkat tubuh Aiko ke dalam gendongannya.

"Baik, Bos," jawab Daichi, langsung memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membungkus jasad penyusup tersebut.

Ren berjalan cepat membawa Aiko keluar melalui jalur belakang gedung fakultas, menghindari area utama kampus di mana Hana saat ini mungkin sedang kebingungan mencari keberadaan sahabatnya.

Begitu mereka sampai di dalam kabin mobil, Ren membaringkan tubuh lemas Aiko di kursi belakang, sementara ia sendiri duduk di sampingnya. Mobil itu langsung melesat pergi meninggalkan kompleks universitas dengan kecepatan tinggi.

Aiko membuka matanya sedikit, menatap siluet wajah Ren yang sedang menatapnya dengan pandangan menginterogasi yang tajam.

"Sudah kubilang, kampus adalah target yang terlalu mudah untukmu, Nona Aiko," ucap Ren dingin, meskipun tangannya secara refleks menarik selimut cadangan di dalam mobil untuk menutupi tubuh Aiko yang menggigil. "Mulai besok, aku tidak akan mengizinkanmu menginjakkan kaki di tempat itu lagi. Kau akan tetap berada di dalam rumahku, di bawah pengawasanku sepenuhnya."

Aiko hanya bisa memejamkan matanya kembali dengan helaan napas lemah. Tusuk konde di genggamannya masih terasa hangat.

**

Aroma minyak aromaterapi herbal yang menenangkan menjadi hal pertama yang menyambut indra penciuman Aiko saat ia perlahan membuka matanya. Langit-langit kayu berukir khas arsitektur tradisional Jepang di kamar utama kediaman Tachibana-gumi menegaskan di mana keberadaannya saat ini.

Aiko menghela napas panjang, menggerakkan jemarinya yang tidak lagi sekaku tadi siang. Tubuhnya sudah terasa jauh lebih bertenaga, meskipun denyut halus di pelipisnya masih tersisa. Ia melirik ke sisi tempat tidur lantai, menemukan tusuk konde milik ibunya diletakkan di atas meja kecil, berdampingan dengan segelas air putih yang sudah dingin.

Saat Aiko mencoba bangkit dan duduk, telinganya yang tajam menangkap suara gumaman rendah dari balik pintu geser kamarnya. Ia mencoba berdiri dan menggeser pintu kamar tersebut dua orang pria berjas hitam dengan tubuh tegap langsung berbalik dan membungkuk hormat, namun posisi berdiri mereka tetap menghalangi jalan keluar.

"Selamat sore, Nona besar. Tuan Ren memerintahkan agar Anda tetap berada di dalam kamar untuk beristirahat hingga beliau kembali," ucap salah satu pengawal dengan nada datar dan tegas.

Aiko tersenyum tipis. "Apakah aku seorang istri atau seorang tahanan sekarang?"

Sebelum pengawal itu sempat menjawab, sosok pelayan wanita tua bernama Chiyo muncul dari ujung lorong sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur hangat dan obat. Chiyo memberikan isyarat mata kepada kedua pengawal untuk bergeser, lalu melangkah masuk ke dalam kamar Aiko dengan gerakan yang sangat anggun namun kaku.

"Tuan Ren melakukan ini demi keselamatan Anda, Nona," ujar Chiyo sambil meletakkan nampan di atas meja rendah. Matanya yang keriput menatap Aiko dengan pandangan yang sulit diartikan. "Dunia bawah sedang bergejolak setelah kematian penyusup di kampus Anda tadi siang. Rumah ini adalah tempat paling aman untuk Anda saat ini."

Aiko duduk bersimpuh di depan meja, memperhatikan asap tipis yang mengepul dari mangkuk bubur. "Tempat paling aman? Menghabiskan waktu di dalam rumah yang dipenuhi oleh sisa-sisa dendam dan darah... menurutmu itu aman, Bi Chiyo?"

Gerakan tangan Chiyo yang hendak menuangkan teh hijau mendadak terhenti sejenak, sebelum akhirnya ia melanjutkan dengan tenang. "Nona Besar, sebagai orang baru di klan ini, saran terbaik saya adalah Anda tidak perlu melihat atau memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya Anda urus. Patuhi semua perintah Tuan Ren, dan jangan bertingkah aneh jika Anda ingin hidup tenang dan berumur panjang di rumah ni."

