NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 13

"Rosalina, siapa itu Ben?"

"Mana ku tahu, Griz. Bahkan namanya pun baru ku dengar sekarang. Kamu juga nggak pernah denger kah nama itu?"

Ben segera pulang setelah mendengar cerita dari Rowan. Dia juga langsung menceritakan kembali apa yang didengarnya kepada istrinya.

Dua orang tua itu tampaknya sama-sama bingung. Nama wanita yang keluar dari bibir Rowan ternyata cukup asing dan bahkan belum pernah mereka dengar sebelumnya. Griz bahkan mencoba mencari-cari nama itu di media sosial milik Kael, berharap ada nama wanita yang diikuti atau mengikuti Kael di dunia maya tersebut. Namun semuanya nihil, tak ada satu pun wanita yang bernama demikian.

Nama Rosa mungkin banyak, dan nama Rosalina pun juga tak sedikit. Akan tetapi tak ada yang seakan berkaitan dengan putranya.

"Apa mungkin wanita itu cinta pertama Kael, sehingga dia nggak bisa nerima wanita lain?" gumam Griz.

"Bisa juga tuh, tapi masa iya sih. Duh aku jadi ikut penasaran sama wanita bernama Rosalina itu," sahut Ben.

Dua orang yang begitu ingin tahu tentang Rosalina sama dengan putra mereka. Mereka bersama-sama ingin tahu dimana dan siapa sosok Rosalina ini. Mereka merasa bahwa Rosalina adalah sosok yang misterius, padahal pada kenyataannya tidak demikian. Rosalina hanya wanita biasa, dia adalah ibu muda dari anak yang berusia 3 tahun dan saat ini dia tengah sibuk bekerja di restoran.

Libur satu hari karena sakit membuat Rosa semakin bersemangat. Beberapa orang bertanya dengan khawatir, tapi Rosa menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.

"Kak Ros beneran udah nggak apa-apa? Kalau masih sakit, mending jangan masuk dulu," ucap Esih. Ya gadis itu masih mengkhawatirkan Rosa. Melihat kondisi Rosa kemarin jujur membuat Esih sedikit takut. Dia takut Rosa memiliki penyakit yang parah.

"Aku beneran udah nggak apa-apa, Esih. Jadi tenang aja. Ya udah yuk, mulai kerja lagi," jawab Rosa dengan senyum manisnya. Dia meyakinkan Esih kalau dirinya sungguh sudah baik-baik saja. Rosa juga menepuk lembut punggung Esih agar gadis itu tenang.

Dan ya, pekerjaan bisa dijalankan Rosa dengan lancar. Dia juga terlihat baik-baik saja hingga waktu istirahat datang. Ketika hendak menjemput Al, Rosa tak jadi melakukannya. Pasalnya Al sudah datang dengan berlari ke arahnya.

"Ibuuuuu, Al dataaaan," teriak bocah itu riang. Al langsung menghambur ke arah Rosa dan memeluknya erat.

"Terimakasih, Pak," ucap Rosa kepada orang yang menjemput Al. Siapa lagi kalau bukan Rendi.

Rendi mengerutkan alisnya. Sejak kapan Rosa memanggilnya dengan sebutan pak, seingat Rendi baru kali ini Rosa memanggilnya demikian.

"Sama-sama Ros, by the way kenapa kamu manggil aku kayak gitu. Nggak enak banget tahu didengernya," protes Rendi.

"Bukannya apa-apa, cuma memang seharusnya aku manggil kamu begitu. Bagaimanapun kalau di tempat kerja, kamu adalah atasanku. Aku hanya nggak mau orang-orang salah paham. Aku juga nggak mau jadi sasaran kebencian dari orang-orang sekitar karena deket sama kamu. Hubungan pertemanan kita cukup dilakukan di luar pekerjaan aja. Baiklah, terimakasih sekali lagi Pak Rendi karena sudah membantu saya dengan menjemput Al. Tapi saya harap Anda tidak melakukannya lagi kedepannya. Permisi."

Degh!

Rendi membulatkan matanya mendengarkan ucapan dari Rosa. Dia sangat terkejut melihat Rosa yang membuat batas begitu besar diantara mereka. Sungguh bukan seperti ini yang Rendi inginkan. Rendi ingin hubungannya dengan Rosa seperti dulu saat masih kecil, dia ingin Rosa bisa mengandalkannya.

"Kenapa kamu begini, Ros,"ucap Rendi lirih sambil melihat punggung Rosa yang semakin menjauh.

Sedangkan Rosa, dia berkata maaf dengan begitu lirih kepada Rendi. Wanita itu merasa bersalah, namun dengan cara seperti itu lah Rosa bisa menjaga jarak dar Rendi. Dia tak peduli jika dianggap sebagai teman yang kejam dan tak tahu diri. Ya Rosa merasa lebih baik jika Rendi benar-benar menganggapnya begitu ketimbang nanti pria itu ikut dihujat karena dirinya.

"Ibu, Ibu kenapa nomon beditu cama Om Lendi? Kayaknya Ibu nda cuka ya cama Om Lendi?" tanya Al ketika mereka sudah sampai di taman samping restoran yang kebetulan sepi dari pengunjung.

