Spin Off Chelsea and The Ghosts
Dokter Lucky Buwono adalah seorang dokter umum di RS Bhayangkara Jakarta. Di usianya ke 36, dirinya masih betah melajang. Hingga suatu hari, dia dikirim ke Turin Italia untuk acara pertemuan semua law enforcement dan medis seluruh dunia bersama AKP Victor Sihasale.
Tanpa sengaja, dokter Lucky menabrak dokter forensik Daisy Mancini dan mendapatkan tamparan karena menganggap dokter itu kurang ajar.
Suatu malam, keduanya terlibat ONS akibat mabuk hingga Vicenzo Mancini, ayah Daisy murka dan menikahkan mereka berdua.
Bagaimana kah kehidupan pernikahan mereka sementara Daisy sudah nyaman bekerja di Turin dan Dokter Lucky tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Jakarta? Ditambah sifat mereka bertolak belakang.
Generasi kedelapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hana Akihiro
"Serius Dash, kamu kemana saja baru ngakui kalau suami kamu itu keren?" tanya Hana sambil ngemil potato chips yang ada di ruangan itu b
"Lha di rumah nggak keren... Macam kucingnya Shea..." jawab Daisy apa adanya membuat Hana terbahak.
"Ya kan kalau di rumah, bisa jadi diri sendiri lah ... " kekeh Hana.
***
Hana Akihiro
Gadis yang menjadi dokter bedah itu adalah putri Aizen Akihiro dan Anya Fukuchi, yang berarti cicit Hoshi Reeves, buyut Levi dan Eiji Reeves. Hana ogah menjadi pengusaha seperti kedua orang tuanya dan memilih menjadi dokter seperti Sofu ( kakek bahasa Jepang ) nya, Romeo Akihiro.
Hana yang sebaya dengan Daisy adalah dokter bedah mumpuni. Kecerdasan yang diwariskan dari gen keluarganya, membuat Hana menyelesaikan sekolah dan kuliahnya lebih cepat. Hana tidak seperti ayah dan opanya yang kalem tapi lebih mirip Eiji Reeves dan tantenya Raihanun Park. Dokter nyeleneh itu memiliki mulut yang sering ngomong dulu, pikir belakangan. Bukan tipe gadis kalem tapi menjadi incaran banyak pria. Aizen sendiri sampai pusing dengan permintaan banyak kolega bisnisnya yang ingin berbesan dengannya.
Saat Aizen menanyakan tipe pria seperti apa yang diinginkan putrinya, jawabannya simpel.
"Aku tidak lihat harta karena aku sudah kaya. Pira sederhana, dengan cinta sederhana yang tulus padaku seorang, sesimpel itu."
Aizen tahu, semakin kamu kaya, semakin banyak orang memanfaatkan kamu. Tak heran jika Aizen, Anya dan Hana sangat selektif. So far ada satu pemain Dallas Cowboys yang terang-terangan suka dengan Hana. Keduanya bertemu saat menghadiri pernikahan Jayendra Armstrong dan sejak itu pria bernama Fahd Al Jasir mengejar Hana.
***
"Apa kamu tahu siapa Fahd Al Jasir ?" tanya Daisy.
"Masih saudara jauh keluarga Khalid. Dia masih ada darah Emir Qatar tapi memilih menjadi pemain Dallas Cowboys..." jawab Hana.
"Kamu tidak tertarik?"
Hana memajukan bibirnya sambil menggelengkan kepalanya. "Dia terlalu... Glamor... Aku sudah glamor, kamu tahu..."
Daisy terbahak. "Iya deh. Kamu, Tante Kunti, Tante Lena, Amisha... Dokter jagal glamor..."
Hana tertawa terbahak-bahak.
"Tolong ya ibu ibu... Ini ruang dokter, bukan tempat ghibah !"
Daisy dan Hana menoleh saat melihat siapa yang datang.
"Hai Dok ... Atau aku panggil hai Lucky ?" goda Hana. "Addduuuhhh !" Gadis itu memegang pelipisnya yang kena slentik Dokter Lucky.
"Tetap Dok kalau kamu !" cebik Dokter Lucky yang langsung menghampiri Daisy dan mencium keningnya. "Kamu ngapain kesini anak nakal?"
"Anak nakal?" beo Daisy.
"Tuh, saudara kamu kan? Anak nakal ! Operasi nyanyi keras-keras supaya tidak stress, terus dapat korban penjahat, dengan entengnya 'Dok, limpanya bagus nih. Boleh diambil? Lumayan, dok, buat nguragi dosa dan bantu pasien yang lebih membutuhkan dari dia'. Apa aku tidak shock !" omel Dokter Lucky membuat dua wanita disana tertawa terbahak-bahak.
"Lho serius kan Dash ... Eman-eman kalau tidak didonorkan karena dia juga dead brain meskipun endingnya cardiac arrest," alibi Hana.
Dokter Lucky menggelengkan kepalanya, pusing dengan anak didiknya yang kebangetan jagalnya tapi sangat delicate saat bedah.
"Bagaimana operasinya mas ?" tanya Daisy.
"Alhamdulillah aman... Insyaallah seminggu bisa jalan."
"Ops apa Oom?" tanya Hana usil.
Dokter Lucky memicingkan matanya. "Ops lambung bocor cukup parah. Jeng Daisy, kondisikan saudara kamu tuh ..."
