Aku tidak tau apa salah dosa ku hingga ibu yang cenderung tidak menyukai ku dari kecil tega bermain api dengan suamiku,mereka telah menghancurkan hidupku dan mempermainkan perasaan ku,sakit dan kecewa itu yang aku alami,aku tidak mengira pernikahan yang begitu indah bagiku hancur hannya karena ibuku.
Suami ku tergoda kepada ibuku.Aku tidak pernah curiga dengan ibuku yang memang selalu berpakaian seksi di depan suamiku,sakit dan kecewa,malu dan sedih itu yang aku rasakan saat ini.
Bagaimana kisah Tiara apakah dia akan mempertahankan perniakahnya dengan pria yang sangat dia cintai?"
ikuti kisah ini jangan lupa dukungannya kak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 ~ Pria egois ~
Saat lampu semua sudah hidup dan ruangan sudah cukup terang,Adrian berjalan ke dapur tapi dia tidak melihat Tiara dan juga putri mereka,seperti biasa Linda langsung masuk ke dalam kamar,sebisa mungkin menghindari kecurigaan Tiara terhadap mereka berdua.
"Kemana wanita menyebalkan itu,dan kenapa tidak ada makanan apa pun disini,apa dia sedang mogok memasak dasar wanita menyebalkan,bagaimana bisa aku setia kepadanya kalau sikapnya saja saja selalu membuatku kesal."Sungut Adrian.Sebenarnya tadi dia sudah makan diluar bersama Linda tapi karena mungkin porsinya yang sangat kecil hingga dia merasa perutnya tidak kenyang.Dari luar di mendengar suara sepeda motor milik Tiara ,dia segera menghampiri mereka yang masih di luar,dia kesal bercampur emosi.
"Kalian dari mana saja,kamu keluar malam tapi kamu bahkan tidak memasak untuk ibu dan aku,kamu sengaja tidak memasak untukku?" Wajah Adrian terlihat sangat marah,Viona yang juga saat itu ada diluar merasa sangat kesal mendengar ucapan Abang iparnya yang sangat egois dan benar-benar tidak punya perasaan.
Tiara tidak peduli dengan ocehan suaminya,ucapannya beberapa hari yang lalu belum bisa dia lupakan dan juga sikapnya tadi sore yang mengabaikan panggilannya dan memilih lebih pergi bersama ibunya.
Tiara membawa Caca masuk ke dalam rumah,sikap acuh Tiara semakin membuat Adrian emosi,dia mengikuti Tiara lalu menarik tangannya,dia tidak terima diabaikan seperti itu.
"Tiara!!! kamu dengar apa yang aku katakan,apa kamu sudah merasa hebat tidak menghargai suamimu,kamu keluar rumah tanpa menyiapkan makanan untuk suami dan ibumu,wanita macam apa kamu ini hah...." Bentak Adrian,Tiara menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan dan menatap suaminya dengan tatapan sinis.
"Jangan kamu menakuti anakku dengan teriakan mu itu,dan jangan biasakan ribut di hadapan anakmu,itu akan membuatnya trauma." Ucap Tiara dengan nada yang di tekan terlihat dia sedang menahan amarah kepada pria itu.
Tiara mengabaiakan suaminya,lalu dia pergi ke kamar meninggalkan suaminya yang masih sangat marah.
"Persetan dengan trauma anak itu,aku tidak peduli sama sekali." Teriak Adrian.Kata-kata suaminya kembali menyakiti perasananya,Tiara mengumpulkan semua kata-kata yang menyakiti hatinya dan sekarang ucapan ini jauh lebih sakit dari apa yang dia dengar beberapa hari yang lalu.
Tiara masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu dan menguncinya dari dalam,dia menahan rasa sakit dihatinya sekarang dirinya benar-benar di uji sangat menyakitkan memang.
Viona yang sedari tadi berada di luar dia langsung masuk ke dalam setelah semuanya terlihat hening,Viona benar-benar jijik melihat sikap Adrian selain tidak berguna dia juga egois pria yang tidak masuk kategori pilihannya.
" Kalian dari mana saja,Viona kamu jangan pengaruhi sikap kakakmu,kalau sampai dia menjadi istri durhaka karena mu,aku tidak akan segan-segan mengusir mu dari rumah ini." Ucap Adrian saat dia masuk ke dalam rumah.Tentu saja Viona tersinggung dengan ucapan kakak iparnya,rasanya dia ingin memaki pria itu tapi dia tidak berani dia takut terjadi keributan lagi di rumah itu.
