NovelToon NovelToon
Pawang Terakhir

Pawang Terakhir

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:147.8k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Patah hati melihat gadis yang di cintai lebih memilih pria lain membuatnya bertemu dengan seorang gadis keturunan kerajaan luar Jawa, gadis yang berbeda dari trah garis darahnya.

Perbedaan di antara mereka dalam segi apapun membuat mereka sering berselisih pendapat dan tidak akur namun siapa sangka waktu telah membuat mereka sering berjumpa.

Seiring berjalannya waktu, ada benih rasa yang sedang bermekaran namun hati yang masih tertambat pada sang mantan kekasih membuatnya melukai hati sang putri. Mampukah mereka bersatu dalam perbedaan dan keadaan atau mereka menyerah begitu saja?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Perkara memusingkan.

Syila menghadap dinding sambil memeluk guling. Bang Anom pun membiarkan saja semuanya daripada harus adu mulut dengan sang istri.

Bang Anom pun kembali fokus pada layar laptop nya dan mulai menggarap pekerjaannya yang tertunda.

"Mas..!!"

"Dalem." Jawab Bang Anom tapi arah matanya masih menatap layar laptop.

"Syila lapar." Kata Syila.

"Kalau lapar butuh Mas ya?" Ledek Bang Anom.

Syila diam saja tapi wajahnya penuh dengan kekesalan.

"Mau makan apa?" Tanya Bang Anom.

"Nggak jadi, biar saja Syila kelaparan sama anak Mas ini." Jawab Syila dengan ketus.

Bang Anom menepuk dahinya. Ia sungguh tidak bisa menerka mengapa sang istri begitu galak belakangan ini. Segala apapun yang di lakukannya pasti serba salah.

Sadar dirinya sudah membuat masalah, Bang Anom pun masuk ke dalam kamar. "Ada apa sih dek. Salahku opo? Kenapa Mas kena marah terus?"

"Mas tuh ya, emang nggak bisa ngertiin Syila atau nggak mau ngertiin Syila. Kalau tau jadi istrinya Mas sesulit ini lebih baik Syila ikut sama Bang Suta. Setidaknya Bang Suta tau apa yang di inginkan adiknya." Jawab Syila dengan nada emosi.

"Apa yang Mas nggak berusaha ngertiin kamu???? Kamu nggak mau dekat sama Mas saja Mas masih mengalah. Kalau memang nggak mau makan ya sudahlah, tinggal bilang apa mau mu saja pakai harus drama seri tiga episode. Saya pulang kerja sudah capek.. kamu lagi malah buat emosi." Gerutu Bang Anom karena dirinya memang benar-benar sedang lelah fisik dan pikiran karena akan menjabat sebagai Danki baru kompinya.

Syila bangkit begitu saja dari posisinya lalu mendorong lengan Bang Anom agar secepatnya keluar dari kamar dengan tangisnya. Secepatnya Syila mengunci pintu kamar dengan rapat.

"Terserah lah.. kelaparan juga perutmu sendiri..!!!" Bentak Bang Anom kemudian melanjutkan pekerjaannya meskipun tidak sepenuhnya pikirannya bisa terfokus pada pekerjaan nya.

...

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan Bang Anom mulai merasa lapar. Ia melihat kamar masih tertutup rapat tanpa terdengar suara apapun. Di saat perutnya lapar pastinya Syila juga merasakan lapar.

Bang Anom membuang nafas panjang lalu menutup layar laptop nya. Ia mengetuk kamar Syila.

"Dek.. keluar cari makan yuk..!!" Ajak Bang Anom tapi tak ada jawaban dari istri kecilnya. "Dek.." sekali lagi Bang Anom masih berusaha membujuk Syila dan sekali lagi ini pula tidak ada jawaban dari Syila.

***

Tengah malam Bang Anom meminta ajudannya untuk membelikan nasi goreng, makanan cepat dan rata-rata favorit para abdi negara di manapun berada.

"Kamu benar nggak beli nasi goreng?" Tanya Bang Anom pada ajudannya.

"Siap Danki.. tadi saya sudah makan, sudah terlalu kenyang." Jawab ajudan Bang Anom.

"Ya sudah, terima kasih ya. Maaf saya ganggu waktu istirahat mu."

"Siap.. aman Danki."

