Tolong bijak dalam membaca.!
Novel ini mengandung 21+ dengan tingkatan level neraka jahanam.! 😂 Jadi untuk para bocil-bocil yang mau baca novel ini tolong skip dibagian tertentu 👍
Renata Raharja, seorang Dokter kandungan yang terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya. Ia cerdas, cantik, baik dan sangat berprestasi.
Namun sayang, semuanya itu hancur ketika ia bertemu dengan Diki, seorang pria yang terlahir dari keluarga biasa saja, yang sudah berhasil mencuri hatinya, dan juga keperawanannya, hingga akhirnya ia pun hamil diluar nikah.
Kira-kira seperti apakah kelanjutan ceritanya.?
Baca terus novel ku ini.!
######
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ila akbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32.
Kemudian, ia pun langsusng menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"C_cincin ini, R_Renata terima mas!" Ucapnya lagi dengan sangat jelas, menjawabnya seperti itu. Karena sekarang ini, ia sedang mencoba untuk menerima keadaan, asalkan ia bisa membahagiakan Laura, dan juga kedua orangtuanya.
"N_nggak Renata! N_nggak!" Ucap Diki dalam hati tak percaya, sambil meneteskan air matanya.
"S_sabar, Dik!" Ucap Devano, yang lagi-lagi mencoba untuk menenangkannya.
"A_apa, sayang?" Ucap Andra dengan sangat gugupnya, karena saking tak percayanya.
"K_kamu, terima cincin ini, dari mas?"
"B_berarti itu artinya! Kamu bersedia, menjadi calon istri, mas?" Ucapnya lagi, sambil tersenyum dengan raut wajah yang sangat bahagia.
"I_iya mas! C_cincin ini, Renata terima! Dan mulai dari malam ini, kita resmi tunangan!" Ucapnya lagi, dengan lebih jelas lagi menjawabnya seperti itu. Sehingga semua para tamu undangan yang mendengar pun, seketika langsung teriak sambil bertepuk tangan, dengan begitu meriahnya.
"Horeeeee!" Teriak mereka semua, secara bersamaan. Namun sepertinya, mereka semua tidak tau, kalau dibalik semua kebahagiaan itu, ada satu hati yang sedang tersakiti.
"N_nggak! Nggak mungkin! Semua ini, benar-benar nggak mungkin!" Ucap Diki lagi dalam hati, semakin tak percaya. Kemudian, ia pun langsung melangkah pergi, meninggalkan mereka semua, karena seking sakit hatinya.
"B_bang Diki,,,,," ucap Renata dalam hati, yang benar-benar tau, dengan apa yang sedang Diki mantan suaminya itu, rasakan sekarang ini.
"B_bang Diki!" Teriak Anita.
"Abang mau kemana, bang?" Teriaknya lagi, sambil buru-buru lari, untuk mengejarnya.
"Dik! Loh mau kemana Dik?" Teriak Devano, yang juga langsung buru-buru lari, untuk mengejarnya. Akan tetapi, tidak dengan Andra, ia pun malah justru langsung tersenyum, penuh dengan makna.
"Mommy, mommy! Itu Om ganteng, mau kemana?" Ucap Laura, yang ternyata dari tadi sedang berdiri di antara mereka.
"M_mommy juga nggak tau, sayang!" Ucap Renata yang sama sekali tidak menatap kearahnya. Karena tatapannya itu dari tadi, masih terus tertuju kearahnya, yang sekarang ini masih terus melangkah keluar dari dalam pesta pertunangannya itu, dan sudah tidak terlihat lagi.
DI DEPAN GEDUNG, PESTA PERTUNANGAN TERSEBUT.
Terlihat Devano yang baru saja keluar dari dalam pesta pertunangan tersebut, sambil terus mengejar Diki.
"Anita, Diki nya mana?" Ucapnya, yang kehilangan jejaknya.
"A_aku juga nggak tau, Dev!" Ucap Anita, yang dari tadi juga masih terus sibuk, mencari-carinya. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan dan membuangnya kasar.
"Aduuuuuh! Bang Diki itu kemana sih, sebenarnya?" Ucapnya dalam hati, kesal.
"Cepet banget sih, perginya!" Ucapnya lagi.
