NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 31

Malam yang dinantikan pun tiba. Gedung Grand Ballroom hotel bintang lima itu diselimuti kemewahan yang megah. Lampu gantung kristal memantulkan pendar keemasan ke setiap sudut ruangan, menyambut ratusan tamu undangan yang terdiri dari dewan komisaris, relasi bisnis internasional, pejabat tinggi, hingga puluhan awak media dengan kamera yang terus menyala.

Saat pintu besar ballroom dibuka, seluruh atensi di dalam ruangan seketika tersedot ke satu arah.

Inara melangkah masuk bersandingan dengan Mahesa. Wanita itu tampak begitu memukau, nyaris sempurna. Gaun haute couture satin berwarna emerald green dari Paris itu melekat sempurna, membungkus tubuh ringkihnya menjadi siluet yang sangat anggun dan berkelas.

Riasan wajahnya malam ini tegas, menutupi sisa pucat sakralnya, memancarkan aura seorang First Lady Dirgantara Group yang berwibawa. Di sampingnya, Mahesa tampak gagah dan berwibawa dengan setelan tuksedo hitam pekat, namun tatapan matanya terus berjaga-jaga, menelisik setiap sudut ruangan mencari ancaman.

"Ya ampun, Bu Inara! Anda cantik sekali malam ini!" puji salah satu komisaris utama yang langsung menghampiri mereka begitu mereka turun ke area utama.

"Bukan hanya cantik, Pak," potong seorang investor asing dari Singapura yang ikut bergabung, menjabat tangan Inara dengan penuh hormat.

"Dirgantara Group sangat beruntung memiliki Anda. Audit dan negosiasi proyek Surabaya kemarin sukses besar murni karena ketajaman analisis finansial dari tim Bu Inara. Tanpa Anda, proyek bernilai triliunan itu tidak akan jatuh ke tangan kita."

Pujian demi pujian terus mengalir deras untuk Inara. Para kolega bisnis silih berganti menghampiri, mengabaikan Mahesa sejenak demi bisa berbincang dengan Inara. Fakta di lapangan memang tidak bisa dipungkiri. Di balik keangkuhan Mahesa, ada otak cerdas Inara yang menjadi kunci sukses di balik layar berbagai proyek raksasa perusahaan selama setahun terakhir.

Mahesa berdiri di samping Inara, mendengarkan semua pujian itu dengan dada yang bergemuruh hebat. Tangannya yang melingkar di pinggang ramping Inara merapat posesif, seolah ingin menegaskan kepada semua orang di ruangan itu bahwa wanita hebat ini adalah miliknya.

Namun, di balik senyum tampan yang dipamerkan Mahesa ke kamera, dia berbisik rendah di dekat telinga Inara.

"Kamu lihat? Mereka semua memujamu. Tapi ingat, Inara, malam ini kamu di sini sebagai istri saya."

Inara mempertahankan senyum manisnya di depan sorotan kamera, namun suaranya keluar begitu dingin dan menusuk dari sela-sela bibirnya.

"Saya tahu, Pak Mahesa. Nikmati saja panggung Anda malam ini, karena setelah selesai saya hanya ingin kebebasan dari Anda. Rasanya sudah mu-ak berpura-pura sperti ini!" Bisik Inara.

Mata Mahesa berkilat tajam. Pria itu menyadari, beberapa meter di sebelah kanan mereka, Arga sedang berdiri bersama jajaran manajer lain. Arga menatap Inara dengan tatapan kagum yang sangat murni, namun saat mata Arga berbenturan dengan mata Mahesa yang sarat akan ancaman membunuh, Arga terpaksa menundukkan kepalanya, mundur perlahan.

Bukan hanya Arga, namun ternyata di sana juga ada Clarissa. Sudut matanya melihat keberadaan dia yang mencoba bersembunyi diantara karyawan lainnya karena takut ketahuan oleh Pak Raharja dan Bu Karina, mantan mertuanya.

Sepanjang acara, Inara menjadi pusat perhatian. Saat ia berbicara dengan para petinggi perusahaan, tutur katanya cerdas, elegan, dan penuh percaya diri. Dia tidak sedikit pun melirik ke arah Mahesa, seolah suaminya hanyalah pajangan yang tidak penting.

Mahesa terus mengawasi, rasa cemasnya berubah menjadi frustrasi. Dia sadar, sejak semalam, Inara telah berubah. Pertahanan Inara bukan lagi kemarahan atau tangisan, melainkan ketenangan yang mematikan.

Di tengah kerumunan yang memuja kecantikan Inara, seorang tamu VIP mendekat.

"Nyonya Mahesa, saya mendengar ada proyek baru yang akan dipimpin oleh suami Anda. Namun, melihat kecerdasan Anda malam ini, saya rasa perusahaan akan lebih beruntung jika Anda yang memegang kendali teknisnya."

