Melinda dijual oleh keluarganya, dia di jual pada sindikat penjualan manusia. berbulan-bulan hidupnya menderita karena harus tinggal di penampungan, dan ketika dia menyerah dia di pertemukan dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak sadarkah
Maaf ya gengs baru update semalam aku tepar 😭Sammy masih terkejut dengan sikap Melinda, tubuh lelaki itu masih diam mematung. Bahkan Sammy tidak menyadari bahwa Melinda keluar dari apartemennya.
“Daddy!” terdengar isakan Laura, hingga Sammy tersadar. Lelaki itu mengerjap kemudian melihat ke arah putrinya.
“Daddy, kenapa Kaka bersikap seperti itu padaku. Apa dia tidak merindukanku?” Wajah Laura langsung sendu. Bahkan isakan Laura berubah menjadi tangisan yang kencang. Bagi Laura, Melinda adalah segalanya, bahkan selama 4 bulan ini, dia tidak bisa lepas memikirkan Melinda. tapi, lihatlah Melinda malah berubah.
“Its, oke, Kaka mungkin lelah.” Dengan cepat, Sammy pun langsung menekuk kakinya, kemudian lelaki itu langsung memeluk Laura, menenangkan putrinya.
***.
“Aku tidak mau masuk, aku ingin ikut lagi,” ucap Laura ketika mobil Sammy sudah sampai di pekarangan. Tadi, setelah Laura tenang, Sammy memutuskan untuk membawa Laura pulang terlebih dahulu, karena dia ingin menyusul Melinda. Sebab, dia harus berbicara dengan wanita itu.
Sammy sempat berpikir, bahwa Melinda akan bersikap biasa saja setelah mengetahui semuanya. Tapi, ternyata dia salah. Jadi, Sammy sekarang berniat untuk meminta maaf secara langsung.
“Kau, masuk dulu, oke. Daddy janji, Daddy tidak lama dan akan membawa Kaka melinda.” Sammy berusaha membujuk putrinya,
"Tpi, daddy berjanji akan membawa kakak padaku?" tanya Laura sepertinya gadis kecil itu sedikit luluh dengan ucapan ayahnya, hingga Samy pun mengangguk, kemudian Sammy lnagsung turun dri mobil lalu setelah itu dia langsung mengantarkan Laura untuk masuk, dia juga harus mulai menjelaskan semua pada ibunya.
Beruntung sekarang sikap Elsi tidak seperti dulu. Jika dulu Elsi tampak tidak menyukai Kirea, mantan istri Sammy, tapi sekrang berbeda. elsi tampaknya bisa menerima Melinda apalagi Melinda menyelamatkan cucunya.
"Kenapa kalian pulang lagi?" tanya Elsi ketika Sammy masuk kedalam rumah.
"Mom, sepertinya Melinda belum memaafkan, aku akan menyusul Melinda ke rumah sakit, sepertinya Melinda akan memeriksakan kehamilannya, ini juga untuk pertama kalinya aku melihat calon anakku."
"Oh, ya sudah pergilah, biar Laura bersama Mommy,,” ucap Elsi.
"Daddy, awas saja jika daddy bohong, pokonya daddy harus membawa kakak melinda kemari." Kali ini Laura yang berbicara hingga Sammy langsung mengangguk.
”Baiklah, Daddy akan .....”
“Daddy!”
Tiba-tiba ada yang memanggil Sammy dari arah belakang, hingga Sammy yang sedang berbicara dengan Laura menoleh, mata lelaki itu membulat ketika melihat Vania, putri pertamanya ada di depannya.
Selama 4 bulan ini, Sammy beralasan edang berdinas di luar kota, karena Sammy tidak ingin Vania datang ke rumah ibunya, tentu saja karena selama 4 bulan ini Laura tinggal di rumah ibunya.
Selama bertahun-tahun, Sammy memang merahasiakan tentang Laura pada Vania, karena dia takut Vania membencinya dan tidak terima dengan kehadiran Laura, dan sekarang Vania malah ada di sini.
Vania menatap getir pada ayahnya, ternyata apa yang tadi dia dengar adalah benar. Tadi, sebelum datang ke rumah neneknya, Vania tanpa sengaja mendengar percakapan ibunya dan ayah sambungnya yang sedang membahas Sammy.
Tentu saja Awalnya Vania tidak percaya, hingga dia memutuskan untuk datang ke rumah neneknya. Vania masih tidak percaya bahwa ternyata dia memiliki adik yang berbeda ibu, bukan hanya satu melainkan ada beberapa anak yang berbeda ibu.
Dan yang paling membuat Vania marah, Ternyata selama 4 bulan ini, ayahnya berbohong. Selama 4 bulan ternyata ayahnya tidak pergi berdinas.
"Va-Vania!" Sammy berbicara dengan terbata. Wajah lelaki itu langsung panik. Apalagi, Sekarang Vania menatap Laura dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
“Daddy, kaka itu siapa?" Tanya Laura.
”Sungguh, aku membencimu, Dad.” Setelah mengatakan itu, Vania pun langsung pergi begitu saja, membuat Sammy mengusap wajah kasar. Lelaki itu pun bergegas untuk mengejar putrinya. Dan ternyata, ketika dia keluar Vania sudah naik kedalam mobil, dan sepertinya dia tidak bisa mengejar putrinya sekarang. Karena dia juga harus berbicara terlebih dahulu dengan Melinda.
***
Melinda mendudukan diri sejenak di taman yang ada di sebelah Apartemen, sepertinya wanita itu sudah tidak bisa menahan tangis kesedihannya. Melihat Laura, Melinda rasanya ingin menangis sejadi-jadinya, dia rindu anak itu, dia sangat ingin memeluk Laura, tapi luka akibat Sammy masih terlalu dalam dan sangat membekas.
