NovelToon NovelToon
Aura Si Indigo

Aura Si Indigo

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Spiritual / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Mata Batin / Tamat
Popularitas:98.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mitha Chan

ini adalah kisah seorang gadis yang bernama Aura yang memiliki kemampuan luar biasa, ia memiliki anugrah yaitu bisa melihat dan berkomunikasi dengan mahluk lainnya... penasaran jangan lupa baca ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Tiga Puluh Tiga..

" kakek, nenek," panggil Aura dan ia pun menghampiri nenek dan kakeknya yang sedang memetik timun.

sang kakek dan nenek pun mendongak dari pekerjaannya dan melambai serta tersenyum ketika melihat Aura yang baru saja datang. Aura pun menghampiri dan membantu kakek dan neneknya.

" loh neng ke sininya sendirian saja?," tanya nenek celingak celinguk melihat tak ada ibu dan ayahnya di belakang.

" gak kok nek! ayah sama bunda masih di belakang sana. jalanannya susah jadi bunda sama ayah gak terlalu bisa jalan ke sininya," kata Aura pelan.

" hahahah... owalah pasti mereka ke susahan menuju ke sini nyah!, karena jalannya memang agak susah neng. apa lagi semalam kan hujan jadi tambah susah atuh jalannya," kata nenek tertawa.

" iya nek, tadi saja Aura beberapa kali jatuh terpeleset karena licin, lihat...baju Aura saja sampai kotor," kata Aura tertawa dan memperhatikan bajunya yang kotor pada kakek neneknya.

" Aura bantu ya nek," kata Aura lagi.

" loh memangnya bisa?," tanya nenek lagi.

" bisa dong, tinggal petik aja kan. cuma gini mah Aura juga bisa nek," kata Aura dan ia pun mengikuti apa yang neneknya lakukan.

" owalah...anak pintar! petiknya yang sudah besar saja ya neng," kata nenek tersenyum.

" yang seperti ini kan nek," kata Aura menunjukan hasil petikannya.

" iya... seperti itu, Kiran gak ikut?," tanya nenek lagi.

" gak nek, kak Kiran lagi datang bulan," kata Aura pelan.

" owalah Kiran kan kalo datang bulan dia suka sakit, kok bundamu malah ke sini bukannya jagain Kiran saja di rumah." kata nenek lagi.

" kata kak Kiran sih gak apa apa nek, paling cukup istirahat saja. lagian kak Kiran juga sudah di buatin air jahe sama bunda," kata Aura lagi.

" oh ya sudah..." kata nenek tak berbicara tentang Kiran lagi.

" nek...ini bisa di makan langsung kan ya?," tanya Aura penasaran dengan buah timun itu.

" iya..tapi harus di cuci dulu takutnya ada binatang kecilnya," kata nenek lagi.

Aura pun mengusap kan timun itu ke bajunya karena ia malas mencucinya karena harus ke sungai yang lumayan agak jauh. jadi ia pun malah mengusapkan ke bajunya saja dan ia pun mencoba memakannya dan benar saja timunnya lumayan enak.

karena terbawa suasana yang tengah asik memetik buah timun sambil memakannya, Aura sampai tak mendengar seseorang yang mengendap ngendap di belakangnya.

" dor... baru datang lu," teriak seseorang di belakang Aura dan mengejutkannya.

" Astaghfirullah, kaget gue La," kata Aura terkejut ternyata yang mengejutkannya itu Lola.

" hahaha... lagian lu fokus banget metik timun nya sampai sampai gue jalan di belakang lu aja lu gak sadar," kata Lola tertawa.

" lu nyah aja jalannya kaya hantu," kata Aura kesal karena di kagetkan Lola

" enak aja lu," kata Lola tertawa dan memukul pelan bahu Aura.

kakek dan nenek tersenyum melihat Aura dan Lola yang tertawa senang

" lu juga...pagi pagi udah gak ada aja di rumah, kemana lu?," tanya Aura.

" ya gue bantuin kakek sama nenek lah, memangnya kemana lagi," jawab Lola.

" bukannya lu pagi pagi sama om gue, mana tuh orangnya?," tanya Aura lagi.

" oh kak Abby... tuh orangnya! lagi nyangkul ," tunjuk Lola di sebelah kanan.

" ooh," hanya itu yang keluar dari mulut Aura.

tak lama ayah dan bunda pun sampai dan lagi lagi bunda istirahat di saung kecil itu karena ia merasa kelelahan.

" Astaghfirullah...cape sekali," kata bunda pelan dan ia duduk di sana

ayah hanya tersenyum melihat bunda yang kecapean seperti itu.

" seharusnya kau sering berolahraga, sayang... supaya kau kuat untuk berjalan," kata ayah lembut.

" ayah ini...bunda bukannya gak kuat jalan. jalannya saja yang jelek dan susah! makannya bunda jadi cepat cape kaya gini," kata bunda cemberut.

" kau benar sayang, memang jalannya terlalu licin karena semalam habis hujan," kata ayah lembut.

" benar kan jadi bukan salah bunda jika bunda jadi cape seperti ini," kata bunda tersenyum.

" mungkin bukan hanya jalanannya saja yang licin dan susah sayang, mungkin usia kita juga yang sudah menua," kata ayah pelan.

" apa..!! jadi ayah mau bilang kalo bunda sudah tua gitu," kata bunda yang malah kesal.

" bukan itu maksud ayah, sayang," kata ayah lembut.

Aslan yang berdiri di belakang menggeleng geleng kepalanya karena bingung melihat kedua kakaknya yang tadinya romantis malah berdebat seperti ini. akhirnya Aslan pun menghampiri Aura dan Lola yang sedang memetik timun ah bukan... malah mereka memakannya bukan memetiknya.

