NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan 101 Hari

Kontrak Pernikahan 101 Hari

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:174.6k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

follow Ig ainunharahap12.

Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.

Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.

Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.

"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.

"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.

"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 Alea dan Alvian debat

Perkataan Alvian membuat Adara tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.

Ya. Alvian ingin membebaskan Alea dari tempat neraka itu. Karena menurut Alvian itu semuanya sangat setimpal. Karena sebelumnya Alea pernah menyelamatkannya Alvian.

"Aku rasa penjelasan singkat itu sudah cukup mah. Aku mau istirahat dulu. Mama tanyalah dia. Jika ada yang ingin mama ketahui lagi. Aku dan Alea tidak terlalu mengetahui. Kami hanya bertemu beberapa kali," sahut Alvian dengan suara tenangnya.

Adara tidak mengatakan apa-apa lagi. Sementara Alvian langsung berdiri dari tempat duduk yang dan langsung kekamarnya.

Adara menghela nafasnya. Tidak tau bagaimana tanggapannya melihat kedatangan Alea di rumahnya dengan cerita singkat putranya.

*********

Alea sekarang berada di dalam kamar dengan kebingungan yang melihat di sekitar ruangan kamar itu.

"Jadi dia membawaku kerumahnya. Tapi kenapa mamanya berbeda dan tadi ternyata itu adiknya. Aisss aku jadi bingung dengannya. Banyak sekali keluarganya," Alea garuk-garuk kepala dengan jarinya karena kebingungan dengan keluarga Alvian.

Tok-tok-tok-tok.

Alea menghampiri pintu ketika ada yang mengetuk.

"Tante!" sahut Alea gugup. Saat Adara yang memasukinya kamarnya.

"Ini! Tante bawakan kamu baju ganti, sebelum istirahat sebaiknya kamu itu mandi dulu dan ini Tante bawakan kamu obat. Luka kamu harus segera diobati," ucap Adara dengan lembut yang sangat perhatian kepada Alea.

"Makasih Tante. Seharusnya tidak repot-repot," sahut Alea yang merasa tidak enak. Dia saja begitu segan sudah berada di rumah itu dan sekarang diperlakukan dengan sangat baik Alea jelas merasa sangat tidak enak.

"Kamu tamu di rumah kami. Jadi tamu harus diperlakukan dengan baik," ucap Adara tersenyum.

"Ya sudah sana. Kamu mandi," ucap Adara.

"Iya Tante," sahut Alea yang kembali masuk kedalam kamarnya.

Adara menghela nafasnya dan menutup pintu kamar langsung pergi dari kamar Alea.

********

Setelah mandi dan sudah merasa lebih fresh dan pakaian yang diberikan. Adara juga sangat cocok dengan pakaian yang di berikan Adara. Tidak tahu itu pakaian siapa. Alea duduk di pinggir ranjang dengan Alea yang menoleh kearah nakas dan melihat kotak obat yang sebelumnya di berikan oleh Adara.

Alea mengambil obat yang bisa mengobati ujung bibirnya.

"Isssss, masih begitu perih!" gumamnya yang kesakitan.

"Katanya Dokter, itu saja kesikatan!" tiba-tiba terdengar suara sahutan yang membuat Alea melihat ke arah pintu dan ternyata Alvian yang sudah tidak tau sejak kapan berada di sana.

"Issss dia memang beda sendiri. Mamanya masuk mengetuk pintu dan dirinya," umpat Alea dengan kesal pada Alvian.

Alvian memasuki kamar dan menghampiri Alea dengan berdiri di depan Alea.

"Mamang Dokter bukan manusia yang tidak bisa merasakan sakit, aneh!" ketus Alea.

"Aku pikir iya," sahut Alvian dengan mengangkat kedua bahunya membuat Alea kesal. Alvian mengambil obat yang di pegang Alea yang belum sempat di obati Alea pada lukanya.

Alvian berjongkok di depan Alea dan langsung mengobati Alea. Hal itu membuat Alea sedikit kaget dengan perlakuan Alvian.

"Hanya seperti ini saja langsung mengeluh," ucap Alvian geleng-geleng.

"Ya namanya sakit. Memang ada manusia yang tidak merasakan sakit," kesal Alea.

"Udah nggak usah curhat. Tragisnya hidupmu tidak akan ada habisnya jangan mencari iba dari orang lain," ucap Alvian.

"Kau yang membuatku terlihat iba. Apa yang kau katakan tadi kepada adik dan juga mama mu. Kau mengatakan aku ditindas ibu tiri dan di jalanan. Issss kau itu menyebalkan,"  umpat Alea kesal.

"Itu memang kenyataan. Bukannya saat pulang kau langsung mendapatkan tamparan, makian, dan juga dikurung di dalam kamar dan setelah kau melarikan diri. Kau juga kembali dikurung dan tidak diberi makan. Bukannya benar kata Fisya. Kau anak tiri seperti di sinetron," ucap Alvian sembari tersenyum miring.

"Siapa yang tidak di beri makan. Itu rumahku dan aku bebas makan," sahut Alea.

Grukkkkk.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari dalam perut Alea, Alvian yang mendengarnya ingin ngakak. Baru saja dia mendengar bantahan Alea dan sekarang malah suara perut keroncongan Alea terdengar begitu kuat yang membuat Alea memejamkan matanya yang merasa malu di depan Alvian.