Ya, Melinda sangat tau betul, Laura tidak bersalah. Tapi, Sammy sama sekali tidak pernah melihat ketulusannya untuk Laura. Bahkan lelaki itu menuduh Dia melukai Laura, jadi Malinda berpikir untuk tidak tergantung lagi dan tidak terkait lagi dengan apapun tentang Sammy, dan apapun yang berhubungan dengan Sammy, termasuk berhubungan dengan Laura. Karena dia tidak mau suatu hari dia terluka lagi.
”Laura, maafkan kakak, Kaka berharap, kau mengerti.” Melinda memukul-mukul dadanya yang terasa nyeri, kilasan ketika ucapan Sammy, bentakan Sammy dan teriakan Sammy kembali menyergap otak Melinda. dan yang paling membuat hati Melinda hancur adalah Sammy lebih mempercayai Aluna, dan menganggap ketulusannya pada Laura adalah sandiwara.
Setelah beberapa saat berlalu, ketika Melinda sudah bisa mengendalikan dirinya. Melinda pun bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan untuk menyetop taksi dan pergi ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit, Melinda langsung berjalan ke arah pendaftaran, dan setelah mendaftar Melinda harus menunggu selama dua jam lagi, karena dia harus melewati dua puluh antrian lagi.
Ketika sudah duduk, Melinda menghela nafas berkali-kali, wanita itu merasakan perutnya keram, kakinya sedikit ngilu. Rasanya, dia ingin menyenderkan kepalanya, tapi tidak ada tempat dia bersandar. Untuk pindah tempat pun Melinda sudah tidak mampu untuk berjalan.
Selama 4 bulan ini, Melinda menjalani kehamilannya dengan penuh tekanan. Dia acap kali di buat stres karena selalu memikirkan tokonya yang sepi, itu sebabnya perut Melinda sering terasa keram, apalagi dia mengandung anak kembar.
Sammy terus menatap Melinda, entah kenapa lelaki itu tidak berani menghampiri istrinya. Ya, saat ini Sammy sedang berada di rumah sakit, beruntung anak buah Rega masih mengikuti Melinda, hingga dia langsung menyusul kesini.
Hingga beberapa saat berlalu, Sammy memberanikan diri untuk berjalan ke arah Melinda, kemudian mendudukan diri di samping istrinya, hingga Melinda menoleh.
Sungguh, sekarang Melinda tidak ada tenaga untuk mengusir Sammy, atau pun berbicara pada lelaki itu, hingga pada akhirnya Melinda memilih untuk kembali menatap kedepan.
Hening
Melinda Dan Sammy sama-sama terdiam. Melinda terlalu malas untuk berbicara sedangkan Sammy terlalu bingung untuk berbicara apa.
Hingga pada akhirnya, nama Melinda di panggil, dan Melinda pun bergegas untuk masuk. Tentu saja Sammy mengekori dan mengikuti Melinda masuk.
”Apa, kembar!” Sammy terpekik, suaranya begitu melengking ketika mendengar ucapan dokter. Mata lelaki itu membulat sempurna ketika mendengar ucapan dokter yang mengatakan bahwa Melinda memiliki anak kembar.
Secara otomatis, Sammy langsung melihat ke arah istrinya. Hingga Melinda langsung memalingkan tatapannya ke arah lain, Sammy pernah menjadi lelaki yang paling berharga untuknya, tapi sayang dia di mata Sammy malah sebaliknya. Jadi apapun yang dilakukan Sammy sekarang tidak mampu menyentuh hati Melinda, sekalipun sekarang Sammy tampak terlihat senang ketika mendengar dia mengandung anak kembar.
Akhirnya acara pemeriksaan pun selesai, ketika Melinda bangkit Sammy dengan cepat berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.
” kau tunggu di sini aku akan menebus vitamin," jawab Sammy. Sebelum Melinda menjawab, Sammy sudah terlebih dahulu pergi.
Hingga beberapa saat berlalu Sammy sudah selesai menebus obat dan juga vitamin, dia bergegas untuk menghampiri istrinya.
“Ini ....” Ragu-ragu Sammy memberikan vitamin yang dia tebus. Lelaki itu takut Melinda tidak akan menerimanya. Tapi, dia salah. Ternyata Melinda menerima vitamin dari tangannya, lalu pergi begitu saja, hingga Sammy menyusul.
Ketika sudah diluar, Melinda langsung berbalik, kemudian hingga Sammy pun ikut menghentikan langkahnya.
“Sebelumnya, terimakasih sudah datang dan menebus vitamin ini. Aku akan mentransfer semuanya setelah sampai di apartemen. Dan juga, untuk saat ini dan kedepannya, kumohon jangan datang lagi kehadapanku. Aku bisa menjaga dan menafkahi kedua anakku sendiri, dan satu lagi, jika kedua anakku lahir, aku akan pergi dari apartemenmu. Kalau begitu aku permisi.”
Setelah mengatakan itu, Melinda pun langsung berbalik, kemudian wanita itu berjalan untuk menyetop taksi. Sedangkan Sammy, tentu saja lelaki itu diam mematung, dia tidak percaya Melinda mengatakan itu.
“Bukankah dia sudah tau semuanya, lalu kenapa sekarang masih marah.” Sammy membatin, sayangnya lelaki itu tidak menyadari bahwa Melinda mendengar pembicaraanya dengan Aril. Belum lagi, Melinda merasa hanya di jadikan alat pemuas nafsuuu saja, karena ketika Sammy mengetahui Melinda hamil, Sammy langsung berubah.
Si Sammy nyebelinya memang udah sampe ubun-ubun 😭