NovelToon NovelToon
Wise Man'S Grandchild

Wise Man'S Grandchild

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Reinkarnasi / Barat / Tamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anipri

Seorang pria muda yang meninggal karena kecelakaan, dan kemudian dilahirkan kembali kedunia fantasy. Dia kemudian dirawat dan diberi nama Giz oleh sang pahlawan sihir bernama Welin Vartos. Giz di besarkan dan diajari beberapa macam ilmu sihir. Welin sadar kalau cucunya itu mempunyai kekuatan sihir yang sangat besar. Bahkan kekuatannya melampaui kekuatan yang dimiliki Welin. Setelah Giz menginjak usia 16 tahun, Giz memulai perjalanannya sendiri kekota kerajaan Alsharen untuk masuk ke akademi sihir. Tapi, Welin lupa memberitahu Giz tentang bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anipri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter Thirty Three

Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya Giz dan Reina pun sampai di desa Hazai. Saat mereka mulai melangkahkan kaki memasuki desa, *Wosshhh....* tiba-tiba saja dua anak panah melayang ke arah Giz dan Reina. Beruntung mereka beruda dengan cepat menyadari dan langsung menghindari anak panah itu.

Giz mengambil anak panah itu, "Siapa yang sudah menyerang kita?" tanya Giz.

Lalu seorang gadis datang dengan membawa senjata busur dan anak panah. "Berhenti di sana! Siapa kalian!" ucap gadis itu dengan nada tegas sambil menodongkan anak panahnya ke arah Giz dan Reina.

"Tenanglah! Kami datang ke sini bukan sebagai musuh! Tapi kami datang ke sini untuk membantu," ucap Reina.

Gadis itu pun tidak lagi menodongkan senjatanya. "Apa kalian dari kota Tresrila?" tanya gadis itu yang ternyata sudah tahu jika yang akan membantunya berasal dari kota Tresrila.

"Iya. Bagaimana kau bisa tahu, dan siapa kau?" tanya Giz.

"Namaku adalah Iliana, aku yang memiliki tanggung jawab menjaga desa ini.

Aku ucapkan selamat datang di desa Hazai, maafkan aku karena tadi sudah menyerang kalian," ucap Iliana.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan desa ini? Kenapa desa ini kelihatan sepi sekali?" tanya Reina penasaran.

"Ayolah ikuti aku! Aku akan menjelaskannya, tapi bukan di sini," ucap Iliana.

Lalu Giz dan Reina pun mengikuti Iliana. Iliana mengajak mereka berdua ke rumah Iliana. Di sana Iliana membuatkan teh hangat untuk Giz dan juga Reina.

"Terimakasih untuk tehnya," ucap Giz.

"Aku akan menceritakannya!"

...****************...

Menceritakan Kejadian Awal Dari Masalah Di Desa Hazai

Saat itu desa masih terlihat damai dan baik-baik saja. Aku saat itu juga sedang berpatroli di sekitar desa. Semuanya masih tampak baik-baik saja.

Sampai kemudian datang seseorang memakai jubah hitam bertopeng. Orang itu datang ke desa hanya berjalan mengelilingi pedesaan saja, aku tidak merasa curiga dengan orang itu karena orang itu hanya terlihat hanya mengunjungi desa saja.

Tapi tiba-tiba saat aku berpatroli ke arah lain, saat aku melihat ke atas ada sebuah asap tebal yang menyelimuti desa. Aku segera pergi untuk melihat arah asap tebal itu berada.

Saat aku sampai di sana, aku sudah melihat warga di desa tergeletak pingsan. Dari saat itu lah aku mulai mencurigai orang bertopeng itu. Tapi anehnya warga yang tergeletak pingsan itu tiba-tiba saja terbangun, dan kemudian mereka berubah menjadi monster.

...****************...

..."Lalu, di mana monster-monster itu sekarang? Kenapa kami tidak melihat mereka?" tanya Giz....

"Aku tidak tahu! Beruntung masih ada beberapa warga yang tidak terkena virus itu, dan sekarang mereka sudah di amankan," ucap Iliana.

"Apa tidak ada cara untuk mengembalikan monter itu menjadi manusia?" tanya Reina.

"Aku tidak tahu! Aku bahkan tidak melihat mereka lagi," ucap Iliana.

Giz tampak terdiam saja sejak tadi, apakah dia tahu tentang orang bertopeng dan juga bagaimana cara untuk menyembuhkan warga desa yang sudah terkena virus?

