Dikhianati oleh seseorang yang kita sayang adalah hal yang sangat menyakitkan, sama halnya yang dirasakan oleh Rahma dan Bagas, sama2 pernah dikhianati oleh cinta. Rahma seorang janda beranak satu yang bercerai karena suami selingkuh hingga harus berjuang sendiri membesarkan anaknya, sedang Bagas seorang pemuda yang pernah gagal menikah karena calon istrinya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Rahma dan Bagas yang sebelumnya pernah saling kenal pun tanpa sengaja bertemu kembali, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma Banilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkelahian
Sebuah mobil tepat berhenti di samping rumah Pak Alvian, terlihat seorang laki laki yang mengendari mobil itu membuka kaca mobilnya.
Ya dia adalah mantan suami dari Rahma, yaitu Aska. Aska terkejut ketika melihat Rumah mantan mertuanya begitu Ramai dan ada beberapa mobil yang berjejer di depan rumah itu.
"Pak maaf ini ada apa ya, kok dirumah Pak Alvian Ramai sekali? " Tanyanya pada orang lewat yang hendak mendatangi rumah Pak Alvian.
"Ohh ini lagi ada acara lamaran Rahma dengan kekasihnya mas" jawab Orang tersebut dan berlalu.
Deg
Hati Aska begitu sakit mendengarnya, Ia bergegas turun dan mulai memasuki pekarangan rumah Pak Alvian, baru beberapa langka ia sudah dihadapkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan menurutnya.
Dimana saat itu ia melihat Bagas yang tersenyum menatap Rahma ketika Rahma memberikan air minum dan mereka terlihat begitu bahagia bermain dengan Syifa anaknya.
Hati Aska diliputi rasa panas, tidak senang dengan apa yang dilihatnya.
Dan ketika Rahma melangkah berniat menyusul Tiara dan Shaka, Aska menahannya.
Rahma menoleh, alangkah terkejutnya Rahma saat melihat seseorang yang ada di hadapannya saat ini. Seseorang yang pernah menghancurkan harapannya dan juga mimpinya, siapa lagi kalau bukan mantan suaminya yaitu Aska.
"Ma-mau apa kau kesini? " Tanya Rahma dengan terbata.
Mantan suaminya masih terus mencengkram tangan Rahma. Rahma berusaha melepaskan diri dari Aska sambil menundukan wajahnya karena takut jika harus menatap Aska.
"Jangan takut, aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku hanya ingin kita berbicara sebentar saja" Ucap Aska
Bagas yang melihat Rahma ketakutan segera menghampirinya dan melepaskan genggaman tangan Aska.
"Lepas! kalau mau bicara silahkan, tapi jaga sikapmu" Ucap Bagas ketika tangan Rahma sudah beralih di genggamannya.
"Kau lagi, bisa ngga sih ngga usah ikut campur urusanku dan Rahma" Ucap Aska emosi
"Bisa ngga sih kamu ngga usah ganggu Rahma lagi? ingat kalian sudah cerai dan sebentar lagi Rahma akan menikah denganku, jadi lebih baik kamu ngga usah ganggu Rahma lagi" Timpal Bagas tak kalah emosi.
"Jangan mimpi kamu Bagas, sampai kapanpun aku ngga akan biarin kalian menikah" Ucap Aska
"ohhh, jadi maksudmu Rahma akan kembali padamu! Gitu? hahhh kamu yang harus segera bangun dari mimpimu Aska" Ucap Bagas mendengus kesal.
"Brengsek kau" Ucap Aska segera menghajar Bagas. Perkelahian pun tak bisa dihindari. Beruntung Bagas sudah tak menggendong Syifa karena Bagas sudah dulu memberikan Syifa pada Bu Minah yang hadir tak lama setelah Aska datang. Sehingga ketika dia dihajar oleh Aska dirinya hanya seorang diri dan bisa dengan segera membalas pukulan Aska.
Kejadian itupun menarik perhatian semua orang, dan beberapa diantaranya hendak melerai nya namun dua laki laki yang sedang berkelahi itu sangat sulit dipisahkan.
Rahma sampai membeku di tempatnya, melihat dua laki laki yang sedang berkelahi. namun beberapa saat kemudian dia segera tersadar dan memberanikan diri untuk menolong Bagas yang sudah babak belur.
"Hentikan, sudah kak Berhenti" Ucap Rahma yang menahan Bagas saat hendak membalas pukulan Aska lagi.
"Rahma mohon kak hentikan" lanjutnya sembari menangis dipelukan Bagas.
Bagas yang melihat Rahma menangis pun membalas pelukan Rahma.
"Maafkan kakak, sudah membuatmu takut" Ucap Bagas.
Aska yang juga sudah babak belur pun berteriak.
"Kamu milikku Ra, selamanya akan menjadi milikku, ngga ada yang boleh miliki kamu kecuali aku, ingat itu" Teriak Aska lalu berjalan sempoyongan pergi meninggalkan Bagas dan Rahma.
Pak Alvian yang baru saja keluar Rumah langsung menghampiri Rahma dan Bagas. Disusul oleh Pak Burhan dan yang lainnya.
"Ada apa ini? " Tanya Pak Alvian terkejut melihat Bagas yang sudah babak belur.
Rahma melepas pelukan Bagas dan beralih memeluk ayahnya.
"Aska yah, Aska tadi datang dan dia... hikss hikss" Rahma tak sanggup melanjutkan ucapannya dan menangis dipelukan ayahnya.
"Sudah sayang jangan menangis lagi, Aska sudah pergi kan, kita masuk ya?" Ucap Pak Alvian lalu membawa masuk Rahma yang masih menangis dipelukannya.
Semua orang pun sudah membubarkan diri, terkecuali Pak Burhan, Tiara dan Shaka yang masih terpaku melihat Bagas yang duduk di sebuah bangku panjang sambil memegangi wajahnya yang penuh memar bekas pukulan dari Aska.
Saat keluar tadi mereka langsung terdiam menatap Bagas.
"Ya Allah Bagas, kamu tidak apa apakan?" Sebuah suara menyadarkan mereka. mereka melihat seorang wanita berlari menghampiri Bagas.