NovelToon NovelToon
ADELINE

ADELINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Persahabatan / Kutukan / Kehidupan alternatif / Chicklit
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Clreani

Adeline Brisena adalah anak perempuan dari Raja ke lima kerajaan Elston yang tidak bisa hidup bebas layaknya manusia pada umumnya termasuk penentuan pasangan hidupnya yang dipasangkan dengan putra dari Raja Hilmar. Walaupun berulang kali memohon, Raja dan Ratu atau orang tua Adeline tidak menggubris permintaanya untuk membatalkan perjodohan itu. Hingga Adeline teringat satu cara terkejam yang digunakan Raja untuk menghukum rakyat nya yang berkhianat, yaitu mengirimkan mereka ke dunia lain dengan menyisakan raga yang tidak bernyawa di dekat pintu ajaib. Tidak ada cara lain yang bisa digunakan untuk bisa terlepas dari peraturan dalam hidupnya, dengan berat hati Adeline meninggalkan raganya di depan pintu ajaib untuk pergi ke dunia lain.

Bagaimana kehidupan Adeline di dunia lain? Akan kah Adeline akan bebas sesuai dengan apa yang diharapkan atau malah nasib nya sama saja seperti di kehidupan sebelumnya?

Semua akan diceritakan di cerita ADELINE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clreani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bulan dan Rumah Ayline Jadi Saksi

Di jalan Cempaka motor tua milik Agra melintas membawa dua orang yang kini sudah tidak canggung lagi untuk berbincang. Bahkan sekarang Adeline bisa melebarkan senyumnya ketika mendengar Agra yang terus melontarkan lelucon selama perjalanan.

Bukan lagi pak Agra yang menjadi sebutan untuk laki-laki yang ada di depannya, namun laki-laki yang bukan ayah kandungnya itu akan Adeline panggil dengan sebutan ayah mulai hari ini karena Adeline akan mengikuti bagaimana hidup menjadi seorang Ayline.

Kini Agra membelokkan motornya masuk ke wilayah perumahan rumah Ayline melewati portal nya masih terbuka sehingga membuat Agra bisa mengantarkan Adeline sampai rumah dengan selamat.

Adeline yang asik menertawakan lelucon yang dilontarkan oleh Agra tadi pun kini merapatkan bibir nya ketika baru menyadari bahwa dalam hitungan beberapa detik saja mereka akan sampai ke rumah yang Adeline singgahi. "Gak berasa udah sampai aja ya, ayah," keluh Adeline yang sudah dapat melihat rumah putih milik Ayline.

"Iya ya, nak. Padahal rasanya kita baru ngobrol sebentar," balas Agra sembari menghentikan motornya tepat di depan rumah yang baru ia datangi lagi sejak pergi dari rumah itu tiga tahun yang lalu.

Rumah sederhana yang memiliki banyak kenangan dengan keluarga kecil nya dulu ditatap begitu lama oleh Agra yang hatinya langsung menghangat. "Akhirnya ayah ke sini lagi," ucapnya dengan nada yang terdengar begitu memperhatinkan.

Adeline turun dari motor yang membawanya. Sorot mata Adeline ikut menatap rumah putih di depannya yang ditatap dengan tatapan sendu oleh Agra. "Pasti ayah kangen banget sama rumah ini kan?" tanya Adeline.

"Iya ayah kangen sekali, nak. Ayah juga kangen dengan suasana kebersamaan kita di rumah ini dulu saat masih ada ibu mu. Ayah kangen tertawa dan berantem dengan kamu dan ibu mu di rumah ini. Ayah kangen, nak. Ayah kangen ibu mu."

Adeline menoleh ke arah Agra yang kini matanya berkaca-kaca menatap rumah di depannya itu. Adeline tau, pasti dalam benak laki-laki itu sekarang ada bayangan sosok Ayline kecil dan sosok istrinya yang tidak dapat ia temukan lagi di masa sekarang.

Tangan Adeline terulur mengusap lengan Agra yang kekar. "Mulai sekarang ayah bisa ke sini kapan aja sesuka hati ayah. Rumah ini akan terbuka lebar kembali untuk ayah," ucap Adeline memberikan kesempatan kepada Agra untuk bisa kembali masuk ke rumah itu untuk mengingat kembali kenangannya bersama keluarga kecilnya dulu.

Agra mengangguk lalu tersenyum. "Terima kasih ya, nak. terima kasih kamu sudah mau memaafkan ayah, terima kasih kamu sudah mengizinkan ayah untuk ke rumah ini lagi, terima kasih kamu sudah percaya lagi pada ayah. Kayaknya seribu terima kasih pun tidak cukup untuk ayah berikan kepada kamu ya, nak. Ayah benar-benar terima kasih sama kamu."

Adeline menggeleng dengan tersenyum tipis. "Ayah gak perlu bilang terima kasih pada saya. Bilang lah terima kasih pada diri ayah sendiri karena sudah mau berusaha untuk mengubah semuanya menjadi lebih baik."

