NovelToon NovelToon
Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:95.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ovelia.shin

Gara-gara rem blong membuatnya menyenggol sebuah Rubicon di lampu merah. Aletta Sora harus berurusan panjang dengan Dioneel Alardo.
Celaka seribu kali lipat, karena ganti rugi yang diminta Dioneel hanya karena goresan kecil di mobilnya itu harus dibayar seharga lima puluh juta atau diganti dengan tubuhnya.
Aletta menyerah, dia tak bisa membayar lima puluh juta sehingga dia hanya bisa pasrah menyerahkan tubuhnya kepada sang bad boy billionaire yang terkenal playboy itu.
Liku hari yang kini dialami Aletta menjadi semakin menyulitkan karena Dioneel terus mengulur waktu untuk mencicipi tubuhnya yang membuat Aletta semakin sulit lepas dari pria tampan sejuta pesona itu.
Di luar dugaan.
Dioneel justru sengaja mengulur perjanjian mereka karena dia butuh meyakinkan dirinya jika Aletta telah membuatnya jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kemarahan Dioneel sudah tidak dapat ditahan lagi. Dengan suara keras yang cukup membuat siapa pun yang mendengarnya akan sakit telinga, dia meneriaki ayahnya. "Apa yang Papa lakukan pada Aletta? Jawab, Pa!"

"Anak kurang ajar, kamu! Cuma karena wanita murahan itu, kamu berani berbuat kasar pada ayahmu!" tukas Davin dibawah kungkungan putranya. "Sekuriti! Sekuriti! Tolong saya!"

Beberapa pria berpakaian serba hitam dan bertubuh kekar masuk ke dalam rumah itu dan memanggangi kedua tangan dionil yang tadi mencengkeram leher Davin kuat-kuat.

Namun, tidak ada yang sanggup menahan Dioneel saat dia sedang marah. Dengan mudahnya, Dioneel melepaskan kedua tangannya dari pria-pria yang disebut sekuriti itu oleh ayahnya.

Jari telunjuk Dioneel teracung ke arah wajah Davin. "Kalau sampai aku tau, bahwa Papalah yang membuat Aletta pergi, aku tidak akan sungkan memutus hubungan kekeluargaan di antara kita!"

"Oh, begitu? Kau mulai berani mengancam ayahmu, huh?" tantang Davin yang kini sudah tersulut emosinya.

"Aku tidak mengancam! Papa tidak pernah ada, tapi begitu aku dekat dengan seseorang, kau muncul dan mengacaukan segalanya! Ini sudah bukan lagi tentang seberapa kentalnya darah untuk menjadi sebuah keluarga!" ucap Dioneel ketus. Deru napasnya masih terdengar cepat karena amarah yang memuncak dan kian besar.

Hubungan Dioneel dengan Davin bukanlah hubungan yang baik. Dia sudah cukup dewasa untuk tau kalau dia tidak pernah diharapkan oleh ayahnya. Davin akan datang, jika dia menginginkan sesuatu dari Dioneel dan hal itu membuat Dioneel marah dan kesal.

Sama seperti saat ini, Davin ingin Dioneel meneruskan perusahaannya, tetapi menurut Davin, Aletta membuat keinginannya terhalang sehingga dia memutuskan untuk menyingkirkan Aletta.

"Jadi, kau ingin memutuskan hubungan ayah dan anak hanya untuk seorang wanita SPG murah itu?" tanya Davin menantang.

Dioneel melemparkan salivanya ke lantai dan sekali lagi, dia mencengkeram leher ayahnya. "Wanita itu seribu kali lipat lebih dari kau! Selama aku hidup, itu keputusan terbaik yang pernah Papa buat untukku!"

Lelaki bertubuh kekar itu menurunkan Davin dan bergegas keluar untuk kembali mencari pujaan hatinya. Namun, dia berhenti saat Davin mengatakan sesuatu. "Kembalikan semua yang telah kau dapatkan! Itu uangku, itu mobilku, itu perusahaanku, kembalikan semua!"

Dioneel kembali menghampiri Davin sambil mengeluarkan kartu hitam yang selalu dia bawa dan dia mematahkannya di depan wajah Davin. Begitu pula dengan beberapa kartu ATM serta kunci mobil. "Motor itu milikku! Aku membelinya dengan uangku sendiri!"