~

Bang Anom kembali mengetuk pintu kamar tapi untuk kesekian kalinya Syila tidak mau membuka pintu kamar. Hati Bang Anom menjadi resah luar biasa karena Syila tidak pernah semarah ini padanya sebelumnya.

"Kenapa sih Syila jadi begini?? Dimana letak kesalahanku?? Apa sungguh ucapanku sangat kasar sampai melukai hatinya?" Gumam Bang Anom.

Laparnya seketika hilang, ia tidak jadi makan karena Syila pun tidak makan.

-_-_-_-_-

Pagi hari pikiran Bang Anom semakin kacau, bahkan saat akan berangkat pada acara serah jabatan pun Syila masih belum membuka pintu kamarnya.

"Mas berangkat ya dek. Nanti ada yang jemput. Kalau bisa jangan sampai telat datang disana. Mas sudah siapkan roti panggang kalau kamu lapar." Kata Bang Anom yang lagi-lagi tidak mendapat balas jawaban dari Syila.

...

Lapangan sudah penuh dan belum ada tanda-tanda Syila muncul dalam acara tersebut.

"Bu Anom dimana? Kenapa belum datang?" Tanya Danki lama yang masih menunggu dengan sabar bersama istrinya.

Tak lama terlihat mobil kompi datang dan Prada Harto membuka pintu untuk Syila. Syila turun dengan anggun menggunakan seragam kebesaran istri prajurit. Riasannya sederhana namun tetap membuat istri Letnan Anom sangat cantik.

"Waaahh.. istrinya Om Anom cantik sekali. Maaf kemarin saya sama sekali belum sempat bertegur sapa." Kata istri Danki lama.

"Nggak apa-apa mbak. Istri saya juga baru sembuh pasca insiden bulan lalu." Jawab Bang Anom.

"Sabar ya Om. Semoga secepatnya segera di beri momongan lagi."

"Aamiin.. terima kasih Mbak."

Bang Anom menyambut Syila, ia mengulurkan tangannya dan mungkin Syila terpaksa menyambutnya, terlihat dari sikapnya yang masih dingin padanya.

"Wajahmu pucat dek. Tadi sudah sarapan atau belum?" Bisik Bang Anom.

"Memangnya Mas peduli?"

"Ko' begitu sih jawabnya?" Bang Anom mengusap puncak kepala Syila yang masih kesal dengannya.

Acara serah terima jabatan pun di laksanakan.

...

Syila membubuhkan tanda tangannya, pertanda ketua ranting kompi telah di bawah pimpinannya. Terik matahari begitu menyilaukan mata.

Para anggota pengarsipan mengabadikan moment tersebut. Namun saat akan sesi foto selanjutnya, Syila menyangga tubuhnya pada sebuah meja yang belum sempat di pindahkan dari lapangan.

"Kenapa dek? Panas ya??" Bang Anom menggandeng tangan Syila lalu mengarahkan istrinya itu untuk berdiri di belakang tubuhnya untuk mengurangi paparan cahaya yang benar-benar sangat panas siang ini.

Syila yang memang sedang tidak suka berdekatan dengan Bang Anom pun menjauh. Bang Anom tidak bisa berbuat banyak karena Danyon pun mengikuti kegiatan tersebut. Tak berapa lama saat Bang Anom baru saja mengalihkan pandangan, tiba-tiba Syila terbanting dengan keras meskipun tangannya sempat menggapai lengan Bang Anom sebagai tumpuan.

"Allahu Akbar.. deek..!!"

"Bu Anooomm..!!" Pekik ibu-ibu di lapangan.

Bang Anom sigap mengangkat tubuh Syila dan para anggota kesehatan lapangan pun segera membantu istri Danki yang baru.

"Dek.. bangun sayang..!!" Bang Anom menepuk pipi Syila agar istrinya itu segera sadar. Wajah Syila sangat putih pucat.

Beberapa petugas kesehatan lapangan sudah mengusahakan agar istri Danki baru segera sadar namun Syila tak kunjung sadar.

"Langsung ke rumah sakit saja..!!" Kata Bang Anom.

"Tapi acaranya Dan??" Tanya Prada Harto.

"Masa bodoh dengan acaranya. Istri saya pingsan begini..!!"

"Jalan sekarang..!!" Perintah Bang Anom pada petugas kesehatan lapangan.