"Apakah orang bertopeng itu adalah orang yang sama yang sudah mencuci otak adikku?" batin Giz.

Lalu Giz mulai teringat dengan gerbang portal yang berada di kota Lahm, gerbang portal itu bisa saja di buka dan di salah gunakan oleh orang jahat. Giz berfikir jika orang bertopeng itu mempunyai rencana lain yang berhubungan dengan gerbang portal itu.

"Iliana, apa kau benar-benar tidak tahu kemana perginya mereka?" tanya Giz sekali lagi.

"Aku tidak tahu! Saat aku melihat mereka berubah menjadi monster, mereka langsung pergi dengan cepat.

Aku sempat mengejarnya, tapi aku kehilangan jejak."

"Reina, aku tahu di mana kita harus mencari mereka!" ucap Giz.

"Benarkah? Ayo kita pergi!"

"Aku akan ikut dengan kalian!" ucap Iliana.

"Tidak! Kau harus menjaga warga yang masih akan di sini," ucap Giz.

"Kau benar juga. Berhati-hatilah! Aku percaya pada kalian!" ucap Iliana.

Giz dan Riena pun pergi meninggalkan desa. Kejadian virus itu terjadi 1 hari yang lalu. Jadi Giz masih bisa menghadang mereka.

Giz berhenti di pertengahan jalan, "Reina, aku akan menggendongmu!" ucap Giz.

Wajah Reina langung memerah, "Untuk a-pa!"

"Jika kita hanya berjalan seperti ini kita akan terlambat!" ucap Giz.

Giz pun langsung menggendong Reina dan membawa Reina melesat dengan kekuatan sihir Giz. Giz pernah di ajari oleh kakeknya tentang sihir memanipulasi angin. Giz bisa lebih cepat sampai jika dia menggunakan sihir itu, tapi resikonya Giz akan kehilangan banyak tenaga.

Dan benar saja, apa yang Giz ketahui. Saat ini monster-monster itu sedang berjalan menuju perbatasan kota Lahm, sepetinya Giz tahu apa tujuan orang bertopeng itu.

"Giz, bagaimana kau bisa tahu kalau mereka ada di sini?" tanya Reina.

Giz pun menurunkan Reina dari gendongannya. "Aku hanya tahu saja. Aku tahu sihir yang bisa menyembuhkan mereka, tapi aku harus bisa menyerang bagian jantungnya. Jadi kau harus membantuku, Reina," ucap Giz.

"Iya! Aku akan membantumu!"

"Baiklah, ayo kita beraksi!"

Giz dan Reina pun melesat pergi untuk menyerang monster-monster itu. Untuk bisa menyerang bagian jantung monster itu, maka Giz akan menyuruh Riena untuk memancing monster-monster itu agar mudah untuk Giz menyerang bagian jantung mereka.

*Bruhhhh.....bruhhhh.....* Saat para monster itu fokus menyerang Reina, kesempatan Giz untuk menyerang mereka di bagian jantung. Dan akhirnya monster-monster itu tergelatak pingsan, monster itu belum bisa berubah. Tapi setidaknya Giz sudah berhasil mencegah virus itu merambat ke dalam tubuh mereka. Karena sihir itu dia gunakan untuk menyegel aliran virus agar tidak merambat ke jantung.

"Mereka belum juga berubah? Apakah caramu salah, Giz?" ucap Reina.

Giz tersenyum tipis, "Tidak! Aku hanya menyegel mereka saja. Untuk pengobatannya sendiri, kita harus membawa mereka ke desa Hazai dulu," ucap Giz.

"Kalau itu serahkan padaku!" Raina mempunyai sihir untuk memanipulasi waktu, jadi dia mengunakan sihirnga itu untuk membuat para monster itu sampai di desa Hazai lebih cepat.

"Bagus, aku akan menggendongmu! Kita akan sampai ke sana lebih cepat juga!" ucap Giz sambil menggendong Reina.

Wajah Reina kembali memerah, "Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak kencang saat dekat dengan Giz? Apa aku...." batin Reina.

Lalu Giz pun membawa Reina kembali ke desa Hazai, tapi karena tenaga Giz yang sudah melemah, Giz pun hanya bisa membawa Reina sampai di pertengahan jalan.

"Maafkan aku, tenaganya sudah hampir habis," ucap Giz.

