Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oh No!
"Ge, ayolah aku tidak suka seperti ini." sahut Trisha. Gege memeluk erat Trisha saat mereka tengah bangun dari tidur.
"Biarkan aku mengisi ulang energiku hari ini, Sha. Give me five minutes to hold you like this." pinta Gege.
Trisha menyerah, dan membiarkan Gege memeluknya. Semalaman pikiran Trisha bercabang, dia memikirkan apa yang terjadi dengan Miles, apakah dia kembali dengan selamat, bagaimana keadaannya pagi ini, di lain sisi dia memikirkan hubungannya dengan Gege, apa yang terjadi jika dirinya benar-benar melakukan hal itu dengan Gege, bagaimana jika tiba-tiba muncul rasa cinta di hatinya untuk Gege. Selama dua hari berada di pulau ini, Gege bersikap sangat lembut, sangat perhatian, sama seperti Gege yang dulu, yang pernah membuatnya jatuh cinta sesaat.
Trisha memegang lengan Gege, dan memejamkan matanya sebentar, jauh di lubuk hatinya dia merindukan saat-saat berdua dengan Gege.
"Ge, andaikan tidak ada Miles, bagaimana pernikahan kita yah? Apa aku tetap menikah denganmu?" tanya Trisha.
Gege mencium punggung Trisha, dan membuat bulu kuduk Trisha berdiri, "Aku tetap akan membuatmu menikahiku kok, Sha." jawabnya, "Yang pasti kita akan begini terus tanpa ada gangguan." sambung Gege lagi.
Trisha membalikkan badannya, hingga berhadapan dengan Gege, "Apa yang membuatmu bertahan di saat aku berpaling?" tanyanya.
"Kamu baik, Sha. Kamu tidak akan tega meninggalkanku, apalagi rasa memilikimu cukup besar, jadi aku rasa kamu tidak akan rela aku dekat dengan wanita mana pun. Kamu egois." jawab Gege, "aku pikir aku juga harus bertindak untuk memperjuangkan pernikahan kita. Aku menganggapnya saat ini kita sedang di uji." katanya lagi.
Trisha menatap mata Gege, dan Gege memberanikan dirinya untuk mendekati Trisha dan mencium bibirnya, namun Trisha menahan tubuh Gege, "Aku belum bisa, maafkan aku." ujar Trisha, beranjak dari tempat tidurnya, dan berdeham membenarkan pakaiannya walaupun tidak tercarik marik.
Gege menatapnya, menghampirinya, dan memeluknya, "Hei, kita suami istri sah. Kita mau berbuat apa saja itu tidak akan melanggar hukum, Sha. Tidak perlu takut, Sha." sahutnya.
Trisha hanya terdiam, kemudian untuk waktu yang sangat singkat, Trisha melingkarkan kedua lengannya di pinggang Gege, "Aku tidak takut. Hanya saja hatiku belum ada untukmu. Terimakasih untuk kesabaran dan cinta yang telah kamu berikan padaku, Ge." balas Trisha.
Gege mengangkat kepala Trisha, dan mencium bibirnya dengan lembut, "Kalau pakai hati, susah yah, Sha? Berarti beberapa minggu yang lalu, kamu pakai nafsu untuk bisa melakukannya denganku?" tanya Gege tersenyum.
Trisha menggeleng, "Aku juga tidak tau." jawabnya. Kemudian, mendekatkan wajahnya lagi untuk menyatukan bibirnya dengan bibir Gege.
Kali ini, Trisha mencoba memakai hatinya. Dia mulai membuka hatinya sedikit saat Gege memeluknya tadi. Bibir mereka saling berpagut selama beberapa waktu, sampai telpon penginapan berdering.
"Sangat menganggu!" ucap Gege kesal dan mengangkat telpon tersebut.
Setelah berbicara beberapa saat, "Sha, ada tamu yang mengunjungi kita." katanya sambil menutup gagang telponnya.
"Siapa?" tanya Trisha berbisik. Mendekatiku Gege yang duduk di atas tempat tidur dan duduk di sebelahnya.
Gege mengangkat bahunya, "Aku suruh kesini langsung saja yah? Mau sekarang atau nanti?" tanya Gege lagi berbisik.
Trisha menjawabnya dengan menunjuk Gege, kemudian Gege menyampaikannya kepada bagian resepsionis, "Minta tolong menunggu dulu ya mas, kira-kira tiga puluh menitan. Terimakasih." jawab Gege, dan menutup telponnya.
