hanya lantunan lagu melow yang menemani setiap malamku,mengingat kisah cintaku yang menyakitkan setiap aku mengingatnya...
dan hampir setiap malam aku meneteskan air mata ketika aku kembali mengingat semuanya.
apa yang dia lakukan padaku selama ini,padahal aku pikir dia benar-benar setia.tapi kenyataan nya..tidakkk...!!!
kesetiaan ku di balas dengan penghianatan..
Tak ku sangka semua ini terjadi padaku,mungkin ini yang selalu ku pikirkan.setiap malam aku selalu mengingat kembali ketika pertama kali kita bertemu..
Awal mula kita bertemu di sebuah perusahaan tempat kita bekerja.aku adalah karyawan lama di perusahaan,sedangkan dia adalah karyawan baru yang menggantikan seorang staf yang resign karna menikah.
sekedar informasi,suasana di kantor kami itu sangat nyaman,jangan heran kalau kami mengangap seperti di rumah sendiri.bahkan saking nyamanya banyak cinta lokasi di kantor dan itu wajar.toh mayoritas karyawan disini masih berusia 20-29 tahun dan rata-rata belum menikah..
"cinta tumbuh karna terbiasa,"mungkin karna tuntutan pekerjaan juga yang membuat kami akhirnya menjadi dekat..
Karya ini di terbitkan atas izin NOVELTOON Meysa,isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya,tidak mewakili NOVELTOON sendiri..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meysaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Satu bulan sudah mereka menikah, hari ini adalah hari sabtu. Dimana Mely selalu menghabiskan waktunya dirumah bersama suami tercinta. Mely sudah tidak bekerja di perusahaan Ken lagi, ia ingin menghabiskan waktunya sebagai ibu rumah tangga saja. mengurusi suami, dan anaknya kelak. ia ingin mengabdi pada suaminya.
Mely menoleh saat seseorang melompat duduk di sampingnya. menarik perhatian nya sesaat setelah sebelumnya fokus dengan layar televisi.
" Ngapain sayang.."tanya Ken mengecup kepala Mely sesaat. lalu mengambil alih toples cemilan yang Mely pegang.
" Pengen nonton, film nya bagus mas."jawab Mely.
" Kamu sendiri kenapa belum tidur mas.."
" Ga bisa tidur kalo ngga di peluk sama kamu sayang.." Ken nenoleh, tersenyum ia nengedipkan sebelah mata pada istrinya.
" Apaan sih mass inih.."
" Yaudah ayo mas.."jawab Mely lagi. ia bangkit sambil menurunkan bantal yang ada di pangkuan nya.
Ken melongo, menatap Mely yang menunggunya dan kemudian tertawa renyah.
" Aku tunggu sampai kamu selesai nontonnya.."jawab Ken menarik Mely kembali duduk di sampingnya.
" Aa "perintah Ken, ia menyodorkan cemilan ke mulut Mely.
Mely membuka mulutnya menerima suapan suaminya. setelah Mely menerima suapan, Ken tersenyum. mengecup pipinya berkali kali dan menyandarkan kepala di pundaknya.
Mely menoleh untuk melihat kepala yang bersandar itu, " Kamu kenapa sih mas, tiba-tiba aneh gini..?"tanya Mely melihat kelakuan aneh suaminya. Ken tersenyum penuh arti. setelah meletakan toples makanan ia raih pundak Mely, merangkul wanita itu menarik kedalam dekapan nya.
" Udahh jangan berisik, jadi ga konsenkan nonton film nya.."Kata Ken mengecup kening Mely dengan gemas lalu kembali fokus pada layar televisi. Mely hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya ini.
Ken menoleh pada wajah dalam dekapannya, tersenyum dengan manis. Ken meraba bibir Mely dengan mata menatap kearah yang sama. " Ini bibir bahaya banget deh sayang, sumpah," gumamnya terdengar tengah bicara dengan dirinya sendiri.
Mely kembali di buat heran oleh tingkah suaminya itu, ia memperhatikan wajah serius Ken. lalu ia menggigit jari Ken dengan gemas. dan berhasil menyadarkan Ken yang mengerjap nampak terhenyak. Ken mendorong Mely hingga terbaring di sofa. Mely menggeliat, menegang dan menahan lenguhan merasakan tangan Ken menerobos masuk kedalam bajunya, Dengan lembut meraba, menelusuri paha naik ke pinggul dan berhenti di dada. tentu saja membuat pakaian itu tersingkap.
" Ngh " Sambil terpejam Mely berusaha keras mengimbangi ciuman panas suaminya. laki-laki itu begitu bersemangat dan tak sabaran. baru sebentar ia sudah menarik lepas celana dalam Mely.
" Aah," Desah Mely saat wajah Ken beralih ke lehernya. merasakan tangan Ken menggodanya di bawah sana.
Mely mengusap tengkuk naik ke rambut Ken. setelah mengecup lehernya sekilas, Mely berbisik. " Mau pindah ke kamar mas?"
