"Mungkin aku memang pemain wanita, tapi aku tidak akan menelantarkanmu karena kamu sedang mengandung anakku." Adrian.
"Jika aku tidak mengandung anakmu, apakah kamu tetap akan bertanggung jawab padaku?" Amira.
Sebuah kecerobohan yang dilakukan Amira membuatnya harus kehilangan kesuciannya dan mengandung benih dari Adrian, pria yang terkenal dengan julukan casanova. Amira harus menjadi selir rahasia dari Adrian sampai ia melahirkan bayinya.
Follow ig : Siran_rhmwtii6
facebook : Siran Ran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard
"Nomor siapa ini?" Mira bergumam sambil menscroll kiriman foto-foto dari nomor yang tak dikenali.
Foto-foto itu adalah gambar dirinya dan Adrian ketika malam itu, malam dimana Mira dan Adrian bersatu hingga kini ada janin dalam perut Mira yang tengah tumbuh dan berkembang.
Adrian yang baru saja bangun dan melihat raut wajah bingung Mira langsung merebut ponsel Mira dan melihat apa yang Mira lihat.
"Darimana foto-foto ini berasal?!" ia terlihat sangat marah.
Lalu sedetik kemudian menghubungi nomor yang mengirimi Mira foto itu, tidak diangkat setelah berkali-kali, lalu munculah pesan susulan.
Bersiaplah, akan ada yang lebih membuatmu kecewa dan marah setelah apa yang kau lakukan pada istri pertamamu dan apa yang dilakukannya dibelakangmu!
Pesan itu begitu membuat amarah Adrian terpancing, ia melirik Mira yang duduk disampingnya kebingungan.
"Ganti nomor ponselmu!" perintahnya yang langsung diangguki Mira.
"Hari ini kita pulang!"
...****************...
3 bulan sudah, setelah masuknya Tasya ke dalam penjara. Tak ada lagi teror dalam nomor baru Mira, kini bahkan Mira sangat diperhatikan oleh Adrian disetiap harinya.
Namun tak jarang Mira bersedih, karena dalam jangka waktu kurang lebih 2 bulan lagi ia akan melahirkan bayinya dan memberikannya pada Adrian, lalu pergi tanpa mengenalkan identitas ibu dari bayi itu.
Ya, ia harus mematuhi aturan dalam surat perjanjian yang setiap minggunya di ingatkan Adrian.
Pergi dengan uang hasil pertukaran bayi yang dikandungnya, tentu tak pernah ada sedikitpun dalam benak Mira. Namun, takdir seperti mengharuskan Mira menerima semua itu.
Hari ini ia bahkan duduk termenung di atas ranjang, ketika pagi menyapa dengan cuaca yang indah. Cuaca tersebut tidak sesuai dengan hati dan kesedihan Mira.
"Ya Tuhan, berdosakah aku? Menukar bayi dengan uang?" ia bergumam sendiri di pagi cerah tersebut.
Saat itu, datanglah Adrian dengan dua pelayan yang membawakan sarapan beserta potongan buah-buahan di dalam mangkuk di atas nampan.
Itu memang sudah menjadi rutinitas Mira dalam masa-masanya ini, semenjak kembali dari negara yang menjadi investasi perusahaan Adrian tersebut. Perhatian itu, bahkan kini mampu membuat rasa nyaman dalam hati Mira.
Namun Mira sadar, dan menghapus rasa itu dengan pelan-pelan secara permanent dalam hatinya.
"Letakan disana, aku ingin bicara dengan wanita yang akan melahirkan anakku!" perintah Adrian tegas.
Mira dan Adrian sudah berhadapan, entah apa yang akan dibicarakan Adrian kali ini, akan tetapi terlihat sangat penting dan serius.
"Masuklah!"
Ceklek,
Pintu terbuka, menampilkan wajah familiar yang telah Mira lupakan selama ini, Damian.
"Kau siap untuk tugas barumu?"
Damian mengangguk, tanpa Mira ketahui apa tugasnya Damian.
"Dalam beberapa minggu kedepan, aku tidak bisa menjaga bayiku yang dalam kandungannya," ucap Adrian sambil melirik Mira. "Maka, aku percayakan tugas penjagaan pada Damian, dengan syarat kau tidak boleh menyentuh barang sehelai rambut Mira pun, jika dia terluka, maka namamu akan ada dalam blacklist semua perusahaan di kota ini."
Damian mengangguk dengan patuhnya. Rasa bahagia Mira tak tergambarkan, laki-laki yang membuatnya sebelumnya lebih nyaman itu akhirnya kembali dan bisa berada di sampingnya.
"Baiklah, mulai besok kau tinggal di kamar sebelah. Dengan pengawasan orang-orangku juga tentunya."
"Baik," Damian baru bersuara.
Adrian berdiri dan mulai melangkah, lalu berhenti di depan pintu yang masih terbuka.
"Makan sarapanmu, Mira!"
Ia keluar, lalu menutup pintu.
Kini tinggal Damian, Mira, dan pelayan yang menunggu atas perintah Adrian.
"Apa kabar? Lama ya, kita tidak bertemu!" Damian memberikan senyum gugup.
"Ya, aku baik, dan kau? Semua karena takdir, kita baru bertemu lagi sekarang."
Keduanya terlihat akrab berbincang-bincang, pelayan memperhatikan dengan tatapan tak percaya. Bahkan diam-diam ada yang merutuki Mira dan Damian.
"Sebentar lagi pasti akan ada masalah saat Pak Adrian pulang nanti! Lihat saja, keduanya akrab seperti kekasih!" bisik salah satu pada yang lainnya.
"Hari ini kau ada keinginan keluar? Aku akan temani."
"Emm, aku..."
Bersambung..
apa bedanya dengan Adrian yang celup sana sini, alias Casanova 🤦🏻♀️
g punya kaca X Adrian 🤣🤣🤣🤣
mira.....liat apa an?????