NovelToon NovelToon
Love In The Darkness

Love In The Darkness

Status: tamat
Genre:Romantis / Supernatural / Tamat
Popularitas:936.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Rii

Cerita ini hanyalah fiksi, tak ada unsur dunia nyata! ini murni hanya karangan saja

(Sedang merevisi, mohon maaf bila tulisan, tanda baca, dialog tag dan bahasa yang kurang menyenangkan ketika di baca.)

Deana Sistina atau sering di panggil dengan Ana. Seorang gadis yang berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara karena sudah sangat tidak sanggup lagi untuk menanggung penderitaan hidup yang semakin berat.

Namun semua usaha bunuh dirinya selalu gagal karena takdir belum mau mencabut nyawanya.

Bukannya mengambil hidupnya, takdir malah mempertemukan ia dengan seorang pria kejam yang membuat hidupnya terkekang.

"Aku berharap setelah ini aku tak akan membuka mata lagi. Aku berharap setelah ini semuanya akan berakhir, penderitaan, air mata, hinaan. Selamat tinggal dunia"

Byurr
(Deana Sistina)

"Jika kau menolak, akan ku pastikan penderitaan mu semakin bertambah dan kau tak akan mati dengan mudah. Jadi patuh lah!"


(Alexandre Steven Gerrard )


Nama karakter tak mencerminkan sejarah dari negara manapun. Nama karakter hanya lah ide dari author saja. Jadi mohon di maklumi. Begitu juga dengan tempat dan alurnya yah.

Walau ini jaman kerajaan tapi author buatnya agak sedikit berbeda yah, biar beda aja gitu sama cerita lainnya.

Kalau tak suka tinggalkan saja tanpa jejak yah.
Bijaklah dalam berkomentar.

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Sruup Ahhh

"Hahahaha hahahaha" Tawa seorang pria bergemuruh di sebuah ruangan remang-remang hingga membuat Marvin menjadi merinding.

"Tu tuan." Panggil Marvin khawatir.

"Hahahaha si brengsek itu sudah bahagia Marvin hahahaha" Ucap pria itu dengan segelas wine nya.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Marvin.

"Sepertinya membunuh si ******** itu bukan lah tujuan ku lagi Marvin. Akan menyenangkan kalau ia menderita hahaha" Ucap pria tersebut.

"Bagaimana caranya yang mulia.?" Tanya Marvin.

"Buat istrinya membenci ******** itu. Setelah itu kita akan masuk kedalam drama percintaan mereka menyaksikan laki-laki keparat itu menangis dalam penderitaan tak berdaya nya" Ucap pria tersebut.

"Saya akan melakukan nya." Ucap Marvin menghilang.

"Akan ku tunggu kehancuran mu Alex, akan ku tunggu penderitaan mu, akan ku tunggu air mata mu yang jatuh karena istrimu yang kau cintai itu meninggalkan mu dan membenci mu hahahaha hahahahaha hiks hiks hiks akan ku buat kau merasakan penderitaan yang sama dengan ku, kehilangan orang yang ku cintai karena keluarga mu, karena AYAH MU. Oleh karena itu semua penderitaan ku harus kau yang membayarnya, aku ingin lihat bagaimana ayah mu ketika ia melihat putranya menderita." Ucap pria itu meneguk wine nya sampai habis dengan air mata yang mengalir.

Inisial si pria, panggilan khusus bukan nama panjang.(A).

******

Hari ini Ana sedang berjalan-jalan di dekat taman di temani pelayan nya yang bernama Mery, pelayan pilihan Alex. Ana sedang menikmati secangkir teh dan pemandangan yang indah di taman bersama dengan Mery.

Tiba-tiba suara ricuh terdengar membuat Ana menoleh dan ternyata mereka kedatangan tamu yang tak di undang.

"Salam Nona Deana." Ucap Tasya santai.

"Kau seharusnya tahu posisi yang mulia lebih tinggi dari mu, jadi jaga sopan santun mu." Ucap Mery berdiri dari kursinya. Mery itu memang seorang pelayan wanita tapi tampangnya sangat sangar bila ia sedang marah.

