Katrina yang dipanggil Kat! seorang kelulusan universitas kanada, ia tidak ingin kembali pulang karena masih menganggur, sulitnya mendapat pekerjaan membuat hidup Kat, berjuang menjadi tulang punggung, sebab ia masih punya 2 adik yang sekolah Sma.
Kat, wanita pengangguran yang bertekad membahagiakan keluarga, ia tidak akan pulang sampai dirinya berhasil menjadi kaya, suatu hari Kat yang frustasi mencari pekerjaan, ia kembali ke kos an kecil dengan basah kuyup, tak sangka ponselnya tersambar petir menyambar tubuhnya yang membuat kehidupan Kat berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu 20 Menit
Hantu Boy, merasa tidak karuan ketika melihat seorang pria dengan jaket kulit yang baru saja tiba, menggandeng seorang wanita.
"Apa dia Rian dan Silvy?" tanya Katrina.
Hm .. Mata Boy berubah hitam merah, hanya bisa menunjukan sikap amarah tanpa bisa membalas dendam dengan cara menyentuh. Bagaimana pun hantu yang tidak padat, dia hanya bisa menunjukan sikap negatif. Hal ini membuat Katrina mendorong hantu Boy, dengan cara mengusap cincin keberuntungan untuk Boy mengendalikan sikap, yang membuat rencananya gagal.
"Boy! Cepat misi pertama lakukan, kita tidak punya banyak waktu!"
Ding ..
Mata Boy berubah normal, ia kembali lesu dan menghilang ke arah toilet. Sehingga Katrina segera berlari mengekor ke arah toilet pria!
Di dalam sana, ada seseorang yang sedang berdiri sambil bersiul, dimana dirinya kali ini kaget melihat kaca, terlihat kepala tanpa badan, di atas kepalanya, dari balik kaca ia lihat. Dimana pria itu yang sedang menaikan resleting, sedikit kaget dan syok ingin berteriak namun tak bersuara .. 'Ha .. Han .. Hantu ...' teriak tanpa bersuara, seolah hilang suaranya detik itu juga.
Boy berhasil menakuti seorang pelayan dengan wujudnya ia tampak dengan bantuan cahaya dari cincin Katrina, setelah di rasa aman. Katrina langsung masuk, mengambil identitas pria itu dan sebuah topi. Dimana tampilan nya ia ubah, namun sebelumnya pria yang pingsan itu tangan dan kaki nya ia ikat, lalu dilakban mulutnya untuk Katrina berhasil dalam misi.
Setelah di rasa aman, pintu di tutup dan terkunci dari dalam, dimana di depan pintu toilet ada pria pingsan, Katrina bubuhkan tulisan nama TOILET RUSAK.
Katrina pun segera kembali ke toilet perempuan, ia membersihkan dirinya dan merapihkan dirinya dengan memakai nama pria tadi, apalagi dengan topi yang mana rambutnya ia sanggup di tutup oleh sebuah topi dan masker hitam.
"Beres .. Boy! Segeralah ke ruang aula!"
"Baik .." seru hantu Boy.
Katrina yang memancarkan sebuah cincinnya ke arah hantu Boy, ia meminta Boy untuk bergegas dalam 20 menit, sebab bantuan cahaya silver hanya bertahan untuk menjalankan misi, dimana Boy yang tak bisa mengangkat sebuah benda, akan terangkat karena cahaya dari pemancar cincin keberuntungan.
Boy mengikuti langkah ruangan yang di arahkan pada pintu nomor 330AB. Dimana Rian dan Silvy kala itu sedang melakukan hal tidak senonoh di balik pintu, tanpa mereka sadari hantu Boy yang jadi arwah penasaran selalu mengikuti mereka tanpa bisa melakukan apapun, namun dengan bantuan Katrina dan kemampuan tidak biasa, membuat Boy tidak mau menyianyiakan waktu mencari bukti untuk mereka semua di hukum detik ini juga.
'Baby aku ke kamar mandi dulu!' ujar Silvy pada Rian.
"Cepatlah honey. Aku sudah tidak tahan!"
"Oke .. Sedetik tunggu ya! Hiks.."
Silvy yang mencoba ke toilet membersihkan diri, ia melihat cermin mendekat dimana matanya ia kucek kucek atau terbuka dan terpejam, dimana kali ini ia kaget wajah Boy si cupu itu ada di cermin.
Silvy menoleh kebelakang tak ada siapapun, namun melihat ke cermin ia kaget bukan main, dimana disana ada wajah Boy yang menangis meminta ampun, kini terlihat menyeramkan mendekat seolah ingin memakannya.
Ah ... Aaaaaa ...
Teriakan Silvy ke arah luar, membuat Rian kaget. "Ada apa Honey? Kamu kenapa teriak?" tanya Rian.
"Beb .. Aku lihat wajah Boy. Dia di dalam, tolong beb. Aku takut, dia ada di sana!" panik gugup Silvy.
Rian segera ke toilet, dimana kali ini tak ada apapun, mencoba menenangkan Silvy sang kekasih, dimana kali ini terlihat Silvy merasa ia benar benar melihatnya.
"Kamu kecapean kayaknya, mana ada si cupu ada di dalam! Dia udah mati, udah aku habisi dan kita juga udah buat berita kalau kamu di lecehkan olehnya." jelas Rian.
"Gimana kalau dia udah jadi hantu dan balas dendam Beb, secara dia enggak salah. Semua karena salah paham, aku takut beb."
"Honey .. Jangan pusingkan itu, ada baiknya kita lakukan sesuatu. Agar kamu rileks, oke .."
Rian menyapu pipi Silvy, dimana kali ini ia meraba seluruh jenjang leher Silvy, mengangkat satu kaki Silvy dan mengecup seluruh leher indah, hingga meraba ke bawahnya membuat Silvy yang sebenarnya tidak mood, harus terbawa suasana.
Makin ke bawah, membuat Silvy tertahan sakit tak biasa, dimana Rian seperti melakukan tak biasa.
"Beb .. Pelan pelan!" lirihnya membuat mata Silvy kaget menatap mata Rian.
Argh ... Teriak Silvy, namun di tutup oleh tangan Rian kala itu.
TBC.
"LO MAMPU GAK BOS!?"😈
iri tanda tidak mampu BODOH😒😏