Binar Ayudhisa Daneswara harus terpisah dengan kekasih nya Kenzie Janardana, sepasang kekasih saling mencintai itu harus menjalani LDR karena Kenzie harus mengambil S2 di luar negeri.
Binar tidak tau jika kepergian Kenzie bersama dengan sahabatnya Mozza yang diam-diam mencintai Kenzie dan selalu merasa tau tentang Kenzie kebiasaannya dan hobbynya.
Di karenakan kesibukan mereka perpisahan yang seharusnya masih bisa membuat hubungan mereka tetap terjalin akhirnya tidak pernah kontak lagi, mereka terpisah oleh jarak dan waktu.
Malam sebelum mereka berpisah Binar telah menyerahkan miliknya yang berharga ke Kenzie kekasihnya itu.
Bagaimana kisah cinta segitiga Binar-Kenzie-Mozza.. yuk ikuti ceritanya..
Salam,
ariista
🩷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danish Bertemu Kenzie
Danish lelaki tampan sang player memiliki tubuh tegap atletis tinggi, berambut sedikit gondrong, dengan penampilan yang selalu klimis. Saat ini Danish sedang berada di apartemen miliknya, setelah sore tadi ia menghabiskan waktunya dengan Clara.
Danish sedang berada di balkon kamarnya sambil merokok dan menikmati wine mahal miliknya.
Danish besok pagi berencana akan mendatangi kantor Kenzie tunangan dari Clara.
Danish yang belum tau seperti apa hubungan Clara dan Kenzie akan mencoba bernegosiasi dengan Kenzie. Danish ingin memiliki Clara, ia akan membeberkan hubungannya dengan Clara.
Danish sudah meminta asistennya Bram untuk membuat appointment dengan Kenzie.
Sambil menyesap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, Danish tersenyum smirk. Apa yang tidak mudah ia dapatkan. Danish belum pernah bekerjasama dengan perusahaan Kenzie, dan Kenzie juga baru menggantikan posisi papanya sebagai CEO.
Malam semakin larut Danish masih menikmati malamnya seorang diri di balkon kamarnya. Dirinya pernah patah hati kekasihnya berselingkuh dengan kolega bisnis nya.
Sejak saat itu Danish tidak pernah berhubungan dengan wanita secara serius baginya wanita hanya untuk melepaskan hasratnya yang butuh pelampiasan dan ia selalu memakai pengaman, dan sekarang setelah bertemu dengan Clara dirinya sudah terpikat dengan wanita itu.
Danish ketiduran di sofa balkon sampai ia terbangun sudah dini hari dan pindah ke kamarnya.
Keesokan paginya Danish sudah bersiap akan pergi ke kantor Kenzie, ia sudah di jemput oleh Bram asistennya.
Danish sudah berada di dalam mobil bersama Bram.
"Selamat pagi Tuan,"
"Pagi Bram, langsung ke kantor JD Corp,"
"Baik Tuan, apa Tuan sudah sarapan?"
"Belum kamu mau traktir?"
Bram nyengir.
"Gak kebalik nih Tuan,"
"Ya udah ke coffe shop depan aja dulu, sarapan sebentar,"
"Baik Tuan," Bram dengan semangat melajukan mobilnya ke coffe shop yang tidak jauh dari apartemen.
Dua pria lajang tersebut keluar dari mobil dan berjalan memasuki coffe shop.
Para pengunjung yang sudah duluan duduk mengalihkan tatapan mereka ke dua pria tampan yang membuat mata mereka blink-blink, bersinar terang terutama cewek-cewek.
Bagi Danish hal tersebut sudah biasa baginya. Mereka berdua mengambil posisi di ujung di jendela yang bisa melihat pemandangan luar.
"Bagaimana kalo kamu hubungi asisten tuan Kenzie dan katakan kepadanya bertemu di cafe ini saja,"
"Baik Tuan saya hubungi dulu sekalian saya pesankan kopi dan sarapan Tuan, mau sarapan apa Tuan?"
"Coffe latte dan sandwich tuna aja, jangan lupa air mineralnya,"
"Baik Tuan," Bram beranjak dari duduknya ia pergi memesan pesanan untuk tuannya dan juga dirinya.
Bram menelpon Desta asistennya Kenzie. Desta akan sampaikan ke atasannya dan ia akan mengabarkan ke Bram jika sudah mendapatkan jawaban dari atasannya.
Danish dan Bram baru selesai menikmati sarapannya ketika datang dua lelaki tampan lainnya ke meja mereka.
"Selamat Tuan Danish, Bram," sapa Desta yang sudah mengenal Danish dan Bram.
"Pagi, Tuan Kenzie Desta," jawab Bram sambil berdiri.
"Silahkan duduk tuan Kenzie, Desta,"
Kenzie tersenyum tipis.
"Terimakasih Bram," ucap Desta, membiarkan bosnya duduk.
"Bram, saya akan bicara empat mata saja dengan tuan Kenzie,"
"Baik Tuan," Bram mengkode ke Desta untuk pergi dari meja bos mereka.
Bram dan Desta menjauh dari meja bosnya.
"Kenalkan saya Kenzie," Kenzie mengulurkan tangannya ke Danish.
"Danish,"
"Bagaimana Pak Danish apa yang akan anda sampaikan ke saya?"
