Alice Patricia Greyson adalah seorang gadis cantik yang dingin, cuek, dan tidak banyak bicara.
Ia harus pindah sekolah dan tinggal di rumah neneknya di akhir semester sekolah karena kesibukan kedua orang tuanya yang tidak pernah ada di rumah.
Alice bertemu dengan seorang pria bernama Jack di sekolah barunya. Dan, siapa menyangka mereka duduk sebangku di kelas.
Jack telah tertarik pada Alice saat dia melihat gadis itu. Pria itu selalu mencari perhatian Alice dan diam-diam selalu menjaga gadis itu..
Namun, di balik itu semua..
Alice tidak mengetahui bahwa sebenarnya Jack tidak terlihat oleh siapapun. Jack adalah sosok arwah yang keluar dari tubuhnya yang sedang koma selama 5 tahun.
Jack harus mencari belahan jiwanya dan membuat belahan jiwanya itu jatuh hati dan percaya padanya agar ia bisa kembali hidup..
Siapakah belahan jiwa Jack??
Lalu bagaimana nasib kekasih Jack yang selalu setia menunggunya selama 5 tahun dari koma??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Maria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hunch
Matahari terlihat mulai menerangi langit pagi hari ini..
Para siswa terlihat sudah terbangun sebagian dan keluar dari tenda mereka.
Di dalam salah satu tenda, terlihat Alice dan teman-temannya juga sudah terbangun dan bersiap keluar untuk melakukan olahraga bersama para siswa yang lain.
Sherly mengusap matanya yang masih mengantuk dan meregangkan tubuhnya yang terasa pegal. Semalam ia tidur tengah malam karena terlalu asik berada di api unggun bersama siswa lain. Tetapi walau begitu, ia sangat senang menghabiskan waktu semalam dengan bernyanyi dan bersenang-senang bersama yang lainnya.
Sherly seketika mengarahkan pandangannya pada Alice yang terlihat tengah melamun sejak tadi sambil menatap kearah luar tenda.
Ia pun menghampiri Alice dan menepuk pundaknya,
"Hey!!! Ada apa?? Kau terlihat melamun sejak tadi" ucap Sherly pelan.
Alice seketika menatap kearah Sherly dan menghela nafasnya. Sebenarnya semalam ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena mimpi buruk.
Semalam Alice bermimpi buruk..
Mimpi yang benar-benar membuatnya takut dan sedih secara bersamaan. Dan, anehnya semalam ia bermimpi buruk tentang Jack.
Di dalam mimpi Alice, tiba-tiba ia melihat Jack yang sedang berdiri di depan jurang. Pria itu menatap kearahnya sambil tersenyum lembut. Namun tiba-tiba sesuatu muncul dari dalam jurang itu dan mencoba menarik tubuh Jack agar pria itu terjatuh.
Dan dengan refleks tangan Jack mencoba menggapai tangannya. Alice yang panik mencoba menolong Jack namun, tenaganya tidak cukup kuat untuk menarik pria itu kembali naik.
Di dalam mimpi itu, Jack mengatakan sesuatu padanya yang entah apa sampai membuatnya tiba-tiba menangis. Alice mencoba sekuat tenaga menarik kembali Jack tapi... Ia tidak bisa menolong pria itu, dan Jack pun terjatuh ke dalam jurang.
Alice terbangun seketika semalam dengan air mata yang berlinang di pipinya. Walaupun itu hanya mimpi, tetapi Alice dapat merasakan hatinya terasa sakit jika mengingat kembali mimpi itu.
"Hey!!! Kenapa kau melamun lagi???" tanya Sherly lagi yang membuat Alice kembali sadar dari lamunannya.
Alice menyentuh keningnya dan mencoba menutup matanya untuk menenangkan diri,
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu??" tanya Sherly lagi.
Alice menatap kearah Sherly dan menggeleng pelan,
"Tidak ada.." jawabnya pelan.
Sherly pun mencoba menelisik wajah Alice dan menghela nafasnya pelan,
"Baiklah jika kau tidak mau cerita" ujarnya pelan.
Alice kembali terdiam dan dengan ragu menatap kearah Sherly. Namun, saat ia hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba terdengar suara guru yang memanggil para siswa untuk segera berkumpul,
"BAIKLAH ANAK-ANAK!!! SILAHKAN BERKUMPUL SEKARANG UNTUK MELAKUKAN OLAHRAGA BERSAMA!!!" ucap guru itu.
Alice pun mengurungkan niatnya dan mulai keluar dari dalam tenda,
"Ayo keluar" ucapnya pada Sherly datar.
Sherly pun mulai bangkit dan menyusul Alice,
"Hey!! Tunggu!!" ujarnya sambil mengejar Alice.
Para siswa pun berkumpul dan mulai melakukan pemanasan dan berolahraga ringan.
"Kita akan pemanasan dan senam ringan terlebih dahulu. Setelah itu kita akan melakukan games ringan" ucap guru itu dan langsung menyalakan musik untuk mulai melakukan olahraga.
~
Setelah selesai olahraga, Alice pun memutuskan untuk duduk di pinggir lapangan dan tidak mengikuti lomba yang sedang di laksanakan. Entah mengapa ia terlihat tidak fokus sejak tadi.. Mimpi semalam benar-benar membuatnya menjadi kehilangan fokus.
