Zefanya Emanuella, seorang gadis cantik nan periang, namun harus menjalani hari-hari yang begitu berat setelah kehilangan identitas di Bandara. Berniat untuk menemui om nya, namun justru malah membuatnya hilang dan tersesat.
Di saat dirinya frustasi, Zefanya di pertemukan dengan seorang nenek di Bandara yang sedang terpisah dari cucu nya. Berniat membantu, namun justru kesalahpahaman yang dia dapat. Zefanya terpaksa menjadi seorang pembantu di rumah nenek tersebut karena ancaman dari sang cucu.
Seorang nona muda yang terpaksa harus menjadi pelayan di rumah orang asing. Bagaimana kisah Zefanya selanjutnya. Dapatkah ia bertemu dengan keluarga nya? Atau dirinya justru terperangkap dalam rumah majikan barunya?
Jangan lupa follow akun
IG @Mommy_ar29 dan
Tiktok @Mommy_ar95 🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Batara
...~Happy Reading~...
Usai membeli beberapa keperluan nya, Zefanya segera pergi menemui Batara yan masih berada di lokasi syuting. Beruntung, lokasi itu tidak terlalu jauh dari supermarket, jadi ia memutuskan untuk berjalan sedikit berlari.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar sepuluh menit, kini gadis itu sudah tiba di lokasi syuting dengan nafas yang memburu karena berlari. Dan tepat ketika Zefanya baru mendudukkan diri di sebuah kursi, Batara pun sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
Sebuah senyuman terbit di wajah laki laki itu ketika pada akhirnya di pertemukan dengan seorang gadis yang sudah memberikan warna dalam hidup nya selama beberapa bulan terakhir.
“Capek banget kayaknya?” Batara langsung mendudukkan dirinya di samping Zefanya sambil menyodorkan sebuah minuman dingin di pipi gadis itu, tentu saja seketika membuat Zefanya sedikit terkejut namun ia juga segera tersenyum bahagia kala melihat kedatangan Batara.
“Saya terlambat?” tanya Zefanya sedikit terengah.
“Aku yang terlambat, maaf ya. Harusnya aku jemput kamu di sana tadi,” kata Batara kini menggenggam tangan Zefanya.
Ada satu perubahan pada diri Batara yang membuat hati Zefanya semakin berseri. Jika dulu, Batara selalu ketus dan kasar padanya, bahkan kosa kata nya selalu memakai panggilan gue dan lo. Berbeda dengan kini, laki laki itu seperti sudah membiasakan diri dengan memakai aku dan kamu kepada Zefanya.
“Capek ya?” tanya Zefanya memulai percapakan.
“Enggak juga!” Batara menggelengkan kepala sambil menyandarkan tubuh nya pada sandaran kursi, “Kamu yang sepertinya sangat capek.” Imbuh nya kini kembali melirik kepada Zefanya.
“Hehehe, sedikit. Tadi lari soalnya, biar cepet.” Mata Batara langsung membola saat mendengar jawaban dari Zefanya. Tubuh yang semula tengah bersandar santai, kini seketika langsung duduk dengan begitu tegak.
“Lari?”
“Cuma dari supermarket sana. Beli ini,” kata Zefana sambil menunjuk sebuah kantong plastik berisi belanjaan nya.
“Ke supermarket tadi naik apa?”
“Motor! Di antar sama Badai.” Jawab Zefanya membuat senyuman Batara seolah lenyap dalam seketika.
Wajah itu kini terlihat begitu datar dan mood nya hancur kala mendengar nama itu di sebut.
“Kamu udah makan?” tanya Zefanya seolah mengerti dengan perubahan raut wajah Batara, “Tadi aku beli roti loh. Mau gak?”
Zefanya membuka kembali kantong belanjaan nya, dan mengambil sebuah roti. Untuk kali ini, yang ia berikan pada Batara adalah roti nyata dengan selai strawberry. Bukan roti yang di khususkan untuk wanita seperti perkataan nya untuk Badai beberapa saat lalu.
“Besok aku akan pulang!”
Deg!
Batara yang sedang mengunyah roti dari Zefanya, seketika langsung menghentikan acara makan nya. Laki laki itu mengerutkan dahi dan langsung menatap Zefanya dengan cukup intens.
Belum lama, Batara bertanya kapan Zefanya akan kembali ke negara nya. Tapi gadis itu selalu mengatakan bahwa ia masih ingin berada di Indonesia dan kemungkinan bisa sampai bulan depan.
Tapi, mengapa kini tiba tiba Zefanya mengatakan akan pulang besok. Dan apakah ini alasan Zefanya mengajak nya bertemu dan makan siang bersama. Untuk berpamitan?
“Bukankah kamu bilang—“
Zefanya menganggukkan kepala nya, “Maaf aku Batara, sepertinya ini akan menjadi pertemuan terakhir kita.”
“Kenapa El?”
“Aku gak tahu kenapa, aku benar benar bingung dengan perasaan ku sendiri. Dan mungkin, memang menjauh dari kalian berdua, adalah pilihan ku yang paling tepat!”
Batara langsung mengnarik napas nya dengan cukup panjang, “Kamu mau kabur? Tidak semudah itu El, menjauh bukan pilihan yang tepat. Kamu harus berani mengambil keputusan! Sejak awal, aku sudah katakan pada mu, maju atau mundur. Dan ketika kamu sudah mengatakan untuk maju, kamu tidak akan pernah bisa untuk mundur lagi!”
Zefanya langsung menatap mata Batara, “Badai—“
“Kamu mencintai laki laki itu?” tanya Batara dengan wajah datar nya, sambil mengepalkan tangan begitu erat.
Baru memberikan pertanyaan, belum mendapatkan jawaban, tapi sudah membuat hatinya begitu bergemuruh. Entah apakah ia akan siap mendengar jawaban dari zefanya, jika gadis itu mengatakan iya.
...~To be continue ......