NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Tugas patroli

​Gadis tersebut menatap Nathan dengan tatapan ragu. Ia tidak percaya ayahnya tega melakukan hal tersebut.

​Tidak lama kemudian, seorang wanita setengah baya keluar dari pintu yang setengah terbuka. "Ada siapa, Del?"

​Gadis bernama Delia itu mendekat lalu berbisik pelan ke telinga ibunya. Sang ibu seketika membelalak, wajahnya berubah pucat dan tampak terkejut.

​Dia menatap Nathan dengan pandangan meminta kepastian. "Apa benar, Pak?"

​"Iya, benar sekali," jawab Nathan tegas namun tenang.

​Setelah itu, Nathan mendengarkan cerita singkat tentang kondisi sang kepala keluarga tersebut.

"​Jadi begitu, dia sudah beberapa bulan dipecat, kesulitan mencari kerja, dan terpaksa melakukan itu. Tapi sepertinya mereka tidak sampai kelaparan," batinnya sembari mengamati kondisi rumah yang minim perabot tersebut.

​Nathan mengerti situasi sulit itu. "Baiklah kalau begitu, saya undur diri dahulu. Masih ada hal yang harus saya urus. Nanti saya usahakan datang lagi."

​Sang ibu dan Delia mengangguk hormat, raut lega sedikit terpancar di wajah mereka. "Terima kasih banyak, Pak, sudah mau repot-repot datang ke sini."

​"Tidak apa-apa, ini memang tugas saya. Kalau begitu saya pamit."

​Nathan berjalan pergi meninggalkan area pemukiman padat itu. Di sepanjang perjalanan, ia menghela napas panjang. "Mungkin aku harus membantu mencarikan pekerjaan paruh waktu untuk keluarga itu," pikirnya.

​Sembari melangkah, pikiran Nathan melayang. Dia mulai menyadari bahwa dirinya benar-benar telah kembali ke masa lalu.

Walaupun rasanya sulit dipercaya dan seperti mimpi, sensasi kenyataan ini terlalu kuat untuk diabaikan.

​Dia kembali berjalan menuju kantor polisi. Saat sampai di sana, suasana terasa sepi dan hanya ada beberapa orang saja. Pegawai yang bertugas di shif malam memang selalu tampak lesu dan tidak bersemangat.

​Niko yang sedang duduk di meja kerja segera mendekat. "Hei, kamu dari mana saja?"

​"Ada urusan mendadak," jawab Nathan singkat sambil berjalan menuju tumpukan berkas yang bisa ia baca.

​Ia mulai membolak-balik lembaran informasi untuk mencari lowongan pekerjaan bagi keluarga tadi. Niko yang memperhatikan tingkah temannya itu menjadi penasaran. "Kamu lagi cari kerjaan tambahan?"

​"Tidak, ini untuk keluarga orang yang kutangkap tadi. Sepertinya cukup susah mencari kerja akhir-akhir ini. Pantas saja tingkat kriminalitas cukup naik."

​Niko mengangguk-angguk setuju. "Ada benarnya juga. Tapi kalau aku harus berurusan dengan kriminal kelas kakap, jujur aku takut sekali. Masih mending ditugaskan di kantor distrik begini, tugasnya tidak terlalu mengancam nyawa. Aku tidak mau terjadi apa-apa dan meninggalkan istri serta anakku."

​Nathan tersenyum getir ketika teringat nasib tragis yang menimpa Niko di kehidupan sebelumnya. "Semoga saja kamu bisa bertahan hidup kali ini," batinnya.

​"Semoga saja kamu hidup kali ini," cetus Nathan tanpa sadar.

​Niko tersentak. "Hei! Apa maksudmu dengan 'kali ini'?!"

​"Tidak ada apa-apa."

​"Ayolah, Nathan. Kamu jadi berbeda sekali hari ini."

​Dari arah ruangan utama, seorang pria paruh baya berjalan keluar. Wajahnya suram, memiliki lingkaran hitam tebal di bawah matanya, dan tampak sangat tidak bergairah. Pria itu adalah komisaris kantor polisi distrik 1.