"Sulit mas. Udah settingan pabrik mentok tidak bisa diapa-apain."
"Haaaiissshhh!" sungut Dokter Lucky kesal. "Eh, kamu kemana saja wahai Hana bukan Pertiwi?"
Hana menoleh ke Daisy. "Yakin lu bahagia dengan pria dengan selera purba ? Addduuuhhh !"
Dokter Lucky melempar gulungan kertas ke kepala Hana sementara Daisy tertawa terbahak-bahak melihat keributan suami dan sepupunya.
"Kamu kemana kaum berbunga-bunga?" tanya Dokter Lucky.
"Dallas."
"Ngapain? Angon jaran ( menggembala kuda )?"
"Nggak Pakdhe, angon wedhus !" balas Hana. "Aduuuhhh!" Hana kena lemparan gulungan kertas kedua kalinya. "Dash! Tinggalin deh nih mentor njelehi! Balik gih ke Turin !"
Daisy tersenyum. "Memang mau aku tinggal balik ke Turin ..."
Hana melongo lalu menoleh usil ke Dokter Lucky. "Kawaisoooou neeeee ( kasihan deh lu )... Siapa juga istri yang betah sama suami selera purba ?"
Dokter Lucky makin manyun.
"Lu tinggalin lama kan ? Serius ? Kangen Winston kan lu ?" Kali ini Hana lebih siap dengan menangkap gulungan kertas ketiga dengan tangan kirinya.
"Ah aku lupa kamu juga ambidextrous..." decih Dokter Lucky sebal karena gulungan yang ketiga tidak kena. "Tidak usah bawa-bawa Asyu !"
Kali ini Hana terbahak. "Serius, elu ke Turin mau ninggalin laki lu atau demi Winston atau demi yang lain ?"
"Menjadi saksi di pengadilan. Kasus pembunuhan seorang mahasiswi Universitas Turin. Tidak ditemukan DNA si pelaku tapi aku berhasil mendapatkan air liurnya di balik telinga..." jawab Daisy.
Hana dan Dokter Lucky tampak bingung. "Kok bisa ?"
"Rupanya dia saat melakukan perk0saan menjilat sisi belakang gadis itu dan lupa membersihkan."
"Psycho !"
"Eh, kamu di Dallas ngapain?" tanya Dokter Lucky.
"Operasi pria manja. Salah satu pemain bintang Dallas Cowboys," jawab Hana.
"Ops apa?"
"Appendectomy."
"Usus buntu?" seru Daisy dan Dokter Lucky tidak percaya.
"Bayangkan ... Hanya usus buntu, aku harus terbang dari Jakarta ke Dallas dengan pesawat pribadi dia, harus menemani sampai dia benar-benar sembuh. Dibayari sih tapi kan tidak begini juga bambaaannnggg !" ucap Hana.
"Dia suka sama kamu kali, Kaum bunga," ujar Dokter Lucky.
"Not my tipe. Aku sudah glamor, dia juga glamor. Glamor ketemu glamor jadinya silau... nggak kethok ( kelihatan ) Dok," balas Hana.
Dokter Lucky dan Daisy hanya menggelengkan kepalanya.
***
Hari Kepergian Daisy.
Sehari setelah bertemu dengan Hana Akihiro, Daisy harus segera pulang ke Turin karena pihak pengadilan hendak memajukan tanggal sidang. Mau tidak mau, Daisy harus pulang dua hari lebih cepat dari jadwal. Tentu saja Dokter Lucky kelimpungan tapi mau tidak mau karena istrinya dokter Forensik yang menangani kasus itu.
"Pulang dulu mas ..." pamit Daisy yang pagi itu mengenakan gaun tanpa lengan bunga-bunga dari brand Morr.
Dokter Lucky memeluk erat tubuh istrinya. Jujur dia tidak bisa melepaskan istrinya kembali ke Turin tapi mau gimana lagi.
"Pulang sini lagi kan?" bisik Dokter Lucky sambil menciumi pipi dan kening Daisy.
"Insyaallah aku pulang secepatnya... Setelah menyelesaikan semuanya disana," jawab Daisy sambil membalas pelukan suaminya.
"Signora Mancini, L'aereo della signorina è pronto ( pesawat nona sudah siap )," ucap pramugari yang menjemput Daisy. Vicenzo memang mengirimkan pesawat pribadi nya guna menjemput putrinya.
"Aku pulang dulu ..."
Dokter Lucky mencium bibir Daisy penuh perasaan. "Jangan lama-lama..." bisik nya.
Daisy mengangguk. "Hati-hati di Jakarta. Jangan berantem sama bang Victor."
Dokter Lucky mengangguk. Daisy pun berjalan bersama pramugari merangkap pengawal nya. Sebelum menuju pintu VIP khusus pesawat pribadi, Daisy menoleh ke belakang menatap Dokter Lucky.
"Go, come back soon ( pergilah dan pulang secepatnya)," ucap Dokter Lucky.
Daisy tersenyum lalu berjalan menuju pintu VIP.
Dokter Lucky menahan rasa sedihnya ditinggal pergi istrinya.
Sayup-sayup terdengar lagu Menjemput Impian.
Kau dan aku
Jadi satu
Arungi laut biru
Tak kan ada yang kuasa
Mengusik haluannya
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️