Malam sial itu membuat Ruby harus kehilangan mahkotanya demi menggantikan seorang wanita yang diincar seorang mafia yang harus menyalurkan syahwatnya karena dijebak oleh saingan bisnisnya.
"Tuan. Tolong...! jangan lakukan itu...!" Ruby mendorong pria tampan yang dikenal sebagai mafia bringas.
"Aku sudah membayarmu maka, layani aku...! " Ujar Sean menyeringai licik.
Sean mengira Ruby adalah wanita penghibur namun ternyata Ruby adalah gadis baik-baik yang masih suci. Ia yang ingin kembali ke negaranya ternyata harus menjadi korban salah tangkap oleh anak buahnya mafia.
"Bagaimana kelanjutan kisah antara Ruby dan Sean sang mafia?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Perampok
Setelah sembuh dari khitannya, Sean tidak langsung menggauli istrinya karena ia masih begitu takut. Ia ingin memastikan miliknya benar-benar sembuh dan siap beraksi di bulan madu mereka nanti.
Sambil menunggu kepulihan nya, Sean berencana ingin mengajak istrinya kembali ke tanah air istrinya itu sekaligus ziarah ke makam ibu mertuanya karena sejak nyonya Ananta meninggal selama dua bulan itu, Sean tidak menyinggung mereka akan pulang ke Indonesia.
Saat ini mereka sudah berada di mansion bermain bersama si kecil baby Oliver di kamar mereka karena Sean tidak ingin Rubby mengenakan pakaian syar'i nya saat berduaan saja dengannya.
"Sayang. Apakah kamu tidak mau kita berziarah ke makam ibumu?" tanya Sean.
"Apakah boleh aku pulang ke tanah airku?" Rubby bertanya balik pada Sean.
"Yah tentu saja boleh sayang. Aku tidak akan menghalangi kamu menemui keluargamu apalagi kamu belum menemui mommy mu walaupun hanya makamnya saja," ucap Sean cukup terkejut dengan komentar Rubby.
"Alhamdulillah. Terimakasih hubby sudah mengijinkan aku pulang," ucap Rubby malu-malu.
"Emangnya kalau kamu pergi ke manapun harus mendapatkan ijin aku dulu?" tanya Sean agar dia paham isi kepala istrinya ini.
"Pada dasarnya seperti itu. Sebagai seorang istri saat ia ke luar rumah suaminya, ia harus minta ijin terlebih dahulu agar tidak terjadi fitnah," sahut Rubby.
"Apakah itu bagian dari aturan agama kita sayang?" tanya Sean yang kagum dengan aturan seperti itu dalam Islam.
"Islam selalu menjaga marwah penganutnya untuk kemaslahatan hidup mereka. Hanya saja tidak semua penganutnya menjalankan setiap aturan itu karena mereka menganggap aturan itu adalah suatu kekangan. Namun ada resikonya dibalik pembangkangan mereka. Dan pada akhirnya mereka menyesal setelah mendapatkan setiap balasan dari aturan yang mereka langgar," jelas Rubby.
"Jadi, jika kita menjalani sesuai aturan Allah dan rasulnya maka kita akan merasakan ketenangan?" tanya Sean.
"Insya Allah. Selama kita Istiqomah dijalan Allah maka Allah akan melindungi kita dari fitnah dunia dan melimpahkan kasih sayangNya pada kita dengan penuh keberkahan hidup," jawab Rubby.
"Semoga aku mampu mengamalkan setiap ketetapan Allah. Tegur aku kalau aku salah atau khilaf dan bimbing aku jika kurang sempurna dalam ibadahku," pinta Sean.
"Insya Allah. Kalau begitu kapan kita kembali ke Indonesia? Aku ingin menyelesaikan beberapa hal di perusahaan ku. Sekian lama aku tidak memberikan kabar kepada orang kepercayaan ku, sepertinya keadaan di sana makin kacau," ucap Rubby sendu.
"Jangan takut dan cemas..! Ada aku Rubby. Perusahaanmu tetap aman terkendali. Kita bisa menyingkirkan hama pengganggu di perusahaanmu. Mereka hanya mengambil sebagian kecil saja. Anggap saja itu adalah bagian sedekah untuk membersihkan hartamu," tutur Sean membuat Rubby tercengang.
"Masya Allah. Betapa bijak nya suamiku? Apakah ilmu agamanya sudah cukup lumayan untuk mendidik mentalnya? Semoga Allah menambahkan ilmunya dan menguatkan akidahnya," batin Rubby.
Baby Oliver yang sudah bisa duduk ini tampak senang dengan kemesraan kedua orangtuanya. Ia yang sedang main dengan beberapa mainannya memberikan kepada kedua orangtuanya dengan warna yang sama. Ceritanya biar adil.
...----------------...