"Baiklah Pak Kenzie, begini sebelumnya ini kita bicara secara pribadi dulu baru nanti urusan pekerjaan rencananya saya akan mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaan Bapak,"
Kenzie mengerutkan keningnya.
"Bicara secara pribadi maksudnya apa ya?"
"Ohh itu, begini pak Kenzie sebelumnya saya minta maaf jika saya menanyakan masalah pribadi dengan anda,"
"Langsung aja pak Danish, masalah apa?"
"Tentang tunangan anda Clara pak Kenzie,"
"Clara? Kenapa dengan dia? Apa Bapak kenal dengan dia?"
Kenzie semakin penasaran hal apa yang akan disampaikan CEO di depannya ini.
"Begini pak, saya dan Clara sudah melakukan hubungan yah.. anda pasti taulah," Danish mencoba memancing Kenzie melihat dari raut wajahnya apakah marah atau tidak.
Kenzie mengerutkan alisnya.
"Saya masih belum jelas, apa maksud Bapak, apa maksud Bapak berhubungan ranjang dengan Clara?"
Tatapan mata kedua lelaki tampan tersebut saling menatap, Danish mencermati dari sorot mata Kenzie apakah ada kemarahan dari sorot mata itu.
Kenzie tersenyum tipis, Danish heran.
"Kenapa anda malah tersenyum? Apa ada yang salah?"
"Apa anda ada bukti jika anda dan Clara memiliki hubungan ranjang, apakah anda menyukai Clara?"
"Pak Kenzie, maaf bukankah anda tunangan Clara?"
"Iya saya tunangan Clara tapi saya tidak menginginkannya apakah anda ada buktinya? Kalo ada apakah boleh saya minta? Sebenarnya ini sudah ranah pribadi saya, saya sudah menikah pak Danish dan sudah memiliki anak, saya ingin memutuskan hubungan pertunangan kami, tapi papa saya masih ingin saya melanjutkan pertunangan sampai ke pernikahan,"
Danish mengamati penjelasan dari Kenzie dengan serius, itu artinya mereka harus bekerjasama untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
Kenzie ingin lepas dari Clara tunangannya yang tak dianggapnya dan Danish menginginkan diri Clara.
Danish manggut-manggut.
"Saya akan membantu anda pak Kenzie saya ada bukti saya dan Clara saya akan mengirimkannya kepada anda di video itu wajah saya yang saya blur wajah Clara tidak, saya rasa saya menginginkan Clara saya ingin memilikinya,"
Kenzie menatap wajah Danish serius, ia seperti mendapatkan jawaban dari do'anya untuk menyelesaikan permasalahan perjodohan yang tidak di inginkannya.
"Baiklah pak Danish saya tidak masalah jika anda ingin memiliki Clara, saya tidak menginginkan perjodohan saya ini tetapi orangtua kami yang memaksa saya sudah memiliki istri yang sangat saya cintai, dengan pertemuan kita ini saya mengucapkan terimakasih ke pak Danish, akhirnya saya mendapatkan jawaban dari doa saya, saya akan menyelesaikan masalah ini dengan Clara dan papa saya,"
"Sama-sama Pak Kenzie, saya juga lega jika Bapak dan Clara tidak akan sampai ke pernikahan, untuk urusan dengan Clara saya bisa meng-handle nya Pak Kenzie,"
"Baiklah Pak, terimakasih atas waktunya, jika ada waktu kita bertemu lagi membahas kerjasama, atau mau sekarang aja pak Danish?"
"Saya rasa, besok masih ada waktu Pak untuk kita bertemu membahas kerjasama, saya akan kabari ke Bapak lewat asisten saya Bram,"
"Baiklah, terimakasih atas pertemuan hari ini saya bisa lega sekarang,"
"Sama-sama Pak Kenzie,"
Kedua pebisnis muda tersebut berdiri dari duduknya dan saling berjabat tangan. Dari jauh kedua asisten bergerak menghampiri kembali bosnya yang sudah selesai berbicara.
Kenzie dan asisten Desta pergi meninggalkan coffe shop menuju ke kantor nya begitu juga dengan Danish dan asisten Bram akan menuju ke kantor Danish.
Di dalam mobil Kenzie tersenyum sumringah. Akhirnya ia bisa menyelesaikan pertunangan dengan Clara dia sudah mandapatkan kartu As Clara.
Kenzie akan menemui papanya kembali dan akan meminta papanya untuk tidak datang lagi menemui istrinya. Urusan keluarganya jangan di campuri oleh papanya. Kenzie akan menyelesaikan masalahnya sendiri, ia tidak ingin pertunangannya ini tidak selesai-selesai dan semakin berlarut-larut.
Kenzie ingin fokus mengurus keluarga kecilnya. Masih banyak PR buat Kenzie dan Binar menyelesaikan masalah mereka dengan kedua orangtua mereka. Belum lagi jika Mozza muncul entah akan ada drama apalagi. Mozza pasti akan mencari dirinya.
emang murahan sih gituan sebelum nikah.. wajar menderita itu karma..
paling ha suka cerita ceweknya gampangan laki2nya pecundang dan cemen.. gimana bisa bertanggung jawab sama keluarga bertanggung jawab sama keputusan sendiri jg ga bisa.. jd males bacanya
maaf thor