NovelToon NovelToon
My Wild Rose

My Wild Rose

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Tunangan Sejak Bayi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: JE270608

Bagi banyak wanita, menikah dengan Ornado adalah impian, bagi Cladia, menikah dengan Ornado adalah mimpi terburuknya.

Cladia Sanjaya, gadis cantik yang memiliki trauma terhadap laki-laki karena dengan mata kepalanya melihat seorang sahabatnya diperkosa dan dibunuh.

Ornado Xanderson, seorang laki-laki muda yang sukses dan diinginkan oleh banyak wanita, tapi sejak berusia 12 tahun sudah dijodohkan dengan Cladia oleh orangtua mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JE270608, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAMIL

"Apa keluhanmu Cla?" Mendengar pertanyaan Laurel, Cladia  menarik nafas panjang, ragu-ragu untuk memulai pembicaraan tentang kondisi kesehatannya.

"Laurel,...., bagaimana aku menjelaskannya ya?" Laurel mengernyitkan alisnya dengan wajah heran.

"Memang kenapa? Apa ada sesuatu yang buruk yang telah terjadi?"

"Bisakah kamu berjanji padaku, kalau hasil pemeriksaan kesehatanku hari ini kalau hasilnya sesuai dengan yang aku takutkan, bisakah kamu untuk sementara waktu tidak memberitahukannya kepada Ornado?"

"Memang kenapa Cla? Apa yang terjadi?" Cladia memandang ke arah Laurel dengan bimbang.

"Sebenarnya kondisi pernikahanku dengan Ornado tidak seperti yang kamu pikirkan."

"Apa yang terjadi Cla? Seingatku ketika kalian masih kecil kalian begitu saling menyukai, saat itu seolah-olah di masa depan kalian memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan suami istri," Cladia memejamkan matanya, mengatur nafasnya sebentar sebelum kembali mulai berbicara.

"Aku sudah tidak terlalu ingat kenangan masa kecilku dengan Al, karena 5 tahun lalu ada kejadian yang benar-benar buruk yang aku alami," Laurel menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Di teringat kejadian 5 tahun lalu saat dia masih kuliah di Amerika dia pernah mendengar kabar dari salah seorang temannya tentang kejadian perkosaan dan pembunuhan di kota ini, saat itu temannya menyebutkan satu-satunya saksi mata adalah Cladia, sahabat kecilnya. Saat itu di Amerika dia sendiri juga harus berjuang keras untuk berjuang untuk hidupnya, jadi dia benar-benar tidak bisa mencari dan membantu Cladia. Laurel meraih tangan kiri Cladia dan menggenggamnya dengan erat.

"Aku dengar tentang itu, berita itu betul-betul menghebohkan kota ini. Maaf, saat itu aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu, saat-saat itu pasti berat sekali untukmu Cla," Cladia menggeleng pelan, tidak ada niat sedikitpun dalam hatinya untuk menyalahkan orang lain atas kejadian itu, satu-satunya yang harus menanggung kesalah itu adalah Edo, mengingat nama itu masih saja membuat tubuh Cladia bergidik.

"Kak Jeremy sudah berusaha keras untuk membantuku pulih, tapi ada sesuatu yang selama ini aku sembunyikan dari Kak Jeremy," Cladia memandang ke arah Laurel yang memandangnnya dengan serius, entah mengapa, sejak dulu Cladia merasa Laurel seperti kakak kandungnya sendiri dan membuatnya nyaman untuk menceritakan kondisinya, mungkin karena selain Laurel adalah dokter yang kemungkinan besar dapat membantunya, kalau dia bercerita pada Niela pasti akan sampai pada Jeremy, yang jelas-jelas Cladia tidak ingin Jeremy tahu tentang kondisinya saat ini, dia tidak mau menjadi beban bagi Jeremy.

"Selama 5 tahun ini, sejak kejadian itu  aku menderita phobia terhadap laki-laki, aku tidak bisa terlalu dekat apalagi bersentuhan dengan laki-laki,"

"Apa?" Laurel menatap Cladia dengan tatapan mata sedih, tangan kanannya bergerak ke arah rambut Cladia dan mengelusnya dengan lembut.

"Apa Ad tahu kondisimu?" Cladia mengangguk mengiyakan, Laurel menarik nafas panjang. Melihat sikap Ornado ketika mereka bertemu tadi, sikap yang biasa-biasa saja seperti tidak ada yang terjadi diantara dia dan Cladia benar-benar menunjukkan kalau Ornado benar-benar mencintai adik kecil di depannya ini, benar-benar mau menerima Cladia apa adanya.

"Lalu apa yang kamu takutkan Cla?"