Di Jakarta, khususnya di perusahaan milik Rubby, kini Rayan sudah bergabung dengan tuan Antono yang sedang merayakan kemenangannya karena ia bisa mengambil uang di berangkas tanpa harus minta izin pada Valery. Namun ia ingin menjebak Valery seakan uang itu hilang pasti ulahnya Valery bukan dirinya. Kini keduanya sedang menunggu Valery dan nyonya Kayla pulang lebih dulu.
"Apakah kamu yakin kamu masih hafal kode sandi berangkas tanam ini?" tanya tuan Antono kuatir.
"Tentu saja tuan. Walaupun aku sudah lama meninggalkan perusahaan ini namun aku masih hafal seluk beluk perusahaan ini apalagi berangkas nya," ucap Rayan meyakinkan tuan Antono yang serakah itu.
"Baiklah. Sepertinya di luar sudah sepi. Lakukan sekarang juga. Aku harus mendapatkan banyak uang karena aku banyak hutang judi. Jika aku tidak membayarnya maka mereka akan membunuhku," ucap tuan Antono yang terlibat dengan bandar judi dalam jumlah puluhan milyar.
"Baiklah. Tapi aku harus mendapatkan bagian ku juga," pinta Rayan penuh perhitungan.
"Aku tahu itu sesuai janji awal kita," balas tuan Antono walaupun hatinya sangat dongkol.
Rayan sudah siap membuka berangkas itu. Ia berharap Rubby belum menggantikan sandinya. Harapannya terkabul karena berangkas itu masih menggunakan kata sandi yang lama. Rayan tersenyum menatap wajah tuan Antono yang terlihat takjub dengan apa yang ia lihat di dalam berangkas itu.
"Good job Rayan...! Aku tidak menyesal merekrut kamu kembali ke perusahaan ini." Tuan Antono segera mengambil kopernya untuk mengosongkan berangkas itu, namun Rayan ingin mengambil bagiannya terlebih dahulu.
"Tunggu tuan Antono....! Biar aku duluan mengambil bagianku. Aku tahu kamu pasti kalap melihat harta Karun di dalam berangkas ini yang bukan hanya uang tunai tapi juga ada emas batangan dan juga perhiasan mewah bertahta berlian," ucap Rayan namun tuan Antono tidak mau Rayan mengambil bagiannya yang mungkin saja menyisakan untuknya sedikit.
Perdebatan antara mereka akhirnya tidak dapat terhindarkan. Saling dorong dan saling serang akhirnya terjadi di ruangan itu. Orang di luar tidak mendengarnya karena ruangan itu kedap suara dan tidak terlihat. Apalagi pintunya juga terkunci. Kini mereka saling guling-gulingan di lantai. Otak mereka sudah dikuasai setan karena ingin mengambil harta yang bukan milik mereka.
"Ini adalah perusahaan milik keponakan ku Rubby jadi kamu tidak berhak mendapatkan harta ini. Ini milikku...!" ucap tuan Antono meninju pipi Rayan saat ia berhasil duduk di atas dada Rayan.
Namun Rayan menggapai apa saja yang ada di dekatnya lalu memukul kening tuan Antono dengan vas bunga yang jatuh dari meja tamu di ruangan itu. Tuan Antono merasa kesakitan dengan darah yang sudah mengalir dari keningnya menetes ke matanya membuat pandangannya kabur.
Di saat itu Rayan mendorong tubuh tuan Antono dan berusaha berdiri namun kakinya ditarik oleh tuan Antono sehingga jatuh lagi. Tidak lama kemudian pintu ruang kerja itu terbuka. Dua sosok muncul di depan pintu itu dengan enam orang polisi ditemani satpam.
"Hentikan....!" pekik Rubby membuat kedua lelaki beda usia itu terperanjat.
Keduanya berusaha berdiri dengan penampilan acak-acakan dan luka-luka di beberapa bagian wajah dan tubuh mereka. Polisi segera masuk untuk mengamankan keduanya. Tuan Antono langsung mengadu ke Rubby dengan dramatisir.
"Rubby. Keponakanku. Lihatlah Rayan ingin mencuri hartamu dan aku memergokinya. Itulah sebabnya kami berkelahi sengit di sini," ucap tuan Antono ingin menyelamatkan nama baiknya agar terkesan di mata Rubby.
"Aku tidak bisa mempercayai paman begitu saja karena keberadaan paman di sini tidak jauh beda dengan bajingan itu untuk mengusai perusahaan milik saya bukan? Lalu apa bedanya paman dengan perampok?" sarkas Rubby membuat pamannya kaget. Rayan tersenyum miring mendengar hinaan Rubby pada tuan Antono yang tidak lain adalah paman kandungnya sendiri.
Duarrrr.....
Rasanya masih pengin 😭😭😭