NovelToon NovelToon
Oh My Ex-Husband

Oh My Ex-Husband

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Perjodohan / Militer / Tamat
Popularitas:447.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

WARNING : CERITA INI MENGURAS EMOSI SAMPAI TUTUP PANCI AKAN IKUT MELAYANG! BERMENTAL LEMAH HARAP JANGAN BACA. TAKUT DARAH TINGGI NAIK MENDADAK😈


Bercerai? Itulah satu permintaan Kaiden. Selama tiga tahun, mereka tidak bersinggungan. Tiba-tiba Kaiden suami kontraknya itu lontarkan. Devina Deborah, merasa tidak bisa melepaskan Kaiden Louis. Perempuan cantik itu memiliki perasan pada sang suami.

Ia memberikan persyaratan. Dalam kurun waktu 3 bulan. Jika Devina tidak mampu menggoyahkan hati Kaiden untuknya. Maka ia bersedia menandatangani surat cerai tanpa perlawanan. Mampukah Devina menaklukkan hati Kaiden. CEO angkuh yang malah jatuh cinta pada Dokter berdarah Rusia-Indonesia itu? atau malah harus terpaksa menandatangani surat perceraian. Dan pergi dengan mengibarkan bendera, pertanda menyerah.

Simak terus kisahnya di sini. Jangan lupa simpan di perpustakaan untuk mendapatkan update tiap harinya. Dan jangan follow akun Ig author di "Dhanvi Hrieya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. HAMIL?

Inah membesar matanya saat ia mengatakan tamu wanita masuk ke dalam rumah. Saat masuk tanpa tahu malunya. Wanita dengan netra abu-abu itu menghambur masuk ke dalam pelukan Kaiden. Apa yang sedang terjadi bukan hanya dilihat oleh Inah saja. Ada beberapa pembantu rumah juga menyaksikannya.

Bahkan sampai terkanga. Melihat wanita bertubuh bak gitar Spanyol itu mengecup bibir Kaiden. Gila. Apakah perempuan itu sudah kehabisan akal. Pria yang sedang dipeluk bahkan dikecup itu adalah suami dari seorang istri. Tolong garis bawahi, Kaiden Louis telah memiliki pasangan. Istri sah secara agama dan hukum.

"Apa yang kamu lakukan di sini, Arumi?" tanya Kaiden syok.

Pria yang baru saja bangun itu. Mendorong kecil tubuh Arumi. Membuat jarak sedikit diantara mereka. Arumi malah terkikik kecil. Pasalnya lipstik merah basah itu jadi ikut menempel di atas bibir tebal milik Kaiden.

Kaiden mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ada banyak mata yang memperhatikan mereka. Apa lagi Mbok Inah. Wanita tua itu terlihat meringis kecil saat mata mereka bertabrakan. Inah langsung membuang muka.

"Ayo! Bicara di ruang kerjaku!" Kaiden menarik pergelangan tangan Arumi.

Membuat wanita itu melangkah membututi langkah kaki Kaiden. Dengan senyum lebar saat ditarik mendekati undak anak tangga. Para pembantu langsung berkumpul mengerumuni Inah. Sebagai pekerja paling tua dan paling lama.

"Mbok! Itu siapa tadi? Kenapa begitu?" tanya perempuan berkulit hitam itu pada Inah.

"Hah?" sahut Inah linglung.

"Kenapa dia mencium bibir Tuan Kaiden begitu? Kayak istri Tuan saja. Bahkan Nyonya Devina tidak pernah mencium bibir Tuan Kaiden di depan umum," timpal wanita berambut cepak itu. Sedikit tomboi.

"Jangan-jangan itu selingkuhan Tuan?"

"Husss! Jangan ngomong begitu. Tuan sama Nyonya belum pisah, tahu!"

"Eh! Eh! Tapikan ini sudah mau satu bulan. Nyonya gak balik ke rumah. Malah nggak ada kabar malah."

"Jangan-jangan Nyonya sama Tuan mau cerai? Makanya Nyonya nggak pulang ke rumah," tebak yang sedari tadi diam mendengarkan.