"Aku tidak tahu ke depannya bagaimana hubunganku dengan Al, aku tidak mungkin terus menjadi penghalang untuk kebahagiaan dan masa depan Al, tapi saat ini kondisiku benar-benar sulit untuk dapat memutuskan sesuatu." Cladia menarik nafas panjang sebelum meneruskan bicaranya, mengumpulkan keberaniannya untuk menceritakan kepada Laurel tentang kejadian pada malam pernikahannya dengan Ornado. Laurel mendengarkan cerita dari Cladia dengan sesekali menggenggam tangan Cladia untuk memberinya rasa nyaman.

"Cla, aku tahu pasti orang seperti Ornado, tidak akan menganggap remeh pernikahan, apalagi yang dia nikahi adalah kamu, gadis kecil yang sejak kecil dia idam-idamkan. Apapun yang terjadi aku percaya Ornado pasti akan tetap menjaga janji pernikahannya denganmu." Cladia menghela nafasnya.

"Awalnya aku ingin membatalkan pernikahan ini, aku ingin memberi pengertian Ornado pelan-pelan, dia laki-laki yang baik, dia berhak untuk bahagia, tapi kalau benar aku hamil, aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan." Laurel bangkit dari duduknya, lalu membuka tas kerjanya.

"Kebetulan sekali aku bawa testpack hari ini, kita cek sekarang bagaimana kondisimu, tapi apapun hasilnya, kamu harus tetap menerima dan mensyukurinya, bukan berarti jika hasilnya negatif itu bisa menjadi alasan untukmu memutuskan untuk meninggalkan Ornado. Kalian sudah menikah, apapun yang terjadi kalian harus mempertahankan pernikahan kalian." Cladia hanya terdiam mendengar nasehat Laurel.

Laurel menarik tangan Cladia, mengajaknya ke kamar mandi untuk melakukan tes kehamilan padanya.

©©©©©©©

Cladia memandangi hasil test pack yang dia pegang di tangan kanannya, tanpa terasa air matanya menetes di pipinya, dia tidak dapat mengungkapkan perasaannya saat ini, antara bahagia, haru, tidak percaya, takut, khawatir, campur aduk menjadi satu. Dia benar-benar tidak menyangka mendapatkan kepercayaan ini.

Sejak kejadian 5 tahun lalu, dalam angan-anganpun dia tidak pernah membayangkan suatu ketika dia akan menikah bahkan dia bisa merasakan bagaimana bahagianya mengetahui ada sesuatu yang hidup di tubuhnya yang akan membawanya menjadi seorang mama. Sejak saat itu tidak pernah dalam pikiran Cladia untuk dekat dengan seorang pria, apalagi bermimpi untuk menikah dan memiliki anak. Laurel hanya terdiam sambil mengamati perubahan emosi di wajah Cladia. Setelah berapa lama Laurel kembali mengajak Cladia keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi tempat tidur.

"Kamu sudah tahu hasilnya, tapi besok atau lusa datanglah ke rumah sakitku untuk memastikannya dengan melakukan tes usg, sekarang apa yang mau kamu lakukan?" Cladia menggeleng pelan dengan sisa-sisa air matanya yang masih mengalir di pipinya, karena saat ini dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

"Percayalah padaku, phobiamu bisa disembuhkan, apalagi kamu menikah dengan laki-laki yang baik, yang begitu mencintaimu. Kita sama-sama pernah dekat dengan Ad. Bagiku, Ad adalah pria terbaik untukmu. Jangan khawatir, aku akan berusaha membantumu," Laurel yang duduk di sebelah Cladia mengelus-elus punggung Cladia dengan lembut, lalu mengelus perut Cladia.

"Keberadaan bayi ini bukan suatu kebetulan, aku yakin dia akan mempersatukanmu dan Ornado," Setelah berkata begitu Laurel menarik tangan Cladia untuk menyentuh perutnya.

"Dan pasti bukan suatu kebetulan juga, saat ini aku juga sedang hamil, dan sepertinya usia kehamilan kita hampir bersamaan," mata Cladia membeliak kaget, untuk sementara dia lupa tentang apa yang baru terjadi pada dirinya, kedua tanganya segera memeluk Laurel dengan erat.

"Aku ikut bahagia untukmu," Laurel menepuk punggung Cladia lembut.

"Aku yang lebih berbahagia untukmu, setelah sekian lama aku kehilangan kabarmu, sekarang kamu muncul lagi dengan tidak disangka-sangka," Cladia merenggangkan pelukannya.

"Tapi Laurel, aku harap kamu mau menepati janjimu untuk tidak memberitahu masalah kehamilanku kepada Ornado, beri aku sedikit waktu lagi, ke depannya biar aku sendiri yang memberitahunya," Laurel tersnyum sambil mengangguk.