Tanpa membawa apa pun selain motornya, Dioneel memutuskan untuk keluar dari rumahnya itu. Dia mengambil kunci motornya dan mengendarai kendaraan roda duanya itu dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Hanya satu tujuan Dioneel saat ini, markas Death Squad. Setibanya di sana, dia memarkirkan motornya begitu saja di sembarang tempat dan bertemu dengan kawanannya. "Aku butuh bantuan kalian!"

"Santai, Bro. Duduk dulu. Ceritain pelan-pelan, ada apa?" tanya Javas.

Dioneel tidak bisa santai, dia panik, dan ketakutan. "Tolonf bantu cari Aletta. Aku kehilangan dia!"

"Dia di culik? Atau dia ditangkap Axel? Atau apa?" tanya Javas lagi. Wajahnya kini ikut khawatir, sama seperti Dioneel. Di kepala pria bertato itu hanya ada bayangan Max atau Axel menculik dan menyekap Aletta untuk balas dendam.

Namun setelah Javas melihat gelengan kepala Dioneel, dia bernapas lega. "Dia pindah rumah? Syukurlah cuma pindah rumah, kupikir dia disekap atau diculik,"

"Bagaimana bisa bersyukur? Tolong bantu cari dia. Cari ke semua tempat yang memungkinkan! Berikan kabar kepadaku kalau kalian menemukan tanda-tanda dari dia. Aku coba hubungi Raline, mungkin saja dia tau sesuatu," pinta Dioneel dalam harapan terakhirnya.

Sementara itu di sebuah perumahan yang terletak di pinggiran kota, Aletta tampak sibuk dengan barang-barang barunya.

"Nona, ini diletakkan di mana?" tanya seseorang sambil membawa kursi-kursi kecil berwarna-warni.

Aletta menunjuk ke sebuah arah. "Di sana saja, nanti biar aku yang mengatur. Terima kasih,"

Hampir semua barang sudah terjejer rapi di dalam rumah yang bisa dikatakan cukup luas itu. Aletta memang membeli dua rumah. Rumah yang pertama dia jadikan tempat tinggal sedangkan rumah yang kedua, akan dja jadikan sebagai tempat usaha.

Aletta berniat membuka sebuah restoran kecil. Bu Lily akan membantu gadis itu untuk menjalankan usahanya. Dengan begitu, Aletta tidak akan khawatir lagi saat meninggalkan Arsen di rumah. Kalau usahanya lancar, dia akan merekrut beberapa pegawai.

Arsen juga sudah bisa dimintai tolong dan itu membuat Aletta sangat bangga padanya. "Kakak bantu aku kerja, ya?"

"Arsen bantu! Arsen bisa bantu Aletta kerja," jawab pria kurus itu dengan wajah ceria.

Melihat perkembangan Arsen, membuat Aletta sangat senang. Dia bisa membantu membawakan piring, membersihkan meja dan kursi, atau meletakkan barang-barang.

Bonus penjualan unit serta sisa uang yang pernah diberikan Dioneel kepadanya, dipakai oleh Aletta sebagian untuk memulai usahanya dan membeli rumah.

"Tinggal mencari nama untuk restoran kita, Bu. Apa ya kira-kira?" tanya Aletta.

Bu Lily memutar bola matanya ke atas. "Bagaimana kalau Aletta's Kitchen? Atau A's Kitchen?"

"Hmmm, bagus. Tapi menurutku kurang menarik. Ada lagi yang lain?" tanya Aletta.

"Jangan suruh aku yang sudah tua ini untuk berpikir, Aletta. Hahaha, sudah karatan rasanya otak aku," sahut Bu Lily berkelakar. "Untuk menu, semua sudah siap. Kalian bisa panggil aku dengan sebutan Abuela saat aku bekerja di dapur itu,"

Impian Bu Lily memang menjadi seorang koki, maka begitu Aletta meminta Bu Lily untuk ikut bersamanya dan mengelola sebuah restoran kecil, Bu Lily dengan senang hati ikut bersamanya.

"Hahaha! Baiklah, Abuela. Ah, bagaimana kalau nama restoran kita Bite And Sip?" tanya Aletta tiba-tiba.

Bu Lily mengacungkan ibu jarinya pada Aletta. "Aku suka nama itu. Kita mulai buka besok,"

Aletta mengangguk setuju. Malam itu, ada beberapa beban yang terangkat dari pundaknya dan dia merasa kesesakan yang selama ini menderanya sudah jauh berkurang. Hanya saja, tergantikan dengan kesesakan yang lain.