"Seharusnya kau yang menjaga sopan santun mu, kau hanya pelayan beraninya kau memelototi ku." Ucap Tasya

"Lalu kau mau apa hah? Mau melaporkan pada yang mulia raja? Silahkan saja kalua mau." Ucap Mery menantang.

Tasya berdecak kesal melihat keberanian Mery yang hanya seorang pelayan saja.

Lihat saja nanti akan ku beri kau pelajaran yang berharga. Batin Mery.

Tasya duduk di sebuah kursi menghadap Ana yang sedari tadi diam dan tak peduli. Mery mendekat dan membisikkan sesuatu pada Ana membuat Tasya menjadi penasaran.

"Yang mulia, Anda adalah istri dari putra mahkota kerajaan terbesar di jagad raya ini. Jadi kalau wanita yang ada di depan ini membuat yang mulia kesal maka jangan ragu untuk menghakiminya." Bisik Mery

Ana tersenyum dengan perkataan Mery, mungkin karena keberanian Mery lah yang membuat Alex menjadikan Mery sebagai pelayan pribadinya.

Tapi sebenarnya Ana tak tahu apa maksud Alex menugaskan Mery menjadi pelayan pribadi Ana.

"Bagaimana rasanya menjadi istri putra mahkota nona?" Tanya Tasya dengan santai.

Ana tersenyum smirk mendengar pertanyaan itu, untung saja tadi Mery sudah memberi ia semangat untuk melawan wanita berkepala dua yang ada di depan nya ini.

"Sangat bagus dan menyenangkan." Ucap Ana meminum teh nya dengan anggun.

Tasya mengepal tangganya yang ada di bawah meja dan berusaha untuk tenang. Bukankah untuk memancing mangsa di perlukan ketenangan.

"Oh mungkin karena nona berasal dari rakyat biasa makanya nona menjadi sangat senang, kalau saja nona berasal dari kalangan bangsawan nona pasti akan merasakan hal yang biasa saja." Ucap Tasya tersenyum mengejek.

"Hahahaha iya mungkin karena itu. Sepertinya aku adalah wanita yang sangat beruntung, aku ini lahir sebagai wanita rakyat biasa yang sebatang kara tapi alangkah indah nya hidup ku karena aku di cintai putra mahkota dari kerajaan terbesar. Laki-laki yang memiliki wajah tampan, perut berotot, sangat lincah di dalam peperangan apa lagi di atas ranjang." Ucap Ana santai.

Tampak Tasya mencengkram bajunya karena emosi, apalagi ketika Ana mengatakan tentang ranjang.

"Wah, yang mulia beruntung sekali, sudah imut punya suami yang tampan dan kaya lagi berkuasa. Apa lagi ketika malam pernikahan saya semakin iri ketika melihat ranjang yang mulia roboh, tak bisa di bayangkan bagaimana pergulatan yang mulia malam itu hohoho" Ucap Mery makin memanaskan suasana.

Ah, Mery bukan kah itu keterlaluan. Keberanian mu sungguh besar bagaimana kalau Alex tahu, ia akan memenggal kepalamu nanti. Pikir Ana.

Hehehe aku tidak berlebihan kan, kalau master tahu aku bercerita tentang ranjang ia pasti akan memenggal ku hohoho. pikir Mery.

"Hehehe Mery kau bisa saja, aku jadi malu apalagi ada putri Tasya di sini." Ucap Ana dengan pipi merona.

"Tidak apa-apa yang mulia,sesekali memamerkan kemesraan kan tidak masalah. Jaga-jaga biar tidak ada orang ketiga." Ucap Mery

"Maaf kan saya putri, pelayan saya memang seperti ini." Ucap Ana tersenyum.

"Lain kali nona harus memilih pelayan yang berpendidikan dari pada pelayan yang hanya berbicara tanpa memikirkan akibatnya. Apalagi nona adalah seorang istri dari putra mahkota, jangan gara-gara anda salah pilih pelayan anda bisa mencoret nama baik putra mahkota." Ucap Tasya tersenyum mengejek.