Inah tidak menjawab. Ia hanya diam saja. Otak tuanya teringat kata Siti. Kalau gadis remaja itu pernah melihat sang tuan dan seorang wanita. Apakah itu bukan hanya salah paham saja? Tapi benar-benar tuan Kaiden selingkuh. Rasanya tidak bisa dipercaya.

"Su—sudah! Ini bukan urusan kita. Lebih baik kita lakukan apa yang menjadi tugas kita. Urusan Tuan dan Nyonya, biar mereka saja yang menyelesaikannya!" pungkas Inah dengan bijak.

Wajah yang lainnya tampak kecewa. Mereka masih penasaran dan butuh jawaban dari pada yang sedang terjadi saat ini. Malah tidak diberikan kepastian. Akan tetapi sudah pasti mereka sudah mendapatkan jawaban yang cukup untuk kata curiga itu sendiri.

Mulai dari nyonya besar mereka yang tidak kunjung pulang. Yang entah di mana. Mereka tidak pernah menanyakan pada sang tuan. Kedua karena ada perempuan cantik yang sudah pasti bukan kakak-kakak dari Kaiden Loius. Jika iya, pun. Sudah pasti tidak akan mencium bibir Kaiden seitim itu. Tentu saja tidak akan butuh waktu lama lagi. Untuk gosip hangat yang akan segera menyebar.

Lebih cepat dari pada api melahap sekam. Dengan berbagai pembicaraan yang akan ditambah dan dilebih-lebihkan. Sudah pasti begitu. Sedangkan di dalam ruangan kerja Kaiden pria itu terlihat tengah tegang.

"Kenapa kamu malah datang ke rumah ini, Arumi?" Kaiden bertanya dengan nada kesal.

"Aku rindu kamu, sayang," sahut Arumi dengan begitu mudahnya.

"Kau gila!" kesal Kaiden.

"Hah? Aku gila? Kenapa kamu berkata begitu. Hanya karena aku datang ke sini. Kamu malah mengatai aku gila, Kaiden?" Arumi bertanya dengan ekspresi wajah kecewa.

Kedua matanya terlihat berembun. Karena mendengar perkataan Kaiden. Kaiden menjadi salah tingkah. Tangan Kaiden terangkat mengusap pelan pipi Arumi. Air mata wanita itu menetes deras. Pandangan matanya terlihat menyeduh.

"Maafkan aku," sahut Kaiden mengalah.

"Jangan begitu lagi padaku, ya! Aku cuma merindukan Ayah dari anakku saja. Bagaimana bisa kamu malah begitu pada Ibu dari anakmu!" dumel Arumi dengan air mata yang masih cukup deras.

Pergerakan ini jari tangan Kaiden langsung berhenti mengusap pelan pipi Arumi. Tunggu. Apakah tadi indra pendengaran Kaiden sedang terganggu. Kenapa ia mendengar kata ayah dari anaknya? Kedua pupil matanya membesar.

"Apa tadi?" tanya Kaiden pelan.

BUG!

Telapak tangan Arumi langsung memukuli dada bidang Kaiden dengan manja.

"Ih, kamu bagaimana sih." Arumi mendengus kecil.

Tangan Arumi terlihat bergerak menyentuh telapak tangan Kaiden. Menariknya sampai mendekati perut datarnya. Dan mengusap pelan, sebelah tangan lagi terlihat mengusap perutnya.

"Di sini, ada anakmu dan aku! Anak kita, sayang!" sambung Arumi.

"Hah? Kamu ... maksud. Ah, tidak. Maksudnya itu, ah. Kamu hamil?" tutur Kaiden kacau.

Bahkan untuk menyusun kata tanya saja Kaiden Louis kesusahan. Arumi mengangguk antusias. Dan tersenyum lebar.

"Iya! Aku hamil. Anak kita, sayang!" ucapnya dengan nada sumringah.

Mulut Kaiden terbuka lebar. Dengan ekspresi tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Senyum lebar Arumi beberapa kali terkembang.

"Kau—kau, yakin?" ulang Kaiden sekali lagi.

Arumi mengangguk."Ya, aku yakin. Aku sudah cek tadi siang. Bagaimana kalau nanti kita ke Dokter kandungan untuk lebih memastikannya?"

