keputusannya menjadi baby sitter untuk menolong kakaknya, ternyata menimbulkan petaka bagi dirinya sendiri. Ve dijebak menikah dengan bosnya yang misterius dalam situasi yang tidak bisa dia hindari. Ve kira Bosnya angkuh,,, ternyata dibalik sikapnya yang dingin, tersimpan kasih sayang yang besar untuknya.
Namun, Barra yang lebih suka menunjukkan perasaannya lewat tindakan, sering disalah artikan oleh Ve yang menginginkan suaminya mengungkapkan lewat kata-kata.
" Kamu istri saya,,, saya akan memperlakukan kamu layaknya istri...",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
Hanya dengan suara saja, membuat semua orang mematuhi perintah nya. Apalagi, goresan pena yang terbentuk dari jemarinya. Mampu meluluhkan lantak kan apa yang ada di depannya . Itulah gambaran betapa besarnya pengaruh Barra di dalam perusahaanya . Bagaimana dia dipandang di dunia bisnis meskipun usianya masih tergolong muda.
"Pak.. ini beneran? ",
" Bener..., cancel semua kerja sama dengan mereka.. ",
" Bapak tahu konsekuensinya kan? ",
" Rugi? bukannya itu hal yang wajar dalam suatu bisnis? Nggak masalah, saya masih bisa meraup untung dari proyek yang lain... ",
" Puluhan Milyar pak.. ",
" Hanya puluhan? Nggak masalah Yud, kalo kita cancel, mereka kehilangan eksistensi..saya sudah ngasih kesempatan ke mereka, perusahaannya nggak kompeten, rating jelek. Tapi, anaknya mau macem-macem sama saya...",
" Karena mbak Di pak..? ",
" Ve adalah istri saya, Ve adalah harga diri saya sebagaimana saya menjunjung tinggi kehadiran dia di hidup saya. Tak sengaja menyakiti Ve, mungkin akan saya ampuni. Tapi, jika ada yang sengaja menyakiti dia dan dilakukan di depan saya, kalau nggak nantangin saya, namanya apa Yud? ",
Yuda diam membisu. Pak Barra mode suami yang melindungi istrinya dengan segala kekuasannya. Yudi angkat tangan.
"Baik pak akan saya laksanakan sesuai instruksi bapak.. ",
Hanya selang lima belas menit ketika Yuda keluar dari ruangannya, ponsel Barra mendadak sibuk. Panggilan terus datang dilihat berganti dari Papa, Mama, Kakek hingga Om Himsa. Tapi, tak satupun yang mendapat respon dari Barra. Sengaja, Barra sedang ingin bermain-main.
Sibuk bekerja, tapi otaknya tak henti-hentinya memikirkan Ve. Istrinya yang dinikahi karena sebuah jebakan. Istri yang sudah berubah agresif saat mereka bergelut di atas ranjang.
Saking rindunya, Barra memutuskan untuk pulang. Dan membatalkan beberapa meeting yang seharusnya dia hadiri.
Keputusannya untuk pulang lebih awal ternyata tidak seperti dugaannya. Tak mendapatkan sambutan hangat dari istrinya.
"Sweety..., saya pulang... ",
"Iya... ", jawaban datar Ve membuat Barra kebingungan.
"Kamu nggak peluk saya? ",
"Nggak... mas bau... ",
Barra menciumi kemeja yang dia kenakan. Tidak ada yang aneh. Wangi baunya sama seperti saat berangkat tadi.
"Kamu marah...? saya buat kesalahan apa? ",
" Pikir aja sendiri.., mas sendiri kan yang bilang? terbuka dan nggak ada yang ditutupi. Tapi apa? sekarang mas yang lakuin itu.. ",
" Hei.. saya ngelakuin apa sweety...? ",
Ve masuk ke dalam kamar, meninggalkan Barra yang masih duduk di sofa living room. Barra menyusul istrinya, menuntut jawab atas pernyataan yang dilontarkan oleh Ve.
"Sepanjang pernikahan kita, baru satu kali ini kamu bersikap demikian. So, Tell me what did I do to make you angry like this? ",
"Mas mau tau?
nih...?? ", Ve menyodorkan ponselnya kepada Barra.
Barra membaca chat dari Direct Message yang dikirimkan oleh akun "your kitty", dengan profil bergambar hello kitty. Barra sampai menebak-nebak siapa sang empunya.
"Ayo tebak.. aku di dalam mobil siapa? kamu pasti hafal Ve...",
Rani mengirimkan fotonya kepada Ve melalui DM IG dengan menggunakan second akunnya.
Barra bisa menebaknya. Bukan karena Rani nya, tapi Barra tahu dari interior mobil miliknya. Mobil yang kini sudah berpindah tangan ke pemilik lain, karena Barra sudah menjualnya. Tak sudi rasanya, memakai mobil yang habis ditumpangi oleh perempuan lain selain istrinya
Tidak ada satupun huruf yang Ve kirimkan untuk membalas pesan Rani. Justru Rani yang mengirimkan teks sepanjang gerbong kereta api dengan narasi karangan yang dibuat sendiri. Barra sampai meng geleng-geleng kan kepalanya.
