NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Senin pagi yang cerah, terlihat mobil rolls royce phantom warna hitam melaju pelan membelah jalanan pusat kota, hari ini Helen berangkat ke sekolah dengan di antar oleh Antonio, karna mobilnya masih di servis.

''Nona, saya sudah kirim file kerja sama dari Ananta Group ke email anda'' ucap Antonio melirik Nonanya dari kaca spion.

''Oh, ok, nanti pulang sekolah aku periksa'' sahut Helen dari jok belakang.

Ananta Group adalah perusahaan milik keluarga Exel, yang di bangun oleh kakek buyutnya yang sampai hari ini masih berjalan, dan sejak tujuh tahun yang lalu Ananta Group di pimpin oleh Papanya Exel hingga sekarang.

Sebelumnya Ananta Group sudah memiliki hubungan kerjasama dengan Atmajaya Group sejak dua tahun yang lalu, dan kini mereka ingin mengajak kerja sama lagi, setelah merasaķan pendapatan perusahaannya yang semakin baik, sejak bekerja sama dengan Atmajaya Group.

Helen tiba di sekolah saat jam menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit, dan kini murid yang berada di halaman gedung tidak kaget lagi, saat melihat mobil rolls royce masuk ke halaman dan berhenti di depan gedung sekolah.

Setelah menghentikan mobilnya Antonio langsung keluar, lalu membukakan pintu mobil untuk Nonanya.

''Terimakasih om'' ucap Helen.

''Sama sama Nona'' balas Antonio tersenyum.

Lalu Helen melangkah masuk ke dalam gedung sekolah. Sedangkan Antonio dia masih berdiri di samping pintu mobil, sembari menatap Nonanya yang perlahan menghilang masuk ke dalam gedung.

''Hah, amalan apa yang di lakukan Tuan William, sampai punya putri seperti Nona Helen, sudah baik, cantik, cerdas lagi'' gumam Antonio, lalu dia masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobil rolls royce milik Nona Mudanya keluar dari halaman HSI.

Saat Helen berjalan santai di lorong sekolah, Helen mulai merasakan perbedaan sikap para murid yang di lewatinya, biasanya mereka akan menatap sinis saat dirinya berjalan di depan mereka, namun kini mereka menatapnya dengan tersenyum, bahkan ada beberapa yang menyapanya dengan ramah.

Sejak hari dimana Velo mengungkap kenyataan kalau semua beasiswa serta fasilitas yang di nikmati oleh murid murid di HSI, ternyata dari dana pribadi yang di berikan oleh keluarga Atmajaya, kini para murid terlebih murid yang mendapatkan beasiswa, mereka malu bukan main, karna selama ini membenci orang yang sudah memberi mereka beasiswa full selama masuk di HSI, walaupun persyaratannya harus memiliki nilai di atas rata rata, namun mereka tidak merasa rugi karna itu sudah menjadi keharusan.

Hari ini kebetulan para guru kelas dua belas sedang ada rapat, jadi anggota basket yang dari kelas dua belas memilih untuk latihan basket, karna satu bulan lagi akan ada pertandingan basket dengan sekolah sebelah, dan kebetulan sekolah mereka yang akan menjadi tuan rumah.

Dan kini hampir semua murid cewek kelas dua belas, dari kelas A, B, dan C memenuhi tribun lapangan basket untuk menonton idola mereka yang sedang latihan, kebanyakan dari mereka mengidolakan Velo dan Exel padahal kapten basket mereka adalah Maxim, namun hanya ada beberapa yang mengidolakan Maxim.

Jika semua murid cewek kelas dua belas ada di lapangan basket, maka ada dua yang berada di perpustakaan ya itu Rania dan Helen.

Helen menemani Rania yang sedang membaca buku, ya Helen hanya menemani saja sembari mengotak atik ponselnya, dia tidak ikut membaca buku.

''Hel, kamu gak ingin liat anak anak basket latihan?'' tanya Rania.

''Gak ah, malas'' sahut Helen.

Rania terkekeh pelan.

''Kenapa lo tertawa?'' tanya Helen.

''Enggak, aku cuma ingat, kalau dulu kamu selalu berada di depan untuk nonton Velo latihan'' jawab Rania.

Helen seketika mendengus. ''Itu dulu'' cetusnya.

