Igris adalah pahlawan yang telah menjalani kehidupan sebanyak 6 kali, namun dalam 6 kehidupan itu Igris selalu mati bersama Demon King. Sekarang Igris menjalani kehidupan untuk ke 7 kalinya. Dalam kehidupan ini Igris memutuskan untuk tidak menjadi pahlawan dan mati bersama dengan demon king.
Ini adalah kisah perjuangan Igris untuk mengubah takdir yang telah melekat dalam jiwanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#33 Guild Petualang
Sudah sekitar 15 hari Igris berada didalam hutan ini, selama 15 hari itu Igris telah bertemu berbagai jenis monster. Namun monster yang Igris temui itu bukanlah monster tingkat tinggi seperti High orge atau naga, melainkan monster yang Igris temui adalah monster tingkat rendah seperti minotaurus, beruang Hitam, rusa bertaring dan monster tingkat rendah lainnya.
Semua monster tingkat rendah itu bukanlah lawan yang sulit bagi Igris saat ini, ditambah dengan pedang dimension Sword miliknya Igris dapat membunuh para monster itu hanya dengan satu tebasan seperti pada saat dia membunuh goblin waktu itu.
Juga selama 15 hari ini Igris bukanlah berjalan hanya berjalan tanpa tujuan, Igris saat ini sedang menuju kota Styx, Igris menang belum pernah kekota itu secara langsung namun Igris pernah melihat peta kerajaan Ignum ini. Setelah melihat peta itu kepala Igris jadi dapat mengingat posisi kota kota yang ada di kerajaan ini, Yah meskipun posisi kota kota itu tidaklah terlalu akurat.
Dari yang Igris ingat kota Styx berada di bagian timur hutan ini, karena itulah selama 15 hari ini Igris terus berjalan menuju arah timur.
Apa yang Igris lakukan tidak sia sia, setelah melakukan 15 hari perjalanan Igris akhirnya dapat melihat sebuah kita yang berjarak beberapa kilo meter lagi. Igris lalu menambah kecepatannya dan menuju kota itu.
Di gerbang masuk kota ada cukup banyak orang yang mengantri, kebanyakan dari mereka adalah para pedagang keliling. Igris tidak mengantri bersama mereka, lagi pula Igris bukanlah seorang pedagang jadi tidak ada alasan baginya untuk menganti bersama mereka.
Igris mendatangi jalur yang dikhususkan untuk para bangsawan, jalur itu adalah jalur yang paling sepi karena sangat jarang bagi para bangsawan untuk pergi dari kota tempat mereka tinggal.
"Kartu indentitas?"
Seorang prajurit dengan tubuh yang cukup besar meminta Igris untuk menunjukkan kartunya, prajurit itu memiliki tubuh yang cukup besar. Dengan skill miliknya Igris melihat level dari prajurit itu, Igris sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat. Prajurit itu memiliki level diangka 159, itu bukanlah sebuah angka yang kecil untuk seorang prajurit.
Berbeda dengan para petualang yang hampir setiap hari selalu menaikkan level mereka, para prajurit biasanya hampir tidak memiliki waktu untuk meningkatkan level mereka. Karenanya itu cukup jarang bagi seorang prajurit untuk memiliki level yang tinggi. Juga Igris sedikit penasaran dengan prajurit yang lain, Igris lalu melihat level mereka.
Apa yang Igris lihat sedikit melenceng dari apa yang dia pikirkan, pada awalnya Igris berfikir hanya prajurit yang ada didepannya yang memiliki level lebih dari 100. Namun tidak disangka kalau prajurit yang lain juga memiliki level melebihi angka 100.
Dari segi level saja sudah jelas kalau para prajurit ini lebih kuat dari pada para prajurit yang dimiliki oleh keluarganya, dan sangat tidak biasa bagi prajurit dengan level setinggi itu untuk menjadi seorang penjaga gerbang.
"Tolong tunjukkan Kartu identitas anda?" Ucap prajurit yang ada didepan Igris
"Ah maaf."
Karena pikirannya terfokuskan pada level para prajurit itu Igris menjadi lupa untuk menunjukan kartu identitasnya. Igris lalu mengeluarkan sebuah lambang, lambang itu menunjukkan dari keluarga mana Igris berasal.
"Ini lambang Keluarga Valenhaim."
"Iya, hebat juga anda bisa tau."
"Bagaimana mungkin seorang prajurit seperti saya bisa tidak tau lambang itu."
