Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Selesai membersihkan meja makan...Rasti ikut nimbrung sama Mama dan mertuanya...
"Huft...."Keluh Rasti
"Kenapa Ras???"Tanya Umi
"Tidak papa Umi...Ini cuma kecapekan aja.."Ucap Rasti sambil memijat- mijat kakinya
"Ohh...Emang berapa ronde tadi malam nak...Kog kelihatan nya capek banget kamu ???"Tanya Umi sambil tersenyum tipis
"Maksudnya ronde apa Umi??? "Tanya Rasti yang tak mengerti dengan maksud perkataan
mertuanya itu...
"Yah masak kamu tidak mengerti sih nak.."Ucap Umi lagi
"Beneran dech Umi, Rasti tidak mengerti maksud Umi"Ucap Rasti merasa bingung
" Ya sudah lupakan saja lah ."Ucap Umi
"Oh iya Ras..Mana suami kamu????"Ucap Mama yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan ku dengan Umi
"Mas Azmi ke pesantren Ma...Katanya ada perlu...Emangnya tadi tidak pamitan sama Mama..."Ucap Rasti
"Ohh tadi Mama lagi ke kamar dulu sebentar...Mungkin pas itu Azmi keluar Ras.."
"Iya Bu ..Tadi cuma pamit sama saya ...Soalnya ibu tadi ke kamar..."Ucap Umi
"Lagi nonton apa sih Mi...Kog kayak nya seru banget.."Tanya Rasti
"Ini lho Ras..Nonton gosip...Biasa Ibu- ibu Ras..."Ucap Umi
"Emang nya ada gosip apa Mi.."
"Itu ada artis yang menikah Karna di jodohkan...Terus cerai Ras...Padahal baru sebulan menikah...masih anget- angetnya "Ucap Umi
"Emmm Semoga saja pernikahan ku sama mas Azmi tidak seperti itu .. "Ucap Rasti pelan sambil menatap ke arah layar tv yang sedang menayangkan gosip yang Umi ceritakan kepadaku
"Hah??? Kamu ngomong apa Ras???"Tanya Umi
"Oh enggak Umi...Aku cuma berdoa saja semoga pernikahan ku sama mas Azmi tidak seperti mereka..."
"Nauzubillah Ras...Jangan sampai kalian bercerai....Perceraian itu hal yang sangat di benci sama Allah..."Ucap Umi
"Iya Umi..."
"Dalam rumah tangga itu biasa kalau ada pertengkaran...Tapi jangan sampai pertengkaran itu di biarkan terlalu lama...Agar tidak sampai terjadi perceraian itu ..."Nasehat Umi kepada Rasti
"Terus bagaimana agar pertengkaran di dalam rumah tangga itu tidak berlarut-larut Umi..."Tanya ku
"Caranya harus ada yang mengalah nak...Dan juga sabar dalam menghadapi sifat dan sikap pasangan kita..."
"Ohhh begitu yah Umi.."Ucap Rasti sambil ngangguk-ngangguk pelan
"Makanya kamu harus banyak bersabar Ras...Namanya juga kita berpartner sama seseorang...Kadang ada perbedaan pendapat...Jangan dikit- dikit emosi..."Sindir Mama
"Emang nya siapa yang emosi Ma.."Ucap Rasti
"Yah mana Mama tahu..Siapa yang biasanya dikit-dikit ngambek...Masak Mama Ras.."
"Ish Mama nih buka aib aja sih... Rasti kan malu sama Umi Ma..."ucap Rasti sambil menekuk wajahnya... Dan memonyongkan bibirnya...
"Hehehe gpp kog nak...Yang penting kamu bisa berubah agar rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah.."Ucap Umi
"Amin...Terima kasih Umi.."
Umi hanya membalas nya dengan senyuman...Mereka pun melanjutkan nonton Tv lagi sambil terus meledek pengantin baru yang ikut nimbrung di situ....
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat...Adzan dhuhur berkumandang di masjid An-Nur...
"Alhamdulillah sudah dhuhur...Ayo kita sholat bu..Ras..."Ucap Umi...
"Emmm iya Bu..Kita sholat di masjid atau di rumah saja Bu.."Ucap Mama
"Kita sholat di rumah saja Bu... Setelah itu kita masak buat makan siang.."Ucap Umi
"Iya sudah mari...Ibu yang mengimami yah.."Ucap Mama
"Iya Bu..Mari Bu...Rasti kamu juga ikut ke mushollah yah...Kita sholat berjamaah di rumah saja.."Ucap Umi
"Baik Umi.."
Semuanya bubar untuk mengambil mukenah di kamarnya masing-masing...Setelah itu baru mereka sama-sama berwudhuk dan berjamaah di imami oleh Umi...
Selesai sholat dhuhur...Rasti membantu Mama dan Umi memasak untuk makan siang...Terdengar suara Abi dan Papa yang baru pulang entah darimana...Umi menyambut Abi dan Papa di ruang tengah..
"Abi sudah pulang???"Ucap Umi
"Iya Mi...Habis keliling sama Rendra.."
"Ohh.. Bagaimana kalau Umi bikinin es teh buat Abi dan pak Rendra.."
"Boleh juga tuh Mi... Kebetulan kami juga sudah haus...Yah kan Ren???"
"Iya Al...Kalau ada cemilannya juga tambah mantap tuh Al.."
"Bener juga Ren...Apa Umi punya cemilan yang anget-anget gitu???"Ucap Abi
"Ada Bi...Itu menantu kita lagi goreng bakwan sayur...Cocok di makan sama petis Bi...Biar aku hidangkan buat kalian sebentar yah..."
"Ya sudah kami tunggu di teras yah Mi.."
"Iya Abi..."
Umi pun kembali ke dapur untuk membuat dua gelas es teh manis dan juga menata bakwan sayur yang masih hangat buatan Rasti...
"Buat siapa Mi???"
"Buat Abi dan Papa kamu Ras..Mereka baru pulang dari keliling katanya.."
"Ohhh...Biar saya saja yang antarkan Bu.."Ucap Mama
"Gak usah Bu...Biar saya saja..."Ucap Umi...
Umi segera membawa es teh dan bakwan sayur itu ke teras...Dan memberikan nya kepada Abi dan Papa yang sedang asyik mengobrol....
"Silahkan diminum dan di cicipi bakwan nya.."Ucap Umi
"Terima kasih yah Mi.."Ucap Abi
"Iya Mi...Ya sudah Umi ke belakang lagi yah Bu..Mau masak sama Bu Meida dan juga Rasti.."
"Iya silahkan Mi.."
Umi pun kembali sambil membawa nampan kosong ke dapur... Mereka melanjutkan aktivitas memasaknya...
supaya dia merasakn kehilangan