Wajah Riena memerah, "Aku bisa mengembalikan tenagamu," ucap Reina malu-malu.

"Benarkah? Kalau begitu kau bisa melakukannya," ucap Giz.

Reina tampak malu, "Tapi, ada caranya untuk bisa mengembalikan tenagamu," ucap Reina malu-malu.

"Cara apa? Lakukan saja! Apapun itu! Kita harus bisa lebih cepat sampai di desa," ucap Giz.

"Tapi, apa kau sungguh-sungguh?"

"Iya! Cepat lakukan! Segel yang aku pasang akan habis jika waktunya sudah cukup lama," ucap Giz.

Reina mulai mendekati wajah Giz, Giz terkejut karena dia tidak tahu apa yang akan Reina lakukan. "Apa yang akan kau lakukan?" tanya Giz.

Reina pun mendekati bibir Giz dan kemudian Reina mencium bibir Giz. Dari ciuman itu, perlahan-lahan tenaga Giz mulai kembali.

Tapi Giz tidak menyangka jika caranya adalah dengan kiss. "Apa cara yang kau maksud adalah yang kau lakukan barusan?" tanya Giz yang masih terkejut.

Reina menjawab pertanyaan Giz dengan menganggukkan kepalanya. Giz tidak akan marah, karena itu juga Giz yang memaksa Reina untuk membuat Giz mengembalikan tenaganya.

"Baiklah, ayo kita kembali ke desa," ucap Giz dan kembali menggendong Reina dan melesat pergi dengan kecepatan tinggi.

1
❁•♫•━╤デ╦︻•♫•RIMURU•♫•❁
Lanjutkan Ya Thor Sampek Tamat Biar Ku Kasih Hadiah Terus 😊😊😊
Nacen: mampir donh kak ke novel saya sekalian kasih saran dan kritik judulnya My Steal My Way
total 4 replies
aku tersesat....
mc mengharem gk thor
IG: _anipri: Okeyyy, makasih😁😁😁
total 4 replies
aku tersesat....
mc ngeharem gk thorrr
kacamatanadya
saran thor, nama untuk memanggil karakternya jangan pakai singkatan seperti "May", pakai saja namanya "Mayna", itu hanya saran saja, mau itu digunakan atau tidak, terserah thor
Nacen: mampir donh kak ke novel saya sekalian kasih saran dan kritik judulnya My Steal My Way
total 2 replies
Ertuqi Gaga
terinspirasi dari cerita kenja no mago yah thor??
IG: _anipri: Tepat sekali😃😃😃
total 1 replies
Spencer
dari ainopsisnya sih Kenja no Mago banget ya
IG: _anipri: Kakak tau aja nih. Emng terinspirasi dari anime itu sih kk, 😊
total 1 replies
John Singgih
giz diculik oleh pria bertopeng itu...
John Singgih
rasanya lucu kalau mau bertanding tapi tidak tahu ada biaya pendaftarannya 🤭🤭🤭
Cheonma
menarik juga.. semangat up thorr
Nacen: mampir donh kak ke novel saya sekalian kasih saran dan kritik
judulnya My Steal My Way
total 2 replies
John Singgih
giz menyerah, tujuannya besok...
IG: _anipri: Tujuannya masih tetap berjalan. Itu tadi hanyalah percobaan saja😀
total 1 replies
「Hikotoki」
alurnya kecepetan thor

maaf menganggu
IG: _anipri: Kalau itu memang sih kk. Author buatnya memang jalannya di percepat. Karena novel ini lebih berfokus di masa Giz di akademi🙏😊

Maaf kalau novelnya tdika bagus atau alurnya yang terlalu cepat😊🙏
total 3 replies
John Singgih
bau-bau hareem nih
John Singgih
sakitnya mayna saat tahu ditinggal sementara oleh giz
John Singgih
misi baru untuk giz dan kawan-kawannya
John Singgih
kukira udah tamat ternyata belum ya...
Nacen: mampir donh kak ke novel saya sekalian kasih saran dan kritik judulnya My Steal My Way
total 2 replies
John Singgih
giz bertemu dengan biang onar selama di akademi
THE NIGHTMARE
ga jelas
John Singgih
niat mencari ratu iblis untuk meminta pertanggungjawaban
John Singgih
berniat membantu malah merepotkan 😭😭😭
John Singgih
sang penghasut pergi setelah menjalankan aksinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!