Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Setiba nya di lokasi kejadian ternyata sudah banyak warga yang berkerumun , bukan hanya orang dewasa akan tetapi anak kecil pun banyak yang penasaran ingin melihat ada kejadian apa .
Beberapa meter dari kerumunan warga tampak seorang pemuda sedang berjongkok di tengah jalan dan baju nya berlumur banyak darah .
Seorang laki - laki seumuran kang Jalal menghampiri ketika mendengar suara mobil kang Jalal datang .
" Kang , dia masih minum darah ayam " . Ujar laki - laki itu .
" Astaghfirullah " . Ucap kang Jalal bersamaan dengan pak Soni dan bu Wati serta ustadz Zein yang sedang memarkir motor di samping mobil kang Jalal .
Mereka berempat berjalan mendekat kearah kerumunan .
" Astaghfirullah , maaf kang tolong jangan di rekam " . Kang Jalal menegur dengan sopan setelah melihat seorang warga memegang ponsel dan mengarahkan nya pada pemuda yang sedang kesurupan di depan .
" Kenapa nggak boleh kang ? , kan ini buat hiburan saja , jarang - jarang bisa lihat orang minum darah secara langsung " . Orang itu membela diri dengan masih terus merekam .
" Negara kita negara hukum kang , akang bisa terkena pasal 27 UU ITE yang mengatur tentang larangan penyebaran informasi elektronik yang mengandung muatan kesusilaan , perjudian , pencemaran nama baik , pemerasan , dan pengancaman , bagaimana kang apa masih mau melanjutkan merekam nya ? " .
Kang Jalal menjelaskan panjang lebar sangat terlihat kalau kang Jalal penjual sayur yang punya banyak pengalaman dan cerdas .
Beberapa warga yang juga merekam kejadian perlahan menurunkan tangan nya dan memasukkan ponsel ke saku masing - masing .
Jaman sekarang memang banyak orang yang berlomba - lomba mencari hiburan atau memberi hiburan dengan mengumbar aib seseorang .
" Assalamu'alaikum " . Ustadz Zein menyapa warga .
" Wa'alaikumussalam " . Mereka menjawab salam ustadz Zein dengan serentak .
Tapi meskipun begitu sama sekali tidak mengganggu pemuda yang kerasukan itu untuk terus menikmati menyesap darah dari ayam yang sudah tidak bernyawa di tangan nya .
" Astaghfirullah . apa sudah lama dia begitu ? " . Tanya ustadz Zein pada bapak A .
" Saya baru sampai sini pak " .
" Dia sudah begitu dari saya lewat tadi pak Zein " . jawab bapak B .
" Apa keluarga nya sudah di beritahu ? " .
" Sudah pak , tapi belum sampai juga kesini " .
" Ya sudah saya akan mencoba membantu nya " .
Ustadz Zein mendekati pemuda itu kemudian memegang kepala nya seraya membaca doa ruqyah . Pemuda yang tadi nya tidak peduli dengan kerumunan warga sekarang melemparkan ayam yang dipegang nya .
Pelan tapi pasti pemuda itu mulai merasa tidak nyaman dan menggeliat - geliat sambil berteriak .
" Panaas .. panaas .. hentikan !! " .
BRUGGHH !!
Pemuda itu terus berteriak meraung - raung kesakitan sampai akhir nya pemuda itu terjatuh .
Kang Jalal dan pak Soni reflek mendekati pemuda itu , tanpa di minta pak Soni langsung meletakkan kepala pemuda itu di pangkuan nya .
" Apa yang terjadi pak ustadz ? " . Tanya kang Jalal pada ustadz Zein .
" Dia hanya kelelahan , sebentar lagi juga bangun dari pingsan nya " . Jawab ustadz Zein sembari merapikan baju pemuda ifu yang di beberapa bagiannya terbuka .
" Assalamu'alaikum , maaf apa yang terjadi sama anak saya ? " . Seorang perempuan paruh baya memakai kais lengan panjang dan celana panjang yang masih berlumuran lumpur , bahkan di tangan nya pun masih ada bekas lumpur yang mengering . Sepertinya perempuan itu di jemput dari sawah atau kebun dan belum sempat membersihkan diri karena merasa sangat khawatir pada putra nya .