Kiara Tasya, seorang gadis yang di temukan saat masih bayi di reruntuhan bangunan dan di selamat kan seseorang yang sedang bekerja membersihkan sisa reruntuhan, dan di angkat oleh seorang gadis yang baik dan kini ia memiliki tiga saudara dari ke dua orang tua angkat nya, ia tak pernah sekali pun iri kepada ketiga saudara nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAHRIani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
'' kemana lagi padaan bus nya..? sudah setengah jam aku menunggu di sini, namun satu pun tidak ada yang lewat sama sekali
mau itu taksi atau bus, yang mana membuat ku lelah dan kepanasan di sini, belum lagi minum yang ku beli kini sudah habis
'' mana gak bawa ponsel lagi..? ucap Kiara seorang diri
lima belas menit berlalu, baru lah sebuah taksi muncul juga, dengan cepat aku mengangkat tangan ku dan menyetop nya
'' mau kemana neng,,? tanya sopir taksi pada ku
'' mau ke alamat ini pak,,? aku menunjuk kan alamat yang berada di kartu nama Tante Yuna
sudah lama aku tidak kesana, ingin rasa nya berkunjung ke sana mumpung Kenan tidak ada, dan aku bisa bebas dari nya
" terima kasih pak,,? ucap ku ketika aku turun dari mobil taksi dan meninggal kan nya
" eh.. neng Kiara, mau ketemu buk Yuna ya..? tanya salah satu penjaga butik Tante Yuna
" iya pak,, ada kan pak, Tante Yuna nya..? tanya ku pada nya dengan ramah
" ada kok neng,, masuk aja..?
dengan cepat aku pun masuk kedalam dan melangkah kan kaki ku ke arah ruangan Tante Yuna
" assalamualaikum Tante..? sapa ku di kala pintu sudah terbuka
" waalaikumsallam'' Kiara,, sudah lama gak kemari,, kemana saja..? tanya Tante Yuna pada ku
" gak kemana Tan,, di rumah aja kok..? dengan tersenyum ramah aku berucap pada nya
" mbak,, ini berkas yang mbak minta,, mau di taruh dimana..? seseorang masuk ke dalam ruangan Tante Yuna ketika aku sudah duduk di sofa
" eh.. iya,, mbak lupa dania, kamu letak kan saja di meja sebelah sana..? Tante Yuna menunjuk ke arah meja kerja nya
" ada tamu ya.. mbak.? tanya nya kemudian
" iya nih,, sini kenalan dulu..kalian memang saling tau nama,, tapi tak pernah tau wajah..? ucap Tante Yuna kemudian
" siapa sih mbak,, bikin penasaran saja..? ucap nya sambil terkekeh kecil
" sini duduk dulu,, Yudis kemana.. gak ikut kemari kah..? ucap Tante Yuna mengajak nya duduk
aku hanya diam saja melihat interaksi antara kedua nya yang begitu akrab
" mas Yudis ada, tapi lagi di rumah mama mbak,, aku hanya sendiri kemari..? ucap nya
" Yudis di sini kah,, wah ke betulan sekali.. kita ke rumah mama saja yok..? ajak Tante Yuna
Tante Yuna tidak jadi menyuruh tamu nya duduk, melain kan kini merangkul ku dan membawa ku ikut serta bersama mereka
" kok kayak gak asing yang mbak,,? Tante dania melihat ku secara intens
" ini Aldo ini dania..? Tante Yuna menatap ke arah Tante dania yang menatap ku sedari tadi
" anak bang aldo,, pantesan,, tapi kok agak lain dari anak nya yang lain ya..? komentarnya kemudian
" agak lain gimana sih,, kamu ini, nanti Hani marah loh kamu berucap begitu..? seloroh Tante Yuna, padahal dia sendiri saja tau kalau aku ini bukan anak kandung mama
" maaf mbak,,? ucap Tante dania lirih
" wah.. ternyata ramai di sini,, mama kedatangan cucu lagi ya..? Tante Yuna melepas kan ku kini beralih memeluk ke dua keponakan nya