Justin memperhatikan Alice sejak tadi. Ia tau gadis itu terlihat banyak diam dan tidak berkonsentrasi. Apa Alice sedang sakit?? pikirnya cemas.
Justin ingin sekali menghampiri Alice, tetapi ia sedang mengikuti games sekarang dan guru menyuruhnya untuk menjadi juri. Jadi ia tidak mungkin meninggalkan tugasnya.
Mungkin setelah ini, ia akan menghampiri Alice dan memberikannya beberapa vitamin untuk gadis itu. Justin tidak mau Alice sampai jatuh sakit.
Di balik sebuah pohon besar di dalam hutan itu, terlihat seorang pria tengah mengamati seorang gadis yang tengah duduk sendiri di sebuah batang pohon dekat perkemahan.
Pria itu menatap dalam pada sang gadis sambil memegang dadanya yang terasa sedikit sesak,
"Alice... Aku sangat ingin bertemu denganmu sekarang.." bisiknya dalam.
Jack terlihat diam sejenak dan menutup matanya untuk mengambil keputusan. Apakah sebaiknya ia menghampiri Alice sekarang atau tidak..
Waktunya benar-benar telah menipis. Jack juga merasa sekujur tubuhnya telah melemah dan tidak bertenaga.
Kesempatan satu-satunya adalah sekarang..
Jack pun membulatkan tekadnya dan mulai berjalan pelan kearah Alice yang terlihat sedang melamun.
Saat pria itu hampir dekat dengan Alice, tiba-tiba seorang pria berlari kearah Alice dan duduk di samping gadis itu.
Seketika Jack pun langsung berhenti sambil mengepalkan tangannya,
Pria itu...
Entah mengapa Jack sangat tidak menyukai pria itu. Ia merasa pria itu mempunyai niat terselubung pada Alice.
Ruben seketika duduk di samping Alice yang sedang melamun. Pria itu tersenyum pelan dan menatap wajah Alice dalam,
"Apa kau baik-baik saja??" tanyanya tiba-tiba yang membuat Alice sadar dari lamunannya.
Alice menatap Ruben dan menghela nafasnya dengan malas. Gadis itu hendak berdiri dari duduknya dan meninggalkan Ruben, namun dengan cepat Ruben menahan tangan gadis itu,
GREP!!!
"Kau mau kemana??" tanyanya.
Alice menatap tajam tangan Ruben yang menahan tangannya dan menghempaskannya dengan kasar,
"Lepaskan!!" ujarnya tajam.
Ruben pun seketika melepaskan tangan Alice sambil menyeringai pelan. Pria itu pun berdiri dan menatap Alice yang berada di depannya,
"Mengapa kau selalu bersikap seolah aku ini menjijikkan?? Apa aku begitu menjijikkan di matamu??" tanyanya dingin.
Alice menatap Ruben dan memilih membalikkan badannya untuk pergi dan enggan menjawab pertanyaan pria itu.
Namun dengan cepat Ruben kembali menahan tangan Alice,
"Tunggu Alice!!" ujarnya cukup keras.
Jack yang melihat kejadian itu seketika mengepalkan tangannya kuat dan tidak bisa menahan emosinya. Pria itu berjalan kearah Ruben seperti hendak memukul wajah pria itu. Namun, dengan cepat Justin menghampiri Ruben lebih dulu dan melepaskan genggaman tangannya di tangan Alice,
SRET!!
"Lepaskan dia!!!" ucap Justin tajam.
Tangan Ruben seketika terlepas dari tangan Alice. Justin berdiri di depan Alice dan menatap Ruben dengan tajam,
"Apa yang kau lakukan!!! Apa kau tidak dengar dia memintamu untuk melepaskannya!!" ucap Justin keras yang membuat beberapa siswa langsung menatap kearah mereka.
Ruben menatap ke sekitar dan tersenyum sinis pada Justin,
"Kau selalu saja muncul di saat yang tidak tepat!!!" geram Ruben.
Justin mengepalkan tangannya dan mendorong bahu Ruben,
"Jangan berani-berani kau menyentuhnya!! Apa kau tidak sadar, kau membuatnya tidak nyaman!!" gertak Justin lagi.
Ruben kembali tertawa mencemooh dan menatap Justin tajam.
Tiba-tiba seorang guru pun datang menghampiri mereka,
"Ada apa ini??" tanyanya.
Justin dan Ruben yang saling melempar tatapan tajam mereka pun seketika terdiam dan membuang muka.
Guru itu menghela nafasnya dan memisahkan kedua pria itu,
"Sudah, kembali ke tempat kalian!! Sangat memalukan memperebutkan wanita seperti ini" ucapnya kesal.
Alice yang berada di belakang Justin seketika menjauh dan berlari kearah Sherly dengan kesal. Gara-gara kedua pria itu, dia tidak dapat beristirahat, pikirnya sebal.
Disisi lain, Ruben menatap kepergian Alice dengan tatapan yang sulit diartikan..
Jack yang melihat tatapan itu dapat merasa sesuatu yang tidak baik dari tatapan Ruben pada Alice..
Bersambung...
Gimana nih tanggapan kalian tentang cerita ini??
Yuk boleh di tulis di kolom komentar 😁🙏
Ramaikan kolom komentar ya 😘
Hai, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi ninggalin sholat 😁👍
Jangan lupa juga mampir di novelku yang judulnya 'Gadis Penakluk Pria Dingin' 🥰
nnti psti akn mnyesal