Hanya ada segelintir saja pengunjung yang ada sehingga Rosa berani untuk mengambil satu meja demi membawa putranya untuk istrahat dan makan siang.

"Bukannya Ibu nggak suka, Al. Ibu cuma menjaga jarak dari Om Rendi. Om Rendi kan pemilik tempat dimana Ibu kerja. Ibu nggak mau dilihat terlalu dekat dengan Om Rendi, nanti bisa bikin orang salah paham. Bagaimanapun Om Rendi pemilik restoran ini sedangkan Ibu cuma pekerja. Rasanya kurang pas jika pemilik restoran terlihat dekat dengan pekerja biasa seperti itu,"jawab Rosa. Ia mencoba menjelaskan sesederhana mungkin kepada putranya. Mau Al mengerti atau tidak, Rosa merasa harus memberi jawaban yang benar.

"Oh ditu, Al menelti. Ah iya Ibu, tadi di cekola kan belajal tentan kelualda. Nah di kelualda itu celain ada ibu juda ada ayah. Ibu nya Al kan namanya Ibu Losa, telus nama ayah Al capa? Ayah Al cekalang dimana?"

Degh!

Rosa terkejut mendengar pertanyaan Al. Selama ini AL diam, dan tak pernah menanyakan sosok ayahnya. Tapi kali ini bocah itu bertanya dengan begitu lantang.

Dalam pengajaran sekolah, tema keluarga pastilah ada. Pengenalan tentang siapa ibu mu, siapa ayah mu dan anggota keluarga lainnya pasti dijelaskan secara detail. Dan pertanyaan dari Al tadi adalah hasil refleksi dari pembelajaran yang diterimanya.

Rosa terdiam, dia bingung harus menjawab seperti apa kepada putranya. Rosa tidak mungkin mengatakan bahwa anaknya adalah hasil dari sebuah pemerkosaan. Sungguh mengingat saja rasanya tak sudi.

"Ayah Al sudah lama meninggal, jadi Al tidak punya ayah," ucap Rosa pada akhirnya.

Kejamkan dia berkata demikian? kejamkan dia mengatakan orang yang masih hidup menjadi orang mat?

Rosa tidak peduli. Dia sama sekali tidak merasa bersalah berkata demikian karena pada kenyataannya sosok pria itu tidak dianggap tak pernah ada bagi Rosa.

"Al adalah anakku, hanya anakku," ucapnya dalam hati.

"Menindal ya, jadi ayah Al uda menindal. Tapi Ibu, menindal itu apa ya?" tanya Al.

"Meninggal itu adalah orang tersebut sudah tidak ada di dunia ini. Kita nggak bisa bertemu atau melihatnya," papar Rosa. Dia sudah merasa lebih tenang dalam menjawab pertanyaan Al sehingga ucapannya pun menjadi lebih lancar ketimbang tadi.

"Oh beditu, oke Al menelti. Jadi Al uda nda punya ayah ya kalena ayah Al cudah menindal."

"Ya betul, sayang. Tapi nggak masalah. Meskipun Al nggak punya ayah, tapi Al punya Ibu. Ibu akan selalu ada di sisi Al. Ibu akan selalu menyayangi Al sehingga Al nggak akan kesepian meski nggak punya Ayah."

Al menganggukkan kepalanya. Dia mengerti bahwa ibunya begitu mencintainya, pun juga sebaliknya. Al pun memeluk Rosa, pelukan yang begitu erat yang mana membuat hati Rosa menjadi sedikit sakit. Sakit karena pada akhirnya sampai kapanpun Al tak akan pernah tahu sosok ayahnya seperti apa.

"Ya meninggal adalah kata yang pas untuk menggambarkan pria itu," ucapnya lirih.

TBC

1
Sri Udaningsih Widjaya
menarik ceritanya kak
Cicih Sophiana
Aq suka sangat😍😍😍
Cicih Sophiana
SAMAWA yah untuk pengantin baru... dan selamat AL punya ade... semangat dan sukses slalu untuk othor... VOTE dan BINTANG LIMA...
Cicih Sophiana
klo udah jodoh ya Wan ada aja jalan nya... gara gara bos Kael ngidam ketemu eh ketemu jodoh cantik pula...
Cicih Sophiana
jgn takut Zahra mereka orang baik kok...
mungkin Rowan jodoh kamu
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Siti Arbaati
terima kasih jerih payahnya Thor, tetap semangat berkarya 👍
ind@h
terimakasih kakak othor...ditunggu kisah² lainnya..
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aaaoiihhhh ku suka ajakan mu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiih semangat bgt
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mungkin ini jodoh mu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bandrek cinta
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ahirna sah juga Rowan ma Zahra 🤗 sah juga tamatna 😅 makasih othor udah bikin cerita sampe end 😊 /Determined//Determined/
Dew666
Mau mau cerita kai nya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
akhirnya sah jg ya Rowan ☺️☺️
Esther
SAH nya Rowan & Zahra
Kelahiran adiknya Al
Happy ending

Terima kasih thor.
Esther
Berkat ngidamnya bos Kael nih, Rowan bisa dekat dengan Zahra.
Rohmi Yatun
makasih Thor.. ditunggu karya selanjutnya👍🙏..
Novita Sari
di tunggu cerita al besar..
Novita Sari
ceritanya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!