"Ayah gak tau lagi harus bagaimana untuk membalas kebaikan kamu selain dengan mengubah sikap ayah menjadi lebih baik untuk kamu, nak," ucap Agra sembari meraih tangan Adeline yang masih mengusap lengan Agra. Tangan Adeline digenggam dengan lembut. "Bantu ayah untuk merubah semuanya jadi lebih baik ya, nak. Bantu ayah membuktikan pada ibu kamu bahwa ayah bisa menjadi seseorang yang bisa menggantikannya untuk menjaga dan menyayangi kamu di sini."

Adeline mengangguk walau dalam hatinya berkata Agra tidak akan pernah bisa membuktikan usahanya pada Hyera untuk menjadi seseorang yang bisa menjaga dan menyayangi Ayline. Dibanding membuktikan pada Hyera, Agra malah akan membuktikan pada raja dan ratu Elston karena mulai sekarang Agra bukan lagi menjaga dan menyayangi anak kandungnya sendiri, tapi Agra akan menjaga dan menyayangi Adeline.

Padahal angin malam ini sangat dingin, tapi keduanya menghangat hanya dengan saling melemparkan senyum tulusnya. Namun terhitung hanya sepuluh detik, kehangatan itu berubah lagi menjadi dingin lagi ketika sebuah motor berhenti tepat di samping mereka. Tautan tangan mereka langsung terlepas ketika melihat seorang perempuan yang duduk di jok belakang motor itu.

"Ayline!" Panggil Agatha yang buru-buru turun dari motor yang dikendarai oleh laki-laki berjaket hijau berlogo suatu perusahaan. Beberapa lembar uang langsung diserahkan kepada laki-laki yang telah mengantarkannya sampai dengan tujuan, lalu Agatha langsung mendekat ke arah Adeline yang terus memperhatikan pergerakannya.

Agra tersenyum kepada Agatha yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.

"Kok lo pulang sama om Agra?" tanya Agatha dengan suara yang pelan namun masih dapat terdengar oleh Adeline dan Agra.

Adeline mengangguk dan tersenyum. "Gue abis ketemuan sama ayah, jadi gue pulang sama ayah," jawab Adeline.

Tentu terkejut bukan main Agatha mendengar ucapan Adeline yang menyebut Agra dengan sebutan ayah. "Lo... Maksudnya apa sih, lin? Gue gak ngerti."

"Gue maafin ayah," ucap Adeline tentu membuat Agatha melebarkan matanya menatap kedua orang di depannya tidak percaya.

Agatha menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lo jangan bercanda sama gue, lin."

"Gue gak bercanda, Agatha. Gue maafin ayah karena ayah akan berusaha berubah menjadi lebih baik sesuai dengan syarat yang lo bilang. Ayah mau mengubah semuanya. Ayah mau membuktikan kalau ayah bisa merubah semuanya."

"Sikapnya yang akan dia ubah, lin. Semua yang telah dia lakukan ke lo dan ibu dulu gak akan pernah ada yang bisa diubah," ucap Agatha dengan penuh penekanan. Adeline langsung dibawa sedikit menjauh dari Agra yang menyimak pembicaraan mereka tadi. "Lin. Lo jangan mudah terpengaruh sama ucapan manis ayah lo itu. Lo harus pikirin lagi semuanya benar-benar. Gue gak mau lo sakit hati lagi sama sikap ayah lo, lin."

"Agatha." Adeline meraih kedua tangan Agatha dan diusap dengan lembut. "Biarin gue kasih kesempatan buat ayah ya. Biarin gue buat liat bagaimana ayah mengubah semuanya. Entah nantinya akan lebih baik atau lebih buruk daripada yang dulu, itu akan menjadi hal yang bakal gue terima sendiri. Lo gak perlu khawatir lagi sama gue ya, keputusan ini udah benar-benar gue pikirin dari jauh-jauh hari. Gue berusaha akan bantu ayah untuk mengubah semua jadi lebih baik bukan lebih buruk yang lo bilang akan membuat gue sakit hati lagi. Percaya sama gue ya, Agatha. Biarin gue kasih kesempatan itu ke ayah."

Agatha menoleh ke arah Agra yang menatapnya balik. Tangannya yang digenggam Adeline kini dilepas sepihak membuat Adeline mengunci tatapannya pada pergerakan Agatha yang mengarah ke Agra dengan tatapan yang tajam.

"Om yakin akan memperbaiki semuanya lebih baik?" tanya Agatha dengan kakinya yang melangkah maju satu langkah.

Agra tentu langsung mengangguk. "Saya yakin."

Agatha melangkahkan kakinya maju satu langkah lagi. "Om yakin tidak akan membuat Ayline sakit hati lagi dengan perbuatan om?"

Agra menjawab dengan anggukan lagi.

"Om yakin akan menjaga dan menyayangi Ayline lagi setelah ini?"

Lagi-lagi Agra mengangguk dengan yakin sebagai jawaban dari pertanyaan yang terus ditodongkan oleh Agatha yang terus melangkahkan kakinya mendekat kearahnya.