​Niko menyapa dengan senyum ramah. "Malam, Pak."

​"Ya, malam," sahutnya singkat.

​Nathan merasa senang dan hangat saat melihat sosok itu lagi.

Pria bernama Martin ini adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan Nathan sebelumnya mulai dari memberi pelajaran berharga, hingga beberapa kali menyelamatkan nyawanya saat berada dalam bahaya.

​Martin berdecak kesal sembari memijat pangkal hidungnya. "Sialan! Kenapa kantor kepolisian pusat kota memberikan banyak pekerjaan kepadaku! Aku jadi tidak bisa pulang."

​Niko bergerak cepat ke area dapur kecil dan kembali membawa beberapa cangkir kopi panas. "Pak, silakan kopinya."

​Mata Martin mendelik segar melihat asap tipis dari cangkir tersebut. "Wah, terima kasih banyak!"

​"Hehe, tidak apa-apa, Pak. Lagi waktu senggang juga," sahut Niko santai.

​Nathan menerima satu cangkir kopi, menyesapnya perlahan sembari menyimak layar gawai untuk mencari informasi pekerjaan di internet.

​"Kamu sedang cari apa, Nathan?" tanya Martin sembari menyeruput kopinya.

​"Saya sedang mencari pekerjaan paruh waktu untuk orang lain, Pak."

​Mendengar jawaban itu, Martin mengernyitkan dahi. Jarang sekali ada polisi muda yang mau meluangkan waktu dan pikirannya untuk hal-hal kecil seperti itu.

​"Pekerjaan, ya? Kalau tidak salah... aku pernah dengar ada lowongan di restoran dekat persimpangan sana. Coba saja kamu rekomendasikan ke mereka."

​Nathan tersenyum tipis. "Terima kasih, Pak, atas sarannya."

​"Ah, kamu terlalu berlebihan, ini hanya hal kecil. Ngomong-ngomong, bukannya tadi kalian pergi makan-makan dengan yang lain?" tanya Martin heran.

​Niko mengeluh, "Sudah selesai, Pak. Mereka semua sudah pulang dan kita malah terjebak di sini. Kenapa coba aku harus dapat shif malam?"

​Martin malah terkekeh geli melihat keluhan bawahannya. "Hahaha, saat aku masih muda dulu pun aku sering mengeluh begitu. Tapi memang melelahkan kalau harus kerja malam hari."

​Martin kemudian meraih sebuah lembaran berkas laporan dari mejanya. "Aku dengar ada keluhan warga terkait kasus pencurian di distrik 1. Lebih baik kalian cepat pergi patroli."

​Nathan dan Niko saling tatap sejenak. "Baik, Pak."

​Mereka berdua mengenakan seragam lengkap dan topi polisi, lalu melangkah keluar kantor, membiarkan anggota lain melanjutkan pekerjaan masing-masing.

​Di tengah jalanan malam yang sepi dan remang-remang, Niko menyalakan senternya.

Ia sengaja mengarahkan cahaya senter dari bawah ke arah wajahnya sendiri dengan ekspresi dibuat-buat. "Kalau tiba-tiba ada hantu... hihihi! Aku sepertinya lebih takut hantu daripada pencuri kalau patroli malam-malam begini."

​"Mana ada hantu. Kamu terlalu banyak baca cerita horor," sahut Nathan malas.

​"Hantu bisa saja ada! Contohnya seperti senior kita itu. Menyebalkan sekali dia, suka tiba-tiba muncul dengan wajah suramnya!"

​Begitu Niko berbalik badan, langkahnya mendadak terhenti.

Matanya membelalak lebar, dan bulu kuduk di sekujur tubuhnya meremang seketika. Tepat di depannya, berdiri seorang pria dengan wajah suram yang tersorot langsung oleh cahaya senternya.

​"Apa kau sedang membicarakanku, Junior?!"

​"Arrghh! Hantuuuu...!" teriak Niko histeris karena terkejut setengah mati.

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!