''Kamu masih belum maafin Velo?'' tanya Rania.

Helen hanya mengedikkan bahunya. ''Gue gak tahu''

Rania menghela nafasnya, dan tidak bertanya lagi, dia memilih melanjutkan membaca bukunya.

Sedangkan di lapangan basket, Velo terlihat tidak fokus saat latihan, karna tidak mendapati keberadaan Helen di antara penonton cewek, padahal biasanya gadis itu selalu berdiri di depan dan berteriak heboh untuk memberinya semangat.

Puk

Velo menoleh saat ada yang menepuk bahunya, dan ternyata Exel.

''Lo lagi nyari Helen?'' tanyanya.

Velo menganggukkan kepalanya, dia tidak berbohong kalau dirinya memang mencari keberadaan Helen.

''Gue tadi lihat dia pergi ke perpustakaan sama Rania'' ucap Exel.

Velo seketika terdiam, tunangannya kini benar benar menjauh darinya.

''Ayo latihan lagi'' ajak Exel.

Velo mengangguk, lalu kembali ke tengah lapangan untuk latihan, kali ini Velo latihannya lebih serius, tapi sebenarnya dia hanya ingin melampiaskan kesedihan yang ia rasakan saat ini.

Lima belas menit kemudian, salah satu pemain basket tidak sengaja melemparkan bola basketnya terlalu kuat, sampai sampai terbang ke arah penonton.

''Awas!!'' teriak pemain itu, membuat anggota basket lainnya ikut menoleh mengikuti arah bola.

Sedangkan para cewek yang ada di sana berteriak histeris.

Akhhhhh

Wushhh

Grep

Sontak semua anggota basket yang ada di tengah lapangan kaget, saat melihat ada gadis yang menangkap bola basket itu dengan santai, dan gadis itu yang tak lain adalah Helen, dia baru datang bersama Rania, dan melihat bola basket yang terbang mengarah padanya, jadi Helen langsung menangkapnya.

Sedangkan Velo yang tersadar dari rasa kagetnya langsung bergegas menghampiri Helen.

''Kamu tidak apa apa?'' tanya Velo dengan expresi panik sekaligus khawatir.

''Yang sepeti lo lihat, gue baik baik saja'' jawab Helen datar.

Velo bernafas lega. ''Syukurlah'' ucapnya tersenyum.

Helen hanya memutar bola matanya malas, lalu dia mengangkat bola basket yang ada di tangannya, setelah itu dia melemparkannya ke dalam ring.

Wusss

Semua orang yang ada di sana melihatnya dengan syok, begitu juga dengan Velo yang berada di samping Helen, padahal jarak ring ke tempat Helen berdiri lumayan agak jauh, tapi lemparan Helen langsung tepat sasaran tanpa meleset sedikitpun.

Melihat itu Exel yang ada di tengah lapangan langsung berlari menghampiri Helen.

''Hel, lo hebat banget, bisa masukkan bolanya ke dalam ring'' ucap Exel dengan kagum.

Helen hanya tersenyum. ''Mungkin lagi beruntung saja'' sahutnya.

''Gue juga bisa, kali''

Helen, Exel, dan Velo langsung menoleh, dan melihat Hana berdiri tak jauh dari mereka.

Mereka ingat kalau Hana juga bisa bermain basket, walaupun tidak sehebat para pemain cowok, setidaknya hanya Hana satu satunya cewek di kelas dua belas yang bisa bermain basket.

Hana lalu berjalan ke arah mereka dan berhenti di depan Helen.

''Hel, ayo kita bertanding basket satu lawan satu, siapa yang menjadi pemenangnya, maka berhak memberi hukuman pada yang kalah'' tantang Hana menatap Helen dengan tersenyum mengejek

Hana berfikir kalau Helen pasti tidak akan berani menerima tantangannya, jadi Hana ingin membuktikan kalau ada hal yang tidak bisa Helen imbangi darinya.

''Han, lo jangan gila, Helen tidak bisa,,,'' Exel belum bisa menyelesaikan ucapannya, Helen sudah menyelanya.

''Boleh, siapa takut'' ucap Helen membuat Hana dan Exel kaget, tapi tidak dengan Velo, dia hanya tersenyum tipis menatap calon istrinya yang menerima tantangan Hana.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!