Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertanyaan Reza
Setelah berbelanja di mall, Kenzo membawa Freya ke rumah nya. Kenzo membuka bagasi mobil dan mengambil semua barang belanjaan Freya. Selama memiliki sekretaris iya memilih mengirim Kevin yang merupakan asisten pribadinya kembali ke Singapura, Kevin sempat protes saat di pulangkan begitu saja seperti barang, namun ia bungkam saat Kenzo mengatakan gajinya tetap mengalir seperti biasa.
"Ken biar aku saja yang bawa semua."
Freya tidak setega itu, ia baru saja memeras Kenzo dan kali ini membiarkan Kenzo membawa barang nya bukankah itu keterlaluan?
"Tidak masalah, biar aku bawa ke kamar." ucap Kenzo.
Freya akhirnya mengalah ia mengekori langkah Kenzo menuju kamar kosong yang berada di lantai 2, itu merupakan kamar tamu, namun Kenzo memperuntukkan untuk Freya. Kenzo sudah menawarkan agar Freya pindah ke lingkungan nya, namun Freya menolak karena alasan masih memikirkan Reza, setelah bercerai nanti Freya akan memikirkan semua itu.
Freya menata dress-dress cantik yang di belinya tadi di walk in closet, satu buah dress kisaran harga paling murah berharga puluhan juta. Freya menyusun tas-tas branded nya juga disana dan beberapa pasang sepatu, jika di bawa pulang tentu saja Reza akan curiga. Freya menatap tas berwarna hitam yang baru saja di susun tersebut, ia teringat taruhan nya dengan Alana dan ia akan memberikan uang seratus juta untuk sahabatnya itu.
Freya membuka walk in closet dan memilih dress rumahan berbahan satin yang berada di atas lutut. Freya melepaskan semua pakaian hingga dalaman dan bra nya lalu mengenakan dress satin tersebut. Freya mencepol rambut nya ke atas, apa yang di berikan Kenzo harus setimpal dengan apa yang di lakukan. Freya menatap pantulan dirinya yang terlihat sangat seksi di kaca kemudian menyeringai.
"Freya Alessandra... Kamu harus membuat Kenzo tidak bisa melupakan sentuhan mu..".
Setelah mengatakan hal itu Freya langsung masuk ke dalam kamar Kenzo, ia melihat pria itu baru selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggul menutupi area privat nya. Dan Kenzo yang tidak tahan pun langsung memangsa Freya.
Kenzo mengusap rambut Freya dan mengecup punggung telanjang itu, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Freya tertidur dengan pulas setelah mereka bercinta mungkin kelelahan. Kenzo melihat ponsel Freya yang terus berbunyi di meja nakas, Kenzo mengambil ponsel tersebut.
Mas Reza is calling...
Kenzo menyeringai lalu mematikan panggilan itu dan mematikan daya ponsel Freya agar Reza tidak bisa menelfon lagi, pria itu sangat menganggu. Kenzo berfikir sampai kapan hubungan nya dengan Freya berlanjut? Yang pasti sampai ia merasa bosan. Tapi sepertinya akan sangat lama membuatnya bosan kepada Freya, karena semakin lama Kenzo merasa kenikmatan yang di berikan Freya membuatnya candu.
Freya menggeliatkan tubuh nya lalu menghadap ke arah Kenzo, ia membuka mata langsung di hadapkan oleh wajah tampan itu. Kenzo tersenyum melihat Freya yang sudah bangun, Kenzo mengusap pipi Freya.
"Kamu tidak pulang kan?" tanya Kenzo.
"Aku harus pulang Ken, kalau tidak pulang Mas Reza curiga."
Kenzo menghela nafas kasar, ia ingin Freya setiap saat bersamanya tanpa memikirkan Reza.
"Malam ini tidak usah pulang, please.." ucap Kenzo sambil merengkuh pinggul ramping Freya, namun wanita itu tetap menggelengkan kepalanya, membuat Kenzo menghela nafas kasar. Freya tersenyum ia memberi kecupan di bibir Kenzo.
"Aku harus pulang Ken, besok kita bertemu lagi."
"Menyebalkan.."
Freya hanya tersenyum ia mulai bangkit dari tempat tidur, Freya meraih ponsel nya yang ternya mati di meja nakas, seperti sengaja di matikan, Freya menatap Kenzo dengan wajah datarnya pria itu terlihat kesal.
"Ken aku berjanji besok akan menginap, jangan marah."
Kenzo menoleh ke arah Freya. "Beneran ya? Kamu janji kan?"