" kau lihat... ayah dan bundamu malah berdebat! padahal tadi romantis romantisan, saya benar-benar tidak mengerti percintaan antar manusia," kata Aslan yang tak mengerti dan ia mengadu kepada Aura.

Aura pun memerhatikan ayah dan bundanya yang tengah berdebat dan Aura tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sangat lucu di matanya. Aura sering melihat kedua orang tuanya sering bertengkar namun bukan bertengkar seperti kebanyakan pasangan suami istri lainnya. pertengkaran ayah dan bundanya itu di dasari dengan saling cinta dan mungkin sebentar lagi mereka akan berbaikan seperti biasa.

" biarkan saja, toh nanti sebentar lagi juga mereka baikan lihat saja nanti," kata Aura tersenyum.

" memangnya siapa yang lagi marahan Ra?," tanya Lola bingung kenapa Aura berbicara seperti itu kepadanya padahal Aura sedang berbicara dengan Aslan karena Aslan ada di sisi Lola.

" oh itu La, bokap sama nyokap gue," kata Aura mengangguk ke arah ayah dan bundanya.

Lola pun mengikuti anggukan dari Aura dan benar saja ia melihat ayah dan bunda tengah berdebat dan menurut Lola itu sangat lucu dan Lola pun tertawa.

" hahahhah... ayah sama bunda lucu ya kalo berantem kaya gitu. kaya anak kecil," kata Lola tertawa senang melihat tingkah kedua orang tua Aura yang seperti itu.

" Aslan cemas lihat ayah sama bunda berantem kaya gitu ia takut kalo ayah dan bunda berantem beneran! padahal sebentar lagi juga baikan. noh lihat." kata Aura tersenyum.

benar saja apa yang di katakan Aura tak lama ayah dan bunda pun malah tertawa dan saling berpelukan bahkan bunda saja sampai tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di bisikan suaminya itu.

" tuh lihat," kata Aura pelan.

" hahhaha...gue gak ngerti orang dewasa kaya gimana, tapi lucu sih," kata Lola dan ia tertawa senang karena ayah dan bunda akhirnya baikan lagi.

" kau benar... saya benar benar tidak mengerti percintaan manusia yang seperti ini," kata Aslan dan berlalu pergi.

" mau kemana?," tanya Aura bingung melihat Aslan yang berjalan menjauh.

" gue gak kemana mana Ra, gue dari tadi di sini," kata Lola bingung.

" bukan lu La, tapi Aslan," jelas Aura pelan.

" terus kenapa lu liatnya ke arah gue Ra?," tanya Lola lagi.

" soalnya om gue itu berdiri di belakang lu tadi," kata Aura lagi.

" oh," hanya itu yang keluar dari mulut Lola.

" lebih baik saya mengganggu ustadz ganteng saja," kata Aslan dan malah menghampiri Abby yang sedang mencangkul.

 " lalu... kemana dia?" tanya Lola lagi.

" katanya sih, mau gangguin ustadz ganteng," kata Aura yang malah tertawa.

" ustadz ganteng?" tanya Lola bingung siapa yang di maksud Aslan.

" maksudnya om Abby," kata Aura menjelaskan.

" ooh," kata Lola dan ia malah senyum senyum sendiri.

" kenapa lu malah senyum senyum kaya gitu, serem gue lihatnya," kata Aura yang malah bercanda.

" gak apa apa! seneng aja gue dengernya.. Aslan yang jenis laki laki aja mengakui kalo kak Abby itu memang ganteng," kata Lola cekikikan.

" om gue memang ganteng, gak lihat apa keponakannya cantik kaya gini," kata Aura yang malah berpose seperti model dan itu membuat Lola tertawa..

" hahahha iya iya iya...lu memang cantik Ra," kata Lola dan merangkul sahabatnya itu.

1
Inyoman Raka
bapak yg bijak tapi lebih baik ceritain saja sama umi
Inyoman Raka
pasti menang ada penjaga desa
lusdiana yuliastanti
Luar biasa
Ayung
ceritanya mulai seru dan menarik semoga oke trus. ditambah ada ilustrasi ceritanya lagi. kereeeen abis.
Rena🐹
yahh kak padahal aku nungguin terus lohh padahal ini lagi seru seru nya aku masih penasaran sama cowo yang ada di gang itu tolong jangan end dongg gantung banget rasanya lebih sakit dari pada di gantung perasaan sama si doi
Alfiya Humairoh: yah padahal ceritanya bagus kak
total 2 replies
Hanifah
Buruk
youuu
Kecewa
magician author
izin abg² dan kakak² jangan lupa mampir di novel ku guys! "Bangkitnya Sang Naga"
Titin_Unyil@2020
setelah sekian Purnama up juga thor
Mitha Chan: hehehe maaf kak, kadang suka ragu mau lanjut apa gimana ceritanya...🙏
total 1 replies
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻
Dina Nur
semangat up nya kak ...
Rena🐹
gatel amat si Nana udah tau Lola suka sama si Abby(😒) aku ga setuju kalo Abby Sama si Nana soalnya dia kan udah ga.....(tau lah)
Rena🐹
semangat🤗
Rena🐹
aku tebak ini pasti abby
Mitha Chan: 🤭 hehhehee ciri cirinya sih iya😁
total 1 replies
Rena🐹
semangat up nya kak
Mitha Chan: terimakasih kakak atas dukungannya 😘
total 1 replies
devi aryana
Luar biasa
devi aryana
Lumayan
Titin_Unyil@2020
bagus lanjut
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
lha iya.. namanya juga jin.. menyesal pun belum tentu bertobat..
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
musnahin aja sih... Dia kn jin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!