NovelToon NovelToon
7-14: Insiden 06-06

7-14: Insiden 06-06

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Time Travel / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:116
Nilai: 5
Nama Author: Dean Jeremia Sp

"Bagaimana cara menangkap pembunuh yang dilindungi oleh waktu itu sendiri?"

Insiden 06-06 bukan sekadar kecelakaan beruntun biasa. Di balik pekatnya polusi Jakarta dan pemadaman listrik total, ada konspirasi berdarah yang terencana rapi.

Samuel, seorang penyelidik BPI yang aslinya otaku garis keras, terpaksa harus menggunakan kartu as rahasianya: kemampuan memanipulasi waktu.
Bersama rekan jeniusnya, Ahmad, Samuel harus melompati belasan rute masa lalu, menjinakkan paradoks, dan menahan sakit kepala yang siap meremukkan otaknya. Baginya, angka 7-14 bukan lagi sekadar penanda hari, melainkan hitung mundur menuju kematian orang paling penting dalam hidupnya.
Saat waktu kehilangan maknanya, mampukah sang "Penguasa Waktu" memutus rantai takdir tak kasat mata ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dean Jeremia Sp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

untuk apa/untuk apa?

Dua mayat orang paling berharga dalam hidup Samuel kini terbujur kaku tepat di depan penglihatannya. Di tengah kekacauan mental itu, sebuah panggilan ambigu dari Rizki memotong paksa kewarasannya. Otak Samuel dipaksa berpikir cepat. Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan berlari panik menuju mobilnya.

Di sepanjang jalan, kepalanya dipenuhi oleh berbagai kemungkinan buruk yang terus berputar tanpa henti. Jarak antara apartemen Samuel dan apartemen Rizki membentang sejauh 10 kilometer. Di bawah langit Jakarta yang mendung pekat namun belum meneteskan hujan, Samuel menancap gas sekencang-kencangnya, membelah jalanan yang sepi.

Begitu tiba di gedung apartemen Rizki, Samuel melangkah menuju unit kamar asistennya dan sempat berpapasan sama seseorang yang wajahnya familiar, orang tersebut mencoba menutupi wajahnya, Samuel persetan akan itu. Langkah kakinya bergerak perlahan, berbanding terbalik dengan detak jantungnya yang bergemuruh semakin kencang. Tepat di depan pintu, Samuel mendapati akses masuk terkunci rapat. Beruntung ia tahu kode password-nya. Pintu terbuka.

Detik berikutnya, aroma anyir darah segar yang menyengat langsung menyergap indra penciumannya. Jantung Samuel berdegup kian hebat, dadanya mendadak sesak, dan napasnya memburu tidak beraturan. Wajahnya berangsur pucat pasi. Ia menolak percaya pada apa yang sedang terjadi.

Langkah demi langkah, Samuel menyeret kakinya masuk lebih dalam. Di area dapur, matanya menangkap tubuh Yogi yang tergeletak bersimbah darah dengan luka bekas peluru yang bersarang di badannya. Samuel panik, matanya bergerak liar mencari keberadaan Rizki. Pandangannya terpaku pada genangan darah pekat yang mengalir keluar dari bawah pintu kamar tidur.

Dengan tangan gemetar, ia membuka pintu tersebut. Di dalam sana, Samuel menyaksikan tubuh Rizki yang sudah tidak utuh—posisi kepalanya berada di bawah dan kakinya mencuat ke atas.

Tidak ada isak tangis. Tidak ada ledakan amarah. Tidak ada air mata kesedihan. Samuel hanya bisa membungkuk dan muntah sejadi-jadinya di lantai. Jiwanya mendadak kosong melompong. Ia benar-benar tidak pernah menduga bahwa semuanya akan bergerak jauh lebih cepat. Ia tidak tahu kalau aksi perubahan yang ia lakukan di lini masa ini justru memberikan dampak percepatan yang begitu mematikan.

Samuel menyeret tubuhnya yang lemas, lalu duduk di salah satu kursi meja makan, tepat di hadapan mayat Yogi yang membeku. Dengan sisa kesadaran yang tersisa, Samuel menghubungi polisi dan instansinya, melaporkan pembantaian di dua lokasi sekaligus.

Malam itu, setelah pihak kepolisian selesai mengevakuasi dan "membersihkan" seluruh tempat kejadian perkara—baik di apartemen Rizki maupun di apartemen pribadinya—Samuel tahu ia tidak akan pernah bisa memejamkan mata di sana. Ia kembali ke apartemennya yang telah bersih dari noda darah hanya untuk mengepak pakaian, Nintendo Switch, dan PlayStation 5 miliknya. Ia memutuskan untuk pergi, melarikan diri dengan menginap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat.

Jakarta, 13 Juni 2025

Samuel terbangun di atas kasur hotel yang luas. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas, lalu membuka aplikasi pesan. Grup instansinya sudah dipenuhi oleh ratusan dinding teks berisi ucapan turut bersuka cita dan belasungkawa yang ditujukan kepada Ahmad, Rizki, dan juga Agus. Tragisnya, Agus dan Wisnu ternyata didapati ikut tewas dalam pembantaian kemarin.

Di antara riuhnya pesan di grup, ada dua orang yang mengirimkan ucapan duka cita secara pribadi langsung ke nomor Samuel.

[Mas Dimas]: Turut berduka cita Samuel, saya sebagai kepala instansi sangat menyesal tak bisa menyelamatkan anggota ku

[Dina]: Turut berduka cita Samuel

Samuel hanya menatap kosong layar ponselnya yang menyala. Jemarinya kaku, ia sama sekali tidak membalas satu pun pesan tersebut.

Samuel bangkit, menyalakan televisi layar lebar di depannya untuk menghubungkan konsol game, lalu memutar sebuah lagu milik Hindia berjudul Untuk Apa/Untuk Apa?. Suara musik mengalun pelan, mengisi setiap sudut kamar hotel yang sunyi melalui baris liriknya yang menusuk:

...Padahal katanya uang takkan ke mana...

...Jika memang rezeki, ya 'kan ditransfer juga...

...Namun dikejar terus seakan satwa langka...

...Di prosesnya melintah lupa jadi manusia...

...Melihat Hawa jadi panas lupa cuaca...

...Tertiup angin buah jatuh digigit juga...

...Seakan perlu banyak seperti Dewa Siwa...

...Padahal manusia hanya bertangan dua...

...Kasur yang luas tapi bangun sendiri...

...Mobil baru mengkilap tanpa penumpang di kiri...

...Banyak sepatu minim privasi susah pergi...

...PS4, Nintendo Switch tanpa player dua....

Lagu terus berputar, sementara Samuel hanya bisa duduk diam mematung. Tatapannya kosong. Ia tahu, ia harus bertahan melewati sisa hari ini dan menunggu satu hari lagi agar timer kemampuannya siap, sehingga ia bisa melompat kembali ke tanggal 7 Juni untuk memperbaiki segalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!