Freya tersenyum dan mengangguk. Kenzo tersenyum bahagia.
"Hari ini aku harus pulang."
Kenzo akhirnya menghela nafas pasrah, ia harus banyak bersabar jika selama ada Reza di sisi Freya.
"Aku akan mengantar mu pulang."
--
Kenzo mengantar Freya pulang kerumah nya jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tak lama kemudian mobil Freya berhenti di depan gang sempit rumah Freya. Freya tersenyum dan menatap ke arah Kenzo.
"Terimakasih telah mengantar ku sampai jumpa besok."
Kenzo mengangguk, Freya pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
"Sayang tunggu..."
Namun belum sempat Freya melangkah Kenzo menarik pergelangan tangan nya. Kemudian ia mengecup bibir Freya dan memberi gigitan singkat disana, Freya tersenyum lalu menyentuh rahang Kenzo dan mengecup bibir itu singkat.
"Aku pasti merindukan mu." ucap Kenzo.
Reza yang baru tiba dengan motor nya tiba-tiba berhenti saat melihat pintu mobil Kenzo terbuka, dari kakinya saja ia tau itu adalah kaki Freya, setengah badan gadis itu berada di dalam mobil, Reza tidak bisa melihat apa yang keduanya lakukan karena kaca mobil Kenzo hitam.
"Freya"
Suara Panggilan Reza membuat Freya yang hendak membalas ciuman Kenzo membuka matanya, sama hal nya dengan Kenzo, ia melihat Reza berada di atas motor nya tidak jauh dari mereka.
Freya langsung menjauhkan dirinya dari Kenzo.
"Sepertinya sedang tidak beruntung, sampai jumpa besok." Ucap Kenzo di iringi senyuman. Freya tersenyum kemudian kemudian melangkah mundur dan menutup pintu mobil tersebut.
"Mas Reza."
"Freya kemana saja? Apa yang kau lakukan sampai jam segini?" Reza turun dari motor dan melangkah ke arah Freya. Kenzo yang mengerti keadaan pun menurunkan kaca mobil nya.
"Maaf Za, Freya sibuk mengerjakan pekerjaan yang aku berikan sehingga pulang larut malam." ujar Kenzo.
Reza hanya memandang Kenzo datar kemudian beralih kembali kepada Freya, entah kenapa ia merasa sangat curiga saat ini.
"Terimakasih sudah mengantar istri saya pulang, anda bisa pergi sekarang." ujar Reza dengan dingin.
Kenzo menaikkan sebelah alisnya, ia mengangguk kemudian menaikkan kaca mobilnya, setelah itu mobil Kenzo melaju meninggalkan tempat itu.
Kemudian Reza menatap ke arah Freya, gadis itu hanya memandang Reza datar dan berjalan lebih dulu masuk ke dalam gang. Sudah tidak ada lagi rasa kepercayaan Freya kepada suaminya, Reza telah berulang kali menghianati Freya, dan semua itu akan berkahir setelah kepulangannya dari Swiss karena Freya sendiri yang akan menggugat cerai suaminya.
"Freya katakan kepada ku apa yang kalian lakukan hingga pulang jam segini?" Reza mulai mencecar Freya saat mereka sudah masuk ke dalam rumah. Freya membuka sepatu nya dan berjalan menuju kamar.
"Ya bekerja lah, apalagi yang aku lakukan memang nya."
"Aku menunggu di depan gedung Achazia, penjaga keamanan mengatakan jam 5 sore kamu dan kenzo sudah pulang, Freya jawab aku!" suara Reza pun mulai meninggi.
Reza ia menahan tangan Freya hingga membuat gadis itu menghadap ke arah nya.
"Bekerja tidak harus di kantor saat pulang kerja kami ada pertemuan dengan klien."
Reza tetap memicingkan matanya, aroma sekujur tubuh Freya sangat kentara dengan wangi lelaki.
"Apakah bertemu klien sampai jam 10 malam?? Dan ponsel di matikan?" Reza benar-benar mencecar Freya dengan berbagai pertanyaan, Freya tau jika reza mulai curiga.
"Ponsel ku kehabisan daya, ada apa dengan mu?" tanya Freya kesal.
"Freya jawab aku dengan jujur!! Apakah kamu memiliki hubungan lain dengan Kenzo?" tanya Reza.
DEG.
Jantung Freya merasa hampir melompat begitu saja ketika Reza menanyakan itu semua, padahal Freya ingin proses perceraiannya nanti berjalan dengan mudah, jika Reza tau maka proses pun akan dipersulit dan Reza akan memojokkan Freya lah yang telah berselingkuh.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor