NovelToon NovelToon
RINDU DIATAS KHIANAT

RINDU DIATAS KHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Tiga tahun menjalani pernikahan, Rindu dan suaminya masih menanti kehadiran buah hati. Di tengah cinta yang mereka bangun, harapan itu perlahan berubah menjadi beban ketika sang mertua terus menyalahkan Rindu dan mendesaknya untuk segera memberikan cucu.

Tekanan yang tak kunjung reda membuat hubungan mereka mulai retak. Di saat kepercayaan dan komunikasi memudar, hadir sosok perempuan lain yang menawarkan perhatian dan kenyamanan kepada suami Rindu. Kehadiran orang ketiga itu menjadi ujian terbesar dalam pernikahan mereka. Kini, Rindu harus memilih terus bertahan memperjuangkan rumah tangganya atau melepaskan cinta yang perlahan berubah menjadi luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihantam kenyataan menyakitkan!

"Tenang aja, Ma... Mama nggak usah lapor kalau aku baru pulang," kata Rindu akhirnya membuka suara.

Suaranya tidak lagi bergetar penuh ketakutan seperti biasanya.

Suara itu terdengar sangat dingin, tegas, dan menembus keheningan ruang tengah bagaikan bilah pisau yang tajam.

"Aku dari mana dan ngapain, Arsen tahu kok," tambah Rindu, menatap tajam persis ke dalam manik mata suaminya.

Arsen seketika membeku di tempatnya. Langkah kakinya yang semula mantap kini berubah gontai, tubuhnya mendadak lemas, dan wajahnya memucat pasi seketika.

Arsen sadar betul apa arti dari tatapan dan kalimat penuh sindiran yang baru saja dilontarkan oleh istrinya.

Ratna mengerutkan dahinya tak mengerti. Ia menatap selang-seling antara Rindu yang berdiri tegap dengan tatapan membunuh, dan Arsen yang mendadak mengkerut seperti pesakitan.

"Rindu, aku..." kata Arsen, mencoba melangkah mendekat ke arah Rindu untuk menenangkan.

"Jangan mendekat! Berdiri di depan kamu aja aku muak!" potong Rindu setengah berbisik namun sarat akan kebencian yang mendalam, menahan gelombang sakit yang menghantam dadanya hingga sesak.

Rasa jijik menyergap seluruh rongga dada Rindu.

"Apa! Kamu bilang apa?!" Ratna menatap marah mendengar Rindu berkata kasar seperti itu pada putra kesayangannya. Matanya membelalak, tak mempercayai pendengarannya sendiri bahwa menantu yang selama ini penurut berani membentak Arsen di rumah ini.

"Pa! Lihat dia, Pa! Dia sudah keterlaluan!" Ratna membalikkan tubuh menatap suaminya dengan napas memburu, meminta dukungan untuk memojokkan Rindu.

"Anak kita baru pulang kerja capek-capek, malah dibentak dan dibilang bikin muak! Benar-benar nggak tahu diuntung!"

"Yang keterlaluan itu anak Mama!" teriak Rindu pecah.

Suara teriakan Rindu menggema hebat memantul di dinding-dinding rumah mewah itu, seketika membungkam mulut Ratna dan membuat Pak Baskoro terperanjat.

"Anak laki-laki kebanggaan Mama yang paling beradab ini..." Rindu menunjuk Arsen dengan telunjuknya yang bergetar hebat, sementara hatinya hancur berkeping-keping.

"Sayang, aku bisa jelaskan!" potong Arsen panik, mencoba meraih lengan Rindu untuk memohon.

"Nggak ada yang perlu dijelaskan lagi! Kamu hanya ada satu pilihan, ceraikan aku!" kata Rindu lantang, suaranya bergetar hebat penuh penegasan.

Kata-kata itu langsung membuat Arsen tersentak hebat. Tubuhnya mematung, seolah dihantam petir di siang bolong.

Dia tahu, kebohongannya ini sudah membuat Rindu sangat marah. Tapi, dia sama sekali tidak menduga Rindu akan mengucapkan permintaan seekstrem itu padanya, meminta perceraian tanpa ragu sedikit pun.

"R..Rindu... nggak, kamu nggak boleh ngomong gitu! Aku nggak mau!" ratap Arsen terbata-bata, kepanikan kini menguasai seluruh raut wajahnya.

"Ada apa ini, Rindu, Arsen?!"

Kini Pak Baskoro yang akhirnya menaikkan suaranya. Suara berat sang ayah mertua menggema tegas memotong perdebatan panas itu, menuntut penjelasan jujur di tengah kekacauan yang membuat suasana rumah semakin mencekam.