" mama.. belikan clau ini dong..? Claudia memperlihat kan Yuna baju di salah satu gambar yang ada di ponsel nya
" yang begini sih,, mama bisa buat sendiri clau..? protes Tante dania kepada anak nya
" aku mau yang ternama bunda..? rajuk Claudia pada bunda nya
" ini kan barang, brand mama clau,, ini masih ada di butik sekarang..? ucap Yuna menatap keponakan. nya
" benar kah, tapi kenapa bisa masuk sosial media begini..? tanya clau dengan polos nya
" mama kan jual online juga clau..? Yuna berdecak sebal, sikap lelet dania terturun kepada anak nya
" eh.. iya kah,,? saut clau tersenyum malu atas perkataan nya
" kesana saja,, minta pada Tante Raina, yang pas buat mu..? ujar Tante Yuna yang mana membuat Claudia berlari meninggal kan kami
" eh.. kak,, kenapa kemari..? tiba-tiba saja ayah clau muncul dari dapur membawa segelas teh hangat
" kalian ada di sini,, kakak pun kemari, rindu dengan keponakan..? saut Tante Yuna
aku yang melihat dan menatap satu persatu orang dewasa di sekeliling ku hanya bisa diam saja
dan ketika aku melihat secara langsung bagai mana wajah ayah Claudia, memang benar, tidak jauh beda dengan ku
" ada tamu kah,,? tanya Yudis kemudian
" ada, ini anak nya Aldo berkunjung..? yang mana Yudis langsung memandang ke arah Kiara
sekian detik, teh yang semula ia genggam di tangan nya terjatuh ke lantai, karena terkejut melihat ku
" om.. om gak pa,pa..? tanya ku ketika aku juga terkena air teh yang curah berhamburan
" kok, wajah nya,, seperti wajah ku..? setelah sekian lama diam, barulah om Yudis berucap
" ah.. masak mas,, kamu ada saja,, tapi kan,, nama juga kita saudara dengan bang Aldo..? ucap Tante dania dan memandang wajah ku
" ini benar anak bang Aldo kak..? tanya Yudis memandang wajah kakak nya
" iya benar,, kamu sendiri kan tau itu,, ini Kiara anak pertama Aldo..? ucap Tante Yuna
memang kami tidak pernah bertemu, jika pun ada kumpul keluarga kami selalu saja berselisih, dan itu yang membuat kami tidak pernah bertemu walau dalam satu ruangan
" Yudis kan, hanya tau nama nya saja,, tidak dengan rupa orang nya..? ucap Yudis memandang kembali wajah Kiara yang menatap nya
" boleh om peluk tidak..? pinta om Yudis pada ku
" boleh,, kan kita saudara..? ucap ku masih memandang wajah om yudis
" mas kenapa..? kumat sudah sikap lelet dania
tak menjawab perkataan dania, Yudis pun memeluk Kiara sangat erat, ia seperti menemukan putri nya yang hilang delapan belas tahun yang lalu
" kak, bang Aldo izin kan Yudis tidak ya.. untuk tes DNA dengan Kiara..? pertanyaan itu terlontar setelah om Yudis melepas kan pelukan nya dari ku, dan beralih menatap Tante Yuna
" tanya kiara nya saja, dia mau atau tidak..? Tante Yuna menoleh ke arah ku dan om Yudis bergantian
sedang kan Tante dania masih saja diam dan belum memahami apa yang terjadi, kalau aku sendiri sudah tahu, ada rasa yang mengalir hangat ketika om Yudis memeluk ku
sore hari, om Yudis pun membawa ku ke rumah sakit yang terdekat dengan butik Tante Yuna
dan aku pun di antar kembali ke rumah dengan om Yudis yang kata nya ingin berkunjung ke rumah papa
" papa mu jam segini kemana..? tanya om Yudis pada ku ketika kami sudah di depan teras rumah
" biasa nya sih di rumah om,, kalau gak sedang membantu kiano di belakang..? ucap ku membuka pintu rumah dan kami pun berjalan ke arah dapur