NovelToon NovelToon
CINTA ASYIFA

CINTA ASYIFA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.

Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.

Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.

5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.

Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.

Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HATI YANG TERLUKA

Angin muson bergerak cepat, menghembuskan kekeringan di tanah topis.

Di rumah sebuah minimalis yang memiliki 2 kamar, tercium aroma masakan dari perempuan yang berstatus istri.

Rumah satu lantai itu di huni sepasang suami istri dan kedua adiknya, sejak 2 hari yang lalu.

" Kenapa kamu memakai seragam kerja Fa?" sebuah pertanyaan dari Arka yang masih belum bisa memanggil dengan sebutan dek.

" Aku sudah ijin 3 hari mas, kalau aku ijin lagi bisa bisa aku di keluarkan." jawab Asyifa.

Arka terdiam, dia mengira Asyifa akan mengundurkan diri setelah menjadi istrinya.

Apa lagi dia sudah memberikan nafkah dan menanggung biaya pendidikan kedua adiknya.

" Apakah mas keberatan jika aku bekerja?, aku... Tidak akan mengatakan pada siapapun tentang pernikahan siri kita mas..." kata Asyifa.

Walaupun dia sudah mendapatkan uang dari Arka yang lumayan banyak, tetapi dia harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

" Baiklah... Terserah kamu" jawab Arka.

Arka bukannya malu memiiki istri seorang cleaning service, dia sudah memutuskan dan memilih, jadi resiko sudah siap di tanggungnya.

Hanya saja... Dia memiliki impian seperti papanya, memiliki istri yang ada di rumah, fokus pada keluarganya, dan menyambut kepulangan suami dati kerja.

Tetapi.... Dia tidak ingin terlalu mengekang Asyifa, apalagi saat ini mereka ada di tahap belajar... Belajar menerima dan belajar mencintai...

" Mbak... Aku berangkat" pamit Bayu.

" Kamu tidak makan dek?" jawab Asyifa.

"Aku sudah membawa bekal mbak, dan sudah di tunggu mas Radit" Bayu menjawab sambil berjalan keluar.

Sepi... Rumah minimalis itu tinggal 2 penghuni yang masih saling canggung.

" Ayo makan mas..." Ajak Asyifa.

Arka menghembuskan nafas dan berjalan menuju meja makan.

Tidak ada suara di meja makan, Asyifa dan Arka makan dalam diam.

Sesekali Asyifa melirik ke arah Arka yang makan dengan lahap.

" Allah... Terimakasih telah memberikan dia untukku, meski hanya sementara... Aku ikhlas." batin Asyifa.

" Minggu depan aku akan ke pulang menemui orang tua ku" Arka berkata memecah keheningan.

Deg.

"Pulang?? " Batin Asyifa.

" Iya mas." Asyifa menjawab dengan singkat.

Arka pun tidak memperpanjang percakapan, sebab dia bukan tipe laki laki yang suka banyak bicara.

Jam menunjukkan angka 07.00, waktu yang singkat untuk kebersamaan.

Setelah membereskan semua sisa makanan, Asyifa segera memakai sepatu.

Tin Tin...

Ojol yang dia pesan sudah datang, dia terpaksa memakai jasa ojol, sebab rumah yang dia tempati sekarang lumayan jauh dari perusahaan.

" Mas, aku berangkat. Assalamualaikum." Buru buru Asyifa meraih tangan Arka dan menciumnya, lalu berlari pergi menemui kang ojol.

Arka terbengong melihat tingkah Asyifa pagi ini, bahkan dia menahan geram karena merasa tidak di hargai.

Arka memandang tangan yang tadi di cium Asyifa, mengingatkannya pada mama Nadia yang juga selalu mencium tangan papanya saat papanya berangkat atau pulang dari manapun.

" Dia memilih ojol dari pada berangkat bersamaku. " kata Arka dalam hati.

Arka segera masuk ke dalam mobil, lalu melaju dengan kecepatan sedang.

Jalanan tampak ramai, ojol yang membawa Asyifa sudah sampai di depan perusahaan.

" Faaaa" Teriak Ima saat melihat kedatangan Asyifa.