"Arsen, jelaskan ada apa?!" bentak Pak Baskoro. Suaranya bergema memenuhi ruang tengah, menuntut jawaban tegas dari putra tunggalnya.

Namun, Arsen hanya diam membisu. Pria itu menundukkan kepala dalam-dalam, menghindari tatapan selidik dari ayahnya. Lidahnya mendadak kelu, tak sanggup menyusun satu kata pun untuk membela diri.

"Arsen?" Ratna ikut bersuara, menatap anak kesayangannya dengan raut wajah penuh kekhawatiran dan kebingungan.

"Ma... Pa... aku..." gumam Arsen terbata-bata. Pria itu menyapu wajahnya dengan kasar. Ia benar-benar bingung dan tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan.

"Arsen selingkuh!" potong Rindu tegas tanpa ragu.

Suara Rindu membelah keheningan rumah bagaikan dentuman petir. Ia menatap mertuanya lurus-lurus, meluapkan seluruh kebenaran pahit yang menindih dadanya.

"Apa?!" seru Pak Baskoro kaget. Matanya membelalak tak percaya menatap Arsen.

Bahkan Ratna pun ikut melongo kaget. Wanita tua yang tadinya gencar memojokkan Rindu kini mematung di tempatnya, menatap putranya dengan ekspresi syok yang tak sanggup disembunyikan.

"Benar apa yang dikatakan Rindu, Arsen?!" tanya Pak Baskoro dengan nada menuntut, matanya menatap tajam persis ke arah putranya.

"Pa, udahlah! Mungkin Rindu itu hanya salah paham aja," potong Ratna cepat, mencoba membela anak kesayangannya meskipun wajah Arsen sudah sepucat kertas.

"Atau... atau karena dia takut Arsen marah gara-gara pulang larut malam begini, makanya dia cari-cari alasan sampai tega fitnah bilang Arsen selingkuh! Iya, kan, Rindu?!" Ratna mengarahkan tatapan sengitnya pada Rindu, berharap menantunya itu akan menciut dan menarik kembali ucapannya.

"Diam dulu, Ma! Biar Arsen yang jawab!" bentak Pak Baskoro tegas, memotong ocehan istrinya tanpa ampun.

Wajah pria paruh baya itu tampak begitu tegang, memancarkan wibawa dan amarah yang siap meledak jika dugaan itu ternyata benar.

Suasana di dalam ruang tengah rumah mewah itu mendadak hening mencengkeram. Pendar lampu gantung kristal yang terang benderang seolah menyinari setiap sudut dosa yang berusaha disembunyikan Arsen selama ini.

"Ayo, Mas... jawab. Jawab," kata Rindu dengan suara yang dingin dan bergetar.

Rindu menatap pria yang pernah berjanji untuk menjaganya itu. Tidak ada lagi rasa takut atau keraguan di matanya. Hanya ada kelelahan yang luar biasa dan rasa jijik yang menggelegak di dada.

Arsen menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa kaku bagaikan menyumbat seluruh udara yang ingin ia hirup. Tatapan berapi-api dari ayahnya, pandangan cemas nan penuh harapan dari ibunya, serta sorot mata Rindu yang begitu tajam bagai pisau yang siap mengulitinya, membuat Arsen merasa sangat terpojok.

"Aku..." bisik Arsen lirih, suaranya hampir tak terdengar.

Pria itu menyapu wajahnya kasar dengan kedua telapak tangan yang gemetar hebat.

"Aku... maaf, Pa..." lanjut Arsen terbata-bata. Kepala pria itu makin tertunduk dalam, tak sanggup lagi mengangkat wajah di hadapan orang tua dan istri yang telah dihancurkannya.

"Kamu benar berselingkuh, Arsen?!" tanya Pak Baskoro, suaranya berat dan menggelegar, menuntut kepastian dari putranya itu.

Arsen makin menundukkan kepala. Matanya terpejam erat, menahan gemetar hebat yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat mengakui kesalahannya.

"Aku... aku tidak berselingkuh, Pa," bisik Arsen dengan suara parau yang nyaris pecah.

"Aku dan Nia... kami sudah menikah."

Deg!

Dunia Rindu serasa runtuh seketika. Jantungnya bagai dicabik-cabik, diremas tanpa ampun hingga tak berbentuk.

Kenyataan yang keluar dari mulut Arsen, bahwa pria itu dan Nia sudah terikat dalam tali pernikahan, seakan membunuh jiwa Rindu saat itu juga.

Luka yang tak berdarah dan tak terlihat itu terasa begitu menghantam, teramat sakit hingga menghentikan setiap pasokan udara di paru-parunya.

