Dewa Abraham. CEO tampan dan juga fosessive. Pria yang sangat mencintai Bunga dan sekarang mereka telah bertunangan. Namun dibalik sifat Dewa yang penyayang, ia sangatlah egois.
Indah, perempuan yang berstatus menjadi sahabat Dewa dari sekolah menengah pertama selalu melakukan berbagai cara untuk merebut Dewa dari Bunga. Kejahatan demi kejahatan yang dilakukan oleh Indah tanpa sepengetahuan Dewa.
"Jujur sama aku Dewa!! kamu sayang sama Indah??" tanya Bunga dengan wajah sendunya.
"Iya. Indah sahabat aku sayang. Apalagi sekarang dia lagi sakit. Kamu ngertiin posisi aku sayang!! aku ngak bisa menjauh dari Indah."
"Tega kamu Wa. Kamu selalu ada waktu sama dia ketimbang sama aku. Dia emangnya ngak punya orang tua ahh?? Kenapa harus kamu selalu ajha kamu??"
"Sayang!!"
"Terserah. Kalau kamu pergi! kita putus."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 // Hasutan Indah
"Pelakor datang gaiz!!" bisik-bisik para karyawan wanita melihat seorang remaja dengan pakaian khas anak kuliahan masuk ke dalam ruangan CEO mereka, siapa lagi kalau bukan Indah namanya.
"Gue bingung sama pak Dewa, udah punya tunangan cantik dan pintar, masih saja dekat dengan tuh pelakor."
"Mereka kan sahabat," sahut karyawan yang lain.
"Sahabat itu mendukung kebahagiaan sahabat nya bukan malah ingin merebut dan mencelakai tunangan sahabat nya."
"Lo tahu dari mana?"
"Katanya pas kecelakaan nyonya Bunga kemarin, gara-gara tuh pelakor."
"Gimana ceritanya," mereka mengerubungi satu sumber terpercaya menurut mereka, ratu penggosip dan haters dari pelakor.
"Jadi waktu itu pak Dewa bertengkar sama tunangan nya gara-gara dia, terus tunangannya marahlah, gue jugak akan marah kalau seperti itu, nah terus dia lihat nih pak Dewa mau nganterin pelakor itu, mereka ketemu di jalan."
"Terus tunangannya ngebut kan, marah dan sakit hati, mereka kejar-kejaran dan tertabrak lah tunangan pak Dewa."
"Dasar pelakor."
"Pokoknya kita kaum wanita harus menyingkirkan bibit-bibit pelakor seperti dia."
Mereka mengangguk setuju, bagaimana pun pelakor itu statusnya paling rendah dan harus di musnahkan dari muka bumi ini.
"Bagus, gosib terus! pekerjaan nya kapan usai mbak-mbak arisan!!" marah Andra menatap tajam mereka semua.
Mereka langsung terkesiap dan mulai berkerja sesuai tugas masing-masing. Andra menggelengkan kepalanya melihat tingkah para karyawan nya, apakah mereka tidak bisa hidup tanpa gosip? dasar wanita.
****
"Wa!" panggil Indah dengan nada manja nya menghampiri Dewa, yang berkutat dengan kertas kerjanya.
Kalau dipikirkan lagi, Di sini Indah atau Bunga tunangan Dewa, karena Indah setiap hari pergi ke kantor Dewa, sedangkan Bunga mungkin jarang, karena sibuk dengan tugas kuliahnya yang menumpuk dan butiknya yang harus ia kelola.
"Hem," jawab Dewa.
"Kamu tahu ngak, aku lihat Bunga tadi berduaan sama dosen di kampus. Kamu beneran mau sama cewek seperti dia?"
"Dia milikku."
"Tapi Wa. Bunga selingkuhin kamu sama dosen tampan itu."
"Bunga tidak seperti itu."
"Kamu ngak percaya sama aku? kamu lebih belain Bunga ahh?"
"Ngak begitu Indah, gadisku tidak seperti itu dan tidak akan seperti itu."
"Tega kamu Wa, Argh..." Indah memegang dadanya yang sesak, Dewa yang melihat hal itu langsung melepaskan berkas-berkas nya dan memangku Indah ke atas sopa.
"Kamu kenapa Indah?" tanya Dewa khawatir.
"Kamu ngak percaya sama aku?"
"Iya aku percaya," jawab Dewa terpaksa, agar Indah tidak kepikiran.
"Kamu sayang sama aku?" tanya Indah memegang dadanya yang sakit.
"Aku sayang sama kamu Indah sebagai sahabat aku."
Senyuman Indah luntur begitu saja, kali ini Bunga selalu menang.
"Sekarang kamu minum obat ya?"
Indah mengangguk, Dewa langsung memapah sahabatnya itu duduk dan menyuapkan makanan sedikit, lalu meminum kan Indah obat.
Dewa mengetik sesuatu di ponselnya. Sepertinya Indah membutuhkan dirinya untuk saat ini, dan ia akan mengabari gadisnya.
DEWA👨⚖️
Sayang maaf ya! hari ini ngak bisa jemput kamu, ada urusan mendadak.
MINE😍
Bilang dari tadi, aku ngak lama nunggu jadinya.
DEWA👨⚖️
Iya sayang maaf ya!
MINE😍
Oke, ya udah aku mau pulang sama dokter Rian nih bye.
DEWA👨⚖️
🤬🤬🤬🤬 Bunga! siapa yang izinin?
MINE😍
Kok marah sih? kamu kan ngak bisa, dari pada aku pulang sendiri, mending nerima tawaran dokter Rian.
DEWA 👨⚖️
Tunggu aku di sana, 15 menit aku sampai! awas kalau kamu berani pulang sama dia.
MINE😍
OKE... Cepetan!!
Dewa menggepalkan tangannya, gadisnya memang sangat nakal.
"Andra!!"
"Iya tuan."
"Kamu antar Indah pulang dengan selamat, saya ada urusan."
"Wa! aku ngak mau, aku maunya sama kamu."
Dewa tidak mendengarkan perkataan Indah, ia pergi begitu saja meninggalkan Indah dengan raut wajah yang merah padam.
"Lo berubah banget Ndah."
"Diem lo!! ini bukan urusan lo ya."
"Terserah. Mending sekarang lo pulang gih, kuman ngak baik numpang tidur di sini."
ga mau di php in ni cerita ak udh bca judulnya udh ok Lit komen2 nya jga kyana seru tpi liat part traktir kpn jdi diem di t4 ak jg dia smpe mna ni cerita di lnjut
maaf ya thor