" kenapa kamu naik ojol?" tanya Ima

"Iya... Kejauhan" jawab Asyifa.

Pagi ini... saat Asyifa melewati beberapa karyawan lain, mereka memandang dengan tatapan meremehkan.

Asyifa tidak mengerti. Hanya Ima yang tetap bersikap seperti biasanya.

Asyifa tidak ambil pusing, dia tetap berjalan menuju pantri. Dia harus menyiapkan semua minuman di meja para staff.

" Asyifa... Kamu bertugas di lantai 3 hari ini" perintah kepala cleaning service.

" Baik bu" jawab Asyifa tanpa membantah.

Kepala cs tersebut senang dengan kinerja Asyifa, meskipun beberapa kali dia mendapat laporan yang kurang menyenangkan, tetapi Asyifa yang penurut, membuatnya senang.

Asyifa mulai membersihkan ruangan demi ruangan, hingga tiba di ruangan suaminya.

Asyifa menyapu ruangan tersebut dan mengelap meja kursi.

Cahaya matahari masuk, saat Asyifa membuka tirai, pemandangan di bawah memperlihatkan taman yang lengkap dengan air mancur.

" Semoga aku bisa membangun rumah dengan taman seperti itu...." bisik Asyifa dalam hati.

Asyifa melanjutkan pekerjaannya, tetapi... Saat menyapu kolong meja, ada selembar kertas kecil ikut tersapu.

Asyifa mengambil kertas kecil itu, dia bermaksud untuk meletakkannya di atas meja.

Tetapi.... matanya tertuju pada tulisan yang sangat dia kenal.

" Maafkan aku sayang... " catatan singkat yang Asyifa baca.

Asyifa membalikkan kertas yang ternyata berupa foto.

Tes....

Air mata Asyifa menetes begitu saja....

Foto itu memperlihatkan Arka yang merangkul bahu seorang wanita. Kepala wanita bersandar di bahunya, dan arka mencium pucuk kepala wanita tersebut.

Tetapi tiba tiba.... Syuttt, sebuah tangan merebut foto yang ada di genggamannya.

" Jangan lancang memgambil sesuatu yang bukan milikmu, sekalipun kamu adalah istriku!!! " entah sejak kapan Arka berada di belakangnya dan merebut foto itu.

Asyifa tersentak kaget, air mata yang belum kering kembali membasahi pipinya.

" Maaf." hanya satu kata keluar dari mulutnya laku dia melangkah pergi meninggalkan ruangan suaminya.

Asyifa menyusuri koridor perusahaan dan terus melangkah menuju pantri.

" kamu kenapa Fa." tanya Ima setelah dia sampai di pantri.

" Tidak apa apa Ma... Kamu sudah selesai semuanya?" tanya Asyifa mengalihkan pembicaraan.

" Sudah semua, kita tinggal menyetrika jas lab saja." jawab Ima.

Lalu dengan sedikit bercanda mereka menuntaskan pekerjaan.

" Fa... Aku dengar kamu di nikahkan paksa ya?, maaf... Aku dengar suara bisik2" kata Ima yang memang ceplas ceplos.

" Iya... Tetapi... Semua tuduhan tidak benar. " jawab Asyifa.

" Aku percaya, lagi pula semua pelaku sudah di tangkap" jawab Ima.

" Tertangkap..." Asyifa membatin..

Asyifa sama sekali tidak mengikuti perkembangan kasus yang menimpanya, karena dia memang tidak tertarik. Hidupnya terlalu menerima dan menganggap semua yang dia alami sebagai hukuman.

Bahkan... Saat ini dia merasakan luka yang sangat dalam. Pria yang sangat dia cintai yang kini berstatus sebagai suaminya, yang bahkan menolak menceraikannya, kedapatan foyo berdua.

Asyifa paham... Foto itu pasti foto beberapa waktu sebelum mereka menikah, tetapi... Sakitnya masih sangat terasa.

Sejatinya... Tidak ada satu wanita pun yang bisa menerima kehadiran wanita lain di dalam hidup suaminya...