Rindu mengira kekejaman Arsen hanya sebatas nafsu sesaat atau pengkhianatan murahan. Namun kenyataannya jauh lebih mengerikan.

Suaminya tidak berzina. Pria itu telah menghalalkan perempuan lain di tengah-tengah rumah tangga mereka.

Pria itu telah membagi takhta, cinta, dan janji sucinya, secara sadar, terencana, bersama wanita yang paling Rindu percayai di dunia ini.

Rindu mematung dengan tatapan kosong. Air matanya menetes satu per satu tanpa suara, menyuarakan kehancuran batin yang tak lagi sanggup diuraikan dengan kata-kata.

Pernikahan yang selama ini ia pertahankan dengan seluruh rasa sabar dan pengorbanannya, ternyata hanyalah sebuah panggung sandiwara di mana dirinya menjadi satu-satunya orang bodoh yang ditertawakan oleh takdir.

1
Shinta Teja
Thor plis Thor, plisss!!!!!
buatlah rindu bercerai dari Arsen & keluar dari keluarga toxic itu. aku ga rela rindu menderita lebih lama lagi 🥺🥹
Sanda Rindani
jangan bodo rindu
Shinta Teja
jangan lupa minta no unitnya mbak Fina,rindu. jadi kamu bisa sementara sembunyi di apartemen nya....🥺
Sanda Rindani
jangan lembek dong rindu
Ben Aben
Udah mulai seru ya thor
stela aza
sakarepmu sing nulis Thor endinge arep kaya apa Yo ngono ,,, wis bebeh drama rumah tangga yg ngono kui wis biasa Karo wis akeh di setiap novel hampir sama rata 🙏 nek ora selingkuh Karo konco Yo Karo Adine trs sepupu Yo muter2 Ning Kono kui tok 🙏
Maple latte: saya gk tau ya kak kalau novel lain juga sama, saya cuman nulis apa yang terlintas di pikiran aja.
kayak, bikin cerita ini kayaknya seru, selingkuhannya si ini. terus nanti pertengahannya akan jadi seperti ini, dan endingnya akan seperti ini.
jadi semua sudah saya pikirkan, dan semua sudah ada di otak di penulis. gambarannya seperti apa. dan, juga pasti mencari ini akan seru nih cerita seperti ini. jadi, kita itu gk tau ceritanya sama atau tidak dengan yang lain, kalau kakak merasa ceritanya sama dengan yang lain ya, mungkin pemikiran saya dan penulis yang lain sama.
total 1 replies
stela aza
ujung2 nya Nnti setelah cerai baru ketahuan kalau Nia hamil bukan anaknya Arsen ,,, wisss mambu lagu ngono kui ,,, 🤣
Cha Libra
jngan biarkan Rindu lluh thour ma s Arsen .biar rindu kluar gugat cerai suami kga tau diri
Delisa
novelnya good thor
Yantie Narnoe
😭😭😭 sedih x....up lg othor...💪
stela aza
balas rindu jangan diem Bae ,,, balesnya dg cara yg cantik dan apik ,,, hancurkan sampai tak bersisa 2 penghianat itu 🤭
Shinta Teja
terimakasih ya otor,dah dikabulkan permintaan ku...🫰
btw jangan lama² bongkar kebusukannya si Arsen & Nia dong,Thor. kasihan banget di rindu...
tolong buat dia pisah dari Arsen & keluarga toxic nya itu lalu buat dia bahagia ya, Thor....🙏🫵🫰
Shinta Teja
up nya yang banyak dong Thor. masa cuma 1 . mana makin bikin penasaran lagi🫰
Anonim
Wah wah si nia ini pelakor nya ternyata y thor🤭
Shinta Teja
tolong dong,kak. jangan lama² bongkar kebohongan nya Arsen. sebab aku mau si RINDU itu bisa bersikap tegas & keluar dari keluarga toxic itu
Anonim
Rindu jangan lemah dong thor buat jadi cewe badas,gemes ih sama mertua modelan kek gitu pengen kasih rawit sekilo
stela aza
kok rindu diem j di hina di injak-injak harga dirinya,, meneng Bae ,,, lawan donk , jgn jdi perempuan bodoh ,,
Shinta Teja
jangan sampai itu si Nia,sahabat nya rindu🥺🥹
Anonim
Masih muter aja thor kapan nih rindu tau kalau suaminya selingkuhh🤭
Anonim
Jijik bener deh sama yg namanya pelakor,malah jadi ngerasa dia yg korban padahal istri sah yg korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!