"Y_ya udah yah, Dev! Aku, mau cari bang Diki dulu!" Ucapnya lagi, yang langsung saja buru-buru pergi untuk mencarinya kembali.
"Anita! Kabarin gue yah! Kalau ada kabar, dari Diki!" Teriak Devano. Kemudian, ia pun langsung melangkah masuk kembali menuju pesta pertunangan tersebut, untuk menemani Alana istrinya, yang dari tadi masih berada di dalam pesta pertunangan tersebut.
"M_mas Devano, Bang Diki nya mana?" Ucap Alana, bingung.
"Nggak tau sayang, mas kehilangan jejak!" Ucap Devano.
"Mommy mommy, kok Om-om temannya Om ganteng, kesini nya nggak sama Om ganteng?" Ucap Laura, yang terlihat sedikit kecewa.
"N_nggak tau, sayang! Mungkin, Om gantengnya lagi ada urusan sebentar, diluar!' Ucap Renata, yang berusaha untuk membuatnya tidak kecewa. Kemudian, ia pun langsung menghela nafas pelan, dan membuangnya kasar.
"Sebenarnya, bang Diki itu pergi ke mana yah?" Ucapnya dalam hati, yang sebenarnya dari tadi sedikit mengkhawatirkan keadaannya.
"Ya udah lah, sayang! Mungkin benar apa kata mommy! Sekarang Om gantengnya, lagi ada urusan di luar!" Sambung Andra, yang juga mencoba untuk membuatnya tidak kecewa. Sehingga Renata yang mendengarnya pun, seketika langsung terdiam.
"Makasih yah mas! Mas udah berusaha membuat Laura, agar tidak kecewa!" Ucapnya dalam hati.
"Maafin Renata, mas! Karena untuk sekarang ini, Renata benar-benar belum bisa jujur sama mas, tentang siapa itu bang Diki, sebenarnya!" Ucapnya lagi, dalam hati.
"Ya udah ayo, sayang! Lebih baik sekarang, kita sapa tamu-tamu undangan, disana!" Ucap Andra, sambil mengandeng tangan Renata, dan juga Laura.
"Devano, Alana, aku tinggal dulu yah, kesana!" Ucap Renta, sambil menatap kearah mereka berdua. Kemudian, ia pun langsung buru-buru melangkah menuju tamu-tamu undangan tersebut, bersama dengan Andra dan juga Laura.
"Selamat yah!" Ucap para tamu-tamu undangan tersebut.
"Selamat!"
"Selamat!"
"Selamat!"
"Iya, terimakasih!" Ucap Andra dan Renata, secara bersamaan. Kemudian, mereka semua pun langsung ngobrol-ngobrol menceritakan tentang pesta pertunangan tersebut bersama-sama, sambil tersenyum-senyum, tertawa-tawa, dengan sangat bahagia. Akan tetapi tidak dengan Renata, ia pun dari tadi terlihat sangatlah gundah gulana. Karena sekarang ini, ia masih memikirkan keberadaan Diki, mantan suaminya itu.
"Kira-kira, sekarang ini bang Diki lagi dimana yah?" Ucapnya dalam hati, sedikit panik. Karena ia takut, kalau sampai Diki itu nekat berbuat yang tidak-tidak. Karena menurutnya, apa sih yang tidak bisa seseorang lakukan, disaat seseorang tersebut, sedang frustasi.
3 Jam kemudian,,,,,
DI TEMPAT BERBEDA, DI CLUB MALAM.
Waktu menunjukkan pukul 02:00 Malam.
Terlihat Diki yang ternyata dari tadi sedang berada didalam club malam tersebut, sambil asyik menenggak minuman beralkohol, dengan keadaan yang sudah sangat beler, karena mabuk parah.
"Tambah lagi minumnya, satu botol!" Teriaknya, yang dari tadi tak henti-hentinya meminta pelayan di dalam club tersebut, untuk menambahkan minuman beralkohol tersebut, untuknya.
"M_maaf mas! Tapi tempat ini, sekarang udah waktunya untuk tutup!" Ucap salah satu pelayan, didalam club tersebut.
"Aaaahhhh! Gue nggak perduli!" Teriak Diki lagi, marah.
"Mau tempat ini tutup apa nggak, gue nggak perduli!"