"Saya juga berharap lain kali tuan putri bisa memiliki etika layaknya seorang bangsawan, anda tahu kalau saya istri putra mahkota tapi anda tak memanggil saya dengan pantas. Bukankah itu bisa mencoret nama baik kerajaan anda bila saya melaporkan kan nya?" Ucap Ana tersenyum sinis.

Glek

Tasya menelan ludah kasar, bagaimana pun yang ada di hadapannya ini punya kekuasaan dan ia tak mau keluarganya menjadi terkena imbas.

"Ma maafkan saya yang mulia." Ucap Tasya

"Saya juga punya satu kalimat untuk anda. Apakah anda bersedia untuk mendengarnya?" Ucap Ana tersenyum manis.

"Apa itu dengan senang hati saya akan mendengarkan nya." Ucap Tasya berusaha tersenyum.

"Tentang yang putri katakan tadi masalah pelayan saya akan memberi putri satu kalimat berharga yaitu Saya tak peduli dan bukan urusan Anda" Ucap Ana dengan tatapan merendahkannya.

Sungguh di dalam sana jantung Ana rasanya ingin copot karena melakukan peran yang bukan keahliannya.

Ana berdiri dan di ikuti oleh Mery ia lalu menatap Tasya yang masih berusaha menahan amarah

"Terimakasih kunjungan dan obrolannya putri, tapi karena putri datang tak diundang selera minum saya jadi hilang. Jadi silahkan nikmati sisa teh saya yang ada di teko." Ucap Ana melangkah pergi dengan senyuman kemenangan.

Ketika sudah di balik dinding, Ana berjongkok dan memegangi dadanya yang sesak.

"Wah yang mulia, tadi itu sangat keren." Ucap Mery dengan mata berbinar.

"Sepertinya aku harus berlatih lagi Mery, jantung ku rasanya ingin copot." Ucap Ana.

Di sisi lain masih di tempat yang sama Tasya mengepal tangannya dengan kuat dengan muka yang sudah memerah.

"Awas saja kau Ana, akan ku balas semua ini nanti."

_

_

_

_

_

Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah agar Author makin semangat untuk update setiap hari nya

Typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar yah.

tbc

1
Novi Yantisuherman
Ceritanya bagus,
Tapi si anna nasibnya selau sial terus dan lemah,coba kalo anna pintar gpp lrmah klo pintar meh mending Wkwkwkwk/Facepalm//Facepalm/
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪🌹🌹🌹❤❤
Purwanto Purwanto
bagus ceritanya thor
Wulanda Ciiee Harahap
bagus cerita nya
Vivian
jahat bgt🥲
Nur Syuhada
bestttttt
Nanik Lestari
Nangis lagi, ya elah
Nanik Lestari
Nangis lagi
Nanik Lestari
Efek karena hobinya mengeluh tak bersyukur dgn kelebihan sendiri
Nanik Lestari
egois dan Oon
Nanda Lelo
kyknya gadis d kerajaan Belian byk yg gak sadar diri y
Nanda Lelo
semoga aja yg minum ramuan tu kakek2 🤣🤣🤣
n penawarnya gak ada
Nanda Lelo
ni bocah dah tau aja makhluk tampan 🤣
Nanda Lelo
raja galau
Nanda Lelo
🤣🤣🤣🤣 sedewasa apapun anak kecil y tetap anak kecil,,
Nanda Lelo
rumput tetangga lebih hijau dan burung tetangga lebih berkicau 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanda Lelo
tuh kan,, ana masih hidup,, d tambah dg anak kembarnya , karena waktu kejadian itu ana lagi hamil tapi Lom diketahui oleh warga kerajaan,,

arsley waktu t berburu,, mungkin dia nemuin ana, n menyembunyikan nya
Nanda Lelo
ana tu,,
Nanda Lelo
etdaah ni bocah main nikah aja ma bini orang
Nanda Lelo
ya ampun,, makan ati bgt tuh y punya kekasih kyk Felix 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!