"Apapun, asal bisa membuatmu bahagia, tapi aku akan menolak dengan tegas jika aku mendengar kamu berniat menceraikan Ornado, aku akan lakukan yang aku bisa untuk menghalangimu. Dan kupikir memang Ad akan lebih bahagia jika berita baik ini kamu sendiri yang menyampaikannya padanya," Cladia tersenyum sambil mengelus-elus perutnya.

“Ingat Cla, Ad bukan orang bodoh, kamu tidak bisa menyembunyikannya terlalu lama, dia pasti akan menyadari perubahanmu cepat atau lambat,” Cladia mengangguk, memberikan tanda bahwa dia juga tahu pasti tentang itu.

"Cla, lain kali aku akan ceritakan kisah cintaku padamu, tapi percayalah, aku juga mengalami kisah cinta yang tidak mudah. Pria adalah makhluk yang jauh lebih egois dibanding kita para wanita, tapi kalau seorang pria sudah menemukan cinta sejatinya, dia akan bersedia lakukan apapun untukmu, bahkan jika itu kadang melukai harga dirinya dan menjatuhkan egonya, atau bahkan untuk hal yang tidak masuk akal sekalipun, dia akan tetap rela berkorban untukmu," Laurel berkata sambil tersenyum, matanya menerawang jauh, seolah-olah kenangan akan kisah cintanya kembali mengingatkan dia bahwa sudah banyak yang Dave korbankan untuknya.

1
Ukhty Nur Siahaan
menyimak dl
Lydia
Bagus
Indri Fenanti
so far so good cerita nya 👍
JE270608: terimakasih dukungannya kakak🥰🥰🥰
total 1 replies
Uni Alif Mahmud
semakin menarik 👍👍👍 maaf Author mampir juga yah di karya tamatku. Single Parent rebutan para CEO Tampan dan Masihkah harus memilihmu sayangku .Author Munira 🙏🙏
Uni Alif Mahmud
sukses terus untuk mu Author 🤲🤲 Maaf sebelumnya Mampir juga yah di karya tamat ku. Single Parent rebutan para CEO Tampan dan Masihkah harus memilihmu sayangku. dari Author Munira 🙏🙏
Uni Alif Mahmud
ceritanya seru dan membuat penasaran..sehat selalu untuk mu Author 🤲🤲 Maaf sebelumnya mampir juga yah di karyaku. Single Parent rebutan para CEO Tampan dan Masihkah harus memilihmu sayangku..Author Munira 🙏🙏
Gina Vianty
👍👍👍👍
JE270608: terimakasih dukungannya kakak
total 1 replies
Yureza Novella
bagus banget ceritanya ❤️❤️
Yureza Novella: iya, sama"
total 2 replies
Lucia Varash Waibakul
bagus
Salma Suku
Mampir thor
JE270608: makasih kakak. semoga sukaaaa. ditunggu komennya di novelku yang lain🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Ibelmizzel
Ola gak sadar dia itu numpang.
JE270608: sudah ketutuo sama ambisi hatinya😁
total 1 replies
Ibelmizzel
aku suka❤️❤️❤️❤️💪💪💪
JE270608: terimakasih dukungannya kakak🥰
total 1 replies
ENDAH_SULIS
melindungi??...sama Ola aja gak tegas Thor...lanjut siapa tau di akhir berubah jd tegas sm perempuan jadi jadian
JE270608: tegas kok ornado😁
total 1 replies
Susanti
selalu hanyut.. dengan karya kakak Author ... cerita nya keren habis pokoke.. bikin pinisirin 😁...
lanjut ah sesion 2..
semangat terus untuk up ya kak Author... apalagi cerita Another Cinderella... 👍👍👍👍👍
JE270608: makasih untuk dukungan dan pujiannya kakak😍😍😍😍
total 1 replies
Susanti
duuh.. ikutan nangis ... sediiih bangeeetdss...😭😭😭😭
JE270608: 😢😢😢😢😢
total 1 replies
Susanti
😭😭😭😭😭
JE270608: cup cup cup
total 1 replies
Susanti
hadeeeuugh . ada musuh ternyata... hati" Cladia.. jadi ikutan deg",an 🤔🤔😕😕
JE270608: 😁😁😁😁🥰😁
total 1 replies
Susanti
❤️❤️❤️❤️💕💞😍
JE270608: 😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Susanti
semakin menghayati cerita my wild rose.. ternyata baguuss... lanjutkan thor..👍👍👍
JE270608: siappppppppp
total 1 replies
Susanti
semakin lama semakin menarik cerita nya... 👍👍👍👍
JE270608: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!