"So.. kamu marah karena cemburu? ", Barra justru tersenyum bangga.
Bagi Ve senyuman Barra ibarat belati yang menusuk hatinya. Bahagikah suaminya karena berduaan dengan perempuan lain di dalam mobil?
" Saya bisa jelaskan sweety... ",
"Nggak perlu..., siniin... ", ucap Ve yang mengambil paksa ponselnya.
"Tenang sweety... ",
Brakkkkk.....!!!!
Bunyi ponsel berbenturan dengan lantai. Ve membanting hapenya miliknya. Katakanlah Ve sudah hilang kewarasan. Iya.. benar. Ve trauma ditinggalkan oleh laki-laki yang dicintainya. Jika hanya sebatas pacaran, Ve mungkin tidak akan segila ini. Tapi, haruskah Ve harus kehilangan Barra , suaminya dengan cara yang sama direbut oleh Rani, mantan temannya?
"Ve.... ",
"Kalo mas Barra mau main api, silahkan... tapi biarkan Ve pergi dulu, jangan lakuin ini didepan mata. Ve sakit..... ",
Suara tangisan yang terdengar menyayat hati! keluar dari bibir istrinya. Sungguh, terdengar dramatis di telinga Barra.
"Kamu tenang dulu, sweety... ",
"Jangan deket-deket... aku nggak mau disentuh sama tangan yang udah nyentuh perempuan lain. Ve jijik mas.... ",
"Oke.. oke..., tapi kamu denger saya dulu. Oke... ", ucap Barra mengangkat kedua tangannya.
"Mas Barra jahat!!!!!!! ",
"Sweety... apa yang kamu baca barusan itu nggak benar sama sekali... ",
" Mici juga bantu kan?iya mas? kalian sekongkol?",
"Oke.. oke.. saya kasih bukti langsung aja ke kamu ya.., sebentar... ",
Barra duduk di bibir ranjang, sedangkan istrinya meringkuk di lantai. Memberikan jarak antara keduanya, Ve benar-benar dalam keadaan tantrum. Dan, Barra memahaminya.
"Kamu lihat ini, oke...? ",
Barra memutar rekaman kamera yang tempo hari sengaja dipasang saat dia mengintervensi Rani. Ve yang semula acuh, mulai fokus saat Barra menolak godaan Rani. Ya, memang benar ada Mici, tapi bukan seperti apa yang Rani katakan tadi.
Barra menghapus menghapus air matanya. Tatapan dalam namun lembut Barra membuat Ve salah tingkah.
"Lain kali.. tanyakan ke saya baik-baik.. ", Bares merengkuh nya dalam pelukan.
Kedua tangan saya, hanya untuk menyentuh kamu, bukan perempuan lain. Apapun yang saya punya, itu milik kamu. Saya tidak akan membaginya, karena sejatinya saya tidak suka berbagi dengan siapapun, termasuk perasaan atau nafsu saya sekalipun.
Saya tahu, kamu belum kenal betul dengan sifat saya. Kita menikah tanpa pacaran. Mungkin, kamu pikir saya laki-laki pada umumnya. Punya duit, foya-foya, punya simpanan sana sini, mabuk atau hal negatif lainnya. Saya tidak akan membuang untuk meladeni Rani yang sangat terobsesi menjadi seorang Ve...
Saya tetap memilih orang yang saya inginkan, dibandingkan orang yang menginginkan saya... ", Barra menciumi rambut istrinya.
Lagi-lagi Ve kalah. Egonya yang tinggi dikalahkan dengan cara Barra yang berhasil meyakinkannya. Barra memang belum pernah sekalipun mengatakan cinta kepadanya. Tapi, jika Ve boleh salah, cinta Barra untuknya sangatlah besar.
"Maaf mas... ",
"Its oke.., lain kali kamu bisa balas Rani. Kamu bisa petantang-petenteng ke dia. Kamu punya saya Ve, gunakan privilege sebagai istri saya... ",
Ve mengangguk.
"Sudah tahu akibat perbuatan kamu kan? ", tunjuk nya pada ponsel Ve yang rusak berserakan.
"Rusak mas... ", rengeknya.
" Sebelum bertindak, pikirkan dulu akibatnya sweety... ",
Ve menjadi tahu. Dibalik dinginnya seorang Barra Sanjaya, ternyata tersimpan ketenangan di dalamnya. Hingga membuat Ve sendiri tidak sadar, perasaannya sudah terlalu dalam.
"Ayo siap-siap... kita beli ponsel buat kamu... ",
"Hape keluaran terbaru ya mas.. ",
" Iya sweety... kita mandi bareng ya.. ",
"Ih modus... ",
"Di lap dulu ingusnya... ",
" Ih... mas... ",
Sepersekian detik-detik, tubuhnya sudah berpindah ke gendongan Barra.
...----------------...
"Masih belum kapok dia...? ", ucap Barra yang murka.
biar kapok Barra🥰🥰🥰
tapi jangan buat Ve kecewa ya kak,,
kesel aja trus bikin Bara bere bucin akut Ama Ve😄👍
harusnya dia jujur ke Ve ttg mamanya Rere. lanjut Saffa cantik🥰🥰🥰