Viona menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Abang iparnya yang sedang duduk di sopa,kalau bukan mengingat kakaknya yang sangat mencintai Abang iparnya bahkan rela menjadi budak cinta Abang iparnya mungkin dia sudah memaki pria tidak berguna itu.
" Jangan sembarangan bicara,memangnya kapan aku menghasut Tiara,lagian jangan egois gitu dong bang,kamu juga bisa memasak kalau kamu memang lapar jangan apa-apa menunggu Tiara,dia juga lelah bekerja sambil momong anak,apa Abang mampu seperti Tiara?" Ucap Viona dengan nada lembut tapi cukup menusuk.
"Untuk apa aku menikahinya kalau dia tidak bisa melayani suaminya dengan baik,jangan menjadi istri durhaka_
"Terus sebagai suami,apa Abang sudah memberikan tanggung jawab,jangan cuma menuntut bang,kalau belum bisa bertanggung jawab terhadap anak istri paling tidak jadilah suami yang baik itu sudah memberikan dia kebahagiaan." Wajah Adrian terlihat berubah merah padam mendengar ucapan adik iparnya kesal emosi itulah yang dia rasakan saat ini.
Melihat wajah Adrian yang sudah merah padam,dengan senyum penuh kemenangan Viona masuk ke dalam kamarnya,sebelum sampai di dalam kamar dia menoleh kembali kepada Abang iparnya.
"Bang aku ada di rumah ini bukan karena aku menumpang tapi aku juga membantu pekerjaan Tiara,memangnya kalian peduli dengan Tiara,dari mencari uang sampai mengerjakan rumah ini semua di kerjakan olehnya terus kamu sebagai suatu apa gunanya!!" Tiara masuk ke dalam kamar setelah mengucapkan kata-katanya.
" Dasar wanita murahan,memangnya kamu pikir Tiara sama seperti kamu,sepertinya aku harus mencari cara agar dia keluar dari rumah ini,keberadaannya pasti akan mempengaruhi pikiran Tiara nantinya." Ucap Adrian dalam hati.
Malam semakin larut,Adrian benar-benar kelaparan sementara Tiara sudah tertidur pulas setelah keributan yang terjadi tadi antara dia dan suaminya.
" Tiara....Tiara....Buka pintunya Tiara!!" Linda yang belum tidur beranjak dari tempat tidurnya ada rasa cemburu di hatinya saat Adrian membangunkan istrinya di malam yang sudah semakin larut.
Dia membuka pintu lalu menghampiri Adrian yang masih berdiri di depan kamar istrinya,hal itu membuat rasa cemburu di hatinya semakin besar.
" Adrian!!! " Adrian menoleh ke belakang saat mendengar suara yang memanggil namanya.
"Apa yang kamu lakukan disini tengah malam,apa yang tadi sore belum bisa membuatmu puas? "Wajah Linda tampak kesal,Adrian tersenyum saat melihat wajah cemburu kekasih gelapnya itu.
" Kamu ngomong apa sih sayang,memangnya aku pria macam apa? perutku sangat lapar aku membangunkan Tiara untuk memasak untukku."Ucap Adrian,Linda langsung tersenyum lalu menarik tangan Adrian ke dapur,dia tidak ingin Tiara terbangun mendengar suara ribut dari mereka.
"Biar aku yang memasak untukmu,jangan berisik kamu mau Tiara curiga kepada kita,kamu tau kan sikap istrimu,dia wanita cemburuan." Ucapnya lalu menyuruh Adrian duduk di kursi setelah itu dia mengambil mie instan,telor dan satu buah sosis yang ada di dalam kulkas.
Suara ribut di belakang berhasil membangunkan Tiara,perlahan dia beranjak dari tempat tidur lalu turun dan merapikan rambutnya yang acak-acakan.
"Siapa yang memasak jam segini,Viona,tidak biasanya." Ucap Tiara dalam hati.Saat dia membuka pintu kamarnya aroma masakan semakin menusuk ke hidungnya,dia menghidupkan lampu ruang tengah lalu pergi ke dapur.
Sesampainya di depan pintu,dia melihat suaminya sedang makan di temani ibunya,sebenarnya tidak ada yang salah di antara mereka saat itu karena jarak antara ibu dan suaminya cukup jauh tapi melihat pemandangan itu cukup membuat perasaan Tiara campur aduk.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
suami biadab.
emang sampah berkumpul nya dan bersatu nya dgn sampah