Peringatan dari Chiyo tidak terdengar seperti ancaman kasar, melainkan lebih seperti sebuah nasihat dari seseorang yang sudah kenyang melihat bagaimana takdir para wanita yang masuk ke dalam lingkaran setan Tachibana-gumi berakhir tragis. Setelah membungkuk pelan, pelayan tua itu melangkah keluar, meninggalkan Aiko sendirian dalam keheningan kamar yang luas.

Waktu bergerak menuju senja ketika hawa dingin di dalam rumah mulai merayap naik. Aiko menolak untuk berdiam diri. Setelah menghabiskan makanannya dan meminum obat yang diberikan, ia menyelipkan kembali tusuk konde ibunya ke balik ikat pinggang yukata tidurnya, lalu melangkah keluar kamar.

Kedua pengawal di depan pintu sempat tegang saat melihat Aiko keluar, namun Aiko dengan cerdik berkata bahwa ia hanya ingin berjalan-jalan di koridor dalam rumah untuk meregangkan otot-otot kakinya yang kaku. Selama ia tidak mencoba melewati gerbang depan, para pengawal tidak memiliki hak untuk menghentikannya secara fisik.

Aiko berjalan perlahan, membiarkan telapak kaki telanjangnya merasakan dinginnya permukaan lantai kayu. Rumah utama Tachibana ini benar-benar luas. Semakin jauh ia melangkah meninggalkan bangunan utama, suasana di sekitarnya menjadi semakin sunyi dan temaram.

Anehnya, sore ini Aiko tidak melihat satu pun penampakan arwah kecil atau bayangan hitam yang biasanya berkelebat di sudut-sudut atap rumah. Ia menyentuh lehernya sendiri. Sisa aura milik Ren sepetinya masih menempel di kulitnya.

Namun, ketika Aiko berbelok ke arah koridor panjang yang menuju ke bangunan bagian barat, area yang tampak terbengkalai dan tidak tersentuh oleh renovasi modern. tusuk konde di pinggangnya mendadak bergetar halus. Permukaannya memancarkan hawa hangat yang kontras dengan udara sekitar.

Aiko menghentikan langkahnya. Mata batinnya menangkap sesuatu yang tidak beres.

Di ujung lorong yang sepi itu, terdapat sebuah bangunan paviliun kecil yang jalurnya sengaja ditutup oleh sekat kayu besar. Aiko melangkah mendekat, menggeser sekat tersebut dengan hati-hati. Di hadapannya kini berdiri sebuah pintu ganda kayu yang dipasangi rantai besi besar dan beberapa gembok berkarat.

Bagi mata manusia biasa, tempat itu hanyalah sebuah gudang tua yang tidak terpakai dan berdebu. Namun di mata Aiko, tempat itu tampak mengerikan. Dari celah bawah pintu kayu yang rapat, meluber cairan hitam pekat menyerupai darah gaib yang terus mengalir tanpa henti, membanjiri lantai lorong namun tidak meninggalkan bekas fisik. suasana di sekitar paviliun itu dipenuhi oleh rasa sakit, amarah, dan keputusasaan hingga membuat napas Aiko mendadak terasa sesak.

Aiko melangkah maju satu langkah, mengabaikan rasa takutnya. Ia mengulurkan tangannya yang bergetar, berniat menyentuh rantai besi yang menggembok pintu tersebut. Entah mengapa, ada dorongan spiritual yang sangat kuat dari dalam darahnya yang memaksa dirinya untuk membuka pintu ini.

“Aiko...”

Sebuah suara bisikan wanita yang sangat lembut, mendadak menggema dari balik pintu terkunci itu. Suara itu menyebut namanya dengan sangat jelas.

Jantung Aiko seakan berhenti berdetak. Air mata secara refleks menggenang di sudut matanya tanpa ia sadari. Suara itu... meskipun ingatan masa kecilnya sudah sangat samar, ia tidak akan pernah melupakan nada lembut dari suara ibunya sendiri.

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!