Rumput liar itulah julukanku
Cacian, hinaan dan makian menjadi makanan sehari–hari Raisa
Memiliki otak yang cerdas dan wajah cantik justru membuatku menjadi sasaran bullying bagi semua orang hanya karena kondisi keluarganya yang miskin
Setelah kembali dari kematian tragisnya Raisapun bertekad untuk membalas dendam kepada semua orang yang telah menyakitinya dimasa lalu, terutama mencari dalang dibalik kematianku yang mengenaskan
Mata dibalas dengan mata, siapapun yang menyakiti dirinya dan keluarganya akan Raisa balas berkali - kali lipat
Dengan bantuan kekuatan kalung liontin biru yang dia temukan sebelum kematian menjemputnya dan kini telah menyatu dalam tubuhnya, Raisa pun mulai membalaskan dendamnya satu persatu
Dalam perjalanannya membalas dendam,Raisa banyak menemukan fakta yang mengejutkan salah satunya adalah fakta jika dia dan sang kakak adalah pewaris asli keluarga Wu yang sedari awal berusaha untuk disingkirkan.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TABRAK LARI
Seharian ini Raisa terus memikirkan beberapa fakta mengenai sang ayah yang berhasil sedikit dia telusuri membuat Lili yang ada disampingnya merasa khawatir.
“Apa kamu sakit ?”
“Kenapa seharian ini kamu tampak murung ?”, tanya Lili cemas.
“Aku hanya kepikiran sesuatu saja. Jangan khawatir, aku baik–baik saja”, ucap Raisa sambil tersenyum lebar.
Lili hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat melihat kebohongan Raisa. Sebagai sahabat sejak kecil tentunya Lili sangat tahu bagaimana tingkah pola serta sifat sahabatnya itu.
Meski begitu, dia mencoba untuk mengerti dan memaklumi sikap Raisa yang terdiam tak seperti biasanya.
“Jika kamu perlu teman curhat, ada aku yang selalu ada untukmu”, ucap Lili hangat.
Setelah Lili mengatakan hal tersebut yang diangguki oleh Raisa sebagai jawaban, keduanya pun segera berpisah didepan gang karena arah rumah keduanya berbeda jalur.
Baru juga Raisa hendak membuka pintu pagar rumahnya tiba–tiba datang mpok Leni, wanita paruh baya yang bekerja dirumah makan ibunya datang dengan tergopoh–gopoh.
“Raisa, ibumu jadi korban tabrak lari dan sekarang sedang dilarikan kerumah sakit”, ucap mpok Leni dengan nafas ngos–ngosan karena habis lari.
Raisa yang mendengar kabar tersebut segera memesan taxi online dan membawa mpok Leni bersamanya menuju rumah sakit.
“Bagaimana ceritanya mpok sampai ibu bisa tertabrak mobil ?”, tanya Raisa cemas.
Begitu taxi yang Raisa pesan sampai didepan gang, keduanya pun segera naik untuk bisa menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan kerumah sakit mpok Leni pun menceritakan semua hal yang dia tahu dari cerita security yang kebetulan berada dilokasi kejadian ketika mobil dengan kecepatan tinggi tersebut menabrak Reliana.
Sementara dirinya dan Wati sedang berada di rumah makan melayani pembeli yang memang cukup banyak sore ini.
“Apa sudah lapor polisi mpok ?”, tanya Raisa penuh selidik.
“Pak Ahmad tadi sudah menghubungi pihak kepolisian karena curiga kasus tabrak lari ini seperti disengaja mengingat jika jalanan kala itu sangat sepi. Sementara mobil berwarna hitam ini melaju kencang dan sengaja berjalan sedikit kepinggir seperti sedang mengincar ibumu”, ucap mpok Leni menjelaskan.
Raisa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat mendengar penjelasan mpok Leni yang mengatakan ada seseorang yang memang sengaja mentargetkan ibunya, tapi siapa ?
Hal itu terus berputar dalam otak kecilnya hingga tak terasa keduanya telah tiba dirumah sakit tempat Reliana dibawa.
Begitu sampai, Raisa dan mpok Leni segera menuju UGD untuk mengetahui kondisi sang ibu disana.
“Bagaimana mbak kondisi ibu ?”, tanya Raisa penuh kekhawatiran.
“Bu Reliana masih diperiksa dokter didalam”, ucap Wati salah satu pelayan yang membantu dirumah makan milik ibunya sambil menunjuk ruangan yang ditutup oleh tirai putih didepannya.
“ Kamu yang sabar ya Raisa, doakan ibumu baik–baik saja”, ucap Wati sambil mengusap lengan Raisa untuk menguatkannya.
“Aku tadi juga sudah menghubungi Raymond setelah menutup warung, karena berada diluar kota dia akan datang terlambat. Tapi sekarang dia sudah dalam perjalanan pulang”, ucap mpok Leni menimpali.
Begitu tirai putih dibuka, Raisa bergegas maju saat perawat memanggil keluarga korban untuk segera mengurus administrasi didepan karena korban harus menjalani operasi akibat lengan tangannya patah.