Suasana mendadak hening. Mahesa menegang, menanti jawaban Inara. Inara terkekeh pelan, tawa yang terdengar sangat anggun namun dingin. Dia menoleh ke arah Mahesa, menatapnya tajam tepat di manik matanya dengan senyum yang hanya bisa dilihat oleh suaminya.

"Suami saya nanti kedepannya yang mengambil alih, Pak. Dia jauh lebih hebat dari saya!," ucap Inara dengan nada yang mengandung makna ganda yang hanya dimengerti Mahesa.

Mahesa pergi mendekat ke arah sang Ayah yang memanggilnya. Sedangkan Inara lebih memilih menepi. Dia ingin segera terlepas dari Mahesa.

Seorang pria muda bertubuh jangkung dengan setelan jas abu-abu modern melangkah mendekati Inara Wajahnya tampan, dengan senyum ramah yang langsung membuat mata Inara membelalak tidak percaya.

"Inara? Kamu... Inara kan?"

Inara tersentak. Suara itu begitu familier. "Gavin? Gavin Reno?"

Pria bernama Reno itu terkekeh, matanya berbinar senang.

"Ya ampun, Ra! Benar ternyata! Aku hampir pangling melihatmu malam ini. Kamu luar biasa memukau," puji Reno tulus.

Dia langsung mengulurkan tangan, yang disambut hangat oleh Inara dengan senyuman paling tulus dan lepas yang belum pernah dilihat Mahesa selama setahun ini.

"Kamu kok bisa ada di sini, Vin? Bukankah kamu kuliah di London?" tanya Inara, suaranya terdengar begitu hidup dan ceria, sangat kontras dengan nada sedingin es yang biasa dia gunakan di rumah.

"Ayahku baru saja pensiun bulan lalu, Ra. Jadi sekarang aku terpaksa pulang untuk menggantikan posisinya memimpin Mahardika Group," jawab Reno santai, namun tersirat wibawa seorang CEO muda yang mapan.

"Aku tidak menyangka teman satu kelompokku saat kuliah dulu sekarang sudah jadi otak di balik suksesnya seorang Wakil CEO Dirgantara. Aku tak mengira kamu menjelma menjadi wanita yang hebat seperti ini, Inara."

Mahesa yang baru saja selesai berbicara dengan salah satu komisaris, langsung berbalik begitu mendengar tawa renyah Inara. Begitu matanya menangkap sosok Gavin yang berdiri terlalu dekat dengan istrinya. Bahkan tangan Gavin sempat menepuk bahu Inara dengan akrab sebagai sesama teman lama darah Mahesa mendadak mendidih.

Jika dengan Arga dia merasa kesal, maka dengan Gavin, rasa cemburu Mahesa meledak di level yang berbeda. Gavin setara dengannya. Gavin tampan, kaya, memimpin perusahaan besar, dan yang paling membuat Mahesa murka. Gavin memiliki masa lalu yang menyenangkan bersama Inara, sesuatu yang sama sekali tidak Mahesa miliki.

Sreeeeettttt

"Sayang kita pergi dulu, di panggil papa untuk bersiap!" Mahesa datang dan menarik pinggang Inara dengan posesif di depan Gavin.

"Vin, aku pamit dulu ya!" Inara pamit dan memberikan senyumannya kepada Gavin dengan wajah yang terlihat bahagia.

"Jangan bilang kamu seling-kuh dengan Gavin Mahendra!" bisik Mahesa.

"Tak masalah kan? Dia juga jauh lebih kaya. Lagi pula sebentar lagi aku akan lepas dari pria sepertimu! Apa tak masalah kamu terus merangkulku seperti ini? Aku melihat kekasihmu di sini juga! Dia pasti cemburu dan pada akhirnya merengek. Oh iya sebentar!" ucap Inara.

"Apa kamu sudah mengurus berkas perceraian kita?" tanya Inara.

"Itu urusanku! Aku yang memutuskan!" Mahesa menahan amarah.

"Tidak bisa, Mahesa. Seorang pria harus bisa menepati janjinya. Lihatlah Mantan istrimu di ujung sana menatap tajam ke arah kita! Dia pasti sudah tak bisa menahan diri untuk segera kembali bersama!"

"Diam Inara!"

"Aku akan diam kalau kamu menghubungi pengacara sekarang! Dan minta dia segera memasukkan berkas perceraian kita! Kalau tidak aku akan mengirimkan video bukti perselingkuhan kamu dengan Clarissa. Aku tak bodoh, kemarin aku merekam ciuman panas kalian! Apa yang akan terjadi kalau aku putar di sini sekarang!" ancam Inara.

"Inara! Kau! Dari mana kamu punya keberanian melawanku!" desis Mahesa.

"Karena ini adalah waktu yang aku tunggu! Sekarang hubungi pengacara atau aku akan meminta mereka memutarnya!" Tunjuk Inara ke arah para operator di samping panggung.

Mahesa mengepalkan tangannya dan dengan terpaksa dan penuh amarah menghubungi pengacaranya. Inara tersenyum manis mendengarnya.

