Pernikahan yang dilandasi atas dasar keterpaksaan membuat Haidar tidak pernah tau siapa wanita yang telah dinikahinya. Selama menjalani pernikahan mereka tidak pernah ikut campur dalam kehidupan pribadi masing-masing. Hubungan mereka hanya sebatas menjalankan kewajiban lahir suami istri. Disaat Haidar sudah jenuh dengan alur kehidupan rumah tangganya, ditambah lagi dengan dorongan mamahnya untuk mendapatkan wanita yang lebih baik dari Milla. Disaat itu pula Mila mulai menunjukkan jati dirinya.
Kehidupan seperti apa yang telah mereka jalani...?
Serta rahasia apa yang disembunyikan oleh Milla..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarxHero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 33
Suasana di dalam semakin panas.....
Mamah Hanna yang mendengar percakapan mereka merasa khawatir dan suasana mulai tak kondusif, mamah Hanna segera menengahi mereka "Kita bicarakan semua dengan baik baik, lebih baik kalian berbicara dengan duduk supaya hati kalian lebih tenang..."Mamah Hanna berusaha untuk tak ikut emosi. Padahal beliau sendiri juga marah sebab kenapa kejadian sepeti ini harus terjadi. Ini lah kenapa dirinya tak suka jika ada yang tau pernikahan Haidar dan Milla.
Bella yang menahan kekesalannya juga ikut berbicara "kenapa mamah Hanna tak memberitahu jika Bib Idar sudah menikah.." Tanya Bella. Bella merasa di php sebab dalam hatinya sudah sangat percaya diri sekali bisa bersanding dengan Bib Idar apalagi ia juga sudah beberapa kali sudah membagikan kebersamaannya dengan Mamah Hanna dan juga Haidar. Dan respon dari penggemar Haidar juga memberikan dukungan kepada Bella. Tapi apa yang terjadi ternyata Haidar sudah menikah...
"Untuk apa mama menjelaskan tentang status mereka. Mamah tidak memiliki hak untuk memberitahukan status mereka"
"Kemarin malam Bella bertanya ke mama, kenapa mbk Milla tidur di ndalem..? Kenapa mamah tidak mengatakan jika mbk Milla itu istrinya bib Idar.." Tanya Bella dengan sedikit kesal
"Bukannya mama sudah memberitahu kamu kalau Milla adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengatur Ndalem. Ya memang itu tugas Milla..." Mama Hanna mencoba mencari kebenarannya sendiri
Hasan masih saja mencecar Haidar, sejak kapan mereka menikah, bagaimana bisa mereka menikah,,? Hasan memberondong Haidar dengan pertanyaan. Haidar hanya diam menunggu sampai Hasan bisa lebih tenang. Sedalam apakah rasa yang Hasan punya sehingga mengakibatkan ia seperti orang gila begini.
"Ana mau minta penjelasan ke Milla Bib, Ana ingin mendengar dari mulut Milla sendiri jika ia benar benar sudah menikah.." Kata Hasan Sudah lebih tenang
Mamah Hanna tak mengizinkan Haidar untuk memanggil Milla. Tapi kali ini Haidar memiliki keputusan sendiri dan memanggil Milla.
Milla yang mendengar Haidar memanggilnya merasa kesal dan muak sekaligus. Milla bertekad akan lebih tegas mau sampai kapan ia akan seperti ini. Hanya diam ketika di hina, hanya diam ketika di rendahkan, hanya diam ketika tak dianggap sekalipun. Walaupun nanti Mamahnya tak menyukainya. Kan memang Mamahnya sudah tak menyukainya.
Milla berjalan dengan santai. Tidak seperti Milla yang mereka kenal pemalu dan tak enakkan.
Mamah Hanna yang melihat Milla datang dengan percaya dirinya, ingin sekali memarahinya. Baru di bela Haidar ia berani seperti itu...
"Sejak kapan kalian saling kenal Mill, jadi kamu lebih memilih beliau ini di bandingkan saya. Apakah keluarga saya kurang terpandang Mil__ "Milla yang mendengar kata kata Hasan ingin sekali ia menampar mulutnya.
"Jenengan adalah orang yang terpandang dan berpendidikan. Bisakah anda menggunakan pikiran anda untuk berpikir yang baik" Kata Milla dengan tegas. Sedangkan Mamah Hanna dan Bella terkejut dengan Milla. Orang yang berbicara saat ini sepeti bukan Milla yang mereka kenal.
Apalagi Haidar ia hanya menatap wajah istrinya dengan penuh tanda tanya. "Siapa sebenarnya wanita yang aku nikah i.." dalam hatinya. Milla pernah marah kepadanya tapi tak sedingin ini
"Bukan seperti itu Mill, saat itu kamu pergi seenaknya sendiri tanpa mendengar penjelasan apapun dari ku.." jelas Hasan mulai merendah ia sudah mengenal Milla cukup lama jadi dia tau karakter Milla seperti apa.
