Setelah empat tahun berusaha keras untuk melupakan cinta pertamanya, pada akhirnya Jennifer Graciela harus bertemu dengan pria yang sangat dibencinya itu. Sialnya, dia dipaksa untuk menerima perjodohan yang sudah disetujui oleh dua keluarga.
Dia adalah Andrew Garfield Ratajasa, pria yang pernah memberikan cinta sekaligus luka. Keluarga Ratajasa akan menanggung seluruh biaya pengobatan ibunya jika Jenni bersedia menikah dengan Andrew.
Demi sang ibu, Jenni menerima perjodohan itu dan mengesampingkan perasannya yang masih sangat terluka. Dia terpaksa terjebak dalam sebuah pernikahan dengan pria masa lalunya.
Apakah Jenni akan mencintai Andrew seperti dulu? Atau akan semakin membenci pria yang membuat hatinya patas sepatah-patahnya itu?
***
" Aku bersedia menikah denganmu karena Mama, jadi jangan berharap lebih " ~ Jennifer Graciela.
" Aku tidak peduli, sekarang kamu adalah istriku " ~ Andrew Garfield Ratajasa.
***
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Tiket Pesawat
Pagi ini cuaca terlihat sangat mendung, persis seperti wajah Jenni yang terus saja ditekuk sedari bangun tidur. Wanita itu memang sedang marah pada Andrew yang telah memasukkan ularnya di saat dirinya pura-pura tertidur. Belum lagi suaminya itu terus menggodanya hingga mereka melakukan lagi sampai hampir subuh. Bayangkan betapa marah dan kesalnya Jenni lalu ditambah dengan tubuhnya yang juga terasa sangat lelah.
Mulutnya tidak berhenti mengeluarkan sumpah serapah yang tertuju pada Andrew yang malah masih tertidur dengan nyenyaknya. Tentu saja suaminya itu bisa tidur dengan nyenyak karena sudah mendapatkan obat dari sakit kepala dan uring-uringannya. Hal itu tentu saja membuat Jenni semakin kesal dan ingin sekali menyiram suaminya itu dengan air es.
" Andrew, bangun! Kamu harus bersiap-siap dan berangkat bekerja " ucap Jenni membangunkan Andrew dengan menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu.
Sebenarnya Jenni sangat malas melakukan semua itu dan berbicara dengan Andrew, tetapi jika tidak dibangunkan maka bisa-bisa suaminya itu akan terlambat pergi bekerja. Dia tentu saja tidak ingin hal itu terjadi, Andrew harus tetap datang tepat waktu walaupun statusnya adalah anak dari pemilik perusahaan.
" Eghh, nanti dulu, Jen. Aku masih mengantuk " jawab Andrew dengan suara serak dan mata yang masih terpejam.
" Pokoknya kamu bangun sekarang, Ndrew! Aku harus ke bawah dan menyiapkan sarapan, nanti kamu tidak akan bangun kalau tidak ada yang membangunkan " ucap Jenni menarik selimut yang menutupi tubuh suaminya itu.
Kedua mata Jenni langsung terbelalak ketika melihat tubuh Andrew yang tidak tertutup sehelai benang pun. Dia benar-benar lupa jika Andrew memang langsung tidur dan tidak sempat memakai pakaiannya setelah kegiatan panas mereka.
" Aaaaa " pekik Jenni sangat terkejut.
Spontan Jenni langsung menutup wajahnya dan membalikkan tubuhnya membelakangi Andrew yang malah terlihat sangat santai tanpa merasa malu. Malah Jenni yang merasa malu dengan wajah yang sangat merah karena melihat ular Andrew yang sedang berdiri tegak.
" Jen, kamu sengaja ya? Kamu mau kita main lagi, hmm? " tanya Andrew dengan suara yang menggoda istrinya itu.
" Ti-tidak, aku tidak sengaja " jawab Jenni menjadi gugup.
" Masa sih? " ucap Andrew seperti tidak percaya.
" Ya iya lah " jawab Jenni dengan ketus.
Jenni sengaja kembali memasang mode galaknya untuk menutupi rasa malu yang saat ini dia rasakan.
" Lebih baik sekarang kamu mandi lalu siap-siap. Aku akan menyiapkan baju kerja kamu " ucap Jenni pada Andrew.
Jenni melangkahkan kakinya menuju ruang ganti tetapi langsung terhenti karena mendengar suara sang suami.