"Sekarang juga, cepetan ambilin minum buat gue, satu botol!" Teriaknya lagi, yang lagi-lagi menyuruhnya seperti itu. Kemudian, ia pun langsung berdiri dengan sangat sempoyongan, sambil kembali teraik-teriak memanggil Renata.
"Renataaaa! Sayaaaang!" Teriaknya, sambil melentangkan kedua tangannya.
"Sekarang kamu lagi ngapain, sayang?"
"Kamu tega, sayang! Kamu tega, tinggalin Abang, kayak gini!" Teriaknya lagi, yang terlihat benar-benar sangat frustasi. Kemudian, dengan keadaannya yang masih sangat sempoyongan, ia pun langsung mencoba untuk duluk kembali, di tempat duduknya.
"Eeeeeeeehhhhh!" Ucapnya yang hampir saja jatuh dari tempat duduk tersebut.
"M_mas, hati-hati dong mas!" Ucap salah satu pelayan didalam club tersebut.
"Aaaahhh! Diem loh!" Teriak Diki.
"Sekarang juga, cepetan ambilin gue minuman, satu botol lagi!" Teriaknya lagi, yang ternyata masih ingat dengan pesanannya itu.
"M_maaf yah, mas! Tapi kan saya sudah kasih tau sama mas, sebelumnya!" Ucap salah satu pelayan didalam club tersebut lagi.
"Kalau tempat ini, sekarang ini sudah waktunya untuk tut,,,,,,,,,," seketika ucapannya itu pun, langsung terpotong.
"Aaaaaah! Renataaaa!" Teriak Diki lagi, memanggil-manggil Renata mantan istrinya, dengan sangat kencang.
"Sekarang kamu lagi dimana, sayaaaang?Sekarang kamu lagi ngapain, bareng Andraaaa?" Teriaknya lagi, sambil menjambak-jambak rambutnya.
"Aaaaah, siaaaaaaal!" Teriaknya lagi, sambil mengibaskan semua gelas dan juga botol minuman beralkohol, yang berada di atas meja, tepat dihadapannya.
PRAAAAAAAAK! Seketika semua gelas-gelas, dan botol-botol minuman beralkohol tersebut pun, langsung pecah berserakan di lantai.
"Eh! Loh udah gila yah!" Teriak salah satu preman, yang ditugaskan untuk menjaga keamanan, didalam club tersebut.
"Loh mau cari ribut, disini?" Teriaknya lagi, sambil mengangkat kerah bajunya.
"Aaaaaah, lepasin!" Teriak Diki, yang malah justru langsung menyingkirkan tangan tersebut, dari kerah bajunya dengan sangat kencang. Kemudian, ia pun langsung berdiri dengan keadaan yang masih sangat sempoyongan, sambil tersenyum dengan sangat belagunya.
"Kalian, siapa?" Teriaknya, sambil menunjuk kearah semua preman-preman tersebut, yang di tugaskan untuk menjaga keamanan didalam club tersebut.
"Gue nggak takut sama kalian semua! Kalau kalian semua berani, sekarang juga! Ayo cepetan lawan gue!" Teriknya lagi, yang langsung saja menantangnya seperti itu. Sehingga para pereman-pereman tersebut pun, terpancing emosinya. Dengan segera, mereka semua pun langsung menghajarnya rame-rame sampai babak belur. Sedangkan Diki yang sekarang ini sedang mabok parah pun, tidak bisa melawannya sama sekali.
"Cuih! Segitu doang nyali loh!" Ucap salah satu preman tersebut, sambil meludahinya. Kemudian, mereka semua pun langsung pergi meninggalkannya.
"Aw, sssssttt!" Suara Diki mereunyi kesakitan, dengan keadaan yang sudah terkapar, lemas, tak berdaya diatas lantai, sambil memegangi wajahnya, yang babak belur itu.
"Hallo, bos! Sekarang, dia masih ada di club malam!" Ucap seseorang, yang dari tadi terlihat seperti sedang mengintainya, dari dalam club malam tersebut, via telepon.
"Ok, baik bos! Saya akan terus mengintainya! Sampai saya bisa mendapatkan informasi, tentang masa lalunya!" Ucapnya lagi.
jadi degdeg an thor