Tak lama Syila pun sadar. "Syila kesal sama Mas Anom." Ucapnya saat Syila mulai sadar.

"Ibu hamil ya Dan?" Tanya Prada Harto.

"Ngaco kamu Har."

"Ijin Danki.. bukannya kemarin ibu titip saya untuk belikan test pack?" Kata Prada Harto.

"Haaaah????? Apa-apaan nih???? Kamu titip begituan sama Harto dek????" Tegur Bang Anom dengan wajah kesalnya.

"Marah lagi???? Syila nggak suka Mas, Mas ngerti nggak sih." Syila masih saja sempat marah meskipun tenaganya sama sekali tidak memadai.

"Oke.. oke.. Mas minta maaf. Apa hasil test pack nya, sudah di coba apa belum?" Tanya Bang Anom penasaran.

"Sudah.."

"Apa hasilnya dek???" Bang Anom mulai geregetan karena Syila hanya menjawab sepotong-sepotong.

"Sudah Syila buang." Kata Syila sembari memalingkan wajahnya.

"Kenapa di buang??? Apa hasilnya??" Bang Anom sampai terpancing kesal menanggapi Syila.

Opa Daluman yang menjadi tamu undangan pun segera menghampiri. "Ada apa sih??" Tanyanya.

"Ya Syila buang. Hasilnya nggak benar Mas, satu terang, satu samar."

"Haaahh.. apa tuh?" Bang Anom masih terbengong bingung.

Opa Daluman menjitak kepala Bang Anom.

ccttkk..

"Awwhh.. apa Opa??"

"Apaa??? Kamu nggak ingat peringatan?? Kenapa kamu hamili Syila???" Tegur Opa Daluman.

"Aahh.. Opa. Mana ada.. aku dengar peringatan." Kata Bang Anom.

"Kamu memang dengar, tapi tidak di laksanakan. Hayo ngaku..!!!! Syila hamil tuh." Tatapan mata Opa Daluman dan Papa Alden sudah tajam mengancam.

"Mas hamilin Syila?? Kapan?" Tanya Syila dengan wajah polosnya.

"Yaa.. itu.. waktu..........." Bang Anom tidak enak mengatakannya, banyak mata mengawasi menunggu pengakuan dosanya saat ini.

"Kau ini.. buat masalah saja." Papa Alden memijat pelipisnya, menggerutu karena kecerobohan putranya.

.

.

.

.

1
Berliannasya Sachiela
ka Nara kl mau baca novel yg ini awalnya dr novel yg mana dlu si soalnya nama tokoh²nya sepertinya nyambung hrus dibaca novel sebelumnya dlu ya biar paham banyak nama² yg asing hehe
Berliannasya Sachiela: bagus kak ceritanya cmn novel yang terbaru bngung tokoh²nya asing smua 🥲
total 3 replies
Surati
bagus
Naja Naja nurdin
ibu hamil di lawan
Naja Naja nurdin
manis nya mas Anom
Naja Naja nurdin
aq pun ketawa terus pas kapten Anom guyur air di kepala
Naja Naja nurdin
mas Anom jangan komen karena komen mas Anom aq ketawa tross
Naja Naja nurdin
Abang Anom ku tunggu sergap mu
Dyah Ayu
kapan di up lagiii
Uswatun Khasanah
predikat istri maha benar Yo ngene Iki....wes jannnnn/Kiss//Kiss/
Tiffany_Afnan
apasih opaaa... 🙄
Mari Yadi
ngakak ro jenenge teo
Deasy Ismalia
kenapa lama banget thor?
Deisse Dede Bunaen
next dong ka thor💪💪
Eka elisa
bagus banget cuss baca gaess.. 💃💃💃💃😍😍😍😍
Eka elisa
pawang terahir.... mna nih... tunjukin psonamu..... buat mengaduk aduk prasaan yg baca....
Arix Zhufa
saya bingung dg nama2 tokoh nya
NaraY_Kamanatha: Bingung kenapa
total 1 replies
Tri Winarni
bagus banget
Eka elisa
ok...suksess troos yoo mak..
cipa
tetap up novel² yg lain kak walaupun sehari cm 1 bab
selalu kutunggu karya²mu kak
Eka elisa
mk....gk di lnjutin ini maak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!