Kaiden mengangguk cepat. Ia bahagia dengan kabar yang sang kekasih berikan. Untuk beberapa saat Kaiden melupakan Devina sang istri. Wanita yang lebih memiliki hak untuk menggandung anak Kaiden.

"Oh, sayang! Aku sampai tidak tahu harus berkata seperti apa padamu," ucap Kaiden ceria.

Arumi terkikik kecil. Kaiden memeluk tubuh Arumi dan mengecup dahi Arumi beberapa kali. Pembicaraan keduanya terdengar begitu jelas.

Senyum sinis itu tercetak jelas di bibirnya. Sedangkan gadis itu terlihat menatap khawatir pada wanita cantik di depannya ini. Dengan penyamaran Devina datang ke rumah. Siapa sangka, niat awalnya mengambil apa yang dia miliki di kamar. Harus melihat dan mendengar hal yang membuat hatinya semakin bergemuruh.

"Nyonya!" panggil Siti dengan nada lirih.

Ia memperhatikan setiap raut wajah yang terlihat sedikit di balik masker. Devina melirik Siti. Matanya basah. Namun di balik masker senyum itu masih terbit.

"Jangan khawatir, Siti. Aku baik-baik saja. Kadang hidup ini tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan. Kamu, bertahanlah bekerja di rumah ini. Sampai tamat SMA. Nanti jika kamu ingin bertemu denganku kembali. Aku akan menerimamu," ucap Devina dengan nada bergetar.

Siti mengigit bibir bawahnya. Ia meraih tangan Devina cepat. Kepalanya mengeleng kecil.

"Tidak, Nyonya. Siti boleh ikut Nyonya, ya? Siti nggak bisa tinggal di sini!" pinta Siti berekspresi pedih.

Devina menghela nafas kecil."Aku, akan sering pindah-pindah Siti. Itu akan menganggu sekolahmu. Berjanjilah untuk sekolah yang benar. Nanti hubungi aku, ya!"

Devina membalas genggaman Situ. Ia harus segera pergi dari rumah. Karena sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan sudah melihat apa yang paling menyakitkan.

Bersambung....

😬Hem... Orang busuk selalu memiliki banyak cara untuk menyebarkan aromanya. Dan menjebak mangsanya🤭 hati-hati Kaiden. Orang baik kalau terluka jahatnya lebih nggak ngotak loh👍🏻

..."Aku berikan hatiku. Tapi kau injak-injak sedemikan rupanya. Jangan lupa, karma tidak pernah salah alamat hanya untuk say hello!"...

...~Devina Deborah~...

1
Sala Wati
rasain kaiden mkanya jgn egois 🤭
Sala Wati
aduh saya juga mau
Woro Wardani
Luar biasa
Laurentia Delimarta
dlu dia yg mau cpt2 cerai, skrng mala ga mau
Laurentia Delimarta
jgn bucin Dev nanti susah sendiri, hea tegae d dpn Kaiden
Laurentia Delimarta
jahat banget, yg 1 pelakor
KarmilaFatiyah Hudong II
aaku suka kok sma kaiden...mudhan dia mncintai jane
nuning 29
ini serius, sekelas CEO yang punya gedung tinggi, naik mobil sekelas Avanza?
hehe ...
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yg luar biasa
v_cupid
yg cerita lain ada kah yg bukan mafia
v_cupid
mw yg lain..
v_cupid
mw cerita yg lainnya.. yg sama bagusnya dgn ini thor...
v_cupid
baguslah bs bangkit dan membuat kaiden sangat sakit.. begitulah.. br menyesal saat sudah tidak memiliki
v_cupid
kaiden kok ga curiga ya knp bs semua mnm obat tidur.. siapa yg membantu Devina kabur.. secara tdk mgkn melakukan semua itu sendiri
v_cupid
gmn mw hamil.. org masih perawan sebelum ke bali
v_cupid
kalo dulu pasti akan bahagia sekali
v_cupid
..
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bagus
v_cupid
just happy with devina kaiden.. don't get disturb with arumi
v_cupid
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!