"Sudah cukup jenengan merasa paling tersakiti. Jenengan pernah membuat harga diri saya hancur didepan orang tua jenengan dan teman jenengan. Saya masih sangat ingat itu. Tapi dengan gampangnya jenengan melakukannya lagi. Jenengan menyebut saya tidak punya harga diri sebab Bib Idar menyentuh saya. Padahal saya istri sah beliau....." Kata Milla dengan datar
"Tapi kenapa kamu harus menerima pinangan beliau, kenapa kamu tidak bersabar sebentar dan menunggu penjelasan saya Mill. Tapi kamu malah kabur tidak mau bertemu denganku__" Kata Hasan
Mila yang mendengar Hasan terus saja mengkaitkan pernikahan nya dengan kejadian di pondok Hasan "Pernikahan saya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kita Gus. Dan kita tidak pernah memiliki hubungan apapun, kita saling mengenal hanya sebatas teman saja. Jadi saya tidak perlu menjelaskan apapun kepada Jenengan.." Jelas Milla dan pergi meninggalkan mereka semua yang memuakkan. Bahkan Milla melihat suaminya hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.
Hasan yang masih ingin mendengarkan penjelasan dari Milla, ia beranjak untuk mengikuti Milla tapi Haidar langsung menahannya. "Antum sudah mendengar penjelasan dari Milla, jadi ana harap antum bisa menerimanya..." Jelas Haidar
Disana Mama Hanna yang menyimak akhirnya mengambil kesimpulan jika Milla pernah bertemu dengan kelurga Hasan dan di sana dia mendapatkan Penolakan dari orang tua Hasan..
Kebenciannya semakin besar setelah tau kejadian ini
"Jadi memeng benar dia ingin mendapatkan suami yang berasal dari keluarga terpandang." Dalam Hati mamah Hanna
Hasan memutuskan untuk bersiap kembali ke Surabaya begitu juga dengan Bunda Hanum. Mamah Hanna tak enak dengan mereka semua tak seharusnya semua berakhir seperti ini...
"Hati hati di jalan, maafkan mamah sudah membuat kamu kecewa..." Kata Mamah Hanna ketika menyalami Bella
Bella merasa jika pernikahan Haidar dan Milla tak baik baik saja, ia bisa melihat Haidar yang diam saja ketika Hasan mencecar Milla. Apalagi Mamah Hanna yang haya diam saja, dan jika pernikahan Mereka baik baik saja pastinya Mamah Hanna dengan gamblang akan mejelaskan siapa Milla
"Bella tak marah mah, Bella hanya sedikit kecewa saja..." Jelas Bella, mamah Hanna memeluk Bella dan mengatakan sesuatu ke Bella, tak tau mamah Hanna membisikkan apa, yang pasti itu membuat Bella tersenyum senang.
Mamah Hanna kembali ke dalam rumah tanpa mengantar kepergian Hasan. Ia hanya mengantar kan rombongan Bunda Hanum dan Bella.
Haidar tetap mengantarkan Hasan ke depan walau mereka habis bersitegang tapi Haidar tak ingin jika hubungan mereka buruk hanya karena masalah sepeti ini.
"Ana menitipkan Milla ke antum jaga di baik baik bib, jika antum tidak bisa menjaganya. Ana akan memperjuangkan Milla kembali. Ingat itu bib...!" Haidar yang mendengar itu hanya diam saja
*****
Di dalam...
Mamah Hanna berusaha mengetuk pintu kamar menantunya. Mamah Hanna ingin memberitahu kan posisi Milla yang sebenarnya. Supaya ia tak semakin menjadi jadi. Sebab mamah Hanna merasa bahwa Milla sudah mulai berani..
Milla membuka pintu kamarnya dan ketika ia keluar ternyata mamahnya. Milla sudah sangat siap mendengarkan kata kata mamah Hanna yang menyayat hatinya
"Saya kan sudah bilang ke kamu jangan membuat onar dengan membeberkan pernikahan kalian. Lihat apa yang terjadi sekarang kamu sudah membuat Haidar dan Hasan bertengkar. Dan Jangan lupakan Bella yang kecewa dengan pernikahan kalian. Jika mereka ada yang tidak terima dan membeberkan berita yang tidak tidak. Reputasi Haidar yang akan di pertaruhkan.." Mamah Hanna berbicara pelan tapi penuh intimidasi. Milla berusaha setenang dan setegar mungkin.
Mamah Hanna terus saja berbicara tentang kehormatan dan reputasi. Apakah dia ini sehina itu sehingga mertuanya tak sedikitpun mau menerimanya.
"Saya semakin yakin jika memang benar kamu mau menikah dengan Haidar hanya ingin mencari reputasi saja. Benar benar memalukan, jangan dipikir saya bisa terkena tipu daya kamu Mill. Itulah kenapa saya malu mengakui kamu sebagai menantu saya..." Kata Mamah Hanna yang langsung menusuk hati Milla. Tak terasa air mata Milla jatuh dengan sendirinya...
Mamah Hanna meninggalkan Milla yang saat ini tubuhnya mulai gemetar. Ia menutup pintu kamarnya dan menangis sejadi jadinya...
( Jika boleh meminta, aku ingin memutar waktu sampai di saat aku tak mengenal apa itu cinta dan apa itu baik hati..) 🍁🍁🍁
...****************...
Masyaalloh abang El anak sholeh yg hebat, meskipun dibully masih tetap tegar, bikin hati seorang ibu melow, karena abang El masih bocah???🤔😥😥