Salah satu dari 4 Duke, keluarga Valenhaim. Siapa yang tidak tau lambang dari keluarga itu? Hampir semua prajurit di kerajaan ini mengetahui lambang keluaga itu. Lambang dari keluarga Valenhaim sendiri adalah 2 ekor naga hitam dengan 2 pedang emas. Lambang itu memiliki arti kalau keluaga Valenhaim bisa membunuh naga dengan pedang mereka.
Lambang itu benar benar cocok dengan keluarga itu, dari generasi ke generasi keluarga Valenhaim memiliki ahli waris dengan ilmu berpedang yang sangat kuat. Ayah Igris sendiri mungkin dapat membunuh naga dengan pedangnya tanpa kesusahan.
"Baiklah anda boleh masuk." Ucap prajurit itu
"Terima kasih."
Igris menyimpan kembali lambang itu dan langsung memasuki kota. Untuk sekarang Igris ingin menuju guild petualang berada, Igris datang kesana bukan untuk menjadi petualang melainkan dia ingin mencari penginapan.
Bagi orang orang baru pertama kali kekota lain seperti Igris maka guild petualang adalah tempat yang paling bisa dipercaya. Tidak butuh waktu lama bagi Igris untuk dapat menemukan guild petualang karena tempatnya yang mencolok.
Igris segera memasuki bangunan guild itu, begitu dia memasukinya Igris merasa ada sedikit keanehan disana. Igris tau dengan baik seperti apa guild petualang pada umumnya, itu adalah sebuah tempat yang penuh keributan dan tempat para petualang biasanya saling berbicara dan berdebat.
Namun guild ini sama sekali tidak mencerminkan hal itu, meski ada cukup banyak petualang yang berada didalam guild itu namun entah kenapa suasananya sangat tenang. Ketenangan itu terbentuk seolah- olah meraka takut untuk membuat keributan, di suasana yang sangat tenang itu Igris terus berjalan menuju meja resepsionis.
"Apa yang anda butuhkan tuan?" Tanya perempuan di meja resepsionis itu
Berbeda dengan para petualang yang ada disana perempuan resepsionis itu bersikap seperti resepsionis pada umumnya.
"Bisakah anda memberikan saya rekomendasikan penginapan?"
"Penginapan ya? Apa anda seorang petualang?" Tanya perempuan itu
"Tidak, saya bukan seorang petualang."
"Kalau begitu saya rasa saya akan merekomendasikan penginapan Pixie, tempat itu akan menjadi tempat yang cocok untuk anda."
"Begitu ya, kalau begitu apa ada penginapan yang biasanya digunakan oleh para petualang?"
"Penginapan seperti itu memang ada, hanya saja saya rasa tidak cocok dengan anda."
Perempuan itu bukan sedang merendahkan Igris, melainkan perempuan itu sedang berusaha untuk melindungi Igris. Perempuan itu tau dengan baik perbedaan para petualang dengan orang biasa, para petualang memiliki kebiasaan yang mungkin akan sedikit mengganggu bagi orang biasa. Karena itulah perempuan itu tidak merekomendasikan penginapan yang biasanya digunakan oleh para petualang kepada Igris.
"Tidak apa apa, saya memahami dengan baik sifat alami para petualang."
Dienam kehidupannya yang sebelumnya meski dia adalah seorang pahlawan namun Igris cukup dekat dengan para petualang, karena itulah Igris mengetahui sifat alami para petualang.
"Jadi dimana penginapannya?" Tanya Igris
"Baiklah jika anda memang ingin menginap disana. Penginapannya berada tepat di samping bangunan ini."
"Begitu ya, terima kasih."
Igris telah mendapatkan apa yang dia inginkan, Igris hendak pergi dari meja resepsionis itu namun Igris tiba tiba mendengar sebuah pintu terbuka. Ketika pintu itu terbuka suasana disana menjadi lebih tenang dari pada yang sebelumnya.
Igris melihat kearah pintu yang terbuka itu, disana Igris dapat melihat seorang perempuan yang terlihat sangat cantik dengan rambut bewarna merah muda, rambut itu diikat di kedua sisi dekat lehernya. Disamping perempuannya itu Igris dapat melihat seorang perempuan yang lain dengan rambut berwarna coklat yang terurai dengan beberapa ikalan diatasnya.
Kedua orang itu lalu mulai berjalan menuju pintu keluar bangunan guild itu.