Tetapi... Terkadang hati lembut seorang wanita memilih menerima dan menjalani, dengan bersembunyi di balik kata ikhlas mengharapkan adanya jaminan surga.

Tidak... bukan Asyifa mengharapkan semua itu... Asyifa hanya berharap hukumannya berakhir, rasa bersalahnya membuat dia lagi lagi menganggap apa yang terjadi adalah hukuman.

Nyess...!!!

" Aduh!! Astagfirullah...." teriak Asyifa.

Karena melamun, tanpa sengaja tangan Asyifa terkena panasnya setrika.

Tidak apa apa... Hanya luka kecil yang melepuh... Sekitnya tidak sebanding dengan apa yang dia lihat dam dia dengar tadi pagi.

" Fa... Ayo makan, sudah waktinya istirahat" ajak Ima.

Asyifa mengangguk... Laku berjalan mengikuti langkah temannya.

Di dalam kantin masih sepi, Asyifa dan Ima mengambil makanan dan duduk di kursi tepat di pojok.

Sesaat kemudian suasana sudah ramai. Lalu lalang karyawan terlihat silih berganti mengambil jatah makan.

" Dia istri siri Van, tidak berhak tahu apapun tentang ku, bahkan... Hatiku tetap terpaut pada Luna. Dan... Entah bagaimana cara ku menjelaskan pada luna. Aku mencintai Luna Van, dan kamu tahu itu."

Sebuah suara yang di kenalnya terdengar dari belakang punggungnya.

" Lalu kenapa kamu menikahinya jika kamu sudah memiliki Luna. Jangan jadi baji**** Ka" kata Evan.

" Karena situasi yang memanas dan aku tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. " jawab Arka.

Ya... Suara suara itu adalah suara Evan dan Arka. Kalimat itu menancap indah di jantung hati Asyifa...

Pedih... Perih.... Sakitnya lebih dalam dari luka yang di tabur garam....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selamat membaca manteman... Semoga kalian sehat selalu dan lancar rizkinya yaaa

Jangan lupa... Jejak kalian sungguh berarti dan menjadi sumber penyemangatku...

Terimakasih...

1
sutiasih kasih
lanjut thor...😘😘
Alfriza Lian
gpp thorr butat aj sik arka ini stuju dngn keinginan asyifa yg mau cerai trus syifa pergii biar sik arka2 ini sadarrr...ksell bangettttt ama dy.
sutiasih kasih: yg ktanya cintanya sdh mengakar kuat hnya untuk luna....
awas aja kelak ngrecokin n ngejar" syifa.... yg sdh brstatus mantan istri...
😂😂
total 1 replies
sutiasih kasih
jgn mnyakiti syifa dgn km ingin punya 2 istri arka...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
NN
semangat thor
De_Taurus: terimakasih kak... selalu suport saya. semoga sehat selaku🙏🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjut thor😘
De_Taurus: terimakasih kak selalu suport saya🙏🙏 semoga sehat selaku...
total 1 replies
sutiasih kasih
lanjutkan thorrr....
up bnyak"
sutiasih kasih
ini udah jatuh talak ga sih??..... arka sdh mngiyakn pisah dgn syifa...🤔🤔
sutiasih kasih
klo mnikah dgn org yg blm selesai dgn msa lalunya.... y pastinya sprti ini....
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....

untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔
sutiasih kasih
mama mertua idaman....
NN
wis mantep ibu mertua
sutiasih kasih
lanjut thor...😘😘
NN
semangat thor
Herman Lim
moga arka ga kecantol pelakor aja nanti
Herman Lim
bgs sih ga ada dia antara dua sodara yg ada buka salah satu nya cemburu dah betul nya arka pilih Asifa
NN
lanjut thor
Herman Lim
jgn nanti Jihan anak pelakor yg minta tangung jawab yamka padahal dia bukan anak nya 🤣🤣🤪
Herman Lim
asal jgn Jihan jadi pelakor aja kyk dl emak ny di ganggu
sutiasih kasih
lanjut thor...
sutiasih kasih
smoga hidupmu mndaptkn kebahagian syifa.... & arka mnepati janjinya.... mnjadiknmu satu"nya...
NN
seru cerita lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!