"Kau sudah dengar kan?" emosi Mahesa.

"Baiklah! Sebentar aku harus memastikannya dulu!" ujar Inara sangat tenang.

Inara benar-benar berbeda dari kemarin. Dia mengambil ponsel dan menghubungi pengacara yang sudah di berikan Papa Raharjo kemarin. Memintanya mengkonfirmasi ke pengacara Mahesa dan memantau berkas tersebut. Memastikan berkas dengan aman sudah berada di pengadilan agama.

"Inara! Kamu?"

"Iya Mas Mahesa Dirgantara. Aku juga sudah menyiapkan pengacara. Karena aku sudah menunggu waktu ini semenjak mantan istrimu kembali!" jawab Inara dengan binar bahagia.

"Apa?" Mahesa meras harga dirinya hancur karena ucapan Inara yang ternyata malah sudah menyiapkan pengacara.

Sejujurnya, dia bahkan tak benar-benar ingin berpisah dengan Inara. Bahkan sekarang dia sangat ingin memiliki Inara sepenuhnya. Sen-tu-hannya kepada Inara beberapa kali selalu membuatnya ingin dan ingin lagi melakukan lebih jauh lagi dari sekedar ciuman dan sentu-han saja.

Bahkan saat melakukan bersama dengan Clarissa rasanya berbeda. Tak ada debaran dan sen-sa-si yang dia rasakan saat bibirnya bersen-tu-han dengan Inara. Bahkan rasanya dia tak pernah ingin melepaskannya kalau saja dia tak mementingkan egonya.

1
sunaryati jarum
Lega rasanya lihat Mahesa dikuliti kebobrokan akhlaknya, dan yang membongkar ayah kandungnya sendiri.Bravo, selamat.jadi Lelaki Kismin,Mahesa.Emak masih menanti bagaimana kehidupan kamu setelah semua fasilitas yang kau nikmati selama ini,dicabut.
Ambu Rinddiany Thea
hayuuu guys kita numpeng ngerayaiiin kehancuran nya s mahesa 🤭🫣
Ririn Susanti
M A M P U S
Hary Nengsih
itu blum ada penderitaan inara selama ini dh nyakitin segalanya ,,jangn sampe balikan ma inara
🐯⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁ニタ🧸💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Akhirnya Mahesa jatuh ke dalam dasar jurang, selamat menikmati akibat keegoanmu n kejahatanmu terhadap Inara. Begitu kamu sadar...berlianmu telah hilang, pergi jauh darimu dan tidak bisa kamu raih lagi....
nely_48
waduuuh mahesa beneran d usir oleh bpak n ibu nya ❓ hancur sampe jd bubuk kopi itu mh s mahesa, hanya demi sang mantan istri durjana nya
Arin
Satu kata untuk mu Mahesa..... Sokor.... sekarang saatnya menikmati jerih payahmu membahagiakan selingkuhan mu itu😁😁😁Ambilah dia yang kau anggap sempurna melebihi Inara. Tak taunya kembali hanya demi hartamu, tapi setelah tau kau tidak punya apa-apa lagi..... sebentar lagi dia juga pergi lagi.....
Rieya Yanie
nikmatilah hasil tipu daya bersama wanita pujaanmu mahesa
hasana
ketawa karena mahesa mulai menderita boleh kali yaaa 🤭🤭🤭
Yam_zhie: astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah Inara sdh bebas dari Mahesa dan sekarang Inara sdh pergi , jgn sampai Mahesa bisa bertemu Inara lagi biarkan Mahesa dgn perempuan idaman nya dan paling Mahesa cintai sekarang Mahesa sdh miskin apakah Clarisa mau bersama Mahesa .
Dew666
🩵🩵🩵
Mundri Astuti
hmmmmmm ....apa loe cari" Inara lagi...
sana bawa tuh cewek benalu...
Rahma
Alhamdulillah akhirnya keadilan buat Inara dtg jg, silahkan nikmati hasil dr kelakuanmu mahesa
Oma Gavin
Alhamdulillah mahesa kere dan pastinya clarisa ngga mau lagi dan cari mangsa baru kaya .eskipun sdh tua om" gendut ngga masalah yg penting ada duitnya
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
silahkan pertanggungjawabkan semua bersama clarissa ya mahesaa
nely_48
Gavin kau bantu lindungi inara ya, sampe keadaan inara tenang n pulih dr trauma nya
Muft Smoker
waaaah ada apa niih ,,
kak ayoo donk ,,
dtggu pake. bangeet kelanjutan ny ,,
pengen liat muka ungu mahesa krn kenyataan tak sesuai ekspetasii ny ,, Dan muka ijooo Clarissa krn semua tdk sesuai keinginan ny 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dew666
🩵🩵🩵
sunaryati jarum
Harus sabar melihat kejutan untuk Mahesa
sunaryati jarum
Setelah lepas dari tekanan Mahesa kau menemui kebahagiaan,Insra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!