NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. JANGAN TINGGALKAN AKU

“Tolong jangan mulai lagi.”

“Aku hanya mengutarakan isi hatiku. Aku hanyalah seorang perempuan cacat Dante! Tentu saja kau tidak akan pernah mau mendengarku.”

“Cukup! Jangan mulai lagi Tatiana!” ujar Dante dengan intonasi tinggi.

“Keputusanku untuk tetap menggeluti duniaku dan mengurus organisasiku bukan karena masalah dalam hidup kita! Aku tidak pernah mempermasalahkan semua kekuranganmu. Kita sudah sepakat!”

“Itu menurutmu. Tapi bagiku itu masalah!”

“Tatiana!”

“Dante! Aku mau istirahat saja, aku lelah. Biarkan aku sendiri.”

“Alasan! Kau hanya ingin menghindar dariku.”

“Apakah pantas aku menghindari suamiku yang tampan dan kaya yang selalu mencintaiku apa adanya, tak pernah berbagi hati dengan wanita lain meskipun aku mandul?”

Kalimat itu sontak membuat Dante lingling, dia tak bisa merespon ucapan istrinya. Dia ingin mengejarnya tapi Tatiana sudah melangkah pergi dengan langkah cepat.

Dante hanya terdiam dengan pikirannya yang melayang pada sosok wanita yang kini sedang berada di penthousenya. “Apakah istriku curiga padaku?”

“Tatiana tunggu!” saat kesadarannya sudah pulih, Dante kembali mengejar istrinya.

“Apa lagi Dante? Apa belum jelas yang tadi kukatakan?”

“Jaga bicaramu Tatiana! Aku tak suka kau bicara kasar seperti itu padaku.”

Dante bicara pada istrinya dengan nada suara yang dingin dan tinggi. “Lepaskan aku Dante.”

“Tidak akan! Sebelum kau kembali lagi menjadi Tatiana-ku yang patuh aku tidak akan pernah melepaskan pelukanku.” Dante tidak menuruti kemauan istrinya dia malah mengertakan pelukannya ditubuh istrinya.

“Aku akan menjadi Tatiana-mu selamanya, Dante.”

“Aku tahu tapi tidak seperti ini. Aku tidak suka melihatmu pesimis, Tatianaku selalu memberiku semangat, apakah dia masih ada? Kau banyak berubah sekarang.” ucap Dante berbisik ditelinga istrinya sambilmengecup pucuk rambutnya.

“Maafkan aku Dante….aku…..”

“Hey….hey….sudahlah. Jangan terus-terusan minta maaf padaku, sayang.”

Dante berusaha untuk menenangkan istrinya dengan mengelus punggung wanita itu. Satu tangannya masih menggendong Alex yang tertidur, dia hanya memiliki satu tangan lagi untuk mengelus punggung istrinya.

“Maafkan aku Dante, aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Aku---aku hanya takut kehilanganmu didunia hitam itu begitu mengerikan, sampai kapan kau akan berada disana? Mau sampai kapan kau mencari pembunuh ayahmu? Menurutku mencari pembunuh ayahmu tidak akan memberimu ketenangan juga.” Tatiana mendongakkan kepalanya menatap Dante yang masih memeluknya.

“Kedamaian ada disini Dante.” ucapnya sambil memegang dada Dante. “Damai itu disini! Bukan dengan cara seperti yang kau lakukan. Dendam tidak akan pernah menyelesaikan semua permasalahan.”

“Masih banyak urusan yang harus kuselesaikan disini. Aku sudah memulainya, jadi aku juga harus mengakhirinya. Bukan dengan cara kabur dan pergi meninggalkan sesuatu yang belum tuntas.” kata Dante tetap bersikeras.

“Baiklah kalau begitu maumu. Aku akan menerimanya. Aku akan menunggu sampai semua tuntas.”

“Kau tidak akan bisa menerimanya Tatiana! Lihatlah sikapmu begini saja sudah menunjukkan bahwa kau sangat menderita hidup bersamaku.”

“Tidak….aku tidak menderita aku hanya takut kehilanganmu saja. Aku dan Alex tidak akan pernah bisa hidup tanpamu.” sudut mata wanita itu meneteskan cairan bening.

“Aku akan baik-baik saja. Bukankah aku selalu pulang dengan selamat?”

Tatiana mengangguk pilu, ucapan suaminya hanya sekedar untuk menghiburnya.

“Maafkan aku karena rasa takut kehilanganmu membuatku akhur-akhir ini jadi emosi berlebihan.”

“Sering-seringlah berkumpul dengan komunitasmu, dengan begitu kau mmeiliki kegiatan dan kau tidak akan merasa takut ketika aku meninggalkanmu dirumah.”