Kemudian langkah Agatha terhenti tepat di depan Agra dengan hanya menyisakan jarak beberapa sentimeter saja. Agatha terus menatap Agra dengan tatapan tajamnya sampai-sampai Agra sedikit takut dengan anak perempuan di depannya itu.

"Om jangan pernah main-main dengan saya dan Ayline lagi. Buktikan semuanya kalau om benar-benar tulus untuk kembali dekat dengan Ayline. Kalau setelah ini om melakukan hal yang sama seperti dulu, saya tidak akan segan-segan untuk membuat om menderita kehilangan anak om seutuhnya."

Seram bukan main penegasan yang Agatha berikan kepada Agra. Kata-kata penegasan barusan bukan lah ucapan sembarangan yang bisa ditertawakan oleh semua orang. Agatha bukan tipe orang yang main-main dengan ucapannya sendiri. Agatha bisa saja membuat hancur hidup seseorang hanya dengan kata-katanya yang terdengar remeh. Dengan itu membuat orang di sekitarnya tidak jarang takut jika harus berurusan dengan Agatha.

Tapi Agatha berbeda jika untuk Ayline dan Hyera. Anak itu tidak pernah sedikitpun benci kepada dua orang perempuan yang sudah menyelamatkan hidupnya itu. Kata-kata yang bisa membuat hidup seseorang hancur tidak pernah sekalipun dia lontarkan kepada Ayline atau pun Hyera. Jadi jika hidup Ayline dan Hyera hancur, maka Agatha lah yang akan menghancurkan hidup orang-orang yang menghancurkan hidup Ayline dan Hyera.

"Setelah ini om tidak akan main-main dengan janji om sendiri. Selain pada ibu nya Ayline, om juga akan membuktikannya pada kamu, Agatha. Om akan berusaha perbaiki semuanya menjadi lebih baik daripada yang dulu. Om janji," ucap Agra dengan suara yang lembut berusaha menenangkan Agatha yang terus menatapnya dengan tatapan intimidasi.

Setelah mendengar itu Agatha melangkah mundur tiga langkah sembari matanya menatap Agra dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Langsung masuk kalo udah selesai ngobrol. Gue duluan," ucap Agatha kepada Adeline tetapi matanya terus menatap tajam ke arah Agra. Kemudian Agatha langsung membalikkan badannya untuk masuk ke dalam rumah itu.

Pergerakan Agatha mulai dari membuka pagar rumah itu sampai Agatha benar-benar masuk ke dalam rumah itu terus ditatap oleh Adeline yang sedikit takut dengan perempuan itu yang sikapnya tiba-tiba menjadi sangat dingin.

"Kita bertemu lagi besok ya, ayah," ucap Adeline mengakhiri pertemuan hari ini antaranya dengan ayah dari pemilik raganya.

Agra memusatkan kembali sorot matanya kepada Adeline. "Kalau begitu ayah pulang ya, nak," balas Agra sembari menyalahkan mesin motornya.

"Kabari jika sudah sampai rumah ya, ayah. Hati-hati di jalan."

Agra mengangguk. "Kamu langsung masuk ke rumah ya," ucapnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Adeline sebagai balasan. "Selamat malam, anak ku."

Kemudian motor tua itu berjalan meninggalkan Adeline yang masih setia melambaikan tangannya. Lalu Adeline langsung masuk ke rumah itu setelah motor Agra benar-benar sudah tidak terlihat di pandangannya.

Bulan malam ini dan rumah Ayline menjadi saksi janji Agra kepada Agatha untuk mengubah semua yang pernah dia lakukan kepada Ayline dan Hyera.

Semoga Agra bisa membuktikannya.

1
IndraAsya
👣👣👣
yumin kwan
sebuket bunga utk Adeline. baru Nemu nih....semoga sampai tamat di sini ya.
Clreani: Hai kak 🙌🏻 Nantikan terus chapter-chapter selanjutnya ya 😍🫶🏻
total 1 replies
tsuraya kenko
lanjut... lanjut... lanjut
tsuraya kenko
keren bgt inih sch thor crtnya.
salut jg sm gaya bahasa, n bnr2 rapih pih ga ada typonya
Clreani: Terimakasih 😍🫶🏻 Nantikan terus chapter-chapter selanjutnya ya 🫶🏻
total 1 replies
tsuraya kenko
woww... awal yg keren.
lanjut thor
Clreani: Nantikan terus chapter-chapter selanjutnya ya 😍🫶🏻
total 1 replies
Mabel
Ceritanya unik, bikin aku gabisa move on!
Clreani: Nantikan terus chapter-chapter selanjutnya ya 😍🫶🏻
total 1 replies
perayababiipolca
Bikin nagih bacanya 😍
Clreani: Nantikan terus chapter-chapter selanjutnya ya 😍🫶🏻
total 1 replies
Marii Buratei
Bosen gak ada akhirnya!
Clreani: Hai 🙌🏻 Cerita ADELINE diusahakan akan lebih seru kedepannya, jangan bosen dulu ya 🥰🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!