Rasa rindunya pada Dioneel. Baru saja cinta itu berkembang dan seseorang memetiknya bahkan sebelum cinta itu mekar.

Ingin rasanya dia menghubungi Dioneel, tetapi keinginan itu ditahannya. Dia sendiri juga sudah memblokir semua akses panggilan Dioneel.

"Apa yang kau pikirkan, Letta? Kenapa belum tidur?" tanya Bu Lily. Saat dia ingin masuk ke dalam kamarnya, dia melihat nona kecilnya itu sedang duduk merenung di meja makan dengan tatapan kosong.

"Aku tidak bisa tidur. Lagipula aku belum mengantuk, Bu," jawab Aletta sambil menyesap cokelat hangatnya.

Bu Lily yang tadi berpangku tangan, melepaskan tangannya. "Kau memikirkan Dioneel?"

Aletta tersenyum dan mengangguk.

"Kalau dia mencintaimu, dia akan mencarimu, Sayang. Kau tidak perlu khawatir. Sejauh apa pun cinta kalian terpisah, jika jodoh, kalian akan segera dipertemukan," kata Bu Lily menghibur Aletta. "Anggap saat ini, kalian sedang diuji untuk melihat seberapa kuat cinta kalian. Ibu percaya, cepat atau lambat, dia akan menemukanmu, Letta,"

"Semoga, tapi kami sangat jauh, Bu. Dioneel seperti bintang di langit dan aku tak bisa menggapainya," kata Aletta lagi.

Bu Lily memeluk nona kecilnya itu. "Apa kau pernah mendengar bintang jatuh? Berharaplah Dioneelmu itu sebuah bintang jatuh yang akan datang dan mengabulkan mimpi-mimpimu,"

Aletta tertegun mendengar jawaban Ibu Lily. Kemudian, wanita paruh baya itu mengecup pucuk kepala Aletta dengan sayang. "Sekarang tidurlah. Kau sudah lelah, besok kita akan membuka restoran dan kau memerlukan tenaga extra untuk melayani para pembeli. Aku pun sudah mengantuk. Selamat malam, Sayang,"

"Selamat malam, Bu. Terima kasih atas segalanya," balas Aletta.

***

1
nobita
itu Arsen anggota mu Dion...
nobita
aku juga kayak Aletta bersorak senang😄
nobita
awal yang menarik thor
Khoerun Nisa
aku bingung di bab ini apakah Loncar alurny
Khoerun Nisa
ko aku sedih yach wlu di bawah sadar nya tetep dia menyayangi adik nya dn mnghawatirknnya
Agung Ika Dewi
Luar biasa
Fitriyani
trnyta arsen tmn nya Dion....
Sulastri Abdi
ini kok jadi gini ceritanya. dionell kan katanya sudah nggak punya apa2 tinggal motor sj kok jd punya mobil lg dan nyiapkan lamaran romantis?
Fatma Wati
kurasa balap motor kenapa ada mobil🤔
Fitriyani: hahaa,,aku mpe ngulang bbrpa kalimat sblmnya,ku pukir apa aku yg salah baca,motor jd mobil 🤣
total 1 replies
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
HARTIN MARLIN
bukankah papa Dionell gak suka kepada Alletha 🤔🤔
Meywar
Oh so sweet deh kalian (death squad) , semoga persahabatan Kalian tdk akan menemukan musuh lg , Lanjut Thor🙏😘
Meywar
Good job Arsen..akhirnya Arsen bangun dr tidurnya, Bijaklah dalam mengambil keputusan, agar kehidupan kita bisa Damai 🤲
Meywar
Thor kok saya yg tegang y..saya inginya Exel masuk penjara Thor 🙏
Meywar
Saya jg ikut bahagia Thor..semoga kebahagiaan mereka akan selamanya..karena kita tahu, Dioneel adalah orang yg sukses di bidang usaha dn otomotif..apalg pacar Dioneel cantik pasti bnyk yg iri..tetap semangat Thor 👍🏻
Sintarahim Asep Dadan
good
Meywar
Wah Exel bikin kacau aja. smg masalah Exel suap ke Hakim kena pasal yg berat..
Meywar
Selamat berjuang Dioneel, karena Aletta sejatinya jg mencintaiMu bro Dioneel ☝🏻
Mamanya Raja
lanjut cerita nya bgua
Namira
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!