Selama menunggu operasi berjalan, Raisa mengotak-atik ponselnya untuk melihat rekaman cctv didepan kawasan perniagaan tempat dimana ibunya mengalami kasus tabrak lari dan menyimpan video tersebut sebelum ada seseorang yang menghapusnya.
“Ini tugas pertama kalian. Tangkap hidup–hidup pengendara mobil itu. Semua data sudah aku kirim keponselmu”, perintah Raisa tegas.
Beni dan kawan-kawannya yang mendapat tugas pertama segera berpencar mencari keberadaan pengendara mobil hitam yang nopol dan cirri–cirinya disebutkan oleh Raisa dalam pesan.
Marco sedikit terkejut waktu tak sengaja melihat Raisa berjalan dilorong dekat dengan ruang operasi berada.
“Nona Raisa”, sapa Marco ramah.
Raisa sedikit terkejut dengan kehadiran Marco, tapi setelah menyadari jika Alexander masih dirawat dirumah sakit itu jadi diapun kembali tenang.
Tak mendapat jawaban dari Raisa, Marco pun kembali melayangkan pertanyaan “Siapa yang sedang dioperasi, teman atau kerabat ?”
“Ibuku”
“Korban tabrak lari dan sekarang sedang diusut kasusnya oleh petugas”, ucap Raisa menjelaskan.
Marco tak bisa menutupi rasa keterkejutannya dan kembali bersuara “Raymond, dia”
Belum juga Marco menyelesaikan ucapannya Raisa sudah berhasil menginterupsinya “Kakak sudah tahu dan sedang dalam perjalanan kemari”
“Jika tak ada hal yang ingin anda tanyakan lagi, saya akan kembali”, pamit Raisa sopan.
Sebelum Raisa berbalik, Marco kembali bersuara untuk membuat hati gadis itu tenang “Jika nona membutuhkan sesuatu, nona bisa mencari saya”.
“Dimengerti”, ucap Raisa datar.
Begitu Raisa pergi, Marco pun bergegas kembali kedalam ruangannya untuk menyampaikan berita tersebut kepada bosnya.
Alexander yang sedang berkutat dengan laptop dalam pangkuannya menatap heran kedatangan Marco dengan wajah panik.
“Ada apa ?”
“Kenapa wajahmu panik begitu ?”, tanya Alexander curiga.
“Nyonya Reliana bos”
“Nyonya Reliana berada diruang operasi sekarang akibat kasus tabrak lari yang menimpanya”, ucap Marco melaporkan.
Setelah meminum air dalam botol yang ada diatas nakas, Marco pun menceritakan pertemuannya dengan Raisa dilorong rumah sakit lantai satu.
“Hubungi pengacara dan usut kasusnya sampai tuntas. Aku mau pelakunya dihukum dengan berat”, perintah Alexander penuh penekanan.
Marco pun segera menghubungi pengacara keluarga Darton dan menyuruhnya untuk segera mengurus semuanya sesuai dengan perintah Alexander.
“Ada apa ?”, tanya Jack, tetua keluarga Darton sekaligus kakek Alexander curiga.
“Tuan muda menyuruh saya mengusut tuntas kasus tabrak lari yang menimpa nyonya Reliana”, ucap Matius sang pengacara melaporkan.
“Wanita itu lagi”
“Menurutmu, ada hubungan apa cucuku dengan janda dua anak itu ?”, tanya Jack penasaran.
“Mungkin lebih jelasnya anda bisa bertanya kepada Marco tuan”, jawab Matius sopan.
Semua hal pribadi yang berhubungan dengan Alexander, Matius sebisa mungkin tak ingin mencampurinya jika tak ingin mendapatkan masalah.
“Aku sebenarnya tidak masalah dia mau bersanding dengan siapapun, janda atau perawan dan apapun pekerjaannya asalkan dia wanita dan cucuku mau menikahinya serta bisa segera memberiku penerus itu sudah cukup bagiku”, ucap Jack curhat.
Sebenarnya sudah cukup lama Jack mendengar jika cucunya ini memberi perhatian lebih kepada wanita berstatus janda dengan dua anak tersebut.
Tapi begitu dipertegas, Alexander terus mengelak dan mengatakan jika dia membedakan perlakuannya kepada Reliana karena wanita itu telah menyelamatkan nyawanya, hanya itu sehingga Jack pun hanya bisa menghela nafas berat karena tak bisa kembali membuat mulut cucunya kembali terbuka.
“Jika begitu kamu urusi apa yang Alexander minta. Dan jika kamu mengetahui sesuatu, cepat beritahukan kepadaku”, ucap Jack penuh penekanan.
“Baik tuan. Jika saya mendapatkan informasi mengenai apa yang anda inginkan saya akan memberi kabar secepatnya”, ucap Matius patuh.
Setelah dirasa semua urusan didalam kediaman utama keluarga Darton telah selesai, Matius pun undur diri untuk langsung meluncur kekantor kepolisian dimana kasus Reliana dilaporkan untuk menindak lanjutinya sesuai perintah Alexander.
raisa msh 14 thn.. pentilnya aja bru numbuh ya ampunn
klo othor dr aqal jodohin sama alex knp di bkn umurnya sangat tuir.. 34 gilakk.. 25 aja pdhal.