Mendapatkan gelengan Ken sebagai jawaban. Barulah setelah itu Mely manarik turun celana suaminya. Ken bangkit untuk melepaskan kain itu darinya. setelah itu duduk dan menarik Mely untuk bangkit.
Mely menurut saja saat telah duduk, Ken menyambar bibirnya. tak berapa lama Ken melepas tautan bibir mereka. Dengan wajah yang masih begitu dekat hingga udara panas dirasakan satu sama lainnya, Ken berbisik. " Aku mau ini" sambil mengusap bibir Mely dengan ibu jarinya.
" Puasin aku pake ini "bisik Ken lagi.
Baru Mely paham dan terkejut di buatnya, wajahnya masih syok saat Ken memaksanya turun dari sofa agar berlutut di hadapannya.
" M-mas..." Mely berusaha bangkit.
Ken menahan pundak istrinya sambil mendesiskan " Sst " dengan satu jari menempel di bibirnya sendiri. ia mendekat dan mencium bibir Mely sekilas, lalu meletakan ibu jari disana. " Aku suka banget sama ini kamu " bisiknya serak.
Mendengar itu Mely jadi mengerti, kenapa suaminya besikap sangat aneh sedari tadi. dan Ken kerap meraba bibirnya dan menatapi itu lekat-lekat. seperti yang ia lakukan saat ini.
" Kamu harus tau sayang, bibir ini sering bikin aku gak konsen ngapa-ngapain. ngebayangin buat bisa nyium ini juga ngebayangin rasanya di puasin kamu pake ini"ucap Ken lagi.
Dengan ragu-ragu Mely turun dan berlutut di hadapan Ken. Damn umpat Ken dalam hati, kepalanya otomatis mendongkak merasakan betapa nikmatnya apa yang ia tunggu-tunggu dan dia harapkan sedari tadi. sentuhan bibir istrinya itu sungguh bisa memanjakan nya, padahal ia tau istrinya itu hanya seorang pemula.
Ken menunduk, dan mengelus rambut istrinya dengan lembut. ia ingin kepala itu bergerak, namun jelas ia tau Mely tidak akan melakukan nya karna belum terlalu mengerti. jadi Ken pegangi kepala Mely dengan dua tangan lalu menggerakkan nya sesuai keinginannya. tak berapa lama Mely terbatuk dan hampir muntah.
" Pelan-pelan dong mas.." Keluh Mely menatap suaminya sambil mengusap mulutnya dengan punggung tangan.
" Maaf sayang.." jawab Ken.
Mely tampak kesal, namun ia tetap melanjutkan kegiatannya.
" Aah sayang.." desah Ken menikmati. Mely tak lagi diam, ia mulai menggerakan kepalanya dengan perlahan. dan demi apapun Ken mulai menyukainya.
Namun beberapa lama, Ken tetap menginginkan lebih. ia tekan kepala istrinya agar masuk lebih dalam lagi.
Mely cepat saja berontak untuk melepaskan diri. lagi-lagi ia hampir muntah. dengan kesal ia menampar kaki Ken sambil mengusap mulutnya sendiri.
" Gemess aku tuh sama kamu..." kilah Ken terkekeh.
Ken menunduk , menangkup wajah Mely dengan kedua tangan dan mengulum bibirnya mesra. menyesapnya beberapa saat, lalu ia melepaskan nya. ia tarik Mely agar segera bangkit. miliknya sudah benar-benar tegang, dan juga sepertinya bibir Mely saja tidak cukup untuk memuaskan nya.
" Naik sayang," Kata Ken menarik tangan Mely. ia menatap suaminya dengan bingung, namun menurut ia naik ke atas sofa. Tepatnya keatas tubuh kekar suaminya. Mely menunduk saat Ken kembali menangkup wajahnya dan menuntut ciuman darinya.
Cukup lama mereka berciuman, namun Mely tetap merasakan kehilangan saat Ken menarik bibirnya. dan ia menurut saja saat Ken membuka seluruh pakaian nya sampai ia bertelanjang bulat. padahal Ken masih mengenakan kaosnya utuh.
Ken tersenyum pada istrinya sebelum kembali ******* bibir manis Mely. kecupan itu pidah ke rahang lalu turun ke leher. menghirup aroma tubuh istrinya yang sekarang menjadi candu baginya.
Mely mendongak memberikan akses sempurna buat Ken jelajahi. ia melenguh merasakan tangan Ken sudah berjalan kemana-mana dan menjelajahi setiap inci tubuh polosnya.
Dan merekapun mempersatukan tubuhnya hingga larut malam. ketika mereka sudah mencapai pelepasan beberapa kali barulah mereka selesai dengan Kegiatan nya. dan akhirnya mereka terkulai lemas dan langsung tertidur, Mely langsung terlelap dalam dekapan suaminya. dan Ken memeluk Mely dengan sangat erat, menciumi seluruh wajah Mely sampai puas. barulah ia juga ikut terlelap.
❤❤❤❤
\* **Happy Reading** \*