NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22 di usir

Nadia memegang piala olimpiade itu erat-erat. Perlahan dia mengangkatnya tinggi ke atas kepala. Sorak-sorai langsung menggema memenuhi aula.

Beberapa orang bahkan sampai menitikkan air mata melihat pemandangan itu. Menjadi juara olimpiade bukan sesuatu yang mudah bagi Nadia. Di tengah segala keterbatasan, cibiran, dan hidup yang jauh dari hkata nyaman, akhirnya dia berdiri di puncak.

Prof. Hengki sendiri yang menyerahkan hadiah kepadanya. Selain piala, Nadia mendapatkan uang pembinaan senilai seratus juta rupiah, bantuan untuk sekolah asalnya, serta beasiswa penuh ke Harvard.

“selamat atas pencapain kamu, disini kamu mungkin luar biasa tapi di luar sana banyak sekali orang yang jenius, ini bukan akhir perjuangan kamu nadia, ini adalah awal”

Prof. Hengki menepuk bahu Nadia dengan tulus.

Nadia hanya mengangguk pelan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ada orang dewasa yang benar-benar mengakui kemampuannya tanpa memandang latar belakangnya.

Saat turun dari panggung, sorakan para pendukung kembali menggema. Nadia disambut seperti pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

Mata Pak Lukas berkaca-kaca. Bibirnya bergetar menahan haru.

Akhirnya ada juga siswa SMK Nusantara yang mampu mengharumkan nama sekolah mereka di tingkat nasional.

Dari kejauhan, Aldo memperhatikan semuanya dengan senyum bangga.

Nadia pulang diiringi konvoi puluhan anak SMK menuju SMK Nusantara. Sepanjang jalan klakson bersahutan. Banyak siswa mengibarkan jaket sekolah mereka sambil berteriak penuh kebanggaan.

Hari itu sejarah tercipta.

Seorang anak SMK berhasil menjuarai olimpiade matematika.

Sementara itu, Rangga sedang berada di kantor polisi.

Dia memang tidak datang ke acara olimpiade. Pria itu malas melihat kedua anaknya saling bersaing. Namun sore itu dia justru mendapat kabar yang jauh lebih buruk.

Rini dan Yulia diamankan polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan tindakan penyuapan.

Dengan kekuatan keluarga Wijaya serta bantuan pengacara terbaik, akhirnya Yulia dan Rini berhasil keluar dengan status penangguhan.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Rini langsung melotot ke arah Rangga.

“lihatkan ini semua salah kamu”

“Aku tidak pernah memerintahkan Johan untuk menyuap panitia,” bantah Rangga.

“bukan masalah itu”

Suara Rina terdengar keras dan penuh amarah.

“bahkan johan saja menginginkan yulia jadi juara sedangkan kamu malah tidak ada, andai saja kamu mengerahkan semua kekuatan kamu maka yulia tidak akan di permalukan seperti ini”

“terus saja aku kalian salahkan,,,lagian tindakan penyuapan itu melanggar hukum, dan bukan kebiasaan keluarga wijaya kenapa kalian melakukan hal itu”

Ucapan Rangga justru membuat Rina semakin kesal.

Baginya, suaminya itu terlalu lemah dan tidak pernah benar-benar membela keluarga mereka.

“sudahlah mah kepala aku pusing,,aku mau pulang,,, ”

keluh Yulia.

Wajahnya pucat. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis.

Melihat kondisi putrinya, hati Rina terasa seperti diremas.

Tatapan Yulia kemudian beralih ke arah Rangga.

“awas kalau terjadi apa-apa dengan yulia, aku tidak akan melepaskan nadia begitu saja”

Rini juga menatap ayahnya dengan penuh kekecewaan.

Di mata mereka, Rangga adalah sosok ayah yang gagal.

Malam pun tiba.

Setelah merayakan kemenangan di sekolah, Nadia akhirnya pulang ke rumah keluarga Wijaya.

Ada beberapa barang yang harus dia ambil.

Dia tahu, setelah kemenangan hari ini, kebencian keluarga itu terhadap dirinya pasti akan semakin besar.

Nadia juga sudah membuat keputusan.

Dia akan tinggal di kontrakan sambil menunggu keberangkatannya ke Harvard sekitar satu tahun lagi.