"Mau dilanjut tidak yang tadi?" tanya Gege lagi, sambil tersenyum lebar.
Trisha mengangkat bahunya. Dan Gege menciumnya lagi. Ciuman yang semakin lama semakin menuntut. Gege mencabut kabel telponnya supaya terhindar dari gangguan.
Gege menyelipkan tangannya ke dalam kaos Trisha, dan menemukan apa yang di carinya. Trisha mende**sah perlahan. Dan begitu akan sampai pada intinya, bel pintu berbunyi,
*Ting...tong
Ting...tong
Ting...tong*
"Ge...kayaknya tamu penting, sampai tidak bisa menunggu dan menekan bel berkali-kali seperti itu." ujar Trisha, berada di bawah Gege.
"Kita biarkan saja. Kita lanjutkan dan fokus pada ini." sahut Gege sembari melanjutkan permainannya.
*Ting...tong
Ting...tong*
Fokus Trisha sudah teralihkan, dengan posisi masih di bawah Gege, dia berkata, "Kita sudahi dulu saja, Ge. Aku tidak bisa fokus." katanya.
"Tanggung tapi...." sahut Gege merana, "kita pindah ke kamar mandi, ayo Sha." ajaknya.
Bel kembali berbunyi, terus dan terus lagi.
Gege memejamkan matanya menahan kesal dan tanggung, kemudian mereka memakai baju mereka lagi, merapikan diri mereka, dan bersiap menyambut tamu penting yang mengganggu aktifitas pagi menuju siang mereka.
Trisha melihat ke arah Gege untuk mengecek suaminya sudah siap atau belum, dan membuka pintu dengan senyuman luar biasa, "Halo, maaf menung.....gu.." sapa Trisha.
"Siapa Sha? Papa mama yah?" tanya Gege berjalan menghampiri Trisha.
"Cella??!!"
...----------------...
"Katakan padaku darimana dia tau kita lagi ada disini?!" tanya Trisha menuntut.
"Aku...aku tidak memberitahunya, Sha. Percayalah padaku." jawab Gege berusaha meyakinkan Trisha.
"Mungkin saja kamu mabuk atau sedang dalam kondisi somnolen atau tidak sengaja terucap." tuntut Trisha lagi.
"Astaga, Trisha. Mana pernah aku mabuk." jawab Gege mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.
"Aku akan di pantai! Temani dia! This room for you two!" tukas Trisha keluar, dan keluar dengan membanting pintu.
Trisha berlari di pinggir pantai hanya untuk meluapkan kekesalan dan kekecewaannya. Disaat dia sudah percaya kepada Gege, selalu saja dia membuatnya kecewa. Ketika dia ingin kembali memulai dengan Gege, selalu perempuan itu muncul.
"LOE KAYAK HANTU, CELL!!!! GW BENCI LOE!!!" teriak Trisha kencang. Dia berharap keluhannya di telan oleh ombak sehingga tidak ada orang yang mendengarnya.
Airmatanya menetes, karena terlalu benci kepada Cella dan tidak bisa dia ungkapkan, jadilah emosi itu keluar lewat airmatanya.
Dia mencoba melakukan video call dengan Miles. Tidak beberapa lama Miles menjawabnya,
"Hai cantik." jawab Miles, dan saat melihat Trisha menangis, Miles menegakkan posisi duduknya, "Hei, Sha, what's wrong with you, honey?" tanyanya.
Bukannya menjawab, Trisha semakin menangis, "Miles....help me." tangisnya.
"Tell me why, Sha?" (*jangan berirama bacanya 🤭) tanya Miles.
"Bisa kamu kesini hari ini?" tanya Trisha.
Miles menatapnya serius, "Send me your address, aku flight as soon as i can." jawabnya.
Trisha mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Miles. Kemudian mengirimkan lokasi tempat ia berada sekarang setelah menutup panggilan video dengan Miles.
Entah apa yang akan terjadi dengan kedua pasangan suami istri itu nantinya. Yang pasti, kehadiran Cella di tengah liburan Gege dan Trisha menjadi petals untuk pernikahan mereka. Trisha sudah terlanjur kecewa dengan Gege walau Trisha belum mendengar penjelasan dari Gege. Sedangkan Miles, akan siap berada di garis depan untuk membela Trisha, wanita yang selalu di sayanginya.
...----------------...
udah jatuh cinta ya sama gege
penjahit cantik mampir