"Berapa hari kau tidak makan!" ejek Alvian yang masih menertawakan Alvian.

"Isssss kau!" geram Alea sudah tidak bisa mengelak lagi dan hanya menahan rasa malu di depan Alvian.

"Kau akan punya hutang budi banyak padaku. Aku sudah memberimu tempat tinggal dan juga akan memberi makan malam ini. Jadi kau harus tau diri," ucap Alvian.

"Dasar perhitungan," desis Alea dengan kesal

Alvian berdiri dari jongkoknya dengan berkacak pinggang di depan Alea.

"Ayo keluar!" ajak Alvian.

"Mau kemana?" tanya Alea.

"Memberi cacing mu makan yang meronta-ronta di dalam perutmu yang kelaparan," jawab Alvian.

"Kau keluar sebelum ibuku yang datang ke kamar ini dan membawakan makanan. Jiwa simpatiknya akan keluar. Jadi Jangan jadikan dirimu nyonya yang harus dilayani cepat keluar. Jika ingin makan!" tegas Alvian yang langsung keluar dari kamar Alea.

Alea menghela nafasnya yang mau tidak mau harus mengikuti Alvian karena dia memang sangat lapar dan ingin makan.

*********

Alea dan Alvian duduk di meja makan yang saling berhadapan dengan satu pelayan yang menyiapkan menu makanan di atas meja. Alea merasa seperti berada di Restaurant mewah yang dilayani oleh pelayan dengan makanan yang sangat banyak jenisnya.

"Kau jangan malu-malu, makanlah!" ucap Alvian yang tahu jika alea sebenarnya pasti malu apalagi dirinya sejak tadi berada di depan Alea.

"Kau tidak ingin makan?" tanya Alvian menaikkan 1 alisnya.

"Atau ingin di suapi," goda Alvian.

Alea hanya berdesis mendengarnya dengan wajah kesalnya.

"Iya aku makan," sahut Alea yang langsung mengambil nasi ke dalam piringnya.

"Jika ingin makan banyak, makan yang banyak siapa tahu besok juga tidak akan bisa makan, Jadi buat stok pada perutmu," ucap Alvian.

"Mulutmu merocos terus.  Walau aku begitu lapar. Tetapi dengan mulutmu yang tidak berhenti mengoceh. Selera makanku juga akan hilang," kesal Alea.

"Alvian kau dengar ya. Aku itu bisa hidup di luaran tanpa keluargaku. Aku itu pernah kabur dari rumah dan kuliah di Luar Negri dan kau lihat Aku baik-baik saja sampai saat ini aku juga bisa lulus sebagai seorang Dokter dan itu artinya jika aku berada di luaran aku juga tidak akan mati kelaparan," tegas Alea sembari mulutnya yang mengunyah makanan.

"Ohhhh seperti itu," sahut Alvian dengan santai yang juga makan.

Alea hanya bisa mengumpat kekesalan dengan Alvian yang selalu saja banyak bicara dan mengatakannya sesukanya.

Ternyata Alvian yang makan bersama dengan Alea di lihat Fisya dan juga Adara.

"Mah, sebenarnya kak Alvian itu punya hubungan dengan  kak Livia atau kak Alea sih?" tanah Fisya heran.

"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Adara.

"Ya mama lihat aja mereka berdua itu tampak dekat dan seperti ada sesuatu," kawan Fisya.

"Mama juga tidak tau Fisya. Mama tidak terlalu mengenal keluarga tuan Sandres dan selama ini mama Shandra hanya membicarakan masalah Livia dan mama juga tidak pernah mendengar nama Alea," jawab Adara.

"Lalu kak Alvian tadi menjelaskan apa pada mama tentang kak Alea?" tanya Livia penasaran.

Bersambung

1
Dyah Oktina
bukan ugd(unit gawat darurat)..tp icu(intensif care unit) kali thor.. yg ngurus orang kritis mah..
Dyah Oktina
alea...ngak tahu terima kasih sm alvian..dah d bantu banyak banget kamu..sampai d nikahi dgn mewah.. banyak banget protes dgn ke inginan alvian..mbok ya jd orang yg mau sama2 menguntungkan gitu loh
Dyah Oktina
ngak maksut ..aku nih dgn paragraf ini... maaf banyak yg salah kata jd rancu maknanya... pdhal ceritamu bagus2 loh thor.. sebaiknya d baca ulang sebelum d kirim ya thor... 💪🏻💪🏻😍
Dyah Oktina
???????
Rossida Sity
Thor byk kt kt yg salah tolong diperbaiki
Rossida Sity
Alexa jgn mw ditindas trz
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
🥰
Dian Ariestya
Luar biasa
Dian Ariestya
Lumayan
Noxera
keren
novi a.r
tks thor cerita dg ending yg bahagia.
novi a.r
alvian...alea itu ngidam kepiting yg d masak d atas kapal atuh...
novi a.r
so sweet alvian
novi a.r
good job alvian
novi a.r
good job fisya🤣
Herman Lim
thanks author semangat utk karya baru lain nya
Kasih Bonda
trima kasih
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ana
lnjut
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!