Motor tuanya membelah jalanan malam yang sepi.

Tak lama kemudian, dia sampai di rumah keluarga Wijaya.

Nadia sedikit mengangkat alis saat melihat Mbak Sumi membuka gerbang dengan wajah masam.

“paman johan benar-benar di korbankan oleh keluarga wijaya”

gumam Nadia pelan.

Dia lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

Begitu pintu besar itu terbuka, Nadia langsung melihat wajah-wajah penuh amarah menunggunya.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya.

Kepalanya sampai sedikit berpaling ke samping.

Rasa panas langsung menjalar di kulit wajahnya.

Di depannya, Rangga berdiri dengan wajah bersalah dan tertekan.

“kurang keras pah”

ucap Rini dengan nada tajam.

Nadia mengusap pipinya perlahan.

“nadia kenapa kamu enggak mau ngalah sama yulia”

Suara Rangga terdengar jauh lebih pelan dibanding tamparan yang baru saja dia berikan.

“kenapa aku harus mengalah sama yulia, sejak kecil aku sudah banyak mengalah, dan tujuanku memang kuliah di luar negri, kalian tidak mungkin akan membiayai aku bukan”

“dasar anak tak tahu di untung”

Telunjuk Rini menunjuk tepat ke wajah Nadia.

“bertahun-tahun ya aku bersabar melihat kamu,,namun apa balasan kamu,,kamu membuat malu anakku”

Nadia mengembuskan napas panjang.

“aku juga anak kamu mah,,dan apa yang dilakukan yulia itu bukan kesalahanku, salah dia kenapa dia menyuap panitia, kenapa ka rini melawan prof hengki,,itu semua kesalahan kalian”

“bagus ya,,pandai bicara rupanya kamu sekarang,,,anak tak tahu di untung,,,kamu membuat hatiku semakin hancur nadia,,aku benci kamu”

teriak Rina dengan keras.

“kenapa mamah selalu membenciku mah?”

Suara Nadia tetap datar.

Namun di dalam dadanya terasa sesak.

Di luar sana dia dipuji sebagai anak berbakat.

Tapi di rumahnya sendiri, dia bahkan tidak pernah dianggap ada.

“aku membenci kamu,,sebagaimana aku membenci ibu kamu”

bentak Rina.

“rini kita sudah sepakat”

Rangga buru-buru menyela.

“diam kamu!”

teriak Rina.

Matanya melotot tajam penuh kebencian.

“kamu adalah anak selingkuhan suamiku,,,dengan besar hati aku menerima kamu di rumah ini,,,tapi apa balasan kamu,,kamu malah menyakiti anak kandungku,,,rini dan yulia sampai mendekam di penjara itu semua gara-gara kamu”

Dunia Nadia seolah berhenti berputar.

Bibirnya bergetar.

Dadanya terasa kosong.

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang selama ini selalu menghantuinya.

Kenapa dia tidak pernah disayang.

Kenapa dia selalu dibenci.

Kenapa dia selalu diperlakukan berbeda.

Nadia perlahan menoleh ke arah Rangga.

“benarkah pah?”

tanya Nadia.

Wajah Rangga langsung pucat.

Namun sebelum pria itu menjawab, Rini lebih dulu menyela.

“benar nadia,,aku saksinya”

“saat mamah melahirkan yulia seseorang datang membawa kamu,,dan kamu adalah anak selingkuhan papah,,, ”

Mata Nadia memerah.

Dia masih menatap Rangga, berharap pria itu membantah semua ucapan tersebut.

Namun yang dia dapatkan hanya keheningan.

Keheningan yang terasa lebih menyakitkan daripada jawaban apa pun.

“pergi kamu,,jangan pernah injak lagi rumah ini”

teriak Rina.

Napasnya tersengal karena terlalu marah.

“sumi lempar semua barangnya”

BRAK!

BRAK!

BRAK!

Terdengar suara benda-benda jatuh dari luar rumah.

Mbak Sumi melempar semua barang milik Nadia dari lantai tiga tanpa peduli.

Suara koper, buku, dan pakaian yang berhamburan terdengar jelas di malam yang sunyi.

Nadia berdiri mematung.

Matanya menatap ke arah pintu rumah yang selama ini dia sebut rumah.

Rumah yang ternyata tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!