“Baiklah akan kulakukan.” jawab Tatiana sambil mengangguk. Dante mengeratkan pelukannya pada istrinya.

“Dan jangan pernah lagi mengucapkan kata-kata yang terakhir kau katakan tadi, sebelum aku menarikmu, sayang.” pinta Dante dengan suara lembut namun penuh dengan penenakanan.

“Aku minta maaf. Tapi aku bicara sesuai kenyataan, aku tidak bisa memberimu anak.” ucap Tatiana pelan namun kalimat itu sangat menusuk hati Dante.

“Itu hanya karena keadaan, tidak perlu kau pikirkan lagi. Apa tidak cukup ada Alex untukmu?”

“Dia lebih dari cukup.” jawab Tatiana sambil melirik anaknya yang tidur pulas dalam dekapan Dante.

“Aku berterimakasih karena kau sudah membawa Alex padaku.” ada senyum diwajah Tatiana saat bicara dan dia menatap suaminya dengan sorot mata lembut. “Sebaiknya kau bawa dia kekamarnya, dia tidur pulas sekali dan akan lebih nyaman jika dia tidur dikasurnya.”

“Kau benar, sayang. Apa kau sudah merasa lebih tenang sekarang?” tanya Dante.

Tatiana tersenyum tapi dia masih menggelengkan kepalanya. “Dante sayang…..aku tidak akan pernah tenang sampai kau keluar dari dunia hitam. Tapi setidaknya sekarang aku sudah bisa mengontrol diriku.” ucapnya pelan.

“Baiklah. Bagaimana kalau aku merubah pertanyaanku. Apakah kau sudah bisa mengendalikan dirimu?”

Tatiana tersenyum mendengar candaan suaminya, Dante membalas dengan senyuman yang lebih manis lagi hingga dua lesung pipi diwajahnya tampak jelas membuat wajahnya manis meskipun ada ketegasan yang tak luput dari garis wajahnya.

“Aku sangat suka melihatmu tersenyum begini Tatiana. Jangan terlalu mengkhawatirkanku, semuanya akan baik-baik saja. Kau harus percaya padaku.”

“Akan kucoba untuk mempercayai ucapanmu, Dante. Aku juga ingin kau berjanji satu hal padaku.”

“Apapun itu, sayang.” kata Dante mengangguk.

“Berjanjilah padaku, setelah semua ini selesai maka kau akan tinggal bersamaku dan Alex ditempat yang dulu pernah kita janjikan.”

Dante menjawab dengan anggukan sambil tersenyum kembali.

“Apa kau masih ingat dimana tempat itu?”

“Tentu saja. Switzerland. Aku ingat kau ingin tinggal didekat danau yang indah dengan air bening. Dari depan teras rumah kita kau bisa melihat puncak gunung berlapis es dengan padang rumputhijau dibelakangnya dan hutan pinus tak jauh dari rumah kita.”

“Ya betul. Terimakasih kau masih mengingatnya.” Tatiana tersenyum dan mengangguk bahagia.

‘Tuhan….terimakasih kau sudah memberiku seorang suami yang baik untuk menemaniku dan menyayangiku. Dante…..dia sosok sempurna sebagai teman dia sudah menjadi teman terbaik selama dua puluh tahun. Sebagai kekasih dia telah menjadi kekasihku selama dua puluh tahun dan sebagai suami dia telah menjadi suamiku selama lima belas tahun.’ ujarnya melihat lengkungan bibir yang tersenyum milik Dante yang berdiri dihadapannya.

‘Kita akan mewujudkan impianmu Tatiana.’ bisik hati Dante.

“Suasana pedesaan jauh lebih hiruk pikuk dari perkotaan dengan udara yang sejuk dan asri. Kita akan tinggal disana dan menua disana. Kau mau mengabulkannya?” tanya Tatiana lagi.

“Tentu saja.” Dante berjanji lalu memeluk istrinya.

“Terimakasih Dante!” ucapan pria itu menenangkan hati Tatiana tapi malah membuat hati Dante bergejolak tidak tenang, dia semakin rapuh dan tersakiti.

‘Apakah kelak aku bisa memenuhi janjiku padamu?’ Dante merasa gelisah lalu pikirannya melayang entah kemana-mana dan memang sejak tadi dia sudah tidak tenang. ‘Apakah dia baik-baik saja disana? Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Belinda!’ Hatinya berdecak ingin sekali dia berlari menemui seseorang yang selalu memenuhi pikirannya. Hatinya terkadang merindukan seseorang itu dan selalu merasa tak tenang.

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!