" Jenni, tunggu! Ada sesuatu yang ingin aku berikan untuk kamu " cegah Andrew dengan cepat.
Kemudian, Andrew segera bangkit dari posisi tidurnya lalu meraih boxer dan memakainya. Dia mengambil sebuah amplop putih dari dalam nakas dan menghampiri Jenni yang masih membelakanginya.
" Untuk kamu " ucap Andrew memberikan amplop putih itu pada Jenni.
Jenni mengerutkan keningnya karena merasa heran sekaligus penasaran dengan amplop putih itu.
" Ini apa? " tanya Jenni menerimanya lalu menatap Andrew.
" Buka saja, nanti kamu akan tahu " ucap Andrew tersenyum.
Jenni pun menurut lalu segera membuka amplop putih itu karena sudah sangat penasaran. Kedua mata Jenni berbinar dan menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dari dalam amplop putih itu.
" Andrew? Ini serius? " tanya Jenni memastikan.
" Tentu saja, Jenni " jawab Andrew.
" Akhir pekan nanti kita akan ke Singapura untuk menjenguk Mama " ucap Andrew pada Jenni.
Di sana amplop putih itu terdapat dua buah tiket pesawat ke Singapura atas nama Andrew dan Jenni. Sudah sedari kemarin Andrew mendapatkan tiket itu tetapi memang belum sempat memberikannya kepada sang istri. Andrew tahu jika Jenni sudah merindukan Mama Mercy sehingga ia memutuskan untuk mengajak istrinya itu menjenguknya.
" Thank you, Andrew. Aku sudah sangat merindukan Mama " ucap Jenni langsung memeluk tubuh Andrew tanpa sadar saking senangnya.
" You're welcome, Babe " jawab Andrew langsung membalas pelukan Jenni.
Ini adalah momen langka karena Jenni yang memeluknya lebih dulu sehingga Andrew tentu tidak akan menyia-nyiakannya. Walaupun Andrew tahu jika pelukan itu dilakukan secara spontan tetapi dia tetap senang.
" Ehem, Sorry " ucap Jenni sadar lalu langsung mendorong tubuh Andrew pelan.
" Tidak masalah " jawab Andrew tersenyum.
" Kalau mau peluk lagi juga boleh " ucap Andrew menaik-turunkan alisnya menggoda Jenni.
Jenni pun langsung mengerucutkan bibirnya. " Ogah " jawab Jenni dengan ketus.
Andrew tergelak mendengar itu karena Jenni seribu kali lipat lebih cantik ketika sedang kesal seperti itu. Lagi-lagi Jenni hanya mendengus kesal saja tetapi tetap membiarkan suaminya itu tertawa sampai puas.
" Kita cuma bisa pergi dua hari saja karena aku harus tetap bekerja. Sabtu pagi kita akan berangkat ke Singapura dan Minggu malam kita kembali ke Jakarta. Tidak apa-apa, kan? " ucap Andrew setelah menghentikan tawanya.
" Iya, tidak apa-apa. Itu juga sudah lebih dari cukup " jawab Jenni mengerti.
Bisa mengunjungi dan menjenguk ibunya saja sudah membuat Jenni sangat bersyukur. Jenni tidak akan meminta banyak hal lagi dari Andrew, apalagi suaminya itu memang sedang sibuk-sibuknya di perusahaan.
" Cepat sana mandi! Jangan sampai kamu terlambat " ucap Jenni mendorong tubuh Andrew ke arah kamar mandi.
" Siap, Istriku yang sangat cantik dan seksi " jawab Andrew dengan mengedipkan salah satu matanya.
Seketika wajah Jenni pun langsung memerah mendengar ucapan dari Andrew tetapi lagi-lagi dia tidak ingin menunjukkannya dan memilih untuk memalingkan wajahnya. Sedangkan Andrew tertawa kecil melihat wajah istrinya yang memerah.
Setelah itu, Andrew segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan tidak lupa membawa sebuah handuk bersih bersamanya.
" Istriku benar-benar lucu " gumam Andrew dengan senyum yang tidak luntur.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘
saat posisi pemeran utama pria yang salah pasti dibuat mengemis maaf dan berjuang dapat kesempatan dan karakter pemeran utama wanita dibuat tegas tidak mudah memaafkan
tapi pda saat pemeran utama wanita diposisi yang salah, semudah itu dimaafkan, tidak perlu susa2 mengemis dan berjuang malah tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang dan semudah itu memaafkan